rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, August 2, 2010

Inflasi di Atas Ekspektasi Pasar

Inflasi Juli 2010 sebesar 1,57% melampaui ekspektasi pasar. Berdasarkan survei yang dilakukan Bloomberg, rata-rata proyeksi inflasi hanya 1,06% dengan posisi tertinggi 1,43% dan terendah 0,6%.

Dengan tambahan inflasi 1,57%, besaran inflasi selama Januari-Juli 2010 mencapai 4,02%. Sedangkan secara year on year mencapai 6,22%. Angka ini juga di atas ekspektasi pasar yang memproyeksikan rata-rata inflasi y-o-y 5,7%, tertinggi 6,07% dan terendah 5,2%.

"Inflasi 1,57%, yang paling besar adalah bahan makanan. Ini inflasi tertinggi sepanjang tahun 2010," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (2/8).

Bahan makanan menyumbang inflasi Juli tertinggi yaitu 1,08%. Sedangkan untuk kelompok yang masih menyumbang deflasi pada Juli lalu adalah kelompok sandang, dengan sumbangan deflasi sebesar 0,09%.

"Inflasi didorong oleh kenaikan bahan makanan dengan sumbangan inflasi terbesar," jelasnya.

Kenaikan harga beras menyumbang 0,26% dari inflasi Juli yang mencapai 1,57%. Urutan kedua akibat kenaikan biaya perpanjangan STNK yang menyumbang inflasi 0,21%.

Selain kedua faktor tersebut, faktor lain yang menyumbang inflasi Juli adalah:
  • Daging ayam menyumbang inflasi 0,17%
  • Cabai menyumbang inflasi 0,16%
  • Bawang putih menyumbang inflasi 0,1%
  • Cabai rawit menyumbang inflasi 0,08%
  • Bawang merah dan telur ayam ras menyumbang inflasi 0,7%
  • Kentang, angkutan udara, nasi, lauk pauk masing-masing menyumbang inflasi 0,02%
Kenaikan inflasi 1,57% yang berada di atas ekspektasi pasar ini patut diwaspadai karena biasanya membawa sentimen negatif terhadap IHSG. Paling tidak, investor asing masih menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Indonesia pada Rabu, 4 Agustus 2010, apakah BI rate akan dinaikkan atau tidak. Jika tidak naik, kekhawatiran investor untuk sementara dapat diredam.

Yang unik lagi, faktor kenaikan inflasi ketiga terbesar berasal dari kenaikan harga ayam. Ini menjadi tanda-tanda bahwa harga ayam masih akan naik hingga Lebaran, seperti rutin terjadi tiap tahun. Emiten yang akan diuntungkan adalah produsen ayam seperti CPIN, JPFA, dan SIPD. Ketiga emiten ini merupakan produsen ayam terbesar nasional.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan isi komentar soal artikel-artikel blog ini.