rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, December 29, 2010

Antam Akuisisi Pemilik Konsesi Tambang Bauksit

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakuisisi PT Dwitra Enggang Khatulistiwa (DEK) yang memiliki izin usaha pertambangan eksplorasi bahan galian bauksit di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. DEK tercatat menguasai cadangan bauksit sekitar 16 juta wmt.

Hasil bauksit tersebut akan diolah di pabrik pengolahan bauksit untuk menjadi alumina. Nilai akuisisi sekitar Rp 250 juta.

Antam juga mendirikan perusahaan patungan dengan Jindal Stainless Ltd India, bernama Abuki Jaya Stainless Indonesia (AJSI) guna mengembangkan bijih nikel menjadi nickel pig iron (NPI) di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Antam menyetorkan modal Rp 5,08 miliar (55%) dan Jindal Rp 4,16 miliar (45%). Namun, Jindal di tengah jalan kemudian mengundurkan diri, sehingga Antam menguasai AJSI 100% senilai Rp 9,25 miliar.

Status AJSI saat ini tengah dalam tahapan studi kelayakan dan pengurusan perizinan pendirian pabrik pengolahan bijih nikel.

Memo Phillips Securities

Memo Phillips Securities 29 Desember 2010.
 
Memo Phillips Securities                                                                                                                                   

Riset Tower Bersama oleh Phillips Securities

Riset Tower Bersama oleh Phillips Securities.
 
Riset Tower Bersama Oleh Phillips Securities                                                                                                                                   

Rekomendasi HD Capital, 29 Desember 2010

Rabu, 29 Desember 2010, HD Capital merekomendasikan empat saham pilihannya untuk dibeli, yakni Indofood Sukses Makmur (INDF), Bumi Resources (BUMI), United Tractor (UNTR), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
BUY: (INDF, BUMI, UNTR, BBNI)
  • Pasar mulai akumulasi posisi di berbagai saham selektif yang berprospek cerah antisipasi laporan keuangan Q4 2010 & January effect 2011.
  • IHSG close (28-12) 3.653.474(+28.915/+0.74%) (Val.Rp.2.6T) 
  • Support: 3.570-3.475, Resistance: 3.690-3.750-3.800
 
Stock picks:
1.    Indofood Sukses Makmur (INDF): (BUY) (Target: Rp 5.050) (close 28/12 Rp 4.800)
  • Kenaikan harga komoditas terutama CPO positif karena laba perseroan diperkirakan dapat naik 10% akibat kontribusi 25% anak usaha di CPO.
  • Kenaikan harga gandum dapat membuat perseroan menaikkan harga jual mie 5% di 2011 untuk mengambil kembali margin penjualan, suatu hal yang belum di price-in oleh pasar.
  • Valuasi menarik, diperdagangkan di 2010 PE 16x & 2011F PE 12 sehingga banyak potensi upside adjustment
  • Entry: (1) Rp 4.750, Entry (2) Rp 4.650, Cut loss point: Rp 4.500
 
2.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.250) (Close 28/12 Rp 3.050)
  • Valuasi termurah di sektor batubara (2011F PE 14x, PBV 2.9x) versus sektor standard (2011F 18x, 4.5xPBV) serta potensi penambahan laba akibat rencana debt restructuring utang di 2011 mulai di price in oleh pasar.
  • Kenaikan harga batubara di atas US$ 115/ton dan potensi adjustment harga rata-rata penjualan dari US$ 66/ton ke US$ 76/ton belum sepenuhnya tercermin dalam harga saham
  • Entry (1) Rp 3.025, Entry (2) Rp 2.950, Cut loss point: Rp 2.850
 
3.   United Tractors (UNTR) (BUY): (Target: Rp 25.000) (Close 28/12 Rp 23.600)
  • Kontribusi dari mining unit Pama dapat menaikan margin keuntungan 2011 sebesar 20%.
  • Kenaikan harga batubara di atas US$ 115/ton selama ini akan positif apalagi persero belum menaikkan harga jual kontrak ke depan untuk adjust ke benchmark price.
  • Entry: (1) Rp 23.400, Entry (2) 23.050, Cut loss point: Rp 22.250
 
4.   Bank BNI (BBNI) (BUY) (Target: Rp 3.950) (close 28/12 Rp 3.725)
  • Outlook GDP & suku bunga kondusif dapat membuat proyeksi pertumbuhan pinjaman 18% di 2011 menjadi kenyataan.
  • Investor dapat memilih emiten dengan sumber pendanaan deposit yang kuat serta flexibilitas dalam diversifikasi portofolio pinjaman seperti BBNI yang juga mempunyai dana cukup pasca rights untuk ekspansi.
  • Entry: (1) Rp 3.700, Entry (2) Rp 3.600, Cut-loss point: Rp 3.500
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)