rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, October 31, 2011

Rekomendasi HD Capital, 31 Oktober 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 31 Oktober 2011.
SELL: BUMI, ASII, BBRI, PGAS
  • Selain ada pattern candle bearish shooting star di daily, IHSG sangat rentan terhadap potensi koreksi regional pasca-kenaikan tajam berlebihan selama beberapa hari.
  • Ditakutkan bila bank2 swasta di Eropa akan membutuhkan dana recap pasca kerugian 10% dari aset untuk  menanggung utang Yunani, mereka akan memilih opsi untuk menjual aset di Asia termasuk Indonesia versus minjam dana dari bank sentral Eropa dan ini akan membuat long fund melakukan selling dalam jumlah besar.
  • IHSG close (27-10) 3.829.006 (+16.350/+0.99%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,850-3,950
Stock picks
1.     Bumi Resources (BUMI) (SELL) (Target Rp 2.250)  (Close 28/10 Rp 2.450)
  • Saham ini dirasa sudah naik berlebihan tanpa didukung oleh kepastian fundamental karena masalah utang sebelumnya juga di refinance lagi dengan skema yang membuat investor bingung, perlu diingat bahwa dengan posisi debt equity ratio di atas 3x BUMI sangat rentan terhadap pergerakan USD.
  • Exit (1) Rp 2.500, Exit (2) Rp 2.550, Reverse posisi: Rp 2.600
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Target: Rp 66.000) (Close 27/10 Rp 69.900)
  • Ditakutkan akan terjadi slowdown dalam pertumbuhan target penjualan mobil yang disebabkan oleh naiknya biaya financing (kredit) dan berkurangnya suplai sparepart maupun unit CBU dari Thailand akibat banjir yang sebagain besar belum di price in kedalam harga sahamnya akan mulai menghantui saham ini setelah pemanis dividend hilang.
  • Exit(1) Rp 69.900, Exit (2) Rp 70.500,  Reverse posisi: Rp 71.500
 
3.     Bank BRI  (BBRI) (SELL): (Target: Rp 6.400) (Close 27/10 Rp 6.800)
  • Rekomen sell karena pasca rally kemarin dengan volume yang lebih tinggi dari sesi sebelumnya  untuk menutup prica gap 6.800 yang sudah tercapai, ditakutkan akan terjadi pullback kembali untuk mengetes daerah price gap bawah di Rp 6.400.
  • Exit: (1) Rp 6.800, Exit (2) Rp 6.950,  Reverse posisi Rp 7.050
 
4.    Perusahaan Gas Negara (PGAS) (SELL): (Target: Rp 2.875) (Close 27/10 Rp 3.050) 
  • Kenaikan emiten penyedia gas ke end user domestik ini masih mempunyai masalah yang belum terselesaikan, yaitu bagaimana pass on additional cost dari harga gas yang disalurkan ke konsumen karena masih diregulasi oleh pemerintah
  • Exit: (1) Rp 3.050, Exit (2) Rp 3,175, Reverse posisi: Rp 3.250
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 31 Oktober 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 31 Oktober 2011. 
1. E-Trading Securities

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG naik 16,9 poin (0,44%) ke level 3.829,96 dengan jumlah transaksi 11 juta lot senilai Rp 5,4 triliun. Asing membukukan net buying Rp 893,8 miliar. Secara teknikal, candlestick membentuk pola shooting star di area garis upper bollinger band yang mengindikasikan sinyal bearish reversal. Perlu diwaspadai stochastic yang berpotensi membentuk deadcross di area oversold. IHSG hari ini berpotensi terkoreksi di kisaran 3.761-3.875. Cermati JPFA, MYOR, dan INCO.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Senin (31/10), secara teknikal, indeks diperkirakan cenderung menguat secara terbatas dengan kisaran 3.803-3.855. Terdapat kemungkinan profit taking. Indeks juga masih akan mendapat sentimen dari dirilisnya laporan keuangan emiten kuartal III tahun ini. Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading MYOR, ITMG, SMCB, BBKP.

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berfluktuasi melemah pada kisaran 3.761-3.873. Tiga dari empat indikator bergerak naik, satu berpotongan dengan potensi dead cross. Demand index naik di area positif, sementara klinger oscillator outperform. Daily MACD outperform naik di area positif dan short term MA bullish. Adapun long term MA konsolidasi.

Penguatan indeks pada akhir pekan lalu sejalan dengan kenaikan indeks bursa regional dan euforia kesepakatan penyelesaian utang zona Eropa. Pelaku pasar masih menunggu detail kesepakatan pada pekan-pekan mendatang.

Thursday, October 27, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 27 Oktober 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 27 Oktober 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG naik 28 poin (0,76%) ke level 3.738,60 dengan jumlah transaksi 7,9 juta lot senilai Rp 4,7 triliun. Asing membukukan net buying Rp 250,9  miliar. Secara teknikal, IHSG berhasil break dari garis resistance di level 3.729. Selama IHSG masih bertahan di atas level 3.729, ada potensi menguji garis resistance downtrend.
Candlestick membentuk pola hanging man, sementara stochastic bergerak uptrend di area overbought. Adapun MACD mencoba memasuki area positif. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak mixed di kisaran 3.675-3.778. Cermati BTPN, ASRI, dan MEDC.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (27/10), secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak mixed di kisaran 3.700-3.780. Pergerakan indeks akan dipengaruhi hasil pertemuan para petinggi Uni Eropa terkait penanganan krisis utang Eropa. Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk trading adalah GGRM, TLKM, CPIN, BJBR.

3. Danareksa Sekuritas
Dengan breakout dari retracement 50%, peluang berlanjutnya penguatan IHSG masih terbuka. Namun, patut diwaspadai profit taking, mengingat posisi stochastic selaku indikator utama menunjukkan tren overbought. Support IHSG hari ini di sekitar 3.686-3.702 dan resistance pada kisaran 3.761-3.780.

4. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan potensi profit taking pada kisaran 3.637-3.761. Tiga dari empat indikator teknikal bergerak naik, satu turun. Stochastic oscillator naik di area overbought, sementara klinger oscillator outperform naik di area positif. Indikator short term MA bullish, sedangkan daily MACD outperform naik di area positif.
Penguatan indeks kemarin sejalan dengan pergerakan mixed indeks bursa global. Selain itu, data ekonomi AS lebih buruk dari perkiraan dan spekulasi pelonggaran moneter di Tiongkok menjelang pertemuan puncak Uni Eropa.

Rekomendasi HD Capital, 27 Oktober 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 27 Oktober 2011.
BUY: PGAS, BBRI, BMRI,  ASII 
  • Kondisi krisis utang Eropa yang belum terselesaikan hingga sekarang masih menghantui IHSG apalagi bila terjadi krisis likuiditas interbank Eropa (perlu dicatat bahwa perbankan Eropa merupakan 70% dari sumber funding emerging market).
  • Bila terjadi koreksi rekomen buy on weakness
  • IHSG close (26-10) 3.724.006 (+11.350/+0.34%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,850
Stock picks
1.     Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY) (Target Rp 3.050)  (Close 26/10 Rp 2.900)
  • Bila terjadi pullback  koreksi rekomen akumulasi karena emiten penyedia gas ke end user domestik yang juga memiliki pipa penyaluran gas ini sebenarnya relatif immune terhadap kondisi krisis global.
  • Entry (1) Rp 2.775, Entry (2) Rp 2.675, Cut loss point: Rp 2.550
 
2.    Astra International (ASII) (BUY: (Target: Rp 69.900) (Close 26/10 Rp 68.400)
  • Koreksi dari ex dividen bisa dijadikan kesempatan akumulasi mengingat banyak analis masih optimisTIS pertumbuhan earnings (CAGR) untuk 2011-2012 masih dapat tumbuh di atas 20%.
  • Entry (1) Rp 67.500, Entry (2) Rp 66.000,  Cutt loss point: Rp 64.500
 
3.     Bank BRI  (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.800) (Close 26/10 Rp 6.600)
  • Pemain mikro ukm yang low risk high margin ini seharusnya relatif terisolasi dari efek krisis perbankan global, rekomen akumulasi bila terjadi penekanan koreksi.
  • Entry: (1) Rp 6.350, Entry (2) Rp 6.150,  Cut loss point Rp 5.950
 
4.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.050) (Close 26/10 Rp 6.800) 
  • Koreksi untuk mengisi price gap antara Rp 6.600-6.400 dapat dipergunakan untuk mengambil posisi dengan asumsi akan terjadi technical rebound ke Rp 7.100 bila harga berhasil dipertahankan di atas penutupan Rp 6.600.
  • Entry: (1) Rp 6.600, Entry (2) Rp 6.400, Cut loss point: Rp 6.250
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Wednesday, October 26, 2011

Rekomendasi HD Capital, 26 Oktober 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 26 Oktober 2011.
BUY: : ELTY, BBCA, BMRI,  ASII, 


  • Kegagalan IHSG untuk menutup di atas resistance kuncin di 3.725 serta moving average 50 dan 200 hari yang memberikan dead cross sell membuat kita harus waspada terhadap potensi koreksi namun bila itu terjadi bisa dijadikan sebagai ajang trading pendek

  • IHSG close (25-11) 3.710.976 (+3.350/+2034%) (Val.Rp.3.6T)

  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance: 3,750-3,850

Stock picks
1.     Bakrieland Development (ELTY) (BUY) (Target Rp 119)  (Close 25/11 Rp 117)
  • Closing selama 2 hari berturut turut di bawah Rp 121 dan kegagalan untuk melanjutkan misi mengetes moving average di Rp 127 menandakan potensi untuk melanjutkan downtrend koreksi di bawah price gap Rp 115.
  • Walaupun valuasi PER mahal (25x), emiten in memiliki landbank terbesar dengan diskon ke NAVS Rp 437 yang cukup besar (70%)

  • Entry (1) Rp 107, Entry (2) Rp 102, Cut loss point: Rp  

 
2.    Astra International (ASII) (BUY: (Target: Rp 69.000) (Close 24/11 Rp 68.150)
  • Walapun sentimen negatif dari banjir di Thailand belum sepenuhnya terdiskon di harga namun cum dividend Rp 600/saham menjadi pemanis buat menarik bargain hunting bila terjadi koreksi mendadak.
  • Entry (1) Rp 66.000, Entry (2) Rp 64.000,  Cutt loss point: Rp 62.500
 
3.     Bank BCA  (BBCA) (BUY): (Target: Rp 8.100) (Close 25/11 Rp 8.000)
  • Bank ini secara keuangan cukup solid, dimana stress test oleh berbagai ahli keuangan mengunakan skenario depresiasi rupiah hingga Rp 12.500/dolar AS tidak berdampak sama sekali terhadapa capital adequacy ratio (CAR) sehingga bila terjadi pelemahan untuk mengisi price gap bawah di Rp 7.800-7.650  rekomen akumulasi untuk rebound.
  • Entry: (1) Rp 7.800, Entry (2) Rp 7.600,  Cut loss point Rp 7.450

 
4.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.100) (Close 25/11 Rp 6.800) 
  • Koreksi untuk mengisi price gap antara Rp 6.600-6.400 dapat dipergunakan untuk mengambil posisi dengan asumsi akan terjadi technical rebound ke Rp 7.100 bila harga berhasil dipertahankan di atas penutupan Rp 6.600.
  • Entry: (1) Rp 6.600, Entry (2) Rp 6,400, Cut loss point: Rp 6.250
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 26 Oktober 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 26 Oktober 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG naik 3,7 poin (0,1%) ke level 3.710,47 dengan jumlah transaksi 7,9 juta lot senilai Rp 3,9 triliun. Asing membukukan net buying Rp 249 miliar. Secara teknikal, IHSG gagal bertahan untuk tutup di atas level resistance di 3.729.
Hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi di kisaran 3.636-3.739. Cermati AKRA, ICBP, dan KAEF.

2. Reliance Securities
IHSG berada pada kondisi moderate menurut RSI dan cenderung bergerak no trend. Hari ini, IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Support terdekat adalah level 3.603. Saham BMRI, INDF, dan JSMR berpotensi melemah.

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Rabu (26/10), secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat di kisaran 3.680-3.750. Indeks masih menanti keputusan para petinggi Uni Eropa dalam penanganan krisis utang Yunani. Cermati BBCA, BSDE, ISAT, ADRO.

4. Danareksa Sekuritas
Pelaku pasar patut mewaspadai efek domino dari hasil kesepakatan European Summit yang akan diumumkan hari ini. Sementara secara teknikal, fase konsolidasi minor IHSG diprediksi masih akan berlanjut dengan kecenderungan untuk melemah, menyusul kegagalan penetrasi retracement 50%. Hari ini, support IHSG akan berada di sekitar 3.667-3.684 dan resistance di 3.749-3.761.

Tuesday, October 25, 2011

Rekomendasi HD Capital, 25 Oktober 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 25 Oktober 2011. 
SELL:  BUMI, ELTY, BMRI,  ASII, 
  • Kenaikan fantastis di IHSG rentan profit taking apalagi kondisi global masih volatile terhadap perkembangan berita krisis Amerika Eropa yang berubah setiap harinya.
  • IHSG close (24-11) 3.705.976 (+82.350/+2.34%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,750-3,850
Stock picks
1.     Bumi Resources  (BUMI) (SELL) (Target Rp 1.900)  (Close 24/11 Rp 2.225)
  • Secara persero BUMI masih memiliki struktur utang tinggi (DER diatas 3x)  yang akan dipersulit skema refinancing kedepan oleh over leverage dan kondisi mata uang yang melemah (USD) terhadap rupiah.
  • Exit (1) Rp 2.325, Exit (2) Rp 2.450, Reverse posisi: Rp 2.450
 
2.    Astra International (ASII) (SELL: (Target: Rp 64.500) (Close 24/11 Rp 68.150)
  • Sentimen negatif dari banjir di Thailand belum sepenuhnya terdiskon di harga, sehingga rekomen berhati2 karena setiap saat bisa keluar berita downgrade fundamental kembali oleh analis asing terhadap kinerja target penjualan dan laba 2011.
  • Exit (1) Rp 68.500, Exit (2) Rp 69.500,  Reverse posisi: Rp 70.500
 
3.     Bakrieland Development (ELTY) (SELL): (Target: Rp 110) (Close 24/11 Rp 118)
  • Kenaikan selama ini kelihatannya melebihi kemampuan persero untuk mencetak laba kedepan, dan secara valuasi PER (19x) terlalu mahal diatas industri property PER 2011 yang 15x.
  • Exit: (1) Rp 120, Exit (2) Rp 123,  Reverse posisi: Rp 126
 
4.    Bank Mandiri (BMRI) (SELL): (Target: Rp 6.450) (Close 24/11 Rp 6.900) 
  • Bila terjadi koreksi pasca kenaikan kemarin,  yang terimbas pertama adalah sektor perbankan yang merupakan 30% market cap IHSG dan biasanya asing akan menjual agresif di emiten big cap bank seperti BMRI.
  • Exit: (1) Rp 6.950, Exit (2) Rp 7.050, Reverse posisi: Rp 7.150
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 25 Oktober 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 25 Oktober 2011.
1. E-Trading Securities

Pada perdagangan kemarin, IHSG naik 86 poin (2,38%) ke level 3.706,78 dengan transaksi 11,7 juta lot senilai Rp 4,9 triliun. Asing membukukan net buying Rp 379,2 miliar. Secara teknikal, IHSG berpotensi untuk menguji resistance terdekatnya di level 3.729, karena candlestick membentuk pola bullish marubozu. Hari ini, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan di kisaran 3.622-3.751. Cermati INDY, BBTN, dan UNTR.

2. Danareksa Sekuritas
Technical rebound IHSG berpeluang berlanjut, karena indeks berada di atas EMA 50 yang sekaligus merupakan level psikologis 3.700. Selain itu,  fast moving oscillator cenderung golden cross. Support indeks hari ini berada di sekitar 3.655-3.681 dan resistance di 3.730-3.761.

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (25/10), secara teknikal, indeks berpotensi menguat di 3.651-3.740. Pertemuan para petinggi Uni Eropa diharapkan menelurkan kebijakan positif. Selain itu, antisipasi terhadap laporan keuangan kuartal III dapat memberikan sentimen terhadap pergerakan indeks. Cermati UNTR, AALI, BBRI, INTP.

4. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan menguat berfluktuasi pada kisaran 3.637-3.761. Empat indikator teknikal bergerak naik. Klinger oscillator golden cross di area normal, demikian dengan stochastic oscillator. Daily MACD outperform naik di area negatif.

Monday, October 24, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 24 Oktober 2011






Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 24 Oktober 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG turun 2 poin (-0,05%) ke level 3.620,67 dengan jumlah transaksi sebanyak 9,87 juta lot senilai Rp 3,6 triliun. Asing membukukan net selling Rp 283,9 miliar. Secara teknikal, IHSG bergerak relatif tipis dengan candlestick membentuk pola spinning top,  sementara stochastic bergerak landai di area overbought. Hari ini, indeks diprediksi bergerak konsolidasi dengan support terdekat berada di 3.579 di kisaran 3.579-3.665. Perhatikan BDMN, INTP, dan CTRP.

2. Reliance Securities
Pelaku pasar terlihat wait and see menunggu hasil KTT Uni Eropa. Secara mingguan. IHSG masih bergerak pada bearish trend jangka pendek dengan konfirmasi break level 3.705. Stochastic memasuki area jenuh jual. Pada minggu ini, range indeks di 3.436-3.842. Saham-saham yang menarik adalah INTP, JSMR, ISAT.

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Senin (24/10), secara teknikal, indeks cenderung bergerak mixed dalam kisaran 3.570-3.670. Indeks akan mendapatkan sentimen KTT Uni Eropa yang diharapkan dapat memberikan solusi dalam menangani krisis utang di wilayah itu. Perhatikan SGRO, ISAT, UNVR, BDMN.

4. Danareksa Sekuritas
Investor masih wait and see menunggu hasil keputusan European Summit yang akan diumumkan pekan ini. Secara teknikal, konsolidasi minor IHSG masih akan berlanjut dengan peluang terjadi rebound mengingat adanya candle doji yang mampu bertahan di atas support kuat retracement 38,2%. Awal pekan ini, support indeks berada di sekitar 3.570-3.595 dan resistance di 3.660-3.683.

Rekomendasi HD Capital, 24 Oktober 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 24 Oktober 2011.
BUY:  BUMI, ELTY, BMRI,  ASII 



  • Penutupan IHSG secara weekly (mingguan) di bawah 3.625 menandakan bahwa Eropa yang belum jelas solusi sampai sekarang dan beberapa data ekonomi Amerika yang menyimpulkan recovery masih belum dimulai secara signifikan dapat membuat IHSG terkoreksi cukup tajam ditambah potensi terseret oleh bursa regional.

  • IHSG close (21-11) 3.620.660 (-2.120/-0.06%) (Val.Rp.3.6T)


  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,750-3,850



Stock picks

1.     Bumi Resources  (BUMI) (BUY) (Target Rp 2.100)  (Close 21/11 Rp 2.200)

  • Kegagalan mempertahankan daerah di atas price gap yang sudah tertutup (Rp 2.200) secara penutupan mingguan di hari Jumat menadakan bahwa potensi terjadinya kembali downtrend dapat terjadi, namun bila itu terjadi bisa membuka beberapa peluang untuk trading jangka panjang swing.


  • Entry (1) Rp 1.975, Entry (2) Rp 1.850, Cut-loss point: Rp 1.790

 








2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 66.900) (Close 21/11 Rp 66.100)


  • Sentimen negatif dari banjir di Thailand yang dapat mempersulit pasokan sparepart dan mobil yang dijual kembali di Indonesia dapat membuat skenario target penjualan mobil tahun ini (870,000) tidak akan tercapai, namun bila koreksi terjadi bisa digunakan sebagai kesempatan untuk buy on weakness karena ada katalis positif dividend Rp 600/saham dengan cum 26-11-2011.


  • Entry(1) Rp 63.200, Entry(2) Rp 60.500, Cut loss point: Rp 58.000

 











3.     Bakrieland Development (ELTY) (BUY): (Target: Rp 117) (Close 21/11 Rp 115)

  • Bila terjkadi koreksi dapat digunakan sebagai kesempatan trading cepat di emiten properti dengan landbank terbesar pasca akuisisi Bukit Jonggol ini yang mengalami peningkatan kinerja keuangan yang signifikan sejak 2009.


  • Entry: (1) Rp 107, Entry (2) Rp 102,  Cut loss point: Rp 98



 


4.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 21/11 Rp 6.450) 

  • Bila terjadi koreksi dalam sektor perbankan yang merupakan 30% market cap IHSG, biasanya bank BUMN big cap menjadi lirikan pertama oleh investor asing sehingga potensi terjadinya technical rebound cepat pasca pullabck sangat mungkin.


  • Entry: (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.950, Cutt loss point: Rp 5.750

 

Dibuat oleh: 



Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Friday, October 21, 2011

Rekomendasi HD Capital, 21 Oktober 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 21 Oktober 2011.
BUY:  ADRO, BKSL, BBRI,  ASII, 



  • Krisis Eropa yang belum jelas solusi sampai sekarang dan beberapa data ekonomi Amerika yang menyimpulkan recovery masih belum dimulai secara signifikan dapat membuat IHSG terkoreksi cukup tajam terseret oleh bursa regional.

  • IHSG close (20-11) 3.612.451 (-72.646/-1.95%) (Val.Rp.3.6T)


  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,750-3,850



Stock picks

1.     Adaro Energy  (ADRO) (BUY) (Target Rp 1.890)  (Close 20/11 Rp 1.890)

  • Penurunan yang tajam untuk koreksi dari keadaan yang overbought di daily stochastic untuk menutup price gap bawah di Rp 1.730-1.650 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi di emiten dengan market cap terbesar di sektor batubara setelah BUMI dan dengan valuasi PER 13x yang di bawah sektor (15x).


  • Entry (1) Rp 1.730, Entry (2) Rp 1.650, Cut-loss point: Rp 1.590

 








2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 66.900) (Close 20/11 Rp 68.150)


  • Kelihatannya kenaikan saham mulai melampui expektasi pertumbuhan laba kedepan, apalagi cost financing offshore yang dipakai oleh perusahaan multifinance diperkirakan akan mengalami kenaikan cost tahun depan akibat interbank krisis dan melemahnya rupiah, namun bila terjadi penurnan katalis positif seperti dividen Rp 600/saham cum 26 October dapat dijadikan alasan untuk akumulasi.


  • Exit (1) Rp 65.200, Exit(2) Rp 63.500, Cut loss point: Rp 61.800

 











3.     Bukit Sentul (BKSL) (BUY): (Target: Rp 280) (Close 20/10 Rp 280)

  • Koreksi yang terjadi untuk menutup price gap di 235-220 dapat digunakan sebagai kesempatan trading cepat di emitten property ini yang mengalami peningkatan kinerja yang signifikan sejak 2009.


  • Entry: (1) Rp 235, Entry (2) Rp 220,  Cut loss point: Rp 205



 


4.    Bank BRI  (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.300) (Close 20/10 Rp 6.300) 

  • Misi continuation untuk menutup price gap atas di Rp 6.600 sudah selesai, sekarang tinggal melanjutkan proses trren turun yang kemungkinan berlangsung hingga mencapai price gap bawah berikutnya yang belum tertutup di Rp 6.150, namun bila itu terjadi rekomen akumulasi untuk antisipasi technical rebound yang akan terjadi.


  • Entry: (1) Rp 5.950, Entry (2) Rp 5,850, Cutt loss point: Rp 5.750

 


Dibuat oleh: 



Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 21 Oktober 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 21 Oktober 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG turun 63 poin (-1,7%) ke level 3.622,77 dengan jumlah transaksi 8,2 juta lot senilai Rp 3,3 triliun. Asing membukukan net selling Rp 212,6 miliar. Secara teknikal, hari ini, IHSG masih berpotensi terkoreksi dengan range di 3.579-3.688. Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain JSMR, CFIN, dan ROTI.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Jumat (21/10), secara teknikal, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan dengan kisaran 3.580-3.660. Indeks masih akan mendapatkan sentimen dari perkembangan pembicaraan para petinggi negara-negara Uni Eropa, menjelang rapat pada 23 Oktober mendatang  yang diharapkan menghasilkan kebijakan bersama untuk menangani krisis utang di kawasan itu. Saham-saham yang dapat diperhatikan JSMR, PGAS, ROTI, BBKP.

3. Danareksa Sekuritas
Kembali menguji retracement 38,2% yang dibarengi berlanjutnya tren turun fast moving oscillator,  IHSG masih akan tertekan oleh aksi jual yang berpotensi berlanjut. Hari ini support IHSG akan berada pada kisaran 3.525-3.542 dan resistance di sekitar 3.673-3.689.

4. Sucorinvest Central Gani
Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan  berfluktuasi melemah pada kisaran 3.549–3.705. Sebanyak tiga indikator teknikal turun, sedangkan satu indikator naik. Klinger oscillator deadcross di area negatif, sementara short term MA bullish.

Demand index turun di area positif dan daily MACD outperform naik di area negatif. Stochastic turun di area normal.  Pada perdagangan kemarin, indeks anjlok 62 poin ke level 3.622 diikuti dengan penurunan volume.

Thursday, October 20, 2011

Rekomendasi HD Capital, 20 Oktober 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 20 Oktober 2011.
SELL:  BMRI, BBRI,  ASII, BUMI
  • Volatility pasar global yang masih tinggi seharusnya membuat kita waspada akan potensi koreksi setelah terjadi kenaikan mendadak yang tajam apalagi berita perkembangan krisis Eropa dan Amerika cepat berganti.
  • IHSG close (19-10) 3.685.327 (+61.646/+1.71%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.575-3.350-3,290, Resistance:.3,750-3,850
Stock picks
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (SELL) (Target Rp 5.750)  (Close 19/10 Rp 6.550)
  • Pasca penutupan price gap atas di Rp 6.750 ditakutkan saham ini akan melanjutkan proses turun menuju price gap bawah Rp 5.700 yang belum tertutup hingga saat ini.
  • Exit (1) Rp 6.750, Exit (2) Rp 6.850, Reverse posisi: Rp 6.950
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Target: Rp 64.000) (Close 19/10 Rp 69.250)
  • Kelihatannya kenaikan saham mulai melampui ekspektasi pertumbuhan laba kedepan, apalagi cost financing offshore yang dipakai oleh perusahaan multifinance diperkirakan akan mengalami kenaikan cost tahun depan akibat interbank krisis dan melemahnya rupiah.
  • Exit (1) Rp 69.350, Exit(2) Rp 69.900, Reverse posisi: Rp 70.500
 
3.     BUMI Resources  (BUMI) (SELL): (Target: Rp 1.950) (Close 19/10 Rp 2.150)
  • Kenaikan yang terjadi hanyalah merupakan proses continuation tren downtrend biasa yang menutup price gap atas di Rp 2.175, dan pasca kejadian tersebut waspadalah terhadap potensi penurunan untuk jatuh ke price gap bawah Rp 1.950 yang belum tertutup.
  • Exit: (1) Rp 2.175, Exit (2) Rp 2.250,  Reverse posisi: Rp 2.350

4.    Bank BRI  (BBRI) (SELL): (Target: Rp 6.700) (Close 19/10 Rp 6.550) 
  • Misi continuation untuk menutup price gap atas di Rp 6.600 sudah selesai, sekarang tinggal melanjutkan proses tren turun yang kemungkinan berlangsung hingga mencapai price gap bawah berikutnya yang belum tertutup di Rp 6.150.
  • Exit: (1) Rp 6.600, Exit (2) Rp 6,750, Reverse posisi: Rp 6.850
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Wednesday, October 19, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 Oktober 2011




Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 19 Oktober 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin anjlok 107 poin (-2,87%) ke level 3.622,02 dengan jumlah transaksi 12 juta lot senilai Rp 4,1 triliun. Asing membukukan net selling Rp 71,3 miliar. Secara teknikal, indeks gagal bertahan di atas MA 200, sementara candlestick membentuk pola matching high yang mengindikasikan sinyal bearish reversal. Hari ini, indeks diperkirakan berpotensi melanjutkan koreksi di kisaran 3.579-3.675. Perhatikan STAR dan UNVR.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Rabu (19/10), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.560-3.705. Perkembangan solusi negara-negara Uni Eropa dalam menangani krisis utang serta perlambatan pertumbuhan PDB Tiongkok pada kuartal III tahun ini dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Cermati MYOR, GGRM, UNVR, TLKM.

3. Danareksa Sekuritas
IHSG kemarin mampu ditutup di atas support kuat retracement 38,2%. Namun, patahnya tren naik jangka pendek serta stochastic yang masih di area overbought membuat IHSG kembali rawan terhadap tekanan jual lanjutan. Hari ini, support indeks berada di sekitar 3.554-3.579 dan resistance di 3.665-3.688.

4. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan berfluktuasi melemah pada kisaran 3.580-3.705. Hal ini terlihat dari beberapa indikator teknikal. Stochastic oscillator turun di area overbought, sementara daily MACD outperform naik di area negatif. Adapun short term MA underperform di area positif.