rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Thursday, April 28, 2011

BCA says Q1 net profit up 4.4 pct

Bank Central Asia , Indonesia's No.3 lender, on Thursday said its first quarter 2011 net profit rose 4.4 percent, driven by loan growth that is seen slowing this year as competition heats up for quality assets.

The firm's first quarter net profit was 2.016 trillion Indonesian rupiah ($233.7 million), compared with 1.931 trillion rupiah in the same period a year earlier, the bank said in a statement.

BCA, controlled by the nation's wealthiest business empire the Djarum Group, has revised down its loan growth forecast to about 15 percent for 2011 as competition may shrink interest margins.

It reported first quarter 2011 net interest income of 3.847 trillion rupiah. That compared with net interest income of 2.95 trillion rupiah in the year-ago period.
Analysts' forecast BCA's 2011 net profit to rise 14 percent to 9.7 trillion rupiah, according to Thomson Reuters' StarmineEstimate. ($1 = 8627.5 Rupiah). Source: Reuters

Astra Q1 net profit jumps 43 pct

Astra International , Indonesia's main vehicle distributor and biggest listed company, on Thursday said its first quarter 2011 net profit rose 43 percent, driven by higher coal and palm oil prices.

Astra, controlled by Singapore's Jardine Cycle & Carriage Ltd , reported first quarter net profit of 4.303 trillion rupiah, compared with a net profit of 3.014 trillion rupiah a year earlier.

Analysts forecast full year 2011 net profit up 9 percent to 15.7 trillion rupiah, according to Thomson Reuters I/B/E/S.

Astra has said that domestic car sales were expected to grow only 9 to 10 percent this year, far lower than 2010 where car sales jumped 57 percent amid booming local consumer demand.

Astra shares closed up 0.8 percent on Thursday ahead of the result, and have gained 1.9 percent so far this year, under performing the broader market's roughly 3 percent rise. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 28 April 2011

Berikut rekomendasi dari HD Capital untuk perdagangan Kamis, 28 April 2011.
BUY: (BMRI, BUMI, UNTR, ASII)
  • Upgrade peringkat utang Indonesia ke BB+ oleh Fitch serta optimisme menjelang data inflasi akhir bulan mengangkat IHSG di atas all time high 3.789 ke level terbaru sehingga potensi terjadinya pencetekan new high kedepan sangat mungkin karena IDX belum masuk zona jenuh beli.
  • IHSG close (27-04) 3.802.531(+27.861/+0.73%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.730-3.710-3.680, Resistance: 3,800-3.870
 
Stock picks:
1.     Bank Mandiri (BMRI) (Target Rp 7.350) (close 27/04 Rp 7.150)
  • Penguatan rupiah pasca bond upgrade oleh Fitch positif ke BMRI karena bank tersebut memiliki holding dana cukup besar di government bonds.
  • Secara fundamental dengan proyeksi FY2011 yang sudah mengambil efek divestasi Garuda dan dana rights issue harga BMRI seharusnya berada di atas Rp 7.500.
  • Entry (1) Rp 7.100, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.800
 
2.    Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.450) (Close 27/04 Rp 3.325)
  • Turunnya produksi batubara emiten di Q1 2011 akibat curah hujan membuat investor mencari emiten yang kinerjanya akan meningkat dari aksi korporasi dan de-leveraging (dimana pengurangan beban bunga akan meningkatkan proyeksi laba) yaitu BUMI.
  • Entry (1) Rp 3.300, Entry (2) Rp 3.200, Cut loss point: Rp 3.050
 
3.   United Tractors (UNTR) (BUY): (Target: Rp 23.600) (Close 27/04 Rp 23.050)
  • Memasuki transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal, peningkatan kegiatan perkebunan dan pertambangan untuk Q2 2011 akan naik.
  • Optimisme untuk tren komoditas akan mempengaruhi tren permintaan batubara dan mendorong pemilik tambang untuk menaikan produksi dan membangun infrastruktur pendukung.
  • Ebt: (1) Rp 22.800, Entry (2) Rp 22.250, Cut loss point: Rp 21.750
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.700) (close 27/04 Rp 55.100)
  • Penutupan di atas key resistance Rp 54.900 membuka jalan untuk terjadinya upward retracement untuk menuju upper end resistance target selanjutnya di Rp 56.700
  • Kondisi suku bunga stabil yang membuat pembiayaan kredit mobil berlimpah, optimisme kenaikan harga CPO dan batubara untuk anak persero AALI dan UNTR, serta kurang berpengaruhnya pajak progressive terhadap penjualan mobil merupakan selling point di ASII.
  • Entry(1) Rp 55.100, Entry (2) Rp 54.500, Cut loss point: Rp 53.500
 

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 28 April 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas ternama untuk perdagangan Kamis, 28 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin naik 30,6 poin (0,79%) ke level 3.804,93, didorong penguatan saham sektor infrastruktur dan aneka industri. Asing kemarin membukukan net buying Rp 332,42 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli adalah BMRI, ASII, BRAU, dan BBRI. Secara teknikal, indikator Stochastic masih berada di area overbought, sementara RSI bergerak downtrend. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.773–3.825. Cermati UNTR, BBRI, dan ASII. 

2. Indo Premier Securities
Indeks mampu bangkit kemarin setelah terkoreksi selama dua hari berturut-turut. Ini seiring sentimen kinerja keuangan emiten kuartal pertama 2011 dan pembagian dividen, serta positifnya indeks bursa global. Saham tambang menjadi buruan para pemodal, sementara saham ASII rebound. IHSG diprediksi melanjutkan penguatan hingga Jumat (29/4) di kisaran 3.794-3.815. Saham-saham pilihan kami antara lain UNTR, ASII, BBNI, TBIG.