rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Friday, April 15, 2011

INTA Akan Stock Split 1:5

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengusulkan rasio pemecahan saham 1:5 (1 saham menjadi 5 saham). 

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, manajemen INTA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 15 April 2011 di Intercontinental Hotel Jakarta.

CIL to invest $3 bn in coal, steel in Indonesia

Coal India (CIL), the country’s largest coal producer, plans to invest up to $3 billlion in a coking coal mine, a steel plant and a sea port on Indonesia’s Kalimantan island, Central Kalimantan Governor, Agustin Teras Narang, said on Thursday.

On the sidelines of an infrastructure summit here, Narang said Coal India was expected to complete feasibility studies for the projects by June. “They (Coal India) would look after all the funds for the projects,” he said, adding the parties had signed a preliminary agreement on the matter earlier this year.

The lack of a regulatory framework on land acquisition in Indonesia, however, had jeopardised the fate of a number of projects, analysts and investors said during the three-day summit. Central Kalimantan province accounts for about 4.8 billion tonne of coal reserves, 40 per cent of which is estimated to be coking coal. Source: Sify.com

Bumi in talks with CIC on $600 mln debt swap

* Aims to swap debt for equity in Bumi, Bumi Minerals or Vallar/Bumi

Bumi Resources , Asia's biggest thermal coal exporter, said on Thursday it was in talks with China Investment Corp (CIC) on the possible swap of $600 million debt into equity.

"There are several options to swap it. It could be with Vallar's shares, Bumi's shares or BRM's shares," Kenneth P. Farrell, a Bumi director, told Reuters. 

"But it fully depends on CIC approval," said Farrell, also the chief executive officer of Bumi Resources Minerals (BRM) . 

The Bakrie Group, including Bakrie & Brothers, and the Rothschild banking dynasty joined forces in November for Vallar to take a 25 percent stake in Bumi and a 75 percent stake in Berau Coal Energy . The Bakrie Group will own 43 percent in Vallar, which was renamed Bumi Plc on Tuesday. 

Bumi has said its first priority was to repay a first tranche of $600 million in debt this October -- two years earlier than scheduled -- out of a total $1.9 billion it owes to China's sovereign wealth fund. CIC was unavailable for immediate comment. Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 April 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk per
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 26,43 poin (-0,71%) ke level 3.707,98, seiring maraknya aksi profit taking dan koreksi mayoritas indeks bursa regional. Asing membukukan penjualan bersih Rp 340 milliar. Secara teknikal, Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend dan mulai meninggalkan area overbought. Seiring dengan itu, hari ini indeks akan bergerak di kisaran 3.651–3.728. Cermati TLKM, PTBA, dan SMGR.

2. Kresna Sekurindo
Minimnya katalis membuat IHSG masih dalam tekanan. Level 3.675 akan menjadi kunci pergerakan indeks dalam jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.675-3.730 dengan PTBA dan TLKM sebagai saham pilihan.

3. Woori Korindo Securities
Indeks kemarin tertekan dan membentuk pola engulfing bear yang berpotensi membuat arah IHSG menjadi downtrend. Pola engulfing bear pada IHSG juga didukung oleh melemahnya momentum dan potensi indikator MACD yang membentuk pola deadcross. Pada perdagangan hari ini, indeks kami perkirakan akan cenderung tertekan di kisaran level 3.651-3.730. Saham-saham pilihan kami antara lain BJBR, PGAS, BBCA, TLKM dan BBKP.








Rekomendasi HD Capital, 15 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 15 April 2011.
BUY: (BBRI, ADRO, PTBA, TLKM)
  • Walaupun didera profit taking regional kemarin, IHSG hanya masuk ke pola konsolidasi (sideways) untuk memperkuat daerah akumulasi support di 3.730-3.700 sehingga skenario mengetes old high di 3.770 dapat berlanjut.
  • IHSG close (14-04) 3.711.727(-22.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.700-3.650-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BRI (BRI): (BUY) (target: Rp 6.400) (close 14/04 Rp 6.200)
  • Perubahan pencatatan laporan keuangan yang akan meningkatkan nilai aset dan laba emiten perbankan menjadi katalis positif untuk mengumpulkan big cap pemain mikro UKM dengan valuasi PER 13x 2011, yang merupakan termurah diantara bank2 besar lainnya seperti BMRI, BBNI, dan BBCA yang diperdagangkan di atas PER 16x.
  • Entry (1) Rp 6.100, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 22.650) (Close 14/04 Rp 22.250)
  • Outlook permintaan energi dan batubara dalam negeri yang tinggi membuat proyeksi laba dinaikkan sebesar 7% untuk 2011 sehingga dapat offset kekecewaan pasar akibat penurunan kinerja di 2010 sebelumnya.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 22.200, Entry (2) Rp 21.900, Cut loss point: Rp 21.700
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.350) (Close 14/04 Rp 7.200)
  • Saham big cap pengerak index ini diperdagangkan di PER 12x/PBV 3x dengan ROE 25 (valuasi murah dan kinerja profitable), cukup menarik dilirik setelah sekian lama terkonsolidasi.
  • Downgrade fundamental sudah tercermin dalam koreksi sebelumnya di bawah Rp 7.000 beberapa bulan lalu
  • Entry: (1) Rp 7.100, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.850
 
4.  Adaro Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.375) (close 14/04 Rp 2.275)
  • Kenaikan harga batubara ke $123/ton dari $120/ton offset downgrade fundamental dan proyeksi laba analis asing (kelihatannya downgrade sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dari Rp 2.500) sehingga rekomen akumulasi karena secara technical mulai masuk pola sideways (tren samping) dengan kecendrungan breakout.
  • Exit (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 2.200, Cut loss point: Rp 2.100

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)