rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, September 19, 2011

Rekomendasi HD Capital, 19 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 19 September 2011.
SELL: PGAS, ASII, BMRI, ADRO
  • Bila terjadi penguatan tetap rekomen sell on strength karena beberapa faktor global dan fluktuasi rupiah masih menjadi concern
  • IHSG close (16-09) 3.835.18(+60.85/+1.61%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.600, Resistance: 3.925-4.020-4.125
Stock picks
1.     Perusahaan Gas  (PGAS) (SELL) (Koreksi  Rp 2.450)  (Close 15/09 Rp 2.675)
  • Bila masih ada sisa penguatan di saham ini rekomen sell on strength dalam downtrend berkelanjutan karena akan sulit pass on cost kenaikan biaya gas sepenuhnya kepada end consumer karena negosiasi harga membutuhkan proses lumayan lama untuk disetujui.
  • Exit(1) Rp 2.775, Exit (2) Rp 2.850, Reverse posisi: Rp 2.950
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 63.200) (Close 15/09 Rp 65.900)
  • Setimen negatif dari potensi melambatnya permintaan penjualan mobil bila suku bunga dinaikan untuk mereda kenaikan US$ dan biaya import yang naik juga akibat pelemahan rupiah terhadap US$ masih tetap menghantui saham ini.
  • Exit (1) Rp 67.200, Exit (2) Rp 68.500, Reverse posisi: Rp 69.900
 
3.    Bank Mandiri (BMRI) (SELL): (Koreksi: Rp 6.250) (Close 16/09 Rp 6.650)
  • Bank pemerintah mempunyai basis dana untuk memberikan pinjaman berupa obilgasi RI, dimana nilainya akan semakin menyusut bila terjadi pergerakan tajam di US$.
  • Exit: (1) Rp 6.700, Entry (2) Rp 6.850,  Reverse posisi: Rp 6.950
 
4.   Adaro Energy (ADRO) (SELL): (Koreksi: Rp 1.850) (Close 16/09 Rp 1.980) 
  • Walaupun mulai rebuond dari kondisi oversold (jenuh jual) pasca koreksi tajam, ditakutkan saham in masih dalam pola downtrend sehingga tekanan jual di atas dengan mudah akan muncul.
  • Posisi USD kuat akan membuat biaya hutang dan bunga untuk expansi tambang lebih mahal dan slowdown di Asia Eropa akan membuat permintaan batubara export turun.
  • Exit: (1) Rp 2.025, Exit (2) Rp 2.075, Reverse posisi: Rp 2.125
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 19 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu naik 61 poin (1,61%) ke level 3.835,18. Investor asing mulai membukukan net buying, kali ini Rp 22 miliar. Secara teknikal, IHSG tampak mulai bergerak reversal dengan candlestick membentuk pola bullish marubozu, sementara indikator stochastic membentuk golden cross di area oversold. Adapun RSI bergerak uptrend.  Hari ini, indeks diprediksi menguat di kisaran 3.761-3.880. Amati BMRI, INDY, dan JPFA.

2. Danareksa Sekuritas
Dengan rebound yang berhasil breakout dari resistance jangka pendeknya di 3.825 yang juga merupakan level 38,2% retracement, IHSG mulai menunjukkan adanya sinyal positif. Fast moving oscillator juga sudah berbalik arah dan cenderung golden cross, sehingga peluang melanjutkan penguatan cukup terbuka. Hari ini, support IHSG akan berada di sekitar 3.790-3.803 dengan resistance di kisaran 3.875 - 3.896.

3. Sucorinvest Centra Gani
IHSG hari ini diperkirakan menguat pada kisaran 3.800-3.854. Ini terlihat dari beberapa indikator teknikal. Stochastic oscillator golden cross di area normal, sementara demand index naik ke area positif. Klinger oscillator underperform mendatar di area negatif dan daily MACD turun di area negatif. Penguatan indeks pekan lalu sejalan dengan penguatan indeks bursa regional. Buy AALI, ADRO, ISAT, ITMG, SMGR, sell BDMN, DEWA.

4. Infovesta Utama
IHSG hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan, namun terbatas pada kisaran support 3.790 dan resistance 3.870. Pergerakan indeks akan ditentukan perkembangan bursa global. Dalam konsisi seperti ini, investor bisa cermati ICBP, MAPI, EXCL, UNTR, dan BMRI.(C04)

Friday, September 16, 2011

Rekomendasi HD Capital, 16 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 16 September 2011.
SELL: BBCA, ASII, BMRI, BUMI
  • IHSG dapat menguat didorong oleh beberapa sentimen regional namun rekomen sell on strength karena mulai perubaha tren ke arah negatif dalam grafik bulanan (long term-monthly chart) dan posisi mata uang rupiah yang masih berpotensi fluktuatif.
  • IHSG close (15-09) 3.774.33(-24.71/-0.65%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.550, Resistance: 3.830-3.950-4.025-4.125

Stock picks
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (SELL) (Koreksi Rp 6.150)  (Close 15/09 Rp.6.350)
  • Bank pemerintah ini mempunyai basis aset pinjaman dalam government bonds bila terjadi fluktuasi di rupiah akan menurunkan nilainya sehingga membutuhkan dana lebih banyak untuk mencapai target pertumbuhan kredit yang di proyeksi.
  • Exit(1) Rp.6.450, Exit (2) Rp.6.650, Reverse posisi: Rp.6.850
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 64.000) (Close 15/09 Rp.65.300)
  • Setimen negatif dari flutuasi rupiah yang dapat menaikan cost of goods sold mobil yang dirakit belum hilang sepenuhnya, bila terjadi rally sebaiknya sell on strength karena mulai ada perubahan tren ke arah yang kurang baik.
  • Exit (1) Rp.66.700, Entry (2) Rp.67.700, Reverse posisi: Rp.68.500
 
3.    Bank BCA (BCA) (SELL): (Koreksi: Rp.7.550) (Close 15/09 Rp.7.900)
  • Sentimen negatif dari masalah Eurozone dan bank2 di Eropa yang belum terselesaikan dapat mendorong profit taking di sektor perbankan bila ada rally kuat, sebaiknya sell on strength.
  • Exit: (1) Rp.8.050, Entry (2) Rp.8.150,  Reverse posisi: Rp.8.350
   
4.   Bumi Resources  (BUMI) (SELL): (Koreksi: Rp.2.450) (Close 15/09 Rp.2.600) 
  • Pasca menutup price gap di Rp.2575, saham ini dapat rally namun masih ada persoalam corporate action mengenai konversi saham BRMS untuk program debt restructuring BUMI sehingga lebih bijak sell on strength.
  • Exit: (1) Rp.2.725, Exit (2) Rp.2.875, Reverse posisi: Rp.2.950
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 16 September 2011







Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 16 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin bergerak anomali di tengah naiknya sejumlah bursa regional dan ditutup turun 25 poin (-0,65%) ke level 3.774.33. Asing kembali membukukan net selling, kali ini Rp 1,4 triliun. Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan sinyar reversal, terlihat dari stochastic yang mulai memasuki area oversold. Hari ini, indeks diperkirakan berpotensi rebound di range 3.733-3.821. Perhatikan BBRI, MYOR, dan BBCA.  

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan di bursa global membuat tekanan IHSG berkurang meskipun ditutup di bawah support kunci 3.786. Dengan demikiam, pergerakan IHSG masih rawan tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.680-3.830 dengan support jangka panjang di 3.609.

3. Danareksa Sekuritas
Peluang terjadinya rebound IHSG sudah terbuka, karena didukung oleh posisi fast moving oscillator yang berada di teritori oversold dan cenderung mulai berbalik arah. Namun, aksi jual investor asing dikhawatirkan dapat menahan laju penguatan indeks. Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG berada di support 3.713-3.734 dan resistance 3.823-3.850.
4. Sinarmas Sekuritas 
Pada perdagangan Jumat (16/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak mixed pada kisaran 3.713-3.830. Cermati ISAT, MYOR, BBRI, BBCA.

5. Sucorinvest Central Gani

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan potensi rebound minor pada kisaran 3.705-3.842. Kemarin, indeks melemah 24,7 poin (0,65%) ke level 3.774. Buy BBRI, ISAT, SGRO, sell BDMN, BUMI, PTDA, WIKA. 

Thursday, September 15, 2011

Rekomendasi HD Capital, 15 September 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 15 September 2011.
BUY:BBCA, ASII, BMRI, HRUM
  • Melemahnya rupiah akibat tekanan regional dan sentimen negatif dari terpangkasnya asumsi pertumbuhan GDP regional Asia dan Indonesia memberikan tekanan ke pasar namun bila masih ada koreksi bisa memberikan kesempatan bargain huting.
  • IHSG close (14-09) 3.799.04(-75.740/-1.95%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.760-3.550, Resistance: 3.830-3.950-4.025-4.125
Stock picks
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (BUY) (Target. Rp.6.850)  (Close 13/09 Rp.420)
  • Pasca kejadian koreksi dengan volume besar, bank big cap pemerintah ini mulai memasuki daerah oversold, bila masih ada penekanan, rekomen mulai melakukan akumulasi untuk antisipasi quick technical rebound.
  • Entry(1) Rp.6.250, Entry (2) Rp.6.000, Cut-loss point: Rp.5.750
   
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp.67.700) (Close 14/09 Rp.66.750)
  • Sentimen negatif dari proses melemahnya rupiah yang ditakutkan dapat meningkatkan biaya produksi mobil membuat ASII terkoreksi tajam, namun saham in mulai memasuki area oversold sehingga ada kesempatan akumulasi untuk technical rebound terbuka jika masih ada penekanan.
  • Selama suku bunga BI rate tidak dinaikan, permintaan kredit mobil akan stabil walaupun harganya akan terkerek naik akibat cost of good sold menjadi mahal.
  • Entry (1) Rp.65.500, Entry (2) Rp.64.200, Cutloss point: Rp.62.000

 
3.    Bank BCA (BCA) (BUY): (Target: Rp.7.850) (Close 14/09 Rp.7.750)
  • Saham banking big cap swasta yang diperdangankan di valuasi premium (PER tinggi) dengan Net Profit Margin tertinggi atas loan portofolio mulai menarik dalam siklus koreksi ini,  bila masih ada penekanan rekomen akumulasi untuk antisipasi teknikal rebound pasca konsolidasi.
  • Entry: (1) Rp.7.450, Entry (2) Rp.7.300, Cut loss point: Rp.7.100
   
4.   Harum Energy  (HRUM) (BUY): (Target: Rp.8.250) (Close 12/09 Rp.8.050) 
  • Di sektor batubara, pemain small cap (lapis dua) lebih memberikan value untuk cerita pertumbuhan skala operasional produksi tambang dan kinerja fundamental, salah satunya HRUM perlu dilirik oleh investor.
  • Entry: (1) Rp.7.800, Entry (2) Rp.7.550, Cut loss point: Rp.7.400
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 September 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 15 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin ditutup turun 76 poin (-1,95%) ke level 3.779,04. Asing membukukan net selling Rp 1,3 triliun. Secara teknikal, target koreksi berikutnya berada pada garis fibonacci retracement 23,6% di level 3.733 yang merupakan support kuat IHSG. Hari ini, indeks ditaksir kembali terkoreksi di kisaran 3.733-3.835. Cermati CMNP, HRUM, dan BDMN.

2. Reliance Securities
Pelemahan dari IHSG sudah relatif terbatas terlihat dari stochastic yang sudah mulai memasuki areal oversold. Bill William masih bergerak pada perlambatan batasan fractal 3.800-4.028. IHSG bergerak kritis pada batasan bullish trend-nya dengan level 3.800 sebagai batasan. Support berada di 3.764, sementara resistance 3839. Saham- saham yang menarik HRUM, BDMN, dan TLKM.

3. Sinarmas Sekuritas
IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed di range 3.750-3.830. Pelaku pasar akan terus mengawasi perkembangan resiko kredit Yunani dan masalah likuiditas perbankan Eropa. Saham-saham pilihan kami adalah HMSP, BDMN, CMNP dan ACES.

Wednesday, September 14, 2011

Rekomendasi HD Capital, 14 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 14 September 2011.
BUY: ASRI, ASII, BUMI, BKSL



  • Koreksi pasar atas efek external sentimen negatif dari potensi default Yunani dan pecah belah antara bank Uni Eropa dapat memicu koreksi sehat di IHSG namun bisa digunakan sebagai kesempatan untuk mencari bargain di emiten blue chip maupun lapis dua.


  • IHSG close (13-09) 3.874.633(-21.380/-0.56%) (Val.Rp.3.6T)


  • Support: 3.830-3.760-3.550, Resistance: 4.020-4.125-4.200




Stock picks

1.     Alam Sutera (ASRI) (BUY) (Target  Rp 420)  (Close 13/09 Rp 420)

  • Bila terjadi koreksi untuk menguji garis tren di Rp 400 bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk trading karena perusahaan adalah salah satu yang masih bisa menjual kavling tanah residential dan profitability selama 9 bulan terakhir meningkat pesat


  • Entry(1) Rp 405, Entry (2) Rp 390, Cut-loss point: Rp 375

 








2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 70.100) (Close 13/09 Rp 69.000)


  • Koreksi jangka pendek dapat terjadi pasca sell signal dari daily stochastic dapat terjadi namun masih rekomen akumulasi untuk trading cepat karena secara fundamental belum berubah banyak bila dilihat suku bunga tetap masih kondusif untuk permintaan kredit mobil.


  • Entry (1) Rp 67.200, Entry (2) Rp 66.000, Cutloss point: Rp 64.000















3.    Bukit Sentul (BKSL) (BUY): (Target: Rp 310) (Close 13/09 Rp 300)

  • Bila terjadi koreksi untuk menutup price gap bawah di Rp 275-260 bisa digunakan sebagai ajang trading buy karena fundamental persero jauh lebih baik versus 6 bulan sebelumnya, contohnya Net Profit Margin saja sudah 34%.



  • Entry: (1) Rp 275, Entry (2) Rp 260, Cut loss point: Rp 129



 


4.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 2.875) (Close 12/09 Rp 2.725) 

  • Ditunda rencana konversi saham BRMS untuk melunasi opsi utang dapat mendorong koreksi hingga price gap Rp 2.625-2.575 yang dapat dilhat sebagai kesempatan untuk trading buy.

  • Entry: (1) Rp 2.575, Entry (2) Rp 2.500, Cut loss point: Rp 2.450

 

Dibuat oleh: 



Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 14 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 14 September 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 21 poin (-0,54%) ke level 3.874,78. Asing membukukan net selling Rp 576 miliar. Secara teknikal, IHSG sehingga berpotensi melanjutkan koreksi ke level 3.821. Hari ini, indeks diperkirakan akan bergerak pada range 3.8210-3.893. Perhatikan GGRM, AALI, dan ISAT. 

2. Sinarmas Sekuritas  
Pada perdagangan Rabu (14/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.840-3.963. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain CPIN, JSMR, ISAT, INDF.

3. Kresna Sekurindo
Meningkatnya risiko default Yunani membuat bursa global tertekan. IHSG terkena imbas negatif mengingat tekanan asing di saham masih terjadi. Hari ini, IHSG diperkirakan masih berada di area negatif pada kisaran 3.800-3.920.

Tuesday, September 13, 2011

Rekomendasi HD Capital, 13 September 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 13 September 2011.
BUY:BMRI, ASII, BBRI, ELTY
  • Bila masih terjadi penekanan di IHSG bisa dijadikan sebagai kesempatan akumulasi melihat secara fundamental dan makro ekonomi tidak banyak yang berubah.
  • IHSG close (12-09) 3.896.633(-102.380/-2.56%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.890-3.750-3.650, Resistance: 4.020-4.125-4.200
Stock picks:
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (BUY) (Target. Rp 7.150) (Close 12/09 Rp 6.900)
  • Bila masih terjadi penekanan di emiten bank pemerintah big cap ini bisa dijadikan untuk kesempatan mengikuti potensi rebound mengisi price gap atas di Rp 7.100-7.150 yang belum tertutup.
  • Entry(1) Rp 6.850, Entry (2) Rp 6.700, Cut-loss point: Rp 6.550
 
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 70.300) (Close 12/09 Rp 69.400)
  • Koreksi jangka pendek dari posisi overbought yang disebabkan oleh sell signal dari daily stochastic 5 harian dapat mengakibatkan penurunan lagi namun bisa dijadikan kesempatan akumulasi melihat secara fundamental masih on track dengan kondisi suku bunga tetap kondusif untuk permintaan kredit mobil.
  • Entry (1) Rp 68.500, Entry (2) Rp 67.900, Cutloss point: Rp 67.000

3.    Bakrieland Development (ELTY) (BUY): (Target: Rp 143) (Close 13/09 Rp 139)
  • Posisi emiten dengan landbank terbesar di sektornya pasca aquisisi Bukit Jonggol tahun lalu dapat diuntungkan dari imbas sentimen positif kenaikan harga tanah dalam kota Jakarta yang naik 25% sehingga diperkirakan harga tanah luar jakarta juga naik.
  • Entry: (1) Rp 135, Entry (2) Rp 132, Cut loss point: Rp 129

4.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.900) (Close 12/09 Rp 6.600) 
  • Emiten bank big cap pemerintah pemain mikro UKM juga memiliki posisi grafik harian yang serupa dengan Bank Mandiri, dimana akan terjadi penutupan price gap atas yang terbentuk kemarin di Rp 6.850-6.900.
  • Entry: (1) Rp 6.500, Entry (2) Rp 6.350, Cut loss point: Rp 6.250
 


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 13 September 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 13 September 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin anjlok 102 poin (-2,56%) ke level 3.896,12 yang ditandai dengan penurunan seluruh sektor. Asing membukukan net selling Rp 283 miliar. Secara teknikal, IHSG terkoreksi dengan candlestick membentuk bearish marubozu, sementara stochastic membentuk deathcross dengan RSI yang bergerak downtrend. Hari ini, indeks diperkirakan melanjutkan koreksi di kisaran 3.835-3.936. Cermati GZCO, LSIP, dan BUVA.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (13/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.852-3.969. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain KLBF, ASRI, ICBP, BUMI.
3. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan melemah berfluktuasi pada kisaran 3.854-3.921. Ini terlihat dari beberapa indikator teknikal. Kemarin, indeks anjlok ke bawah level 3.900, seiring penurunan bursa global akibat kekhawatiran gagal bayar obligasi Yunani dan ketegangan di Timur Tengah. Sell ANTM, BBNI, ITMG, JSMR, SMGR, SMCB, dan UNTR.
4. Infovesta Utama
IHSG hari ini diperkirakan masih akan terkoreksi, melanjutkan pelemahan kemarin. Pergerakannya di kisaran level support 3.825 dan resistance 3.950. Buy on weakness BMRI, BBRI, ICBP, BUMI, dan PGAS.

Ekspor Timah Diperkirakan Stagnan Sampai Akhir Tahun 2011

Ekspor timah batangan diperkirakan masih stagnan pada kisaran 8.000 ton per bulan hingga akhir 2011 karena pergerakan permintaan akan komoditas tersebut cenderung tidak berubah.

"Kalau nanti harga timah bisa kembali naik sampai US$ 26 ribu per ton pun, volume ekspor tidak akan lebih banyak dari September ini. Saya lihat tipis kemungkinan ekspor timah akan naik karena November-Desember permintaan biasanya sepi, banyak industri yang tidak terlalu aktif pada akhir tahun," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Industri Timah Indonesia Rudi Irawan ketika dihubungi di Jakarta, Senin.

Selama Agustus 2011, menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor timah batangan tercatat 8.559,61 ton dengan nilai US$ 197,74 juta atau turun dari Juli yang volumenya mencapai 9.316,20 ton dengan nilai US$ 223,34 juta.

Menurut Rudi, penurunan realisasi ekspor timah batangan selama kurun waktu itu terjadi karena harga komoditas tersebut di pasar internasional menurun sehingga eksportir memilih untuk menahan kegiatan ekspor hingga harga membaik.

Harga rata-rata timah batangan di pasar internasional yang tercatat pernah mencapai US$ 32.347 per ton pada April 2011 cenderung menurun hingga menjadi US$ 25.519 per ton pada Juni dan kemudian naik lagi menjadi US$ 27.396 per ton pada Juli.

"Selama Agustus harga timah turun, berada pada kisaran US$ 23.000 per ton hingga US$ 24.000 per ton," kata dia.

Pada September pun harga timah di pasar internasional tidak banyak berubah. Sebagai gambaran, pada Jumat (9/9) harga timah di London Metal Exchange tercatat sebesar US$ 24.480 per ton.

Selama Agustus 2011, ekspor timah batangan paling banyak masih ditujukan ke Singapura yakni sebanyak 7.065,80 ton (US$ 162,65 juta), kemudian Malaysia sebanyak 759,90 ton (US$ 17,83 juta) dan Jepang sebanyak 278,12 ton (US$ 6,42 juta).

Alih Pasar

Meskipun secara keseluruhan turun, namun selama kurun waktu itu ekspor timah batangan Indonesia ke beberapa negara seperti Jepang dan Belanda justru terlihat naik dibanding bulan sebelumnya.

"Mereka rata-rata mengalihkan pasar ke negara-negara Eropa dan Jepang supaya bisa mendapat harga premium. Selisih harganya bisa sampai US$ 500 per ton. Kalau di negara seperti Singapura dan Malaysia eksportir biasanya mendapat potongan sampai US$ 400 per ton, di Jepang dan negara-negara Eropa mereka justru mendapat tambahan sebesar itu," katanya.

Ekspor timah batangan ke Jepang yang selama Juli 2011 tercatat sebanyak 101,12 ton (US$ 2,74 juta) memang meningkat signifikan menjadi 278,12 ton (US$ 6,42 juta) pada bulan berikutnya.

Ekspor komoditas tersebut ke Belanda juga naik dari 50,61 ton (US$ 1,33 juta) pada Juli 2011 menjadi 76,21 ton (US$ 1,68 juta) pada Agustus 2011.

Sementara ekspor timah batangan ke negara utama seperti Singapura selama kurun waktu itu tercatat menurun dari 7.755,90 ton menjadi 7.065,80 ton.

Ekspor komoditas tersebut ke Malaysia yang pada Juli 2011 sebanyak 883,78 ton, juga turun menjadi 759,90 ton pada Agustus 2011.

Ekspor Timah Turun Selama Agustus 2011

Realisasi ekspor timah batangan selama periode Agustus 2011 tercatat 8.559,61 ton dengan nilai US$ 197,74 juta, turun dari bulan sebelumnya, demikian data Kementerian Perdagangan Jakarta yang diperoleh Senin, menunjukkan.

Selama Juli 2011, realisasi ekspor timah batangan tercatat 9.316,20 ton dengan nilai US$ 223,34 juta.

Kepala Sub Direktorat Ekspor Produk Pertambangan Toto Rusbianto memperkirakan, penurunan ekspor timah batangan selama Agustus 2011 terjadi karena harga komoditas tersebut di tingkat internasional menurun, sehingga pelaku usaha menahan pengiriman ekspor.

Harga rata-rata timah batangan internasional pernah mencapai US$ 32.347 per ton pada April 2011 kemudian turun menjadi US$ 28.271 per ton pada Mei dan turun lagi menjadi US$ 25.519 per ton pada Juni dan naik lagi menjadi US$ 27.396 dolar AS per ton pada Juli.

Di London Metal Exchange pada 29 Agustus 2011, harga timah tercatat senilai US$ 23.819 per ton, sementara Jumat (9/9), harga timah di London Metal Exchange sebesar US$ 24.480 per ton.

Menurut data Kementerian Perdagangan, ekspor timah batangan pada Agustus 2011 paling banyak masih ditujukan ke Singapura yakni sebanyak 7.065,80 ton dengan nilai US$ 162,65 juta, kemudian Malaysia sebanyak 759,90 ton (US$ 17,83 juta) dan Jepang sebanyak 278,12 ton (US$ 6,42 juta).

Di samping itu, selama Agustus lalu timah batangan Indonesia juga diekspor ke Korea sebanyak 85,82 ton dengan nilai US$ 2,03 juta, Belanda (76,21 ton senilai US$ 1,66 juta) dan Taiwan (74,25 ton dengan nilai US$ 1,83 juta).

Sementara ekspor timah batangan ke India tercatat 49,73 ton (US$ 1,19 juta), Thailand 48,58 ton (US$ 1,18 juta), AS sebanyak 25,50 ton (US$ 702,22 ribu), China 25,44 ton (US$ 559,70 ribu), Turki 25,07 ton (US$ 551,53 ribu), Spanyol 25,03 ton (US$ 550,67 ribu) dan Australia 20,15 ton (US$ 520,95 ribu).

Monday, September 12, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 12 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 12 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat (9/9) turun 7 poin (-0,17%) ke level 3.998,50 dengan total transaksi 7,83 juta lot senilai Rp 3,3 triliun. Namun, investor asing membukukan net buying Rp 26 miliar. 
Secara teknikal, IHSG kembali tidak berhasil menembus level resistance di 4.020. Untuk itu, hari ini indeks diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan terkoreksi di kisaran 3.961-4.020. Cermati ASRI dan UNTR.
 
2. Reliance Securities
Secara jangka pendek, IHSG sudah berada pada area jenuh beli, terlihat dari indikator stochastic yang mulai konsolidasi pada areal yang oversold. Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, terbentuk pola candle shooting star yang merupakan sinyal pembalikan arah. 
     Indeks hari ini diprediksi kembali melemah dengan 3.906 sebagai support dan resistance 4.021. Saham-saham yang berpotensi melemah BBCA, INCO,dan HRUM.
3. Sinarmas Sekuritas  
Pada perdagangan Senin (12/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak mixed pada kisaran 3.962-4.020. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain HMSP, ASRI, SGRO, ICBP.

Rekomendasi HD Capital, 12 September 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 12 September 2011.
BUY: BUMI, ASII, PGAS, ENRG
  • Bila terjadi koreksi akibat imbas Dow Jones yang disebabkan ulah salah seorang petinggi ECB (bank Eropa) yang mengundurkan diri rekomen akumulasi karena grafik mingguan masih memberikan signal buy di stochastic.
  • IHSG close (09-09) 3.998.633(-6.589/-0.37%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.890-3.750-3.650, Resistance: 4.020-4.125-4.200

Stock picks:
1.     Bumi Resources (BUMI) (BUY) (Target. Rp 2.875) (Close 09/09 Rp 2.800)
  • Pasca-kegagalan mencoba menutup price gap atas di Rp 2.875, diperkirakan BUMI akan terkoreksi kembali ke kisaran Rp 2.675-2.625, namun ini dapat dijadikan kesempatan trading jangka pendek.
  • Entry(1) Rp 2.675, Entry (2) Rp 2.625, Cut-loss point: Rp 2.575
 
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 71.700) (Close 09/09 Rp 70.300)
  • Kondisi jenuh beli (overbought) dapat menyebabkan koreksi jangka pendek ke price gap Rp 68.500, namun bisa dijadikan sebagai entry point melihat posisi grafik mingguan stochastic yang cenderung positif memberikan buy signal.
  • Entry (1) Rp 69.000, Entry (2) Rp 68.500, Cutloss point: Rp 67.900

3.    Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 2.950) (Close 09/09 Rp 2.750)
  • Diperkirakan koreksi akan terjadi pasca pembetukan resistance kuat di level Rp 2.950, ke fair value fundamental baru yang diperhitungkan analis di Rp 2.725 yang mengambil asumsi bahwa kenaikan biaya produksi gas setidaknya nanti bisa dialihkan ke konsumen, namun bisa menjadi kesempatan menarik untuk bermain dalam trading range support resistance.
  • Entry: (1) Rp 2.750, Entry (2) Rp 2.625, Cut loss point: Rp 2.525

4.   Energi Mega (ENRG) (BUY): (Target: Rp 200) (Close 09/09 Rp 194) 
  • Bila ada koreksi di grup Bakrie akibat efek regional, biasanya emiten ENRG dengan valuasi PER tertinggi adalah yang pertama dapat rebound duluan karena pasar masih mendiskon proses earnings recovery hingga akhir tahun 2011.
  • Entry: (1) Rp 190, Entry (2) Rp 188, Cut loss point: Rp 184
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Saturday, August 27, 2011

Batas Waktu Divestasi Saham Petrosea Diperpanjang Hingga Akhir Januari 2012

PT Indika Energy Tbk diberi perpanjangan waktu oleh Bapepam-LK hingga akhir Januari 2012 untuk memenuhi kewajibannya mengalihkan saham Petrosea kepada publik sebesar 16,6% atau sekitar 16.743.720 saham.

Adapun batas waktu sebelumnya adalah 28 Agustus 2011. Namun kemudian manajemen INDY mengajukan permohonan perpanjangan waktu karena sentimen negatif pasar keuangan/finansial global yang menghambat perseroan untuk memenuhi kewajiban divestasinya. Sentimen negatif pasar finansial global ini telah membawa pengaruh penurunan seluruh indeks pasar modal di seluruh dunia.

Adapun surat Bapepam-LK yang memenuhi permohonan INDY diterima perseroan pada 25 Agustus 2011. Demikian keterbukaan informasi yang disampaikan Sekretaris Perusahaan INDY Dedy Happy Hardi, kemarin.

Thai PTT eyes stake in Indonesia's Chandra Asri - source

Thailand's top energy firm, state-controlled PTT Pcl , wants to buy a stake in Indonesian petrochemicals maker PT Chandra Asri as part of its foreign expansion drive, a source at the Energy Ministry said on Friday. 

"PTT group has shown interest and is studying the possibility of buying the stake in the Indonesian petrochemical firm from Temasek," the source, who declined to be identified, told Reuters. 

"This should be the starting point for PTT to expand into the petrochemical business in Indonesia," he said, adding PTT group was not yet in talks with the seller and had not mandated any financial adviser for the moment. 

Singapore state investor Temasek Holdings is trying to sell its 23 percent stake in the Indonesian petrochemicals maker in a deal worth $400 million, two sources with direct knowledge of the deal told Reuters recently. 

The market had expected PTT Chemical Pcl , a flagship in the petrochemical business of PTT group, to be interested in the stake, and another potential buyer was Siam Cement , Thailand's top conglomerate. 

PTT Chemical declined to comment on the report. 

Siam Cement is also expected to be among bidders for Indonesian chemical producer Sulfindo Adiusaha in a potential $700 million deal, a source familiar with the matter said earlier this week. 

Siam Cement declined to comment on both deals. 

PTT and Siam Cement are major Thai companies which have been aggressive in looking for opportinuty to buy assets overseas especially in Southeast Asia. 

PTT Chemical has said it wanted to focus on markets in Vietnam, Indonesia and the Philillpines, which are its export markets. 

PTT Chemical has capacity for 2.88 million tonnes of olefins products a year and it is in the process of merging with another PTT affiliate, PTT Aromatics and Refining Pcl , expected to be competed in October. 

At 0929 GMT, PTT Chemical shares were up 3.6 percent, while the broad market was 0.75 percent higher. ($1 = 29.99 Baht). Source: Reuters