rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, July 27, 2011

Rekomendasi HD Capital, 27 Juli 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 27 Juli 2011.
BUY:  ADRO, BJBR, BUMI SELL: ASII
  • Kenaikan di IHSG ke all time dapat memicu profit taking, namu penurunan akan terbatas oleh beberapa emitten dengan kapitalisasi besar yang masih dalam tahap tren positif.
  • IHSG close (26-07) 4.122.641(+35.768/+0.83%) (Val.Rp.3.6T) 
  • Support: 4.090-4.026-3.960, Resistance: 4.175-4.250
 
Stock picks:
1.      Adaro Energy (ADRO) (BUY) (Target Rp 2.750) (Close 26/07 Rp 2.575)
  • Langkah perseroan untuk masuk ke bisnis pembangkit listik domestik dengan mitra dari Jepang dapat meningkatkan permintaan batubara dan nilai jual persero terhadap pembeli batubara di kemudian hari.
  • Entry (1) Rp 2.550, Entry (2) Rp 2.475 Cut loss point: Rp 2.425
 
2.    Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.300) (Close 26/07: Rp 3.125)
  • Didorong oleh sentimen positif dividend Rp 44/saham (cum 27/07) pergerakan harga yang mencoba menutup price gap atas di Rp 3.100 kelihatannya akan berlanjut hingga menguji resistance berikutnya di Rp 3.250-3.300 atau moving average 50 harian.
  • Entry (1) Rp 3.100, Entry (2) Rp 3.050, Cut loss point: Rp 2.950.
 
3.    Bank Jabar (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.290) (Close 26/07 Rp 1.230)
  • Secara technical menarik untuk kandidat breakout, dengan daily stochastic diatas 50-line dan ruang banyak untuk naik hingga ke daerah overbought.
  • Penutupan diatas harga 1 minggu terakhir dengan volume yang lebih besar merupakan tanda bahwa akan terjadi pergerakan untuk bermain diatas level Rp.1210 dalam jangka waktu dekat.
  • Entry: (1) Rp 1.210, Entry (2) Rp 1.190, Cut loss point: Rp 1.160
 
4.   Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 72.000) (Close 26/07 Rp 73.350).
  • Keadaan yang terlalu jenuh beli (overbought), tren yang terlalu extended serta valuasi yang mulai terlihat mahal dengan beberapa katalis positif tercemin dalam kenaikan harga adapt menyebabkan profit taking (koreksi) pasca pencetakan new high ini.
  • Exit: (1) Rp 74.000, Exit (2) Rp 75.300, Reverse posisi: Rp 76.550
  

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 27 Juli 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 27 Juli 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG naik  45 poin (1,12%) ke level 4.132 dengan net buying asing Rp 79 miliar. Secara teknikal, perlu diwaspadai profit taking. Hari ini, indeks cenderung menguat di kisaran 4.084-4.160. Perhatikan JPFA, BJBR, dan UNTR.

2. Trimegah Securities
Beberapa saham unggulan mendorong IHSG membukukan rekor tertingginya pada level 4.134. Ada momentum untuk menciptakan rekor harga baru kembali dengan basis support 4.080. Trading ASII, BBCA, UNTR, MAPI.

Tuesday, July 26, 2011

Laba Bersih BWPT Semester I 2011 Melonjak 99,4%

PT BW Plantations Tbk (BWPT) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 99,4% pada semester I-2011 menjadi Rp 170,6 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 85,6 miliar. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan pendapatan sebesar 73% dari Rp 275,7 miliar menjadi  Rp 476,9 miliar.

Kontribusi penjualan CPO mencapai Rp 413,4 miliar atau 87%, sedangkan kernel Rp 63,9 miliar atau 13% dari total pendapatan perseroan. Dari sisi volume, BWPT berhasil meningkatkan volume penjualan CPO sebesar 35% dan kernel 64%. Kenaikan harga juga turut menyumbang pertumbuhan pendapatan perseroan, dengan rincian harga jual CPO naik 19% dan kernel 101%.

BWPT juga berhasil melakukan penanaman baru sebanyak 4.416 hektare dan penambahan area ytertanam dalam setahun terakhir sebanyak 10.428 ha.

Saham-saham yang dominan dibeli asing, 25 Juli 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, Senin 25 Juli 2011.
Kode saham                        Volume                   Jual                     Beli
AALI 877.000 37.000 121.500
ADMG 97.951.000 1.635.000 1.751.000
ADRO 25.116.000 4.563.500 15.860.000
AISA 32.099.000 400.000 9.420.000
AKRA 28.200.000 50.500 1.498.000
AMFG 313.000 0 156.000
AMRT 4.500 0 4.500
APLN 22.314.500 2.007.500 8.430.500
ASBI 418.000 0 291.500
ASGR 1.029.500 0 99.000
ASRI 213.888.000 18.475.000 64.931.500
BBKP 32.670.500 111.000 15.986.500
BBLD 1.279.500 0 50.000
BBNI 30.629.500 7.406.500 14.920.500
BBTN 25.551.000 6.008.500 7.203.000
BDMN 13.939.500 827.000 4.288.000
BFIN 655.500 13.500 409.000
BHIT 217.525.500 51.248.000 94.596.500
BIPI 44.363.500 0 462.500
BKDP 172.697.500 72.500 10.000.000
BKSL 53.050.500 112.500 300.000
BLTA 30.125.500 7.530.000 11.125.000
BNBR 410.826.500 1.500.000 20.500.000
BRAU 10.052.000 23.000 3.461.500
BRMS 5.484.500 0 1.628.500
BSDE 14.616.500 3.749.000 5.896.000
BTEL 11.014.500 0 140.000
BVIC 6.720.500 0 500.000
BYAN 241.000 114.500 178.000
CFIN 6.674.500 943.000 1.017.500
CTRA 5.132.500 20.000 1.000.000
CTRP 4.327.500 600.000 2.000.000
CTRS 664.000 50.000 100.000
DEWA 469.791.000 2.500.000 30.841.000
ELSA 2.418.500 2.000 300.000
ELTY 916.591.500 23.215.000 111.589.500
EMDE 2.175.500 0 995.000
EMTK 127.500 0 104.500
EPMT 60.500 0 45.500
EXCL 1.338.000 257.500 291.000
FASW 823.000 0 64.500
GIAA 53.150.000 0 1.380.000
GJTL 14.825.000 1.131.000 2.152.000
HEXA 137.500 0 89.500
IMAS 5.290.500 712.500 2.211.500
INDF 13.019.000 1.899.000 3.568.000
INDY 5.952.500 662.500 3.867.000
INVS 404.000 209.500 396.500
ISAT 3.800.000 77.000 3.373.500
JAWA 2.748.000 0 1.300.000
JPFA 4.880.500 734.500 801.000
JSMR 13.581.000 343.500 3.520.000
KDSI 654.500 0 270.000
LPCK 32.444.500 0 205.000
LSIP 9.073.500 2.762.000 4.404.000
MAIN 11.070.000 23.000 1.000.000
MAPI 2.822.000 267.500 748.500
MDRN 82.500 35.000 42.000
META 1.937.500 0 500.000
MNCN 37.944.500 12.464.000 25.462.500
MYOR 512.500 313.000 348.500
PBRX 6.156.500 0 100.000
PNBN 2.075.500 0 679.500
PTBA 2.199.000 187.500 684.500
PTIS 563.000 0 60.000
PTPP 1.428.500 0 150.000
PWON 7.604.000 0 500.000
ROTI 377.500 50.000 159.000
SMAR 143.500 36.500 44.000
SMCB 5.423.500 0 3.300.500
SMRA 29.135.500 1.696.500 12.357.000
TLKM 14.089.500 7.267.000 11.357.000
TOTL 1.117.000 0 359.000
TPIA 19.000 6.000 10.000
UNSP 222.661.500 511.500 1.279.500
UNTR 3.913.000 2.279.500 2.794.000
UNVR 671.500 237.000 325.000
WIKA 8.102.500 2.676.000 7.601.500
WOMF 3.095.500 0 206.500

Laba Bersih Astra Agro Lestari Semester I-2011 Melonjak 99,54%

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) pada semester I-2011 berhasil membukukan laba bersih Rp 1,27 triliun, melonjak dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 636,45 miliar berkat pertumbuhan penjualan.

Kenaikan laba bersih AALI ditopang oleh kenaikan angka penjualan baik dari minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) maupun komoditas lainnya dalam setahun terakhir menjadi Rp 5,29 triliun atau naik 51% dari tahun lalu sebesar Rp 3,51 triliun.

Menurut Investor Relations Astra Agro Lestari Tofan Mahdi, pencapaian kinerja tersebut ditopang oleh nilai penjualan komoditas perseroan yang cukup tinggi pada 6 bulan pertama tahun ini. "Laba kami naik hingga 2 kali lipat pada semester pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendorongnya adalah penjualan kami meningkat," kata dia.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, anak perusahaan dari Astra International ini mencatatkan penjualan komoditas CPO sepanjang semester I-2011 sebesar Rp 4,54 triliun, naik 44,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,14 triliun.

Peningkatan tersebut berkat pertumbuhan penjualan CPO perseroan sebesar 18,7% dari 477.639 ton menjadi 566.774 ton. Penjualan tersebut didominasi oleh kenaikan volume penjualan lokal yang mampu menyerap 94,8% atau sebanyak 537.226 ton, naik sebesar 22,7% dari sebelumnya sebesar 437,96 ton.

Harga rata-rata CPO perseroan berada pada level Rp 8.013 per kg atau naik 21,6% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6.590 per kg.

Corporate Planning and Investor Relations Astra Agro Lestari Yarmanto mengatakan peningkatan tersebut seiring dengan membaiknya produksi tandan buah segar (TBS) yang dibukukan perseroan pada periode 6 bulan pertama ini.

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 26 Juli 2011




Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 26 Juli 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 19,78 poin (-0,48%) ke level 4.087,09. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak pada range 4.046-4.109. Perhatikan BSDE, BBTN, AKRA.

2. Reliance Securities
Indeks diprediksi masih kembali melemah dengan support terdekat level 4.040 dan resistance 4.106. Saham-saham yang masih berpotensi terkoreksi antara lain UNTR, GGRM, ISAT, ITMG, JSMR dan PTBA.

Review HD Capital Terhadap Market Bulan Juli 2011

HD “Hits, close but no cigar, & misses” score review Monthly strategy June (24-06-2011) (80%)


 

HD "Hits, close but no cigar, & misses" score review

Hits (mencapai & melebihi TP 1-bln), Close but no cigar (mendekati TP 1-bln), Miss (Tidak mencapai atau mendekati TP 1-bln):


Monthly Strategy 2011

Monthly Strategy-June (24-06-2011) (BUY):   "Masih optimis akan arah IHSG"

 (IDX 24/06: 3.821) (IDX 21/07: 4.051) (Hit)

 

Rekomendasi Portofolio & Target Price 1-bulan:

  • 1. (Hit) Astra International (ASII) (TP:Rp.61.500) (24/06:Rp.60.000) (21/07:Rp.Rp.71.700)

  • 2. (Miss) Bakrie Sumatra (UNSP) (TP: Rp.460) (24/07:Rp.390) (21/07:Rp.Rp.430) 

  • 3. (Hit) Bank Mandiri (BMRI) (TP: Rp.7.400) (24/06: Rp.7.150) (21/07: Rp.7.600)

  • 4. (Hit) Bank BCA (BBCA) (TP: Rp.7.400) (24/06:Rp.7.100) (21/07:Rp.Rp.7.950) 

  • 5. (Hit) Bank BRI (BBRI) (TP: Rp.6.500) (24/06:Rp.6.300) (21/07: Rp.6.750)

  • 6. (Miss) Bumi Resources (BUMI) (TP: Rp.3.500) (24/06:Rp.3.200) (21/07: Rp.3.100) 

  • 7. (Hit) United Tractors (UNTR) (TP: Rp.23.800) (24/06:Rp.22.600) (24/07: Rp.25.200)

 

Hits (mencapai TP 1-bln termasuk index close lebih diatas level cutoff date): 7

Close but no cigar (mendekati TP 1-bln): 0

Miss (Tidak mencapai atau mendekati TP 1-bln): 2

Total Accuracy:  80% (hits)

Dibuat oleh: 



Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Outlook HD Capital untuk Bulan Juli 2011

Monthly Strategy-July (22-07-2011) (BUY):   "Potensi koreksi di Agustus sebagai kesempatan beli"

  • New high tapi perlu waspada terhadap koreksi: Bila dilihat dari data pergerakan IHSG selama 13 tahun terakhir, memang secara siklus di bulan July IHSG menutup positif, namun perlu diperhatikan bahwa di bulan Agustus ada kemungkinan 60% untuk terjadinya koreksi ataupun pergerakan sideways (konsolidasi) yang dapat dijadikan kesempatan untuk mengumpulkan posisi.

  • Domestic factor: Dari dalam negeri factor inflasi masih cukup terkendali dan situasi politik yang berbelit akibat kasus Nazaruddin dan demokrat dapat membuat pemerintah enggan mengambil keputusan yang kurang popular untuk menaikan BBM ataupun suku bunga BI rate.


  • Regional: Beberapa factor external negative seperti krisis hutang Eropa, slow-down ekonomi China, dan masalah hutang domestic Amerika masih mewarnai bursa untuk dijadikan alasan profit taking namun secara keseluruhan tidak akan merubah tren jangka panjang bullish. 

  • Rekomendasi Portofolio & Target Price 1-bulan:

 

Ticker
TP 1 bln
PER11F
PBV11F
ROE11F
BUMI
Rp 3.300
22x
4x
19%
INDF
Rp 6.300
11x
2x
19%
BBRI
Rp 7.000
12x
4x
32%
TLKM
Rp 7.500
9x
2x
25%
BMRI
Rp 7.950
12x
3x
25%
UNSP
Rp 460
6x
0.7x
11%
UNTR
Rp.27.000
17x
4x
29%

 


 

Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital.

Rekomendasi HD Capital, 26 Juli 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 26 Juli 2011.
BUY:  BMRI, BUMI, BBRI, ASII

  • Koreksi di IHSG membuat beberapa saham big cap yang biasanya menopang kenaikan IHSG turun sehingga membuka peluang untuk akumulasi kembali

  • IHSG close (25-07) 4.075.641(-31.768/-0.83%) (Val.Rp.3.6T) 

  • Support: 4.025-3.996-3.890, Resistance: 4.125-4.175

 

Stock picks:

1.     Bank Mandiri (BMRI) (BUY) (Target Rp 7.950) (Close 25/07 Rp 7.650)

  • Peraturan pemerintah untuk membatasi kepemilikan asing di perbankan Indonesia dianggap positif untuk BMRI karena dapat membuat persaingan di industri perbankan antara bank pemerintah dan asing yang sudah mempunyai pangsa di luar lebih sehat kedepan.

  • Entry (1) Rp 7.600, Entry (2) Rp 7.500 Cut loss point: Rp 7.300

 

2.    Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.300) (Close 25/07: Rp 3.100)

  • Didorong oleh sentimen positif dividend Rp 44/saham (cum 27/07) pergerakan harga yang mencoba menutup price gap atas di Rp 3.100 kelihatannya akan berlanjut hingga menguji resistance berikutnya di Rp 3.250-3.300 atau moving average 50 harian.

  • Entry (1) Rp 3.100, Entry (2) Rp 3.050, Cut loss point: Rp 2.950.

 

3.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.950) (Close 21/07 Rp 6.650)

  • Koreksi dan konsolidasi selama lebih dari dua minggu sejak mencetak all time high di Rp 6.950 kelihatannya mulai mereda dalam suatu upaya penahanan support dalam kondisi saham yang mulai jenuh jual (oversold) dengan potensi technical rebound untuk menguji all time high tersebut.

  • Entry: (1) Rp 6.660, Entry (2) Rp 6.500, Cut loss point: Rp 6.350

 

4.   Astra International (ASII) (BUY): (Target: 75.000) (Close 25/07 Rp 72.500).

  • Walaupun cukup jenuh beli (overbought), namun bila terjadi pullback untuk mengetes lower end trading range di Rp 72.150-Rp.70.350 atau ma 5-10-hari, bisa memberikan kesempatan untuk trading jangka pendek dengan resistance atas di Rp 73.500-75.000 (scenario mencetak new high).

  • Kegagalan untuk terkoreksi lebih lanjut menandakan bahwa tren naik walaupun sedikit extended masih sebagian besar utuh. 

  • Entry: (1) Rp 72.350, Entry (2) Rp 70.315, Cut loss point: Rp 68.550

 

 

Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, July 25, 2011

Bank Negara Indonesia says H1 net profit jumps 41 pct

Bank Negara Indonesia (BNI) , Indonesia's fourth biggest lender by assets, on Monday reported first-half net profit rose 41 percent as loan growth picked up.

The lender's first half net profit was 2.73 trillion rupiah ($320.2 million), compared with 1.93 trillion rupiah in the same period a year earlier, the bank said in a statement.

BNI's net interest income rose 5 percent to 6.1 trillion rupiah, from 5.8 trillion rupiah a year ago.

BNI shares were flat in the first half of this year, underperforming the broader market which was up five percent. ($1 = 8527 Rupiah). Source: Reuters

Nissan to invest $313 mln in expanding Indonesia factory

Nissan Motor Co , Japan's No.2 carmaker, plans to invest around $313 million to expand its existing factory in Indonesia to increase output, said Takayuki Kimura, Nissan's Indonesian chief, on Monday.

Kimura said the firm plans to more than triple its output by 2013.
This is a larger expansion than it planned last year, when Nissan said it aimed to double its car production and market share in Indonesia by 2013. Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 25 Juli 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 25 Juli 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Jumat (22/4), IHSG naik 38 poin (0,95%) ke level 4.106, tertinggi sepanjang sejarah. Asing membukukan net buying Rp 510 miliar. Secara teknikal, IHSG telah berada dalam kondisi overbought. Hari ini indeks diperkirakan menguat terbatas di kisaran 4.068-4.153. Cermati MAPI, GJTL, dan AALI.

2. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diprediksi berfluktuasi dengan potensi profit taking pada kisaran 4.088-4.121. Short term dan long term MA terlihat bullish, sementara daily weekly MACD outperform. Tapi, kenaikan indeks pada Jumat lalu diikuti penurunan volume.  Buy BBCA, MEDC, PGAS, SGRO, SMGR, sell ELTY, INCO.

Rekomendasi HD Capital, 25 Juli 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 25 Juli 2011
BUY: (BMRI, BUMI, INDF, BBRI)
  • Walaupun dapat terimbas efek Dow Jones yang terkoreksi, namun beberapa saham blue chips yang turun tipis Jumat lalu di saat IHSG plus dapat melawan tren profit taking Senin ini, terutama yang mempunyai agenda corporate action (dividen), tidak mengikuti laju kenaikan IHSG Jumat lalu (melawan siklus) atau menunggu hasil laporan keuangan 1H keluar. 
  • IHSG close (22-07) 4.106.64 (+38.56/+0.84%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 4.056-3.996-3.870, Resistance: 4.125-4.200
 
Stock picks:
1.     Bank Mandiri (BMRI) (BUY) (Target Rp 7.900) (Close 22/07 Rp 7.600)
  • Diperkirakan sektor perbankan akan kembali bermain untuk menahan laju penurunan IHSG akibat profit taking regional, bila dililhat secara fundamental (valuasi masih 14x PER di bawah valuasi 15x PER IHSG) dan technical (jenuh jual dan tren masih positif) BMRI cukup menarik dengan target resitance atas di Rp 7.750-7.900.
  • Entry (1) Rp 7.600, Entry (2) Rp 7.600, Cut loss point: Rp 7.450
 
2.    Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.300) (Close 22/07 Rp 3.125)
  • Sentimen positif dari proses debt restructuring dan dividen Rp 40/saham cum 27 Juli telah mengangkat BUMI untuk tutup di atas resitance gap atas Rp 3.100 pada penutupan Jumat (weekly closing) yang secara technical signifikan untuk memberikan signal menuju resistance berikutnya di Rp 3.275 (ma 50-hari) dan Rp 3.350.
  • Entry: (1) Rp 3.100, Entry (2) Rp 3.050, Cut loss point: Rp 2.950
 
3.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.850) (Close 22/07 Rp 6.650)
  • Keadaan yang jenuh beli di stochastic daily yang juga sudah cross up menandakan bawah koreksi yang terjadi selama beberapa hari ini mulai kehilangan momentum negatif turun sehingga berpotensi terjadinya upward retracement menuju resistance garis down-trendline pertama di Rp 6.850.
  • Entry (1) Rp 6.600, Exit (2) Rp 6.500, Cut loss point: Rp 6.400
 
4.       Indofood Sukses Makmur  (INDF) (BUY): (Target: Rp 6.150-6.300) (Close 22/07 Rp 6.000)
  • Dividen Rp 133/saham dengan cum tanggal 26 Juli, penguatan rupiah yang mengurangi beban utang dan import cost gandum dalam US$, daya beli masyarakat tinggi yang dapat menopang kenaikan harga mie merupakan katalis positif untuk akumulasi.
  • Entry: (1) Rp 5.950, Entry (2) Rp 5.850, Cut loss point: Rp 5.750
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Saham-saham yang dominan dibeli asing, 22 Juli 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, Jumat 22 Juli 2011.
Kode Saham                        Volume                  Jual                      Beli
AALI 645,500 185,000 336,500
ACES 404,500 3,500 400,000
ADHI 1,460,000 0 638,500
ADMG 106,251,500 980,000 1,305,500
ADRO 46,810,500 5,953,500 19,406,500
AISA 11,764,000 0 103,500
AMAG 7,211,500 0 300,000
AMFG 115,000 0 58,000
AMRT 16,000 0 4,000
ANTM 9,829,000 498,000 1,332,000
APLN 12,358,000 0 2,070,000
ARTI 33,674,000 0 500,000
ASBI 1,831,500 0 75,000
ASGR 584,500 0 65,500
ASII 2,265,000 1,338,500 1,646,500
BBCA 9,348,000 5,225,500 5,511,500
BBKP 26,919,000 542,000 6,750,000
BBNI 60,113,000 22,676,500 45,601,000
BBRI 51,311,500 19,720,000 30,577,000
BDMN 4,220,500 2,468,500 2,863,500
BHIT 423,562,000 42,497,000 102,720,000
BISI 7,316,000 89,500 110,000
BJBR 9,707,500 0 1,000,000
BLTA 87,760,000 15,600,000 27,001,500
BORN 30,298,500 1,967,000 3,974,500
BRAU 135,588,500 8,253,000 48,668,500
BSDE 20,513,000 7,881,000 17,402,000
BTPN 1,173,500 89,500 770,000
BULL 53,809,500 0 47,000,000
BVIC 21,833,000 0 664,500
CFIN 7,718,500 209,000 1,663,000
CMNP 28,621,500 75,000 325,000
CPIN 31,046,500 231,000 12,473,000
CTRA 25,631,000 7,519,000 11,760,500
CTRP 4,770,500 0 3,100,000
DEWA 657,125,000 5,800,000 8,016,000
EKAD 5,343,500 0 35,000
ELTY 201,507,500 0 67,608,000
EMDE 1,245,500 0 896,000
ENRG 1,017,843,500 31,522,500 180,516,000
EXCL 3,991,000 2,524,000 2,720,000
GIAA 4,876,000 0 50,000
GJTL 23,701,000 2,476,000 8,731,500
HEXA 1,076,000 306,000 454,500
ICBP 952,000 0 160,500
IMAS 4,075,000 421,500 2,574,500
INDF 4,621,000 1,444,500 1,493,500
INDY 7,483,000 372,000 4,652,500
INKP 4,641,500 1,900,000 2,460,000
INRU 40,000 0 40,000
INTA 47,955,500 0 550,000
INTP 2,884,000 1,864,000 1,961,500
IPOL 43,995,000 0 2,750,000
ISAT 2,724,500 46,500 721,000
ITMG 1,464,000 88,000 147,000
JPFA 6,205,000 273,000 905,000
JSMR 6,066,000 333,000 440,000
KAEF 7,598,000 0 2,500,000
LPCK 40,037,000 0 3,500,000
LPPS 627,500 0 30,000
LSIP 11,403,500 72,500 1,110,000
LTLS 4,496,500 135,000 233,000
MAPI 12,223,500 7,175,500 8,536,500
MBAI 40,000 0 33,500
MBSS 18,815,000 500,000 3,300,000
MEDC 14,944,000 30,500 819,500
MIDI 1,799,000 600,000 966,000
MNCN 27,892,000 10,687,500 22,388,000
MPPA 1,755,500 18,000 54,500
MYOR 224,500 11,000 137,500
NISP 42,000 0 40,000
PGAS 26,148,500 476,000 18,175,000
PNBN 14,158,000 1,339,500 3,851,000
PNLF 28,392,000 0 7,037,500
PTBA 2,088,000 81,500 689,500
PTIS 318,000 0 110,000
PTPP 6,824,000 0 500,000
ROTI 734,500 24,000 439,000
SCMA 336,000 114,000 309,500
SIMP 22,071,000 2,700,000 8,833,000
SIPD 144,544,000 450,000 15,500,000
SMAR 243,000 7,000 26,000
SMCB 3,981,500 1,424,500 2,986,500
SMMA 807,000 2,500 147,500
SMRA 10,739,500 4,054,000 4,474,000
SSIA 37,690,500 7,119,000 7,774,500
TBIG 2,002,500 1,386,500 1,873,500
TINS 12,774,500 2,025,000 9,336,000
TLKM 13,681,500 4,279,500 10,194,000
TURI 25,626,500 6,151,500 11,095,500
UNVR 889,500 220,000 660,000
WOMF 2,654,500 250,000 293,500

Sunday, July 24, 2011

Laba Bersih AKR Corporindo Semester I-2011 Melonjak 1.291%

Laba bersih PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) pada semester I-2011 melonjak sebesar 1291% menyusul keuntungan dari hasil penjualan saham Sorini Agro Asia Corporindo. Dari laba bersih sebesar Rp 1,958 triliun yang diperoleh AKRA, sebanyak Rp 1,77 triliun di antaranya merupakan laba atas penjualan investasi saham Sorini Agro Asia.

Pada Desember 2010, AKRA telah menjual kepemilikan sahamnya pada Sorini Agro kepada Cargill. Total dana yang dibayarkan Cargill mencapai Rp 2,72 triliun untuk membeli 85,01% saham Sorini yang dimiliki AKRA dan UOB Kay Hian Pte Ltd pada harga Rp 3.500/saham.

Laba atas penjualan investasi tercatat paling besar yaitu Rp 1,68 triliun. Sisanya berasal dari penghasilan bunga Rp 36,72 miliar, laba atas penjualan aset tetap Rp 745,62 miliar, laba selisih kurs Rp 79,93 miliar, dan kepentingan non pengendali Rp9,38 miliar.

Jika tidak memperhitungkan keuntungan tiba-tiba tersebut, laba usaha AKRA masih naik 25,52% dari Rp 205,61 miliar pada Juni 2010 menjadi Rp 258,08 miliar pada Juni 2011. 

Penjualan dan pendapatan perseroan juga tumbuh pesat sebesar 73,55% dari Rp 5,22 triliun menjadi Rp 9,06 triliun. Namun pertumbuhan angka penjualan yang pesat ini juga diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 80,13% menjadi Rp 8,61 triliun. Alhasil, AKRA mengantungi laba kotor pada Juni 2011 sebesar Rp 454,59 miliar, naik tipis sebesar 2,58% dari posisi Juni 2010 sebesar Rp 443,15 miliar.

Kenaikan laba bersih yang besar ini membuat laba bersih per saham perseroan per Juni 2011 mencapai Rp 515,32 per saham dari tahun lalu sebesar Rp 38,30/saham.

Aspek Juni 2010 Juni  2011 %
Penjualan dan pendapatan 5221.27 9061.33 73.55
Beban pokok penjualan 4778.13 8606.74 80.13
Laba kotor 443.15 454.59 2.58
Laba usaha 205.61 258.08 25.52
Laba atas penjualan investasi - 1683.81  -
Penghasilan lain-lain bersih -18.16 1771.68  9855.95
Laba sebelum pajak 187.45 2029.77 982.83
Laba bersih 140.78 1958.26 1291.01
Laba bersih per saham 38.30 515.32 1245.48

Saturday, July 23, 2011

AKRA Akan Bagikan Dividen Interim Jilid Kedua

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) berencana membagikan dividen interim jilid kedua kepada para pemegang saham dari hasil laba bersih perseroan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2011. Besaran dividen yang akan dibagikan adalah Rp 200/saham untuk para pemegang saham yang terdaftar dalam daftar pemegang saham per tanggal 25 Agustus 2011.

Pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 September 2011 sebagai bagian dari dividen tunai (final) yang akan dibagikan berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham tahunan yang akan datang.
Cum dividen di pasar regular dan negosiasi ditetapkan pada 22 Agustus 2011 dengan ex dividen pada hari berikutnya. Sedangkan cum dividen untuk di pasar tunai pada 25 Agustus 2011 dan ex dividen di pasar tunai pada 26 Agustus 2011.