rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, November 1, 2010

Rekomendasi HD Capital, 1 November 2011

HD Capital merekomendasikan empat saham pilihan, yakni PT Timah (TINS), Adaro Energy (ADRO), Bank Central Asia (BBCA), dan Bakrieland Development (ELTY) untuk Anda cermatin dengan rekomendasi beli.

BUY: (TINS, ADRO, BBCA, ELTY)
  • Bila masih terjadi penekanan lebih lanjut rekomen akumulasi untuk techical rebound mengetes resistance all time high di 3656
  • IHSG close (29-10) 3.632. (-3.435/-0.13%) (Val.Rp.3.8T)
  • Support: 3.580-3.540-3.495, Resistance: 3.660-3.700 -3.750
 
Stock picks:
 
1.    Tambang Timah (TINS): (BUY) (Target: Rp 3.050) (close 29/10 Rp 2.850)
  • Kenaikan laba bersih 178% di Q3 2010 versus periode sama tahun lalu dan peningkatan output seharusnya menjadi katalis positif untuk menahan penurunan lebih lanjut, sehingga rekomen akumulasi untuk technical rebound.
  • Entry: (1) Rp 2.800, Entry (2) Rp 2.700, Cut loss point: Rp 2.600
 
2.   Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp 2.200) (Close 28/10 Rp 2.100)
  • Sentimen negatif dari penurunan laba di Q3 2010 akibat produksi batubara terganggu dari curah hujan berlebihan kelihatannya sudah mulai terdiskon di koreksi harga dari Rp 2.250. 
  • Outlook pertumbuhan permintaan batubara di 2011 yang optimistis dapat menjadi katalis untuk akumulasi dalam keadaan yang jenuh jual ini (oversold).
  • Entry (1) Rp 2.075, Entry(2) Rp 2.025, Cut loss point: Rp 1.975
 
3.   Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp 7.150) (Close 29/10 Rp 7.000)
  • Net profit margin tertinggi (NPM) dari total kredit yang tersalurkan di sektornya, pemain KPR terbesar yang didukung oleh outlook property dapat offset valuasi yang dianggap sebagian analis mahal untuk rally BBCA mencetak new high di atas Rp 7.000.
  • Entry: (1) Rp 6.900, Entry (2) 6.800, Cut loss point: Rp 6.700
 
4.   Bakrie Realty (ELTY) (BUY) (Target: Rp 172) (close 29/10 Rp 158)
  • Pasca akuisisi Bukit Jonggol dan rights issue, ELTY memiliki landbank terbesar serta PBV termurah di sektor properti.
  • Koreksi berlebihan dari placement saham di Rp 165 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi dalam keadaan jenuh jual jual ini yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
  • Entry: (1) Rp 156, Entry (2) Rp 150, Cut-loss point: Rp 145
 
 
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research. (Yuganur@hdx.co.id)

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan isi komentar soal artikel-artikel blog ini.