rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Sunday, August 29, 2010

Ekspor CPO Indonesia Juni 2010 Capai 1,19 Juta Ton

Ekspor kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya tercatat kembali meningkat menjadi 1,19 juta ton pada Juli tahun ini bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 1,13 juta ton.

Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Fadhil Hasan, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (28/8).

Berdasarkan catatan Gapki peningkatan ini dipicu adanya tambahan permintaan dari Bangladesh, Uni Eropa, dan Amerika Serikat terhadap produk CPO Indonesia.

Adapun untuk Bangladesh, negara yang berada di Asia Selatan ini, menambah impor CPO dan produk turunannya dari Indonesia menjadi 86.500 ton pada Juli ketimbang Juni yang sebesar 58.779 ton.

"Semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri membuat negara ini menjaga pasokan CPO yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan minyak makan masyarakatnya," katanya.

Begitupula dengan ekspor CPO dan produk turunan Indonesia ke kawasan Uni Eropa meningkat sebesar 283.802 ton pada Juli dibandingkan ekspor Juni berjumlah 231.987.

Rincian ekspor CPO dan produk turunan Indonesia ke Eropa pada Juli yakni untuk ekspor CPO berjumlah 193.385 ton, RBD PO sebesar 13.750 ton, RBD OL berjumlah 11.100 ton, RBD Stearin sebanyak 54.640 ton, PFAD 10.225 ton, dan Crude Stearin sebanyak 700 ton.

Sama halnya dengan Amerika Serikat yang mengimpor CPO dan produk turunan Indonesia sebesar 17.750 ton daripada Juni hanya 2.000 ton. "Negeri Paman Sam lebih banyak mendominasi pembelian minyak sawit mentah (CPO) sebesar 15.750 ton, sisanya RBD Stearin berjumlah 2.000 ton," jelasnya.

Adanya pertumbuhan volume ekspor CPO dan produk turunannya ke Uni Eropa dan Amerika Serikat, mengindikasikan minyak sawit Indonesia tetap menjadi pilihan pengguna industri pangan dan non?pangan di sana.

"Hal ini berarti tuduhan dan kampanye bernada negatif yang selama ini gencar disuarakan NGO dan lembaga lain tidak memengaruhi pandangan masyarakat kedua negara bahwasannya produksi minyak sawit Indonesia dihasilkan dari manajemen budidaya yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan menghargai keanekaragaman hayati," bebernya.
China dan India Turun
Sementara itu, pembelian dari China dan India turun dari bulan sebelumnya walaupun tidak signifikan. Pada Juli, ekspor CPO dan produk turunan Indonesia ke India berkurang menjadi 448.894 ton dari bulan Juni sebesar 476.030 ton.

Sama halnya dengan China yang volume impor CPO dan produk turunan dari Indonesia turun menjadi 107.499 ton dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 217.961 ton.

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan isi komentar soal artikel-artikel blog ini.