rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Thursday, June 16, 2011

Rekomendasi HD Capital, 16 Juni 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 16 Juni 2011.
BUY: BMRI, INDF, UNTR, SMGR
Walaupun terimbas berita negative regional, namun secara technical keberhasilan IHSG untuk menutup di atas support lama yang menjadi resistance kunci, yaitu 3.770 membuat tren kedepan lebih menunjang untuk mencoba bermain di high lama 3.880.
  • IHSG close (15-06) 3.794.255(+20.933/+0.55%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.730, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.      Bank Mandiri (BMRI) (BUY) (Target Rp.7.300) (Close 15/06 Rp.7.000)
  • Posisi rupiah yang kuat menguntungkan BMRI karena 20% dari asset bank berbentuk obligasi pemerintah dengan yield rendah.
  • Pasar optimis pertumbuhan kredit dapat naik diatas 18% (rata-rata tiga tahun terakhir) didukung oleh dana pasca rights, asset besar serta pemulihan kredit macet.
  • Entry (1) Rp 7.000, Entry (2) Rp.6.900, Cut loss point: Rp.6.800
 
2.    Indofood Sukses Makmur (INDF) (BUY): (Target: Rp.5.550) (Close 15/06: Rp.5.400)
  • Selama 9 bulan terakhir persero terbukti dapat menjaga margin penjualan dan keutungan serta market share (pangsa pasar) walaupun terimbas efek negative dari naiknya CPO dan harga gandum yang menjadi bahan baku mie.
  • Entry (1) Rp.5.350, Entry (2) Rp.5.200, Cut-loss point: Rp.5.075
 
3.    United Tractors (UNTR) (BUY): (Target: Rp.23.550) (Close 15/06 Rp.22.950)
  • Masuknya musim kemarau dapat membatu produksi unit batubara Pama untuk tahun ini mencapai target yang ditentukan.
  • Potensi harga komoditas terutama batubara untuk terus naik di sepanjang tahun ini merupakan katalis positif untuk investor terus membangun posisi di UNTR.
  • Entry: (1) Rp.22.850, Entry (2) Rp.22.600, Cut loss point: Rp.22.150
 
4.   Semen Gresik (SMGR) (BUY): (Target: Rp.9.700) (Close 15/06 Rp.9.400).
  • Secara technical mulai ada proses perbaikan tren yang dimulai dengan buy crossover dari oversold area yang diberikan daily stochastic.
  • Pasar mulai melihat proyek expansi kapasitas produksi semen yang dijadwalkan selesai akhir 2011 dapat meningkatkan laba persero kedepan seiring dengan naiknya volume produksi dan penjualan.
  • Entry: (1) Rp.9.300, Entry (2) Rp.9.150, Cut loss point: Rp.9.050
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 16 Juni 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 16 Juni 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin naik 20 poin (0,56%) ke level 3.794. Asing melakukan net buying Rp 434 miliar. Secara teknikal, indeks kembali menguat dengan menembus area pola rectangle-nya. Namun, patut diwaspadai potensi pullback apabila kembali break dari support rectangle-nya di 3.776. Hari ini, indeks diperkirakan cenderung menguat di kisaran 3.746–3.814. Perhatikan MYOR dan MNCN.

2. Indo Premier Securities
Profit taking masih membayangi indeks hari ini.  Angka pengangguran mingguan Amerika Serikat yang akan diumumkan Kamis (16/6) malam akan memengaruhi indeks. Adapun pergerakannya berada di 3.725-3.825. Saham pilihan kami BMRI, BBRI, ASII, UNTR, KLBF, INDF.

Wednesday, June 15, 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, 14 Juni 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, Selasa 14 Juni 2011.
Kode Saham                Volume                      Jual                         Beli
ACES 48.000 0 48.000
ADRO 48.489.500 10.453.500 24.642.000
AMAG 1.393.000 0 300.000
APLN 3.991.000 58.500 1.686.000
ASGR 8.954.500 0 968.500
ASII 3.070.500 1.607.000 1.881.000
AUTO 21.000 0 13.000
BBKP 2.657.500 0 107.500
BBNI 12.908.000 1.785.000 3.174.000
BBRI 26.391.000 6.006.500 7.802.500
BBTN 5.864.500 924.500 2.194.000
BHIT 36.979.000 0 2.104.000
BISI 2.026.500 0 127.500
BJBR 19.381.000 0 3.000.000
BKSL 14.390.500 0 354.000
BKSW 300.000 0 300.000
BLTA 6.170.500 10.000 1.000.000
BMRI 23.377.000 4.370.500 4.852.500
BMTR 2.541.500 25.500 451.000
BNBR 256.147.500 50.000 1.218.000
BNGA 1.403.000 0 76.000
BNII 624.500 0 300.000
BORN 21.908.500 223.000 6.463.000
BRAU 6.215.500 5.000 300.000
BRMS 69.738.000 291.500 9.613.000
BTEL 10.711.000 0 394.000
BTON 102.500 0 46.500
BWPT 9.644.000 247.000 7.751.000
BYAN 72.500 49.000 68.500
CFIN 493.000 0 118.000
CPIN 5.376.000 906.000 1.003.500
CTRA 6.454.500 2.860.500 2.933.500
CTRP 5.086.000 2.000.000 2.447.500
EKAD 21.574.500 0 1.650.000
ELSA 62.681.500 0 115.000
ELTY 161.686.000 10.025.000 32.161.000
EMTK 292.500 25.000 208.500
EPMT 102.000 0 86.000
EXCL 1.633.500 388.000 469.500
FASW 534.000 0 87.500
GGRM 959.000 438.000 796.500
HRUM 4.638.000 135.000 2.806.500
IDKM 622.500 16.500 191.500
INDF 7.013.000 2.912.500 3.987.000
INDS 4.812.000 159.500 277.000
INTA 41.832.000 37.500 8.260.000
ITMG 408.500 104.500 143.000
JPFA 3.031.500 536.000 717.500
JSMR 10.993.000 0 3.327.500
KIJA 21.049.500 0 6.900.500
KKGI 88.500 0 12.000
LPPS 6.036.000 0 135.000
MDLN 3.085.500 0 122.500
MIDI 541.500 0 65.000
MLPL 25.814.500 1.575.000 3.872.000
MYRX 25.460.500 0 515.000
PBRX 4.650.000 0 2.772.500
PGAS 14.840.500 8.497.000 9.559.000
PNLF 4.414.500 0 299.000
PTPP 1.815.500 0 652.500
PWON 11.992.500 142.500 199.500
RALS 1.787.000 329.500 603.000
RMBA 157.000 0 125.500
ROTI 139.500 47.500 66.500
SCMA 34.500 0 20.000
SGRO 2.901.000 479.000 900.000
SIMP 33.131.500 2.000.000 17.012.500
SIPD 13.892.000 0 150.000
SMRA 3.418.000 1.397.500 2.049.500
TOTL 3.080.500 5.000 700.000
TRUB 61.019.500 0 500.000
UNTR 3.652.000 1.505.500 2.289.500
UNVR 539.500 90.000 205.500



Laba Bersih Intraco Penta Melonjak 164%

PT Intraco Penta Tbk (INTA) mencatatkan kenaikan laba bersih per 31 Maret 2011 sebesar 164%, dari Rp 13,24 miliar menjadi Rp 34,92 miliar. Presiden Direktur INTA Petrus Halim memaparkan kenaikan signifikan laba bersih tersebut terutama didorong oleh lonjakan penjualan alat berat yang meningkatkan pendapatan usaha.

Per 31 Maret 2011, alat berat INTA dengan merek Volvo, Bobcat, SDLG, Mahindra dan Ingersoll Rand, mampu terjual sebanyak 296 unit atau meningkat hampir 121% dari total penjualan alat berat kuartal pertama tahun lalu yang mencapai 134 unit.

"Bahkan total penjualan Maret ditambah dengan order on hand hingga akhir Mei 2011 telah mencapai 1.027 unit atau hampir mencapai 80% dari target 2011 yang sebesar 1.293 unit. Angka tersebut telah melampaui total penjualan tahun 2010 sebesar 835 unit,” kata Petrus di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan pertumbuhan penjualan alat berat INTA tersebut berhasil meningkatkan pendapatan usaha menjadi Rp 729,98 miliar selama kuartal pertama 2011 dari Rp 340,25 miliar, atau melonjak sekitar 114% dibandingkan kuartal I-2010.

"Melihat kondisi pasar dan industri yang mendukung bisnis, serta pencapaian kinerja kuartal I ini, kami yakin INTA akan dapat melampaui target 2011, yakni penjualan Rp 2,99 triliun dan laba bersih Rp 155,8 miliar," tegas Petrus.

Rekomendasi HD Capital, 15 Juni 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 15 Juni 2011.
BUY: TLKM, ADRO, JSMR, ASII

Pasar mulai antisipasi dengan mengambil posisi terbelih dahulu untuk meeting the Fed tanggal 20 minggu depan yang akan membahas kontinuasi monetary easing QE3 di 2012.


  • IHSG close (14-06) 3.765.623(+16.297/+0.49%) (Val.Rp.3.4T) 

  • Support: 3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

1.      Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY) (Target Rp.7.550) (Close 14/06 Rp.7.300)

  • Koreksi open gap bawah cukup besar yang terjadi setelah diperdangkan ex dividend dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi posisi di big cap index driver dengan PER 2011 (11x) termurah ini .



  • Entry (1) Rp.7.250, Entry (2) Rp.7.150, Cut loss point: Rp.6.950


 

2.    Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp.2.500) (Close 14/06: Rp.2.400)

  • Bertahannya saham in diatas 50-days average dalam keadaan IHSG tertekan kemarin menadankan tren jangka pendek masih in-line untuk menuju resistance di level psikologis Rp.2.500.



  • Entry (1) Rp.2.400, Entry (2) Rp.2.300, Cut-loss point: Rp.2.225



3.    Jasa Marga (JSMR) (BUY): (Target: Rp.3.550) (Close 14/06 Rp.3.400)

  • Beberapa katalis positif seperti pembagian dividen, sector banking yang kondusif untuk pembiayaan proyek pembangunan jalan, pertumbuhan volume kendaraan, dan pengesahan aquisisi tanah yang masih dalam proses akan mewarnai momentum saham ini.



  • Entry: (1) Rp.3.375, Entry (2) Rp.3.300, Cut loss point: Rp.3.200

 




4.   Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp.58.850) (Close 14/06 Rp.57.250).


  • Sentimen negative dari berita turunnya laba Toyota di Jepang sebesar 35% akibat efek Tsunami kemarin sudah cukup tercermin dalam koreksi harga, rekomen akumulasi untuk proses perubahan tren keatas.


  • Entry: (1) Rp.56.900, Entry (2) Rp.56.150, Cut loss point: Rp.55.300


 


Dibuat oleh:

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 Juni 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 15 Juni 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, indeks naik 24 poin (0,65%) ke level 3.773. Meski begitu, asing melakukan net selling Rp 66,4 miliar. Secara teknikal, indeks hari ini berpotensi menguat, karena candlestick membentuk bullish harami. Pergerakannya berada di kisaran 3.746–3.807. Cermati ASII dan HRUM.

2. Kresna Sekurindo
Stochastic yang cenderung golden cross membuka peluang bagi IHSG untuk melanjutkan teknikal rebound. Hari ini, indeks akan bergerak di kisaran 3.745-3.800 dengan SMCB dan INDF sebagai saham pilihan.

3. Indo Premier Securities
Bursa Asia menanggapi positif data produksi industri Tiongkok yang lebih tinggi dari ekspektasi pasar.  Alhasil, IHSG menguat 24 poin ke level 3.773.  Kami melihat rebound-nya bursa saham kemarin masih rawan akan profit taking. Sebab, masih ada data ekonomi Amerika Serikat yang akan diumumkan pekan ini.

Tuesday, June 14, 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, 13 Juni 2011

Saham-saham yang dominan dibeli asing, Senin 13 Juni 2011.
Kode Saham                     Volume                          Jual                    Beli
ADMG 16.433.500 250.000 1.007.500
ADRO 45.760.000 3.302.500 16.249.500
AMAG 2.813.500 0 200.000
AMFG 348.500 0 24.000
ANTM 8.175.000 1.649.000 2.403.000
ARNA 647.500 0 70.500
ASGR 2.822.500 0 208.000
AUTO 55.500 10.000 44.000
BBCA 3.945.000 1.383.500 2.459.500
BBNI 13.535.500 301.500 1.396.500
BBRI 18.393.500 1.488.000 7.663.000
BBTN 5.913.500 0 2.328.000
BHIT 139.756.000 655.000 11.011.000
BIPI 58.581.000 0 30.000
BISI 2.934.500 32.500 296.000
BJBR 13.889.500 800.000 3.100.500
BKSW 901.000 0 750.000
BLTA 8.411.500 0 27.500
BMRI 10.779.000 1.004.500 1.972.500
BMTR 7.107.500 0 23.000
BNBA 205.500 0 105.500
BNGA 2.731.500 65.500 1.010.000
BNII 1.422.000 166.000 270.000
BORN 22.698.500 6.242.000 10.578.500
BRAU 18.771.500 0 9.736.000
BRMS 45.808.500 2.005.000 4.000.000
BSDE 13.188.000 2.742.500 5.501.000
BTON 56.000 0 48.500
BTPN 98.000 0 2.500
BUMI 95.468.500 11.169.000 19.362.500
BVIC 153.500 0 95.000
BWPT 4.899.500 265.000 4.525.000
BYAN 132.500 84.500 128.000
CFIN 1.528.000 0 261.000
CLPI 22.311.000 1.703.500 2.142.500
CMNP 24.898.500 75.000 1.010.500
CPIN 10.677.000 373.000 587.000
CTRA 7.420.500 1.804.500 4.866.500
CTRP 5.498.500 0 3.122.500
DAVO 8.814.500 0 62.500
ELSA 4.692.000 0 75.000
ELTY 260.909.500 400.000 500.000
EMTK 384.000 0 85.500
ENRG 454.019.000 820.000 39.266.000
EPMT 170.500 0 93.000
EXCL 10.542.500 465.500 4.836.000
GZCO 8.520.000 0 3.319.000
HEXA 299.500 97.000 153.000
HMSP 45.000 2.000 9.000
IGAR 6.687.000 0 25.000
INAF 2.579.500 0 30.000
INKP 1.132.500 159.500 230.000
INTA 17.677.500 0 32.500
INVS 360.000 226.500 334.500
ISAT 653.500 173.000 474.000
JKON 226.500 0 226.500
JSMR 11.743.000 590.000 927.000
KAEF 5.364.500 0 238.000
KIJA 15.457.500 0 5.500.000
KRAS 16.713.000 0 62.500
LPKR 42.872.000 4.373.500 27.964.500
LPPS 90.011.000 1.500.000 3.500.000
LSIP 7.798.500 2.365.500 2.807.000
MAIN 983.500 0 27.000
MAPI 1.533.000 246.000 644.500
MASA 27.021.000 3.119.500 6.320.000
MEGA 50.000 0 50.000
MIDI 1.311.000 0 207.500
MLPL 5.386.500 0 802.500
MPPA 1.223.500 0 390.500
PANS 681.000 0 25.000
PNBN 342.000 0 15.000
PNIN 2.355.000 0 400.500
PNLF 5.876.000 0 500.000
PTPP 1.932.500 0 1.845.000
RALS 2.260.000 0 324.000
RMBA 147.000 0 63.500
SCMA 102.500 0 32.000
SGRO 3.183.000 0 1.311.000
SMRA 4.387.500 1.034.000 1.664.000
SMSM 2.587.500 100.000 358.000
TBIG 3.104.500 717.500 1.085.000
TBLA 6.328.500 300.000 765.000
TKIM 204.000 5.000 37.500
TOTL 2.987.500 0 1.279.500
TSPC 144.000 0 136.000
UNSP 103.731.500 40.000 3.152.000
UNTR 2.934.500 1.235.000 1.658.000
WIKA 2.055.000 0 796.500
WINS 1.879.000 0 984.000

Sinar Mas sees 2.3 mln T palm oil output in 2011

* Output in Indonesia seen at 23 mln T in 2011 - Widjaja

* Unilever calls for global palm oil sustainability standards (Adds details, comments) 

Indonesia's Sinar Mas expects to produce 2.3 million tonnes of palm oil this year, or about 10 percent of the country's total, said Franky Widjaja, head of the conglomerate's agribusiness and CEO of Golden Agri-Resources (GAR). 

GAR had around 435,000 hectares of palm oil plantations in 2010, and targets expansion of 40,000 hectares per year, the firm said in February. 

"Indonesia's total is about 23 million tonnes," Widjaja told Reuters on the sidelines of a World Economic Forum event in Jakarta on Monday, when asked about 2011 output. 

"For ourselves, I think about 10 percent of that," he added. "We were producing around 8-10 percent of the (overall) production (last year)." 

Palm oil giant Sinar Mas Agro Resources & Technology, or SMART , runs the Indonesia palm oil operations of its Singapore-listed parent GAR. 

SMART had 134,765 hectares of palm oil plantations in Indonesia's Kalimantan and Sumatra in June last year. 

Last year, SMART released an independent audit after Greenpeace alleged that the company bulldozed high conservation value forests and damaged carbon-rich peatlands.
Major palm oil consumers such as Unilever (UNc.AS) , Nestle and Burger King stopped buying from SMART because of environmental concerns. 

"I'm very encouraged by some of the major companies here, and Pak Franky's company as well on the commitment he makes to zero peat development in Indonesia," Unilever Chief Executive Paul Polman said at the event. 

GAR said earlier this year it would work with the Indonesian government and non-profit organisation The Forest Trust in a bid to boost its green credentials.

GLOBAL PALM STANDARDS
Indonesia is seen as a key player in the fight against climate change and is under intense international pressure to curb its rapid deforestation rate and destruction of carbon-rich peatlands. 

Indonesia's agriculture ministry said in April that it planned to issue Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) certification to cover the operations of planters amid pressure from green groups to halt deforestation. 

The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), which groups planters, green groups and consumers, is the only other major group to have set up green standards for the industry.
But unlike RSPO, which does not impose sanctions on members that violate its voluntary standards, those found to be breaking ISPO rules will be punished by law, a ministry official said in November. 

"What we have to watch is that the Indonesia standards for sustainable palm oil are not going to be different from the Roundtable standards," added Polman. 

"Companies like ours, which cannot control where we buy from and where the product goes, cannot operate with five or ten different standards for every country ... You have to have global standards." 

Earlier this year, the new secretary general of the RSPO described the ISPO as "excellent" and said it would compliment the RSPO.

Speculative trading in commodities is also a hot topic for both food producers and consumers, with some governments looking to limit speculative positions held by traders.
"We have to really stop this speculation but still we need the platform to really trade," Widjaja said. "The commodity will need an exchange to do the trade, but this has been misused by a lot of fund managers, by using computer trading."
"They just trade and you can see it is very volatile -- sometimes it's not based on fundamentals anymore." Source: Reuters

Indonesia Shares May Find Support On Tuesday

The Indonesian stock market has closed lower in four straight trading days, declining more than 90 points or 2.5 percent in that span. The Jakarta Composite Index finished just below the 3,750-point plateau, and now traders are expecting little movement when the market opens on Tuesday.

The global forecast for the Asian markets offers little clarity, with traders waiting on a raft of economic data from China that is due out later this morning. Commodity prices also have stalled, leaving little guidance or investors, while technology stocks also may be soft. The European and U.S. markets were mixed, and the Asian bourses expected to follow suit.
The JCI finished sharply lower on Monday following consolidation among the energy producers and resource stocks.

For the day, the index dropped 38.89 points or 1 percent to finish at 3,748.76 after trading between 3,728.40 and 3,787.37.

Among the decliners, Energi Mega Persada plunged 3.4 percent, while Benakat Petroleum Energy fell 3.3 percent, Bumi Resources dropped 2.9 percent, Hexindo Adiperkasa lost 1.6 percent and Timah shed 2 percent.

The lead from Wall Street is fairly rudderless after drifting through a lackluster day of trading on Monday, as a spate of merger announcements was not enough to clear away the economic concerns that have weighed on stocks in recent weeks. The major averages posted modest gains in early trading, boosted by the announcement of a number of M&A deals. However, the early gains gave way in the mid-morning and stocks hovered around the unchanged mark through much of the session.

Last week, stocks continued a downtrend that began in early May. Friday saw the Dow close below the 12,000 mark for the first time since mid-March, as traders reacted to a string of weak economic reports.

Economic concerns continued to weigh on the market on Monday, though there was no fresh data to drive markets. There was a further sign of instability in Europe, however. S&P lowered its debt rating for Greece once again, another hit for that financially troubled country.

Merger deals were a key theme of corporate news on Monday. VF Corp. (VFC), the owner of the North Face brand of outdoor apparel, announced that it has reached a deal to buy hiking boot maker Timberland (TBL). The purchase is valued at $43 per share, or a total enterprise value of $2 billion net of cash acquired. Timberland jumped $13.21 to close at $43.20. Source: RRTNews

Rekomendasi HD Capital, 14 Juni 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 14 Juni 2011.
BUY: (BUMI, ASII, ENRG, BBRI)
Koreksi hebat di IHSG akibat imbas regional membuat banyak emitten menarik untuk di akumulasi mengingat scenario ekonomi domestic menunjang seperti prediksi GDP 6.5% dan inflasi 6% tahun ini dapat menarik liquiditas masuk ke asset berisiko berbentuk rupiah.
  • IHSG close (13-06) 3.813.623(-37.297/-1.01%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.770-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.      Bumi Resources (BUMI) (BUY) (Target Rp.3.450) (Close 13/06 Rp.3.325)
  • Aksi korporasi yang memotong utang sehingga terjadi peningkatan laba dari pengurangan beban bunga utang serta outlook batubara yang kondusif untuk 2011 menjadi katalis untuk akumulasi saham berkapitalisasi terbesar di sector batubara dan grup bakrie sendiri pasca koreksi yang terjadi selama beberapa hari ini.
  • Entry (1) Rp.3.325, Entry (2) Rp.3.250, Cut loss point: Rp.3.175
 
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp.58.100) (Close 13/06: Rp.56.600)
  • Skenario ekonomi kondusif seperti suku bunga tetap 6.75%, sovereign upgrade rating S&P ke BB+, proyeksi GDP diatas inflasi mendukung pertumbuhan kredit mobil sehingga target penjualan tahun ini dapat tercapai.
  • Entry (1) Rp.56.500, Entry (2) Rp.56.100, Cut-loss point: Rp.55.600
 
3.    Energi Mega Persada (ENRG) (BUY): (Target: Rp.220) (Close 13/06 Rp.197)
  • Skenario earnings recovery untuk 2011 dari proses restructuring hutang grup Bakrie serta gambaran technical yang menarik (pattern high low masih bertahan) membuatnya menarik di akumulasi pasca penurunan yang lumayan tajam dalam sehari.
  • Entry: (1) Rp.197, Entry (2) Rp.192, Cut loss point: Rp.189
 
4.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp.6.450) (Close 13/06 Rp.6.250).
  • Bisnis model yang solid dalam segmen micro lending dengan margin keuntungan tinggi dan pertumbuhan kredit diatas rata2 serta optimism akan laba dan pertumbuhan kredit untuk quartal kedua (Q2) 2011 merupakan katalis positif untuk menambah positif.
  • Entry: (1) Rp.6.250, Entry (2) Rp.6.100, Cut loss point: Rp.5.900
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 14 Juni 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 14 Juni 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, indeks turun 39 poin (-1,02%) ke level 3.748,76, terbesar dalam empat hari terakhir, menyusul sentimen negatif dari sejumlah bursa global. Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkoreksi dengan menembus garis MA 60 di level 3748. Hari ini, indeks diperkirakan masih bergerak terkoreksi terbatas  di kisaran 3.716–3.765. Cermati INTP dan AKRA.

2. Indo Premier Securities
Bursa Asia bergerak mixed namun sebagian besar lesu karena kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia.  Indeks hari ini akan dipengaruhi pengumuman inflasi Tiongkok. Pergerakannya di kisaran 3.675-3750.

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (14/6), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.722-3.780 Ketidakpastian akan global economic recovery masih memberikan sentimen negatif. Perhatikan BDMN, SMGR, TINS, EXCL.

4. Sucorinvest Central Gani
Indeks melemah 39 poin kemarin dipimpin oleh sektor komoditas, barang konsumsi,keuangan, manufaktur, aneka industri, properti, seiring merosotnya indeks regional. Hari ini indeks diperkirakan berfluktuasi melemah pada kisaran 3.719-3.761. Hold AKRA, BTEL, PTBA, sell ADRO, BBTN, BRPT, BUMI, DEWA, ITMG, UNVR.

Monday, June 13, 2011

Rekomendasi HD Capital, 13 Juni 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 13 Juni 2011.
BUY: (PTBA, BBRI, BMRI, PGAS)
  • Walaupun IHSG masih dalam kisaran sideways namun beberapa transaksi crossing negosiasi antara broker asing untuk big cap di kisaran harga atas memberikan kesimpulan bahwa pelaku pasar masih melakukan akumulasi vesrsus distribusi .
  • IHSG close (10-06) 3.813.623(-12.297/-0.31%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.770-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Perusahaan Bukit Asam (PTBA) (BUY) (Target Rp.21.800) (Close 10/06 Rp.20.950)
  • Optimisme kenaikan margin untuk proyeksi laba di 2011F EPS sebesar 7% dari outlook batubara dan kenaikan ASP (average selling price) belum sepenuhnya tercermin dalam harga sehingga koreksi
  • Entry (1) Rp.20.900, Entry (2) Rp.20.700, Cut loss point: Rp.20.300
   
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp.7.350) (Close 10/06 Rp.7.000)
  • Pasca koreksi dan konsolidasi selama lebih dari dua minggu membuat pelaku pasar mulai memperhatikan bank big cap dengan valuasi PER 2011 12x dan PBV 2.7x.
  • Secara technical mulai membentuk pattern "U" untuk melaksanakan technical rebound menutup price gap di Rp.7.250 
  • Entry: (1) Rp6.950, Entry (2) Rp.6.850, Cut loss point: Rp.6.750
 
3.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp.6.550) (Close 10/06 Rp.6.300)
  • Akumulasi di BBRI memperlihatkan ada upaya menahan laju penurunan IHSG sehingga bila terjadi technical rebound saham ini akan menjadi motor lokomotifnya.
  • Bisnis model yang solid dalam segmen micro lending dengan margin keuntungan tinggi dan pertumbuhan kredit diatas rata2 merupakan katali positif untuk menambah positif. 
  • Entry: (1) Rp.6.300, Entry (2) Rp.6.100, Cut loss point: Rp.5.900
 
4.       Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp.4.100) (Close 10/06 Rp.3.950)
  • Status bahan bakar gas sebagai alternative yang lebih murah versus diesel (75%) untuk sector industry dapat offset permasalahan suplai gas yang belum sepenuhnya terkuasi hingga kini.
  • Entry: (1) Rp.3.900, Entry (2) Rp.3.800, Cut loss point: Rp.3.725
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 13 Juni 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 13 Juni 2011.
1. E-Trading Securities
Perdagangan Jumat pekan lalu, indeks turun 18 poin (-0,49%) ke level 3.787. Net selling asing mencapai Rp 251,7 miliar. Secara teknikal, IHSG kembali bergerak terkoreksi setelah break dari garis support uptrend-nya. Hari ini indeks cenderung melemah di kisaran 3.757–3.810. Amati SMGR, SMCB, dan BWPT.

2. Kresna Sekurindo

Dengan ditutup di bawah level 3.789 pada perdagangan Jumat lalu, tekanan jual diperkirakan masih dapat berlanjut. Hari ini, pergerakan IHSG akan berada di level 3.760-3.812 dengan SMCB dan PGAS sebagai saham pilihan.

3. Trimegah Securities
Untuk dapat kembali menggapai zona hijau, support 3.790 merupakan level penentu. Momentum sinyal positif pada Stochastic di area oversold membuka peluang untuk kembali menguji risistance di level 3.830. Buy ASII, BBRI, UNTR.