Hasil riset PT Bank Mandiri Tbk oleh OSK Securities.
RISET MANDIRI oleh OSK
Monday, July 26, 2010
Riset BMRI oleh Batavia Prosperindo
Berikut hasil riset PT Bank Mandiri Tbk oleh Batavia Prosperindo.
Riset BMRI Oleh Batavia Prosperindo
Silent Operation INDF
Silent Operation terjadi di saham INDF. Saham ini sedikit diakumulasi, namun sedikit pula pihak yang menjual.
Tampaknya investor masih menunggu informasi yang spetakuler dari INDF. Broker UBS Securities hanya membeli 6.194 lot di harga rata-rata Rp 4.451 tanpa menjual sama sekali.
CIMB-GK Securities membeli 5.113 di harga rata-rata Rp 4.452 dengan hanya menjual 230 lot di harga Rp 4.460. Kemudian Ciptadana sebanyak 1.618 lot di harga rata-rata Rp 4.450 dengan menjual 1.076 lot (Rp 4.450).
Di pihak penjual, terdapat dua broker, yakni Kim Eng Sekuritas dan Trimegah yang hanya menjual masing-masing 2.820 lot (Rp 4.449) dan 2.397 (Rp 4.451). Kemarin, saham INDF naik Rp 25 menjadi Rp 4.450.
Tampaknya investor masih menunggu informasi yang spetakuler dari INDF. Broker UBS Securities hanya membeli 6.194 lot di harga rata-rata Rp 4.451 tanpa menjual sama sekali.
CIMB-GK Securities membeli 5.113 di harga rata-rata Rp 4.452 dengan hanya menjual 230 lot di harga Rp 4.460. Kemudian Ciptadana sebanyak 1.618 lot di harga rata-rata Rp 4.450 dengan menjual 1.076 lot (Rp 4.450).
Di pihak penjual, terdapat dua broker, yakni Kim Eng Sekuritas dan Trimegah yang hanya menjual masing-masing 2.820 lot (Rp 4.449) dan 2.397 (Rp 4.451). Kemarin, saham INDF naik Rp 25 menjadi Rp 4.450.
CIMB Koleksi TINS
CIMB-GK Securities Indonesia (kode perdagangan YU) mengoleksi saham PT Timah Tbk dengan memborong 18.791 lot di harga rata-rata Rp 2.422. YU hanya menjual sebanyak 1.759 lot di harga rata-rata Rp 2.424.
Broker lainnya yang mengoleksi saham Timah adalah Deutsche Securities Indonesia sebanyak 8.731 lot (Rp 2.427) dengan hanya menjual 400 lot (Rp 2.425).
Pratama Capital berada di peringkat ketiga broker pemborong TINS, sebanyak 5.034 lot (Rp 2.421) dengan hanya menjual 8 lot di harga Rp 2.425.
Lautandhana Securindo memborong 3.995 lot di harga Rp 2.431 dengan menjual hanya 505 lot (Rp 2.423). Satu-satunya broker asing yang banyak melepas saham ini adalah CLSA Indonesia, yakni sebanyak 10.507 lot di harga Rp 2.424. Kemarin, TINS ditutup naik Rp 75 menjadi Rp 2.425.
Broker lainnya yang mengoleksi saham Timah adalah Deutsche Securities Indonesia sebanyak 8.731 lot (Rp 2.427) dengan hanya menjual 400 lot (Rp 2.425).
Pratama Capital berada di peringkat ketiga broker pemborong TINS, sebanyak 5.034 lot (Rp 2.421) dengan hanya menjual 8 lot di harga Rp 2.425.
Lautandhana Securindo memborong 3.995 lot di harga Rp 2.431 dengan menjual hanya 505 lot (Rp 2.423). Satu-satunya broker asing yang banyak melepas saham ini adalah CLSA Indonesia, yakni sebanyak 10.507 lot di harga Rp 2.424. Kemarin, TINS ditutup naik Rp 75 menjadi Rp 2.425.
Merrill Lynch Gantikan Deutsche Borong BJBR
Menyusul kinerja yang solit pada semester I-2010, sejumlah broker asing masih terus mengoleksi saham Bank Jabar. Jika pada Jumat, Deutsche Securities banyak memborong, kini pada Senin (26/7) giliran Merrill Lynch Indonesia membukukan pembelian 29 ribu lot di harga rata-rata Rp 1.247 tanpa menjual saham sekali.
Broker lainnya yang memborong tanpa menjual sama sekali adalah Credit Suisse Securities Indonesia. Broker ini berada di peringkat ketiga pembeli terbanyak, yakni 15.585 lot di harga rata-rata Rp 1.242.
Deutsche Securities berada di peringkat kelima broker terbanyak yang memborong saham Bank Jabar. Broker ini membeli 8.268 lot di harga Rp 1.230 tanpa menjual sama sekali.
Urutan kedua broker pemborong saham Bank Jabar adalah CLSA Indonesia, yakni sebanyak 29.867 lot di harga Rp 1.241 dengan menjual 7.711 lot di harga rata-rata Rp 1.251. Kemudian Indo Premier Securities di peringkat keempat, dengan membeli 13.710 lot di harga Rp 1.237 dengan menjual 5.301 lot (Rp 1.245).
Harga saham Bank Jabar ditutup menguat 50 poin menjadi Rp 1.250/saham.
Broker lainnya yang memborong tanpa menjual sama sekali adalah Credit Suisse Securities Indonesia. Broker ini berada di peringkat ketiga pembeli terbanyak, yakni 15.585 lot di harga rata-rata Rp 1.242.
Deutsche Securities berada di peringkat kelima broker terbanyak yang memborong saham Bank Jabar. Broker ini membeli 8.268 lot di harga Rp 1.230 tanpa menjual sama sekali.
Urutan kedua broker pemborong saham Bank Jabar adalah CLSA Indonesia, yakni sebanyak 29.867 lot di harga Rp 1.241 dengan menjual 7.711 lot di harga rata-rata Rp 1.251. Kemudian Indo Premier Securities di peringkat keempat, dengan membeli 13.710 lot di harga Rp 1.237 dengan menjual 5.301 lot (Rp 1.245).
Harga saham Bank Jabar ditutup menguat 50 poin menjadi Rp 1.250/saham.
ABN AMRO Keep BUY ADARO
Broker ABN AMRO Asia Securities terus mengoleksi saham PT Adaro Energy Tbk yang pada perdagangan Senin (26/7) ditutup pada harga Rp 2.025.
Broker ini memborong 40.432 lot di harga rata-rata Rp 2.053 dengan hanya menjual 1.283 lot (Rp 2.050).
Broker aktif lainnya yang membeli saham Adaro adalah Macquarie Securities Indonesia sebanyak 39.919 lot di harga Rp 2.052 dengan hanya menjual 4.310 lot (Rp 2.048).
CIMB-GK Securities memborong 37.610 lot (Rp 2.066) dengan hanya menjual 2.853 lot (Rp 2.069). JP Morgan memborong 24.409 lot di harga rata-rata Rp 2.063 tanpa menjual sama sekali saham Adaro.
Melihat aksi broker-broker besar yang terus mengoleksi saham ini, Adaro bisa dicermati pada perdagangan Selasa esok. Investor bisa masuk di harga Rp 2.000 atau di bawahnya.
Broker ini memborong 40.432 lot di harga rata-rata Rp 2.053 dengan hanya menjual 1.283 lot (Rp 2.050).
Broker aktif lainnya yang membeli saham Adaro adalah Macquarie Securities Indonesia sebanyak 39.919 lot di harga Rp 2.052 dengan hanya menjual 4.310 lot (Rp 2.048).
CIMB-GK Securities memborong 37.610 lot (Rp 2.066) dengan hanya menjual 2.853 lot (Rp 2.069). JP Morgan memborong 24.409 lot di harga rata-rata Rp 2.063 tanpa menjual sama sekali saham Adaro.
Melihat aksi broker-broker besar yang terus mengoleksi saham ini, Adaro bisa dicermati pada perdagangan Selasa esok. Investor bisa masuk di harga Rp 2.000 atau di bawahnya.
Cermati Saham PTPP!!!!
Cermati saham PTPP (Pembangunan Perumahan). Pada penutupan Senin (26 Juli 2010) berhasil ditutup pada rekor tertingginya, Rp 770.
Sejumlah broker tercatat memborong saham ini dengan melepas sedikit saham. Deutsche Securities Indonesia berada di peringkat teratas broker yang paling aktif memborong saham PTPP, sebanyak 19.650 lot di harga rata-rata Rp 764,91, tanpa menjual sama sekali.
Broker Suprasurya Danawan Sekuritas membeli 18.676 lot di harga rata-rata Rp 762 dan hanya menjual 6.300 lot (Rp 762). Broker ini tercatat konsisten mengoleksi saham ini sejak sebulan terakhir. Suprasurya dengan kode WW selalu mengoleksi harga PTPP mulai dari harga Rp 650.
Prime Capital Securities membeli 26.892 lot di harga rata-rata Rp 759 dan menjual 17.765 lot di harga Rp 765. Kemudian Danareksa Sekuritas sebanyak 9.009 lot (Rp 761) dan menjual 5.793 lot (Rp 762).
Mahakarya Arthasecurities membeli 2.716 lot (Rp 767) dan menjual hanya 350 lot di harga rata-rata Rp 761.
Sejumlah broker tercatat memborong saham ini dengan melepas sedikit saham. Deutsche Securities Indonesia berada di peringkat teratas broker yang paling aktif memborong saham PTPP, sebanyak 19.650 lot di harga rata-rata Rp 764,91, tanpa menjual sama sekali.
Broker Suprasurya Danawan Sekuritas membeli 18.676 lot di harga rata-rata Rp 762 dan hanya menjual 6.300 lot (Rp 762). Broker ini tercatat konsisten mengoleksi saham ini sejak sebulan terakhir. Suprasurya dengan kode WW selalu mengoleksi harga PTPP mulai dari harga Rp 650.
Prime Capital Securities membeli 26.892 lot di harga rata-rata Rp 759 dan menjual 17.765 lot di harga Rp 765. Kemudian Danareksa Sekuritas sebanyak 9.009 lot (Rp 761) dan menjual 5.793 lot (Rp 762).
Mahakarya Arthasecurities membeli 2.716 lot (Rp 767) dan menjual hanya 350 lot di harga rata-rata Rp 761.
Semester I-2010, RI Produksi 124 Juta Ton Batubara
Realisasi produksi batubara secara nasional mencapai 124 juta ton hingga semester I-2010 atau sekitar 47,32% dari target yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 262 juta ton.
Dari total produksi sepanjang Januari-Juni 2010 tersebut, sebanyak 111,5 juta ton berasal dari pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), sementara dari pemegang izin kuasa pertambangan (KP) atau izin usaha pertambangan (IUP) sebanyak 7,5 juta ton.
"Sisanya sebanyak 5 juta ton berasal dari PT Bukit Asam," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Witoro Soelarno dalam pesan singkatnya, Senin (26/7).
Dari realisasi produksi tersebut, Indonesia telah mengekspor batubara sebanyak 95,5 juta ton kepada para pembeli di luar negeri.
"Sementara untuk penjualan domestik 26 juta ton," tambahnya. Sumber: Detikfinance
Dari total produksi sepanjang Januari-Juni 2010 tersebut, sebanyak 111,5 juta ton berasal dari pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B), sementara dari pemegang izin kuasa pertambangan (KP) atau izin usaha pertambangan (IUP) sebanyak 7,5 juta ton.
"Sisanya sebanyak 5 juta ton berasal dari PT Bukit Asam," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral Batubara dan Panas Bumi, Witoro Soelarno dalam pesan singkatnya, Senin (26/7).
Dari realisasi produksi tersebut, Indonesia telah mengekspor batubara sebanyak 95,5 juta ton kepada para pembeli di luar negeri.
"Sementara untuk penjualan domestik 26 juta ton," tambahnya. Sumber: Detikfinance
Laba Bersih Intiland Melonjak 3.441%
PT Intiland Development Tbk (DILD) membukukan laba bersih mencapai Rp 223,1 miliar di paruh pertama tahun 2010. Angka ini naik 3.441% atau 35 kali lipat dibandingkan periode yang sama 2009 sebesar Rp 6,3 miliar.
Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland Lennard Ho Kian Guan, apabila dibandingkan hasil triwulan I-2010 perolehan laba bersih tersebut juga meningkat sebesar 162,1%.
Menurutnya, lonjakan laba bersih yang signifikan tersebut terutama disebabkan meningkatnya nilai penjualan sektor perumahan, terutama dari proyek Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili, Surabaya. Penjualan dari sektor ini tercatat mencapai Rp 392,6 miliar atau naik 192,6% dibandingkan semester I 2009.
“Kami juga mencatat keuntungan penjualan investasi jangka panjang sebesar Rp 136,6 miliar dari pelepasan saham anak usaha PT Grand Interwisata. Pada enam bulan pertama tahun ini, kami berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 455,2 miliar, atau naik 134% ketimbang semester I-2009,” kata Lennard dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (26/7).
Ia mengatakan, penjualan bersih dari sektor perumahan masih memberikan kontribusi terbesar. Sektor ini tercatat memberikan kontribusi pendapatan sebesar 86%, disusul jasa sewa dan pemeliharaan sebesar 8%, sarana olah raga sebesar 5%, dan sisanya dari pendapatan lain-lain.
Peningkatan nilai pendapatan tersebut, menurut Lennard, memberi pengaruh signifikan terhadap laba usaha Intiland. Enam bulan pertama tahun ini, laba usaha Intiland mencapai Rp 169,3 miliar, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan semester I 2009 sebesar Rp 43,9 miliar.
Intiland juga berhasil menekan beban bunga sepanjang semester I 2010, akibat adanya pelunasan sebagian utang. Akibatnya beban bunga perseroan sepanjang semester I 2010 hanya Rp 20,1 miliar, atau turun sebesar Rp 6,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lennard mengatakan, tahun ini perseroan masih akan fokus pada strategi meningkatkan penjualan. Perseroan juga akan mendivestasi aset-aset yang masuk kategori bukan inti, kurang mengutungkan, dan sudah matang.
"Hasil dari penjualan akan kami investasikan ke proyek-proyek baru dan memberikan tingkat pengembalian investasi yang optimal. Kami telah menyiapkan sejumlah proyek baru yang potensial, termasuk beberapa proyek yang nilainya cukup besar dan bersifat jangka panjang," katanya.
Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Intiland Lennard Ho Kian Guan, apabila dibandingkan hasil triwulan I-2010 perolehan laba bersih tersebut juga meningkat sebesar 162,1%.
Menurutnya, lonjakan laba bersih yang signifikan tersebut terutama disebabkan meningkatnya nilai penjualan sektor perumahan, terutama dari proyek Taman Semanan Indah, Jakarta dan Graha Famili, Surabaya. Penjualan dari sektor ini tercatat mencapai Rp 392,6 miliar atau naik 192,6% dibandingkan semester I 2009.
“Kami juga mencatat keuntungan penjualan investasi jangka panjang sebesar Rp 136,6 miliar dari pelepasan saham anak usaha PT Grand Interwisata. Pada enam bulan pertama tahun ini, kami berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 455,2 miliar, atau naik 134% ketimbang semester I-2009,” kata Lennard dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (26/7).
Ia mengatakan, penjualan bersih dari sektor perumahan masih memberikan kontribusi terbesar. Sektor ini tercatat memberikan kontribusi pendapatan sebesar 86%, disusul jasa sewa dan pemeliharaan sebesar 8%, sarana olah raga sebesar 5%, dan sisanya dari pendapatan lain-lain.
Peningkatan nilai pendapatan tersebut, menurut Lennard, memberi pengaruh signifikan terhadap laba usaha Intiland. Enam bulan pertama tahun ini, laba usaha Intiland mencapai Rp 169,3 miliar, atau naik hampir tiga kali lipat dibandingkan semester I 2009 sebesar Rp 43,9 miliar.
Intiland juga berhasil menekan beban bunga sepanjang semester I 2010, akibat adanya pelunasan sebagian utang. Akibatnya beban bunga perseroan sepanjang semester I 2010 hanya Rp 20,1 miliar, atau turun sebesar Rp 6,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lennard mengatakan, tahun ini perseroan masih akan fokus pada strategi meningkatkan penjualan. Perseroan juga akan mendivestasi aset-aset yang masuk kategori bukan inti, kurang mengutungkan, dan sudah matang.
"Hasil dari penjualan akan kami investasikan ke proyek-proyek baru dan memberikan tingkat pengembalian investasi yang optimal. Kami telah menyiapkan sejumlah proyek baru yang potensial, termasuk beberapa proyek yang nilainya cukup besar dan bersifat jangka panjang," katanya.
Final Result 1st Half 2010 Bank Jabar
Net profit Bank Jabar Rp 548,27 miliar (2010) compare Rp 398,75 miliar (2009)
Perkembangan Bank Jabar (Rp triliun)
Perkembangan Bank Jabar (Rp triliun)
| 2009 | 2010 | % | |
| Aset | 30,27 | 39,34 | 29,96 |
| Kredit | 17,9 | 20,44 | 14,19 |
| Pendapatan bunga bersih | 0,941 | 1,26 | 33,90 |
| Laba bersih | 0,398 | 0,548 | 37,69 |
| NIM | 7.53% | 7.74% | |
| NPL Gross | 0.99% | 1.06% | |
| ROA | 3.85% | 4.08% | |
| ROE | 31.77% | 32.28% | |
| EPS 60.78 75.39 Sumber: Laporan keuangan | |||
G-Resources Sees Gold Spiking Up to $2,000 an Ounce on Supply Constraints
G-Resources Group Ltd., whose development of a gold mine in Indonesia has been delayed by six months, said prices may reach $2,000 an ounce because of supply constraints and investment demand.
“We’ve got no doubts you’ll see spikes up to $1,500 and probably $2,000 over the next few years,” G-Resources Vice Chairman Owen Hegarty said in an interview. “Demand is strong and is only going to get stronger. Constraints on supply have seen production fall in past decade, and the discovery and development of new mines just hasn’t caught up.”
Gold reached a record $1,265.30 on June 21 as investors sought to protect their wealth against financial turmoil and declining currencies. Hong Kong-based G-Resources said yesterday that floods had increased the costs of its Martabe project by $80 million to $440 million.
“We still have enough money in the bank to pay those extra capital costs,” Hegarty said in an interview on July 23. The company is targeting full-year output of 250,000 ounces.
G-Resources rose 1.4 percent to 36 cents at 9:50 a.m. in Hong Kong. They’ve dropped 27 percent this year. The Martabe start-up was delayed to the fourth quarter next year, the company said July 11. Its earlier target was the first-quarter.
“It’s cost us six months in time,” Hegarty said.
Hiring Leighton
Leighton Holdings Ltd. was awarded a $150 million contract for an initial 65 months to operate mining services at Martabe, G-Resources said today in a statement to the Hong Kong stock exchange.
G-Resources sold $587 million in shares last year to fund the acquisition and development of the Indonesian mine. The company is considering more acquisitions in Asia, Hegarty said.
“Indonesia in particular looks great, but we’re also looking in Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam and China,” he said. “We’re looking at projects that already have a resource, or perhaps in projects being built by companies that need some help. We’d prefer an operation.”
Newcrest Mining Ltd., Australia’s largest gold mining company, has agreed to buy Port Moresby, Papua New Guinea-based Lihir Gold Ltd., the No. 2 producer traded on the Australian stock exchange, to create the world’s fifth-biggest gold company.
“It’s happening at the big end of town,” Hegarty said. “Newcrest has to be acquisitive because in needs to continue to add gold to its portfolio. The smaller companies will be looking toward consolidation to grow their resource base.”
UBS AG raised its 2010 price forecast for bullion to $1,205 an ounce on July 23. Bullion for immediate delivery fell 20 cents to $1,189 an ounce at 6:06 a.m. Perth time today. Source Bloomberg.
Laba Kalbe Farma semester I Melonjak 43,55%
PT Kalbe Farma Tbk mencetak pertumbuhan laba bersih 43,55% pada semester I-2010 dibandingkan dengan semester I-2009 berkat kenaikan penjualan bersih.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Kalbe membukukan laba bersih Rp 572,34 miliar atau Rp 89 per saham pada semester I-2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 398,71 miliar atau Rp 71 per saham.
Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, laba usaha Kalbe Farma juga naik 20,02% dari Rp 698,39 miliar pada semester I-2009 menjadi Rp 838,21 miliar pada semester I tahun ini.
Akibatnya, marjin usaha emiten farmasi itu naik dari 16,56% pada semester I tahun lalu menjadi 17,81% pada 6 bulan pertama tahun ini.
Penjualan bersih Kalbe Farma pada semester I-2010 mencapai Rp 4,71 triliun, tumbuh 11,61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,22 triliun.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Kalbe membukukan laba bersih Rp 572,34 miliar atau Rp 89 per saham pada semester I-2010 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 398,71 miliar atau Rp 71 per saham.
Seiring dengan pertumbuhan laba bersih, laba usaha Kalbe Farma juga naik 20,02% dari Rp 698,39 miliar pada semester I-2009 menjadi Rp 838,21 miliar pada semester I tahun ini.
Akibatnya, marjin usaha emiten farmasi itu naik dari 16,56% pada semester I tahun lalu menjadi 17,81% pada 6 bulan pertama tahun ini.
Penjualan bersih Kalbe Farma pada semester I-2010 mencapai Rp 4,71 triliun, tumbuh 11,61% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 4,22 triliun.
Saham Pilihan Pekan V Juli 2010
Untuk sepanjang pekan ini, investor bisa mencermati pergerakan empat saham yang saya pilih karena memiliki keunggulan fundamental. Keempat saham itu adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO), PT Timah Tbk, dan PT Bank Jabar Banten Tbk.
PGAS dipilih karena pergerakan saham ini boleh dikatakan relatif tertinggal dibandingkan saham-saham blue chips lainnya. Di sisi fundamental, kinerjanya pun tidak diragukan lagi. Kinerja pada semester I-2010 akan sangat kuat berkat kontribusi kenaikan harga gas mulai 1 April 2010 untuk pelanggan industri dan komersial.
Secara rata-rata, harga gas untuk pelanggan dengan pemakaian di atas 300 ribu m3 per bulan menjadi sebesar US$ 4,30/MMBTU + Rp743 /m3. Rincian harga gas tersebut pun telah disosialisasikan kepada pelanggan di masing-masing wilayah.
Menurut Kepala Badan BP Migas R Priyono, harga gas untuk industri ditetapkan naik sebesar 15% per 1 April 2010.
Saham ini akan mencoba melewati harga Rp 4.200 setelah hari Jumat pekan lalu ditutup di harga Rp 4.150. Jika berhasil, penguatan akan berlanjut ke atas Rp 4.500.
Saham INCO bakal naik seiring dengan kenaikan harga nikel dunia dan harga minyak mentah. Penjualan perseroan juga masih kuat pada semester I-2010 ini terlihat dari permintaan baja dunia.
Saham Timah (TINS) juga serupa dengan INCO. Harga TINS sudah berhasil tembus 19.000 untuk pertama kalinya diiringi dengan stok yang kian menipis di London Metal Exchange.
Terakhir, saham Bank Jabar menyusul kinerja yang kuat. NIM perseroan, sama seperti bank-bank BPD lain, selalu berkisar di atas 7%.
Saham Timah (TINS) juga serupa dengan INCO. Harga TINS sudah berhasil tembus 19.000 untuk pertama kalinya diiringi dengan stok yang kian menipis di London Metal Exchange.
Terakhir, saham Bank Jabar menyusul kinerja yang kuat. NIM perseroan, sama seperti bank-bank BPD lain, selalu berkisar di atas 7%.
Deutsche BJBR Raising Earnings Estimates TP IDR 1.500
Deutsche Securities mengeluarkan riset soal Bank Jabar pada Jumat pekan lalu dengan menargetkan harga Rp 1.500. Riset ini direspons dengan aksi borong saham Bank Jabar oleh para nasabahnya.
Target price upgrade to Rp1,500 (from Rp1,250); maintain Buy
We raise our Bank Jabar target price to Rp 1,500 (from Rp 1,250), implying 2.7x 11F book and 13.6x 11F earnings (at par to the sector's current valuations).
Target price upgrade to Rp1,500 (from Rp1,250); maintain Buy
We raise our Bank Jabar target price to Rp 1,500 (from Rp 1,250), implying 2.7x 11F book and 13.6x 11F earnings (at par to the sector's current valuations).
Despite thestock's strong performance, Bank Jabar remains our top pick in our small banking universe. This reflects our earnings upgrades of 18% for 2010F to Rp 952bn, 10% for 2011F to Rp1,082bn and 8% for 2012F to Rp 1,280bn, which are in line with management's IPO guidance.
These would imply a higher ROAE of over 20% than industry average, despite Jabar's exceptionally high Tier I, exceeding 20%.
Earnings upgrades by 8-18% for 2010-12F
Based on 1Q10 results, we raise our earnings forecasts by 8-18% for the 2010-12F forecast years. Our revised forecasts are now in line with management IPO guidance, and imply an ROAE of more than 20%.
Earnings upgrades by 8-18% for 2010-12F
Based on 1Q10 results, we raise our earnings forecasts by 8-18% for the 2010-12F forecast years. Our revised forecasts are now in line with management IPO guidance, and imply an ROAE of more than 20%.
With the IPO proceeds in July2010, we expect a stronger 2H10, providing further upside risk to our forecasts.
High profitability compares to peers
On Tier I adj ROE (using Tier I of 15% as a reference), with Tier I of more than 20%, the adj ROAE would have exceeded 25% - easily making Jabar the mostprofitable bank.
High profitability compares to peers
On Tier I adj ROE (using Tier I of 15% as a reference), with Tier I of more than 20%, the adj ROAE would have exceeded 25% - easily making Jabar the mostprofitable bank.
In addition, the bank also has one of the lowest NPL ratios, at approximately 2.0%. Its large consumer loan portfolio (75% of total loan book), ofwhich 95% are to civil servants whose payrolls are distributed through the bank’s network, has an NPL ratio of just 0.2%. The bank’s strategic decision toincreasingly capture pensioners’ loans would enhance future earnings.
Target price Rp1,500 (from Rp1,250); risks: two-region exposure, competition
Our target price is derived from a Gordon growth model (see page 5). Risks areexposure to WJB/Jakarta economic development, competition and higher NPLs.
Target price Rp1,500 (from Rp1,250); risks: two-region exposure, competition
Our target price is derived from a Gordon growth model (see page 5). Risks areexposure to WJB/Jakarta economic development, competition and higher NPLs.
Rekomendasi HD Capital 26 Juli 2010
BUY: (ADRO, ITMG,ANTM, SMGR)
* Optimisme pasar untuk pasca pertumbuhan laba emitten 1H 2010 dapat menahan profit taking di IHSG diatas level psikologis 3.000, sehingga rekomen akumulasi terutama di counter batubara.
* IHSG close (23-07) 3.042.43(+32.110/+1.07%) (Val.Rp.3.2T)
* Support: 2.994-2.950-2.880, Resistance: 3.050-3.100
Stock picks:
1. Adaro Energy (ADRO): (BUY) (Target: Rp.2.200) (close 23/07 Rp.2.050)
* Harga minyak yang bermain medekati $80/b dapat memicu harga batubara untuk akhirnya menembus level psikologis US$100/ton.
* Bila itu terjadi maka asing akan mengincar saham batubara dengan kapitalisasi terbesar yaitu ADRO (Rp.64T) sehingga rekomen akumulasi.
* Entry: (1) Rp.2.025, Entry (2) Rp.1.980, Cut loss point: Rp.1.960
2. Indo Tambang (ITMG) (BUY): (Target: Rp.40.500) (Close 23/07 Rp.38.850)
* Saham batubara ini mempunyai market cap terbesar setelah ADRO dengan rasio profitabiltas (ROE09 & NPM09) tertinggi di sektornya serta posisi hutang rendah (DER dibawa 1x) memberikannya kemampuan leverage capex yang masih bisa di optimalkan.
* Entry (1) Rp.38.650, (2) Rp.38.200, Cut loss point: Rp.37.400
3. Aneka Tambang (ANTM) (BUY): (Target: Rp.2.250) (close 22/07 Rp.2.050)
* Pasar mulai pricing in recovery nickel & positive earnings outlook yang lebih aggressif untuk 2H 2010 yang didukung oleh kenaikan harga komoditas akibat berjalannya pemulihan global.
* Entry: (1) Rp.2.000, Entry: (2) 1.950, Cut loss point: Rp.1.875
4. Semen Gresik (SMGR): (BUY) (Target: Rp.9.475) (close 23/07 Rp.9.200)
* Valuasi PER09 termurah di sektornya, prospek pertumbuhan semen yang dapat naik 8% versus tahun lalu (YOY), serta utilisasi kemampuan pabrik yang belum maksimal dapat memberikan alasan untuk investor akumulasi kembali pasca koreksi dari new high minggu lalu.
* Entry: (1) Rp.9.150, Entry (2) Rp.8.950, Cut loss point: Rp.8.800
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)
Rekomendasi Senin, 26 Juli 2010
Berikut ini rekomendasi beberapa perusahaan sekuritas untuk perdagangan saham hari ini, Senin 26 Juli 2010.
1. e-Trading Securities
IHSG ditutup menguat 32 poin (1,06%) mengikuti pergerakan indeks regional dipengaruhi hasil stress test dan earning perusahan AS. Sementara itu, RSI dan stochastic menunjukkan bahwa IHSG masih berada di area oversold dan ada potensi melakukan death cross, sehingga kita perlu berhati –hati. Hari ini, IHSG berada dalam kisaran 2.996–3.090. Saham yang dapat diperhatikan ADRO, ANTM, dan BUMI.
2. Trimegah Securities
Rally IHSG berhasil mencetak level tertinggi baru dengan penguatan sebesar 1,1% ke level 3.042 pada Jumat (23/7) pekan lalu. Peluang untuk kembali menguat terbuka mengingat pola ascending triangle telah terkonfirmasi memiliki target kenaikan ke kisaran 3.120-3.130.
1. e-Trading Securities
IHSG ditutup menguat 32 poin (1,06%) mengikuti pergerakan indeks regional dipengaruhi hasil stress test dan earning perusahan AS. Sementara itu, RSI dan stochastic menunjukkan bahwa IHSG masih berada di area oversold dan ada potensi melakukan death cross, sehingga kita perlu berhati –hati. Hari ini, IHSG berada dalam kisaran 2.996–3.090. Saham yang dapat diperhatikan ADRO, ANTM, dan BUMI.
2. Trimegah Securities
Rally IHSG berhasil mencetak level tertinggi baru dengan penguatan sebesar 1,1% ke level 3.042 pada Jumat (23/7) pekan lalu. Peluang untuk kembali menguat terbuka mengingat pola ascending triangle telah terkonfirmasi memiliki target kenaikan ke kisaran 3.120-3.130.
Namun perlu diingat juga bahwa IHSG yang telah melambung tinggi dapat mengakibatkan pelaku pasar melakukan aksi profit taking, dan akan memberikan tekanan terhadap laju indeks. Hari ini, IHSG diprediksi bergerak di kisaran 3.017-3.050. Saham pilihan BMRI dan SMGR.
3. Kresna Securities
Data ekonomi Eropa yang di atas perkiraan membuat pelaku pasar kembali berburu saham komoditas, sehingga IHSG kembali mencetak rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu, meskipun indikator stochastic dan RSI menunjukkan mendekati jenuh beli. Hasil stress test perbankan Eropa yang dirilis Jumat lalu akan menjadi sentimen pengerak pasar minggu ini. Hari ini, IHSG diperkirakan masih mencoba mencetak rekor baru dan bergerak di kisaran 3.020-3.070.
4. Erdikha Elit SekuritasIHSG ditutup menguat 32,1 poin (1,06%) menjadi 3.042,02 akhir pekan lalu, dengan ditopang kenaikan saham perkebunan. Walaupun masih memiliki potensi menguat, secara teknikal, indeks mulai bergerak di area rawan profit taking. Pasalnya, indikator RSI dan stochastic mengonfirmasi berada di area overbought. Pergerakan IHSG kami perkirakan bergerak pada kisaran 2.994-3.059 hari ini. Saham yang patut diperhatikan TINS dan DOID.
Data ekonomi Eropa yang di atas perkiraan membuat pelaku pasar kembali berburu saham komoditas, sehingga IHSG kembali mencetak rekor tertinggi pada Jumat pekan lalu, meskipun indikator stochastic dan RSI menunjukkan mendekati jenuh beli. Hasil stress test perbankan Eropa yang dirilis Jumat lalu akan menjadi sentimen pengerak pasar minggu ini. Hari ini, IHSG diperkirakan masih mencoba mencetak rekor baru dan bergerak di kisaran 3.020-3.070.
4. Erdikha Elit SekuritasIHSG ditutup menguat 32,1 poin (1,06%) menjadi 3.042,02 akhir pekan lalu, dengan ditopang kenaikan saham perkebunan. Walaupun masih memiliki potensi menguat, secara teknikal, indeks mulai bergerak di area rawan profit taking. Pasalnya, indikator RSI dan stochastic mengonfirmasi berada di area overbought. Pergerakan IHSG kami perkirakan bergerak pada kisaran 2.994-3.059 hari ini. Saham yang patut diperhatikan TINS dan DOID.
Asia Securities: BUY Saham PT Berau Coal Energy Tbk
Asia Securities merekomendasikan "Buy" atas IPO saham PT Berau Coal Energy Tbk. Silahkan lihat kajian lengkapnya.
Berau Coal by Asia Securities
Berau Coal by Asia Securities
Sunday, July 25, 2010
Prospek IPO PT Berau Coal Energy Tbk
Berikut ini prospek saham PT Berau Coal Energy Tbk yang menawarkan harga Rp 300-400/saham. Kajiannya dibuat oleh BNI Securities.
IPO Highlights PT Berau Coal Energy Tbk
IPO Highlights PT Berau Coal Energy Tbk
Ekspor CPO Indonesia Juni 2010 Capai 1,14 Juta Ton
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan, volume ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya pada Juni 2010 mencapai 1,135 juta ton atau naik 96 ribu ton dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,039 juta ton.
Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan di Jakarta, Minggu mengatakan, kenaikan tersebut didorong peningkatan kebutuhan CPO dan turunannya dari Bangladesh , India dan Pakistan .
Menjelang bulan Ramadhan, tambahnya, produsen minyak makan dan makanan di ketiga negara tersebut menyiapkan pasokan bahanbaku yang salah salah satunya berasal dari minyak sawit Indonesia .
"Tentu saja, mereka akan terus menambah pembelian minyak sawit hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri," katanya.
Dia mencontohkan,Bangladesh mengimpor CPO dan produk turunannya dari Indonesia sebesar 58.779 ton pada Juni, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 30.800 ton.
SedangkanPakistan mulai membeli kembali CPO dan produk turunan dari Indonesia sebanyak 19.250 ton.
Sementara itu India mengimpor CPO dari Indonesia sebesar 365.910 ton, RBD Olein sebanyak 73.050 ton, Crude Olein berjumlah 27.800 ton, RBD Palm Oil (PO) sebesar 1.000 ton dan PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) 8.270 ton.
Dengan demikian, lanjutnya, berarti total volume impor CPO dan produk turunannya mencapai 476.030 ton pada Juni, naik dari Mei yang hanya 328.102 ton.
Meski kampanye negatif gencar dilakukan sejumlah kalangan, ekspor CPO dan produk turunanIndonesia ke Eropa tetap stabil berjumlah 231.987 ton untuk Juni.
Bahkan, khusus permintaan CPO meningkat menjadi 173.262 ton pada Juni dibandingkan Mei yang sebesar 136.562 ton. Untuk produk turunan CPO, Eropa mengimpor dariIndonesia antara lain RBD PO sebanyak 32.605 ton, RBD Olein berjumlah 2.000 ton, RBD Stearin sebesar 21.619 ton dan PFAD sebanyak 2.500 ton.
Menjelang bulan Ramadhan, tambahnya, produsen minyak makan dan makanan di ketiga negara tersebut menyiapkan pasokan bahan
"Tentu saja, mereka akan terus menambah pembelian minyak sawit hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri," katanya.
Dia mencontohkan,
Sedangkan
Sementara itu India mengimpor CPO dari Indonesia sebesar 365.910 ton, RBD Olein sebanyak 73.050 ton, Crude Olein berjumlah 27.800 ton, RBD Palm Oil (PO) sebesar 1.000 ton dan PFAD (Palm Fatty Acid Distillate) 8.270 ton.
Dengan demikian, lanjutnya, berarti total volume impor CPO dan produk turunannya mencapai 476.030 ton pada Juni, naik dari Mei yang hanya 328.102 ton.
Meski kampanye negatif gencar dilakukan sejumlah kalangan, ekspor CPO dan produk turunan
Bahkan, khusus permintaan CPO meningkat menjadi 173.262 ton pada Juni dibandingkan Mei yang sebesar 136.562 ton. Untuk produk turunan CPO, Eropa mengimpor dari
Laba Bersih CNKO Melonjak 187%
Laba bersih Central Korporindo Internasional (CNKO) yang sudah berganti nama menjadi PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk melonjak 186,67% pada semester I-2010 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni dari Rp 1,05 miliar menjadi Rp 3,01 miliar.
Demikian publikasi laporan keuangan perseroan (Klik Disini). Laba per saham CNKO turut naik dari Rp 0,25 menjadi Rp 0,71.
Selama Juni 2009-Juni 2010, aset perusahaan meningkat 17,16% dari Rp 767,8 miliar menjadi Rp 899,56 miliar. Kenaikan aset ini diiringi dengan peningkatan kewajiban lancar sebesar 301,86% dari Rp 32,82 miliar menjadi Rp 131,89 miliar. Sebagian peningkatan kewajiban lancar ini berasal dari transaksi hubungan istimewa yang turut naik sebesar 371,67% dari Rp 25,24 miliar menjadi Rp 119,05 miliar.
CNKO berhasil meraup pendapatan sebesar Rp 251,53 miliar per Juni 2010, melonjak 75,38% dari posisi Juni 2009 yang hanya Rp 143,42 miliar. Lonjakan pendapatan ini membuat laba kotor perusahaan naik sebesar 35,61% menjadi Rp 23,23 miliar. Laba usaha turut naik dari Rp 7,5 miliar menjadi Rp 10,47 miliar. Setelah dikurangi pajak, CNKO berhasil membukukan laba bersih Rp 3,01 miliar.
| PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) | |||||||
| Juni 2009 | Juni 2010 | % | |||||
| Aset | 767.8 | 899.56 | 17.16 | ||||
| Kewajiban lancar | 32.82 | 131.89 | 301.86 | ||||
| Hubungan istimewa | 25.24 | 119.05 | 371.67 | ||||
| Pendapatan | 143.42 | 251.53 | 75.38 | ||||
| Laba kotor | 17.13 | 23.23 | 35.61 | ||||
| Laba usaha | 7.5 | 10.47 | 39.60 | ||||
| Laba bersih | 1.05 | 3.01 | 186.67 | ||||
| EPS | 0.25 | 0.71 | |||||
Friday, July 23, 2010
Laba Bank Mandiri Semester I-2010 Capai Rp 4 Triliun
PT Bank Mandiri Tbk berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 4 triliun sepanjang semester I-2010, naik 37,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 2,9 triliun.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, kenaikan laba bersih ini didukung oleh naiknya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 8,2% di semester I-2010 dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 9,36 triliun. Selain itu juga didukung pertumbuhan fee based income menjadi Rp 3,66 triliun, dari Rp 2,605 triliun.
"Manajemen baru berkomitmen untuk tetap melanjutkan keberhasilan proses transformasi dari bisnis maupun kepercayaan. Kami berkomitmen untuk tumbuh," jelas Zulkifli dalam jumpa pers di kantornya, Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (23/7/).
Selain itu, pendapatan operasional Bank Mandiri di semester I-2010 juga naik 15,7% menjadi Rp 13,033 triliun dari Rp 11,265 triliun.
Selama semester I-2010 kredit Bank Mandiri tumbuh 20% menjadi Rp 218 triliun dari Rp 181,6 triliun di periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tumbuh 13,8% menjadi Rp 326,6 triliun dari Rp 287,1 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri di semester I-2010 tercatat naik menjadi 14,5%.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, kenaikan laba bersih ini didukung oleh naiknya pendapatan bunga bersih perseroan sebesar 8,2% di semester I-2010 dari Rp 8,6 triliun menjadi Rp 9,36 triliun. Selain itu juga didukung pertumbuhan fee based income menjadi Rp 3,66 triliun, dari Rp 2,605 triliun.
"Manajemen baru berkomitmen untuk tetap melanjutkan keberhasilan proses transformasi dari bisnis maupun kepercayaan. Kami berkomitmen untuk tumbuh," jelas Zulkifli dalam jumpa pers di kantornya, Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (23/7/).
Selain itu, pendapatan operasional Bank Mandiri di semester I-2010 juga naik 15,7% menjadi Rp 13,033 triliun dari Rp 11,265 triliun.
Selama semester I-2010 kredit Bank Mandiri tumbuh 20% menjadi Rp 218 triliun dari Rp 181,6 triliun di periode yang sama tahun lalu. Dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri juga tumbuh 13,8% menjadi Rp 326,6 triliun dari Rp 287,1 triliun.
Rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mandiri di semester I-2010 tercatat naik menjadi 14,5%.
Deutsche Securities Gantikan CIMB-GK Borong Bank Jabar
Broker Deutsche Securities menggantikan posisi CIMB-GK Securities sebagai broker pemborong terbanyak saham Bank Jabar pada perdagangan sepanjang Jumat (23/7). Broker ini memborong 120.025 lot di harga rata-rata Rp 1.211 dan menjual 22.254 lot di harga Rp 1.202.
Aksi borong yang dilakukan Deutsche Securities didasari keyakinan bahwa kinerja Bank Jabar semester I-2010 sangat kinclong. Bahkan, blog penulis ini pernah dikunjungi oleh Deutsche Secuties cabang Filipina pada hari Kamis setelah sebelumnya mencari di mesin pencari www.google.com.sg dengan kata sandi "financial result bank jabar". Hmm..penasaran juga lupanya mereka.
Sementara itu, CIMB-GK Securities yang terus mengoleksi saham ini sejak beberapa hari terakhir, kini menjual 54.985 lot di harga Rp 1.205. Namun CIMB masih membeli 35.678 lot (Rp 1.193), sehingga membukukan net jual hanya 19.307 lot.
Broker lainnya yang memborong saham Bank Jabar adalah Credit Suisse dan CLSA Indonesia. CS memborong 21.473 lot (Rp 1.203) dengan hanya menjual 894 lot (Rp 1.210). CLSA kembali memborong 17.964 lot setelah hari sebelumnya juga memborong 10 ribuan lot, di harga rata-rata Rp 1.165 hari ini dan menjual 4.493 lot (Rp 1.103).
Henan Putihrai memborong 10.250 lot di harga Rp 1.204 dengan hanya menjual 2.800 lot (Rp 1.182). Harga saham Bank Jabar sendiri ditutup pada harga Rp 1.200 setelah sempat menguat hingga Rp 1.240.
Aksi borong yang dilakukan Deutsche Securities didasari keyakinan bahwa kinerja Bank Jabar semester I-2010 sangat kinclong. Bahkan, blog penulis ini pernah dikunjungi oleh Deutsche Secuties cabang Filipina pada hari Kamis setelah sebelumnya mencari di mesin pencari www.google.com.sg dengan kata sandi "financial result bank jabar". Hmm..penasaran juga lupanya mereka.
Sementara itu, CIMB-GK Securities yang terus mengoleksi saham ini sejak beberapa hari terakhir, kini menjual 54.985 lot di harga Rp 1.205. Namun CIMB masih membeli 35.678 lot (Rp 1.193), sehingga membukukan net jual hanya 19.307 lot.
Broker lainnya yang memborong saham Bank Jabar adalah Credit Suisse dan CLSA Indonesia. CS memborong 21.473 lot (Rp 1.203) dengan hanya menjual 894 lot (Rp 1.210). CLSA kembali memborong 17.964 lot setelah hari sebelumnya juga memborong 10 ribuan lot, di harga rata-rata Rp 1.165 hari ini dan menjual 4.493 lot (Rp 1.103).
Henan Putihrai memborong 10.250 lot di harga Rp 1.204 dengan hanya menjual 2.800 lot (Rp 1.182). Harga saham Bank Jabar sendiri ditutup pada harga Rp 1.200 setelah sempat menguat hingga Rp 1.240.
Fascinating INCO
Harga saham PT International Nickel Tbk (INCO) bergerak fantastis hari Jumat ini dan Kamis. Kemarin, saham INCO naik tajam dari pembukaan Rp 3.775 kemudian menyentuh Rp 3.925 sebelum ditutup pada harga Rp 3.875. Volumenya cukup besar yakni mencapai 42.261.500 saham dari sehari sebelumnya hanya 14.654.000.
Sepanjang Jumat, saham INCO bergerak dari pembukaan Rp 3.925 kemudian tembus rekor tertingginya Rp 4.200 sebelum ditutup pada harga Rp 4.175 atau naik Rp 300 (7,74%).
Kenaikan ini terjadi menyusul rumor bahwa INCO (lihat beritanya di sini) akan memasok satu juta nickel ke Aneka Tambang, yang juga merupakan perusahaan pengelola nickel.
Pada perdagangan Jumat, broker JP Morgan memborong 21.627 lot saham dengan harga rata-rata Rp 4.067 tanpa menjual sama sekali.
Tindakan JP Morgan juga diikuti oleh Bahana Securities dengan memborong 17.807 lot (Rp 4.097) dengan hanya menjual 406 lot (Rp 4.035). Lalu, CLSA Indonesia sebanyak 15.423 lot (Rp 4.059) dengan menjual hanya 800 lot di harga Rp 4.175.
Credit Suisse Indonesia dan Deutsche Securities Indonesia, juga memborong, tanpa menjual sama sekali. CS memborong 8.022 lot di harga Rp 4.021 dan Deutsche Securities 3.711 lot di harga Rp 4.087.
Harga saham INCO sendiri ditutup pada harga Rp 4.175. Jika dilihat trennya, pada perdagangan Senin (26 Juli 2010), masih ada potensi penguatan dengan target harga Rp 4.400. (Lihat Grafik).
Sepanjang Jumat, saham INCO bergerak dari pembukaan Rp 3.925 kemudian tembus rekor tertingginya Rp 4.200 sebelum ditutup pada harga Rp 4.175 atau naik Rp 300 (7,74%).
Kenaikan ini terjadi menyusul rumor bahwa INCO (lihat beritanya di sini) akan memasok satu juta nickel ke Aneka Tambang, yang juga merupakan perusahaan pengelola nickel.
Pada perdagangan Jumat, broker JP Morgan memborong 21.627 lot saham dengan harga rata-rata Rp 4.067 tanpa menjual sama sekali.
Tindakan JP Morgan juga diikuti oleh Bahana Securities dengan memborong 17.807 lot (Rp 4.097) dengan hanya menjual 406 lot (Rp 4.035). Lalu, CLSA Indonesia sebanyak 15.423 lot (Rp 4.059) dengan menjual hanya 800 lot di harga Rp 4.175.
Credit Suisse Indonesia dan Deutsche Securities Indonesia, juga memborong, tanpa menjual sama sekali. CS memborong 8.022 lot di harga Rp 4.021 dan Deutsche Securities 3.711 lot di harga Rp 4.087.
Harga saham INCO sendiri ditutup pada harga Rp 4.175. Jika dilihat trennya, pada perdagangan Senin (26 Juli 2010), masih ada potensi penguatan dengan target harga Rp 4.400. (Lihat Grafik).
Review Perdagangan Sepekan
Sepekan sudah berlalu, ketika saya menulis artikel rekomendasi berjudul "Saham Pekan Ini" pada 19 Juli 2010 dengan merekomendasikan empat saham yang layak dibeli, yakni BJBR, SMCB, JSMR, dan PGAS.
Hasilnya, dari empat saham rekomendasi itu, tiga di antaranya ternyata terbukti menguat. Hanya satu, yakni SMCB yang ditutup turun dari posisi 19 Juli 2010 Rp 2.350 menjadi Rp 2.325 pada 23 Juli 2010. Itu pun dengan catatan saham ini pernah menguat hingga ke posisi Rp 2.425 pada Kamis, 21 Juli 2010.
Rekomendasi pertama saya adalah Bank Jabar Banten (BJBR). Ketika saya tulis tanggal 19 Juli 2010 (Senin), harga sahamnya dibuka di Rp 980 kemudian menyentuh Rp 1.010 dan terendahnya Rp 950. Kini, pada 23 Juli 2010 (Jumat), harganya ditutup pada posisi Rp 1.200 setelah sempat menyentuh posisi tertingginya Rp 1.240.
Rekomendasi ketiga saya adalah saham Jasa Marga (JSMR). Tidak mengecewakan hasilnya. Diperdagangkan pada harga Rp 2.125 dengan posisi tertinggi Rp 2.175 pada 19 Juli 2010 dan 23 Juli 2010 ditutup pada harga Rp 2.225.
Saham keempat yang saya amati adalah Perusahaan Gas Negara (PGAS). Dibuka pada harga Rp 4.075 pada 19 Juli 2010 dengan posisi terendah Rp 4.000, sekarang pada Jumat menguat menjadi Rp 4.150.
Berikut rincian tabelnya:
19 Juli 2010 23 Juli 2010
BJBR 980/1.010/950 1.200/1.240
SMCB 2.350/2.375/2.325 2.325/2.375
JSMR 2.125/2.175/2.125 2.225
PGAS 4.075/4.075/4.000 4.150
Keterangan:
India Faces Coal Deficit of 50% of Expected Power Plant Demand, KPMG Says
India may face a coal shortfall of 189 million metric tons a year by 2015, about 50 percent of the power sector’s expected demand, leading to a twofold increase in imports, KPMG said.
Electricity generators are likely to add 75 gigawatts of capacity, which will require an additional 375 million tons a year of coal, only half of which will be met by domestic production based on current trends, said Arvind Mahajan, executive director at KPMG Advisory Services Pvt. The world’s third-fastest growing major economy generates more power from thermal coal than any other fuel.
“That leaves a gap of 189 million tons, some of which will need to be covered though improvements in the domestic coal sector,” Mahajan said by telephone from Mumbai. “There will be a significant gap that will need to be covered through imports.”
Imports may rise to as much as 150 million tons per year, he said. That would be 250 percent above the amount India was estimated to have imported in the fiscal year ended March 30 by N.C. Jha, a director at Coal India Ltd., the nation’s monopoly producer.
India has traditionally looked to Indonesia for imports. Rising domestic demand there and the large volumes involved are prompting Indian companies to look further afield at mines in Mozambique, Botswana and Australia, Mahajan said.
“Indian companies have an advantage in that they’re looking for lower-quality coal,” which other importers in Japan, South Korea and Europe with older plants can’t use, he said.
Buying Overseas
Private power companies, including Tata Power Co., Reliance Power Ltd., GMR Infrastructure Ltd. and JSW Energy Ltd., have acquired coal assets overseas in Indonesia and South Africa. NTPC Ltd., the state-run utility and country’s biggest generator, plans to buy mines overseas to source 67 percent of its imports, Chairman R.S. Sharma said by telephone on July 14.
South Africa and Colombia, which last year were the biggest exporters of steam coal to countries with ports on the Atlantic Ocean, are also boosting shipments to India where they get better prices.
Steps can be taken to increase India’s domestic production by as much as 80 million tons a year with better machinery and by developing deeper and new mines, Mahajan said.
India is increasingly forced to import, “not for the want of reserves. It’s the speed at which we’re developing them,” he said. Commercializing a mine can take 15 years, three times longer than in other countries, he said.
Poor infrastructure to transport coal and an inefficient supply chain is also unnecessarily boosting imports because power stations are unable to count on reliable, on-time deliveries locally and forced to secure their own supplies from elsewhere, Mahajan said.
India’s annual coal output is 535 million tons, Alok Perti, additional secretary to the coal ministry, said on July 7. The government aims to expand current installed power capacity by 77 percent to 286,756 megawatts by the end of the financial year ending March 2017, according to the Planning Commission. Source: Bloomberg
INCO Tawari Antam Kerja Sama Pasok 1 Juta Ton Nikel
Jakarta - PT International Nickel Tbk (INCO) tengah memberikan penawaran kerja sama pasok 1 juta ton nikel ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Keduanya tengah mendiskusikan kesepakatan harga.
"Antam dan INCO tengah melakukan negosiasi untuk kembali mengadakan kerja sama pasokan 1 juta ton nikel," ujar sumber detikFinance, Jumat (23/7/2010).
Menurut sumber tersebut, penawaran ini merupakan upaya INCO mengadakan kembali kerja sama penjualan nikel ke ANTM. Seperti diketahui, INCO sempat menjual 1 juta ton per tahun nikel kepada ANTM terhitung sejak 2003 hingga 2008.
INCO memasok nikel dari tambang perseroan di Pomalaa Timur, Sulawesi Tenggara ke pabrik Feronikel milik ANTM. Dengan diputusnya kontrak kerjasama tersebut, ANTM kemudian memasok bijih nikel dari konsesi milik sendiri yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara.
"Pemutusan kontrak itu diminta oleh pemerintah sebagai pemegang saham ANTM karena INCO dulu tidak tuntas melaksanakan janjinya membangun pabrik pengolahan bijih nikel di Pomalaa Timur sesuai dengan Kontrak Karya 2003," ujar sumber tersebut.
Sayangnya, lanjut sumber tersebut, perceraian keduanya menyulitkan kedua belah pihak. Di satu sisi INCO kehilangan pendapatan dari penjualan 1 juta ton nikel ke ANTM, di sisi lain ANTM juga harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mengangkut nikel dari Halmahera.
"Jadi INCO menawarkan kembali kerjasama pasok nikel ke ANTM yang juga disambut baik oleh ANTM," ujarnya.
Namun menurutnya, keduanya masih melakukan negosiasi, terutama soal kesepakatan harga. Hingga saat ini belum ada kecocokan harga. "Tapi bisa saja dalam waktu dekat terjadi kontrak antar keduanya di tahun ini juga," jelas sumber tersebut.
Corporate Secretary ANTM Bimo Budi Satriyo ketika dikonfirmasi tidak membantah adanya negosiasi tersebut. Hanya saja, ia belum dapat berbicara banyak soal detil negosiasi yang tengah berlangsung.
"Ya memang sempat ada pembicaraan, tapi updatenya belum tahu. Nanti kami kabari," ujarnya.
Sedangkan Corporate Secretary INCO Indra N Ginting belum menjawab panggilan telepon detikFinance untuk mengkonfirmasi hal ini. Sumber: Detikfinance
"Antam dan INCO tengah melakukan negosiasi untuk kembali mengadakan kerja sama pasokan 1 juta ton nikel," ujar sumber detikFinance, Jumat (23/7/2010).
Menurut sumber tersebut, penawaran ini merupakan upaya INCO mengadakan kembali kerja sama penjualan nikel ke ANTM. Seperti diketahui, INCO sempat menjual 1 juta ton per tahun nikel kepada ANTM terhitung sejak 2003 hingga 2008.
INCO memasok nikel dari tambang perseroan di Pomalaa Timur, Sulawesi Tenggara ke pabrik Feronikel milik ANTM. Dengan diputusnya kontrak kerjasama tersebut, ANTM kemudian memasok bijih nikel dari konsesi milik sendiri yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara.
"Pemutusan kontrak itu diminta oleh pemerintah sebagai pemegang saham ANTM karena INCO dulu tidak tuntas melaksanakan janjinya membangun pabrik pengolahan bijih nikel di Pomalaa Timur sesuai dengan Kontrak Karya 2003," ujar sumber tersebut.
Sayangnya, lanjut sumber tersebut, perceraian keduanya menyulitkan kedua belah pihak. Di satu sisi INCO kehilangan pendapatan dari penjualan 1 juta ton nikel ke ANTM, di sisi lain ANTM juga harus mengeluarkan ongkos lebih untuk mengangkut nikel dari Halmahera.
"Jadi INCO menawarkan kembali kerjasama pasok nikel ke ANTM yang juga disambut baik oleh ANTM," ujarnya.
Namun menurutnya, keduanya masih melakukan negosiasi, terutama soal kesepakatan harga. Hingga saat ini belum ada kecocokan harga. "Tapi bisa saja dalam waktu dekat terjadi kontrak antar keduanya di tahun ini juga," jelas sumber tersebut.
Corporate Secretary ANTM Bimo Budi Satriyo ketika dikonfirmasi tidak membantah adanya negosiasi tersebut. Hanya saja, ia belum dapat berbicara banyak soal detil negosiasi yang tengah berlangsung.
"Ya memang sempat ada pembicaraan, tapi updatenya belum tahu. Nanti kami kabari," ujarnya.
Sedangkan Corporate Secretary INCO Indra N Ginting belum menjawab panggilan telepon detikFinance untuk mengkonfirmasi hal ini. Sumber: Detikfinance
BUY PGAS...
Investor bisa mempertimbangkan untuk koleksi PGAS di kisaran Rp 4.100. Dalam 3 hari terakhir, investor asing terus terlihat mengoleksi saham ini, dimotori oleh broker-broker asing ternama seperti Merrill Lynch, JP Morgan, CLSA Indonesia, dan Credit Suisse.
Saham ini berpotensi besar naik pada pekan depan, jika mampu tembus Rp 4.150 untuk selanjutnya menuju harga Rp 4.500.
Saham ini berpotensi besar naik pada pekan depan, jika mampu tembus Rp 4.150 untuk selanjutnya menuju harga Rp 4.500.
Laba Bersih Bukit Asam Semester I Rp 909 Miliar
Perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) pada semester I-2010 berhasil membukukan laba bersih Rp 909 miliar, turun 42,9% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,59 triliun.
Penurunan laba bersih ini membuat earning per share PTBA turut turun dari 691 pada 2009 menjadi 394 saat ini. Penurunan laba bersih terjadi seiring dengan penurunan penjualan sebesar 15,71% dari Rp 4,5 triliun menjadi Rp 3,79 triliun. Faktor lainnya adalah penurunan harga batubara dunia.
Beban usaha perseroan juga turut naik 5,77% dari Rp 589 miliar menjadi Rp 623 miliar.
Manajemen PTBA sendiri optimistis pendapatan sepanjang tahun ini dapat mencapai sekitar Rp 9 triliun (US$ 992,8 juta) atau hampir sama dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp 8,95 triliun.
Kinerja PTBA Juni 2009-Juni 2010
Penurunan laba bersih ini membuat earning per share PTBA turut turun dari 691 pada 2009 menjadi 394 saat ini. Penurunan laba bersih terjadi seiring dengan penurunan penjualan sebesar 15,71% dari Rp 4,5 triliun menjadi Rp 3,79 triliun. Faktor lainnya adalah penurunan harga batubara dunia.
Beban usaha perseroan juga turut naik 5,77% dari Rp 589 miliar menjadi Rp 623 miliar.
Manajemen PTBA sendiri optimistis pendapatan sepanjang tahun ini dapat mencapai sekitar Rp 9 triliun (US$ 992,8 juta) atau hampir sama dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp 8,95 triliun.
Kinerja PTBA Juni 2009-Juni 2010
| ||||||||||||||||||||||||||||||||
Rekomendasi HD Capital Jumat (23/7)
BUY: (PGAS, BBCA, BBKP, ASRI)
- Optimisme pasar terhadap hasil kinerja 1H (6-bulan), pertumbuhan laba emitten 2010 serta imbas positif regional dapat membuat IHSG bermain cukup lama diatas level psikologis 3.000.
- IHSG close (22-07) 3.009.923(-3.478/-0.12%) (Val.Rp.3.2T)
- Support: 2.994-2.950-2.880, Resistance: 3.050-3.100
Stock picks:
1. Perusahaan Gas (PGAS): (BUY) (Target: Rp.4.250) (close 22/07 Rp.4.100)
- Pemulihan suplai gas dari Conoco & prospek pertumbuhan permintaan dari konversi diesel ke gas serta potensi untuk adjust harga kedepan menjadi katalis positif untuk akumulasi.
- Entry: (1) Rp.4.000, Entry (2) Rp.3.875, Cut loss point: Rp.3775
2. Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp.6.300) (Close 22/07 Rp.5.950)
- Optimsme untuk analis menaikan proyeksi laba 2011 akibat terdongkraknya laba 2010 yang didukung oleh potensi pertumbuhan kredit ke 20-22% (naik dari sebelumnya 15-17%) dapat menjadi katalis positif untuk akumulasi big cap banking counter yang mempunyai kredit kendaraan roda empat & perumahan terbesar dengan NPM 09 (25x) tertinggi di sektornya.
- Entry (1) Rp.5.850, (2) Rp.5.700, Cut loss point: Rp.5550
3. Bank Bukopin (BBKP) (BUY): (Target: Rp.710) (close 22/07 Rp.660)
- Adjustement dan re-valuasi qualitas asset untuk 1H 2010, outlook inflasi yang masih terkendali dibawah pertumbuhan GDP yang dapat mendorong pertumbuhan kredit yang belum tersalurkan merupakan beberapa katalis tambahan untuk akumulasi pemain mikro segmen dengan valuasi PBV/PER 2010F termurah di sektornya.
- Entry: (1) Rp.650, Entry: (2) 630, Cut loss point: Rp.615
4. Alam Sutera (ASRI): (BUY) (Target: Rp.220) (close 22/07 Rp.200)
- Outlook positif untuk proyeksi laba 2010-2011 yang didukung oleh iklim suku bunga kondusif, pertumbuhan kredit rumah & appresiasi harga jual dapat mendorong investor untuk akumulasi counter property dengan NPM 09 terbesar di sektornya (31%).
- Entry: (1) Rp.200, Entry (2) Rp.195, Cut loss point: Rp.190
Yuganur Wijanarko
Senior Research. (Yuganur@hdx.co.id)
Rekomendasi Jumat, 23 Juli 2010
Trimegah Securities
Tekanan jual yang terjadi seiring dengan aksi profit taking pelaku pasar mengakibatkan IHSG kembali tertekan, sehingga ditutup melemah 0,1% ke level 3.009,92 pada Kamis (22/7). Pelaku pasar patut memerhatikan pengumuman hasil stress test perbankan di kawasan Eropa Jumat (23/7) ini karena dapat menghasilkan sentimen memengaruhi pergerakan indeks regional. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 2.996-3.021. Saham pilihan BBTN dan GGRM.
e-Trading Securities
IHSG ditutup melemah 3 poin (-0,11%) kemarin dan asing tercatat net buy sebesar Rp 93 milliar. Jika kita lihat, chart indeks telah membentuk pola spinning di kisaran level resistance, sehingga memerlukan konfirmasi pada perdagangan hari ini. Sementara itu, RSI dan stochastic telah menunjukan ada di area overbought, sehingga potensi profit taking masih cukup besar. Hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 2.976–3.030. Perhatikan saham BJBR dan saham-saham second liner.
Sinarmas Sekuritas
IHSG memiliki kecenderungan menguat hari ini pada rentang gerak berkisar 3.001–3.033. Kendati mengalami koreksi kemarin, namun indeks mampu bertahan di atas level psikologis 3.000. Perhatikan saham BBTN, LSIP, dan ADRO.
Sucorinvest Central Gani
Kemarin, IHSG berfluktuasi melemah karena sempat minus 16 poin, kemudian plus enam poin, dan akhirnya ditutup minus tiga poin ke posisi 3.009,92. Penurunannya dipimpin oleh pelemahan saham sektor properti dan perdagangan, di tengah koreksi indek bursa regional setelah Bernanke berkata prospek ekonomi AS tidak pasti. Broker asing tercatat net buymixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran 2995 - 3016 hari ini. Hold PGAS. Sell AALI, INDF, LSIP, SGRO, dan UNVR. sebesar Rp 93 miliar. IHSG diperkirakan
Subscribe to:
Posts (Atom)










