rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Tuesday, May 10, 2011

Salim Ivomas IPO to raise up to $631 million

* Aims to sell 3.163 billion new shares in June 9 IPO
 * Sets IPO share price range at 1,060-1,700 rph/share
 * Could be Indonesia's biggest IPO this year
 
Salim Ivomas Pratama, an agribusiness unit of Indofood Agri, 
will raise as much as $631 million in its June initial public offering, 
making it the biggest Indonesian listing so far this year.
            
 Salim Ivomas has set the price range for bookbuilding at
1,060 rupiah to 1,700 rupiah per share, said Kim Eng Securities,
one of its underwriters, following a due diligence meeting with
investors on Tuesday.
            
 The move by its parent Salim Group, one of Indonesia's
wealthiest conglomerates, follows Salim's IPO for noodle maker
PT Indofood CBP last October that raised $700 million.
            
 But the Ivomas offering may have come at a bad time after
last week's slump in commodity prices, the biggest drop since
2008, as investors take a cautious view on demand after a steep
rally in commodity prices and worries over the global economy.
            
 "The commodities sector, mainly palm oil, in Indonesia is
facing some pressing issues like taxes and as companies are
facing maturing yields," said Michael Tjoajadi, a fund manager
at Schroders Investment Management Indonesia that manages assets
of $4.3 billion.
            
 "So (palm oil) demand will be steady if not declining in the
near term, which will also impact appetite for stocks."       
 
 However Salim Ivomas, which grows palm oil, rubber and sugar
and has refineries making cooking oil and margarine, is likely
to see strong local demand for these finished products as
incomes and the population rises in Southeast Asia's biggest
economy , analysts say.
            
 The country's stock market has also surged to fresh
record highs this month as foreign investors return to the G20
country, after a sell-off in January and weak debut in February
for state flag carrier Garuda Indonesia.
            
 Salim Ivomas will sell 3.163 billion new shares, equalling a
20 percent stake of its enlarged capital, and the funds will be
used to pay off debt and to expand in palm oil and sugar.    
 Indonesia is the world's largest palm oil producer but
currently relies on sugar imports, though is aiming to achieve
self-sufficiency in the sweetener by 2014.
            
 Ivomas has picked Kim Eng Securities as the lead
underwriter and Deutsche Bank (DBKGn.DE) and Mandiri Sekuritas
as secondary underwriters. Credit Suisse was not
involved in the offering despite leading the IPO of Indofood CBP
last year.
            
 The firm will conduct a roadshow and bookbuilding between
May 9 to 20 and the listing is expected on June 9, according to
a company statement. Source: Reuters 

Rekomendasi HD Capital, 10 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.
BUY: (TRUB, ADRO, TLKM, ASII)
  • Sentimen positif terhadap keluarnya consumer confidence index (CCI) dan membaiknya pasar regional dapat mengangkat IHSG untuk mencetak new high di atas resistance 3.830.
  • IHSG close (09-05) 3.791.81(-4.170/-0.05%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Truba Alam (UNTR) (Target Rp 75) (close 09/05 Rp 67)
  • Keadaan suku bunga domestik dan luar negeri yang kondusif dengan rupiah kuat membuat financing proyek pembangkit listrik yang berbasis US$ murah untuk persero sehingga dapat memperbaiki kinerja 2010 untuk menurunkan valuasi PER mahal dengan peningkatan laba
  • Entry (1) Rp 67, Entry (2) Rp 62, Cut loss point: Rp 59
 
2.    Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp 2.425) (Close 09/05 Rp 2.300)
  • Optimisme terhadap permintaan batubara dari pembangkit listrik di China akibat lambannya pembangunan infrastruktur, membaiknya produksi memasuki musim kemarau, serta upgrade proyeksi laba pasca Q1 profit naik merupakan katalis positif untuk menggerakan ADRO.
  • Entry (1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.175
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.850) (Close 09/05 Rp 7.600)
  • Pasca kenaikan tipis laba Q1 versus periode sama tahun lalu sebesar 11% pelaku pasar mulai optimistis bahwa kinerja TLKM akan membaik pada kuartal-kuartal ke depan sehingga mulai akumulasi untuk membentuk pola minor uptrend.
  • Entry: (1) Rp 7.550, Entry (2) Rp 7.450, Cut loss point: Rp 7.350
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.500) (close 09/05 Rp 56.650)
  • Pasar mulai optimistis menjelang data penjualan motor untuk bulan Mei 2011 (motor merupakan kontributor 80% terhadap penjualan Astra di bidang otomotif dengan sisanya 20% dari mobil pribadi dan niaga)
  • Entry(1) Rp 56.400, Entry (2) Rp 56.150, Cut loss point: Rp 55.450
 


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 10 Mei 2011


Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 13 poin (-0,34%) ke level 3.785,45. Asing membukukan net selling Rp 135,6 miliar. Secara teknikal, pelemahan indeks kemarin berhasil tertahan garis support MA 20. Sementara indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend, demikian dengan MACD. Hari ini, indeks berpotensi kembali menguji garis support MA 20 dengan pergerakan di kisaran 3.744–3.818. Cermati BISI,PTBA, dan AALI.

2. Kresna Sekurindo
Profit taking saham-saham perbankan kembali menekan IHSG, sehingga ditutup di bawah di support kunci di 3.789. Ini membuat indeks masih dibayangi tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.760-3.810 pada hari ini. AALI dan INDY menjadi saham pilihan kami.

 

Monday, May 9, 2011

Rekomendasi HD Capital, 9 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
BUY: (ASII, BBRI, ADRO,BJBR)
  • Seperti diperkirakan sebelumnya, IHSG akan mengalami technical rebound dipicu oleh naikinya Dow Jones pasca koreksi tajam minggu lalu untuk mencoba menembus resistance psikologis di 3.850. 
  • IHSG close (06-05) 3.798.551(-11.347/-0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,850-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp.57.500) (Close 05/05 Rp.56.500)
  • Dividen sebesar Rp 1.600 yang di atas ekspektasi pasar Rp 1.330 dengan agenda cum di bulan Juni menunjukkan bahwa manajemen perseroan cukup royal terhadap investor setelah laba Q1 2011 mengalami peningkatan sebelumnya versus periode sama tahun lalu.
  • Pembicaraan dengan manejemen Astra minggu lalu memberikan insight bahwa penjualan kendaraan bermotor roda 2  memberikan kontribusi hampir 80% ke penjualan otomotif ASII sehingga efek dari berkurangnya sparepart dari Jepang tidak berpengaruh.
  • Entry (1) Rp 56.250, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.500) (Close 06/05 Rp 6.200)
  • Penurunan harga saham untuk mengoreksi keadaan jenuh beli (overbought) selama lebih dari seminggu kelihatannya bertahan di kisaran support baru Rp 6.150 dengan potensi technical rebound kembali ke Rp 6.500.
  • PER 2011 BBRI sekitar 13x, merupakan termurah diantara semua bank big cap (BMDN, BBCA, BMRI, BBNI) 
  • Exit (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.900, Cut loss point: Rp 5.750

3.   BankJawa Barat (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.350) (Close 06/05 Rp 1.240)
  • Fokus keluar pulau Jawa, segmen mikro yang high margin dan berisiko rendah serta cost of fund yang murah merupakan nilai jual tambah BJBR yang juga secara technical mulai kelihatan menarik untuk akumulasi.
  • Entry: (1) Rp 1.220, Entry (2) Rp 1.190, Cut loss point: Rp 1.170

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close06/05 Rp 2.300)
  • Walaupun belum jelas nasib akuisisi ADRO oleh ASII, namun pasca laporan keuangan Q1 dimana profit naik 11% di atas ekspektasi, kelihatannya pasar mulai optimistis terhadap perbaikan kinerja produksi batuabra di musim kemarau ini yang juga didukung oleh tingginya harga jual batubara dan efek ke average selling price (ASP) serta EPS (laba per saham) yang di prediksi mengalami peningkatan untuk sisa tahun 2011.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 9 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat (6/5) melemah 17,72 poin (0,47%) ke level 3.798,55. Hal ini dipicu kekhawatiran terhadap anjloknya harga komoditas dunia. Secara teknikal, candlestick membentuk pola hanging man. Sedangkan indikator  Stochastic dan RSI bergerak downtrend, mulai meninggalkan area overbought. Untuk hari ini, indeks diperkirakan berpotensi melemah dengan pergerakan di rentang 3.776–3.849. Cermati BBNI, ASGR, dan INDF.

2. Kresna Sekurindo
Kekhawatiran terhadap outlook pertumbuhan dunia membuat bursa global tertekan. Demikian dengan IHSG yang pada Jumat lalu ditutup di bawah level 3.789. Ini mengindikasikan tren turun jangka pendek. Hari ini indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.770-3.825 dengan DOID dan AALI sebagai saham pilihan. 

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.775-3.813. Ini terilihat dari empat indikator teknikal yang bergerak turun. Selain itu, penurunan indeks Jumat lalu diikuti dengan penurunan volume. Apalagi, indeks ditutup di bawah angka psikologis 3.800.



Friday, May 6, 2011

Astra sees car output down 15 pct y/y in Q2

Astra International , the country's largest vehicle distributor, said on Friday it expected car production to fall 15 percent in the second quarter from a year earlier, because of part shortages from Japan after its devastating tsunami. 

President Director Prijono Sugiarto said motorcycle output was still increasing, to tap a buoyant consumer market in Southeast Asia's largest economy. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 6 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 6 Mei 2011.
BUY: (ASII, ADRO, CMNP)SELL: (PGAS)
  • Pasca koreksi sehat sesaat untuk mengurangi kondisi overbought (jenuh beli), IHSG siap untuk meneruskan misi kembali mencetak high baru di atas 3.830.
  • IHSG close (05-05) 3.816.271(+1.347/+0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,880-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp 57.500) (Close 05/05 Rp 56.250)
  • Dividen sebesar Rp 1.330/saham yang akan dibahas pada RUPS Mei ini, peningkatan laba di Q1 yang menurunkan PER 2011 dari 16x ke 13x (membuat valuasi ASII menjadi menarik) merupakan katalis positif untuk menahan ASII terkoreksi di bawah Rp 56.000 dan melanjutkan misi untuk mengetes resistance di Rp 57.500.
  • Entry (1) Rp 56.150, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Perusahaan Gas (PGAS) (SELL): (Koreksi: Rp 4.100) (Close 05/05 Rp 4.250)
  • Profit Q1 yang in-line kelihatannya sudah tercermin dalam rally sebelumnya yang membuat harga saham PGAS berada dalam kisaran overbought sehingga lebih bijak melakukan Sell on strength dan mengunggu pullback koreksi untuk masuk kembali
  • Exit (1) Rp 4.275, Entry (2) Rp 4.375, Reverse posisi: Rp 4.450

3.   CitraMarga (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 05/05 Rp 1.150)
  • Dengan membeli CMNP anda mendapatkan pemain jalan tol dengan profitabilitas (ROE) mirip dengan JSMR (15-16x) namun dengan valuasi Price Earnings (PER) yang jauh lebih rendah (PER 2011 CMNP 7x, JSMR 15x) sehingga hal ini akhirnya menarik investor untuk melakukan akumulasi dan breakout on volume yang terlihat di chart.
  • Entry: (1) Rp 1.140, Entry (2) Rp 1.120, Cut loss point: Rp 1.075

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close05/05 Rp 2.350)
  • Terlepas dari rumor pembelian saham ADRO di Rp 2.800 oleh Astra, laba aktual Q1 yang naik 11% setelah sebelumnya turun menunjukan ADRO mulai kembali dilirik untuk potensi proyeksi earnings upgrade sehingga bila terjadi pullback koreksi minor rekomen akumulasi.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 6 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 6 Mei 2011.
1. E-Trading Securities 
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin, candlestick IHSG kembali membentuk pola dragonfly doji, pola yang sama seperti perdagangan sebelumnya. Dilihat dari pergerakan indikator, MACD telah bergerak downtrend setelah sebelumnya membentuk deathcross, sementara RSI mulai bergerak uptrend mencoba menembus area overbought. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak dikisaran 3.786–3.849. Cermati ITMG, INTP, dan BBTN.
2. Kresna Sekurindo
GDP Indonesia yang masih tumbuh 6,5% pada kuartal I-2011 mampu menjadi sentimen penopang pergerakan IHSG di tengah bursa regional yang bergerak sideways. Pada hari ini, indeks diperkirakan masih bergerak sideways  di kisaran 3.780-3.850. PGAS dan DOID menjadi saham pilihan kami.

Thursday, May 5, 2011

Inco's Indonesian investment to rise 27 pct in 2011

International Nickel Indonesia (Inco) will invest an estimated $232 million at its Sulawesi mines in 2011, up 27 percent from the previous year, the firm said on Wednesday.
The investment will include $120 million for sustaining capital, $97 million for growth capital and $15 million for health, safety and the environment, Inco said in an emailed statement to Reuters.

"In addition, we intend to set aside funds in our capital plan to build a road from Bahodopi to Sorowako and to develop a Bahodopi mine as part of our CoW (contract of work) undertakings," the statement added.

Inco produces nickel in matte from lateritic ores at its integrated mining and processing facilities near Sorowako on Sulawesi, where it has a contract agreement until 2025.
"It appears that (Inco) may only be able to obtain one 10-year extension, continuing its presence beyond 2025 to December 2035," the statement said.

It added that the company had set out a strategic development plan covering areas in South Sulawesi, Southeast Sulawesi and Central Sulawesi, which is being discussed with the government.

Last year, the firm produced 75,989 tonnes of nickel matte, with its entire production sold in U.S. dollars under long-term contracts for refining in Japan, its website said.
"Our nickel production in 2011 is planned to be lower than 2010, mainly due to the rebuilding of electric furnace number two," the statement added.

The company recorded total net earnings of $437.4 million in 2010, an increase of 156.7 percent from the previous year.

Inco is a unit of Brazil's Vale Inco , one of the world's top nickel producers.
Stainless steel material nickel on the London Metal Exchange ended at $27,325 a tonne on Tuesday. Source: Reuters

Ekonomi Kuartal I 2011 Tumbuh 6,5%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal I-2011 tumbuh 6,5% didorong oleh sektor pertanian akibat panen raya. Secara kuartalan, pertumbuhan kuartal I-2011 juga tumbuh 1,5% dibandingkan kuartal IV-2010.

Realisasi pertumbuhan ekonomi ini sesuai proyeksi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Sedangkan Dewan Gubernur BI hanya memproyeksi ekonomi tumbuh 6,4%.
 
Pada kuartal I-2011 ini, konsumsi tumah tangga tumbuh 4,5%, konsumsi pemerintah tumbuh 3%, investasi 7,3%, ekspor 12,3%, dan impor tumbuh 15,6%. "Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 18,1% di kuartal I-2011. Kalau secara year on year, sektor telekomunikasi dan angkutan menjadi pendorong tertinggi yaitu tumbuh 13,8%," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis (5/5).

Rusman mengatakan, secara nominal, pertumbuhan ekonomi 6,5% (yoy) ini mencapai Rp 1.732,3 triliun. "Pada 2011 ini diperkirakan PDB Indonesia bisa mencapai Rp 7.400 triliun. Kalau jumlah penduduk kita 241 juta maka PDB per kapita di 2011 mencapai Rp 30,7 juta atau US$ 3.550 dengan kurs Rp 8.800/US$," tutur Rusman.

Rekomendasi HD Capital, 5 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 5 Mei 2011.
BUY: (ADRO, ITMG, PTBA, ASII)

  • Rekomendasikan melirik sektor batubara karena laba mereka yang naik di Q1 2011 akibat harga batubara yang lebih tinggi cukup offset efek negative dari turunnya produksi akibat cuaca buruk


  • IHSG close (04-05) 3.798.51(-15.17/-0.39%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

 

1.     Adaro Energy (ADRO) (Target Rp 2.400) (close 04/05 Rp 2.275)

  • Downgrade earnings pasca kinerja laporan keuangan 2010 dan Q1 2011 dimana produksi menurun akibat faktor cuaca sudah tecermin dalam koreksi harga sebelumnya, pasar sekarang melihat ke Q2 2011 dimana produksi akan mulai membaik karena memasuki bulan kemarau di Mei ini.


  • Entry (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 22.900, Cut loss point: Rp 22.450


 

2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 23.500) (Close 04/05 Rp 22.300)

  • Beberapa katalis positif seperti outlook harga batubara optimistis yang dapat menaikan proyeksi 2011F margin laba sebelum pajak dan bunga (EBITDA) sebesar 36%, proyek rel kereta api baru yang akan rampung di 2014 belum sepenuhnya di price in oleh harga saham sehingga kenaikan masih belum terbatas.



  • Entry (1) Rp 22.350, Entry (2) Rp 22.000, Cut loss point: Rp 21.400

 

3.   Indo Tambang Raya (ITMG) (BUY): (Target: Rp 48.050) (Close 04/05 Rp 47.050)


  • Selain diuntungkan dari kenaikan harga batubara dan Average selling Price (ASP) pemain batubara dengan valuasi premium ini juga mempunyai hedge untuk pembelian bahan bakar diesel (yang digunakan untuk proses transportasi batubara) kedepan sehingga akan lebih sedikit terpengaruh oleh naiknya harga diesel akibat tren minyak mentah yang naik



  • Entry: (1) Rp 47.050, Entry (2) Rp 46.500, Cut loss point: Rp 45.650

 

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.500) (close 04/05 Rp 56.200)

  • Outlook optimis akan harga batubara yang dapat menaikan kinerja UNTR di 2011 (anak perusahaan ASII) merupakan kontribusi signifikan ke proyeksi laba induk

  • Hal ini dapat menahan ASII dari penurunan lebih lanjut sehingga scenario technical rebound mengetes level upper end di Rp 57.500 dapat terjadi.

  • Entry(1) Rp 56.100, Entry (2) Rp 55.350, Cut loss point: Rp 54.850

 

Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital  (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 5 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 5 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG naik 1,06 poin (0,03%) ke level 3.813. Pergerakan indeks masih diwarnai aksi profit taking investor lokal. Secara teknikal, kemarin Candlestick IHSG membentuk pola dragonfly doji yang mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.783–3.849. Cermati UNTR , PTBA, dan BBCA.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (5/5), secara teknikal, indeks cenderung melemah pada kisaran 3.795-3.831. Saham-saham yang dapat diperhatikan WIKA, PGAS, ADRO, JSMR.

Wednesday, May 4, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 4 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 4 Mei 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG terpangkas 35 poin (-0,92%) ke level 3.813, menyusul aksi profit taking yang dilakukan oleh sejumlah investor lokal. Secara teknikal, indeks kemarin bergerak melemah dengan candlestick membentuk pola bearish engulfing yang mengindikasikan potensi bearish reversal. Sementara indikator Stochastic telah membentuk death cross di area overbought. Sejalan dengan itu, indeks hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.773–3.849. Pantau UNTR, INDY, dan BUMI.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Rabu (4/5), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.795-3.840. Pergerakan indeks akan mendapat sentimen dari pergerakan bursa regional. Saham-saham yang dapat diperhatikan UNTR, GGRM, JSMR, MYOR.

3. Kresna Sekurindo
Tekanan jual di bursa regional kembali memicu aksi profit taking. Dengan terbentuknya bearish engulfing, tekanan jual masih berpotensi terjadi pada hari ini, sehingga IHSG diperkirakan  bergerak sideways di kisaran 3.780-3.840.  DOID dan PGAS menjadi saham pilihan hari ini.

Rekomendasi HD Capital, 4 Mei 2011

Berikut rekomendasi dari HD Capital untuk perdagangan Rabu, 4 Mei 2011.
BUY: (UNTR, BUMI, AALI, ASII)

  • Pandangan BI bahwa deflasi masih akan terjadi hingga bulan Mei dan suku bunga tetap sangat kondusif untuk tren likuiditas di pasar sehingga koreksi yang terjadi dapat digunakan untuk akumulasi beberapa counter yang menarik secara fundamental maupun technical.


  • IHSG close (03-05) 3.808.11(-41.17/-1.05%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

1.     United Tractors (UNTR) (Target Rp 24.500) (close 03/05 Rp 23.500)

  • Walaupun jenuh beli (overbought), proses pembentukan high baru masih tetap terjadi sehingga kelihatannya breakout dari trading range yang terjadi antara Rp 23.300-22.700 untuk breakout ke measured move target di Rp 24.500.


  • Entry (1) Rp 23.400, Entry (2) Rp 22.900, Cut loss point: Rp 22.450


 

2.    Astra Agro Lestari (AALI) (BUY): (Target: Rp 24.700) (Close 02/05 Rp 23.900)

  • Bila terjadi koreksi pasca kenaikan yang cukup tajam dua hari lalu untuk mengurangi keadaan jenuh beli di stochastic hingga ke price gap bawah di Rp 23.200 rekomen akumulasi karena overall tren mulai naik yang diwakili oleh daily MACD.



  • Produksi Fresh Fruit Basket (FFB) atau buah kelapa sawit segar diperkirakan kedepan masih akan naik di 1H 2011 versus periode tahun lalu sebelumnya



  • Entry (1) Rp 23.450, Entry (2) Rp 23.100, Cut loss point: Rp 22.800

 

3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.650) (Close 03/05 Rp 3.475)


  • Beberapa katalis positif seperti penyelesaian akuisisi Vallar dan kinerja keuangan Q1 2011 yang di atas ekspektasi maupun periode sama tahun dapat mendorong BUMI ke daerah high baru di atas Rp 3.500.




  • Entry: (1) Rp 3.450, Entry (2) Rp 3.400, Cut loss point: Rp 3.250

 

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.800) (close 03/05 Rp 56.200)

  • Minor pullback akibat keadaan jenuh beli (overbought) dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi mengingat tren masih positif yang diwakili oleh daily MACD cross buy dan PER 2011 yang sebelumnya 16x turun menjadi 13x akibat meningkatnya laba di Q1 2011 versus periode tahun lalu sebelumnya.

  • Entry(1) Rp 55.800, Entry (2) Rp 55.250, Cut loss point: Rp 54.750

 



Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Tuesday, May 3, 2011

Salim Ivomas aims for $700 mln in June IPO-sources

Salim Group, one of Indonesia's wealthiest conglomerates, is aiming to raise 6 trillion rupiah ($702 million) by selling a 20 percent stake in cooking oil producer Salim Ivomas Pratama in an initial public offering in June, said three sources with direct knowledge of the deal on Tuesday.

This was higher than previous expectations of raising $300 million when sources in February told Reuters the plan was being discussed by management and its advisors, and would be the largest Indonesian IPO so far this year.

The latest move by Salim Group comes after its IPO for noodle maker PT Indofood CBP that raised $700 million in October last year.

The firm will sell 3.163 billion of new shares equalling a 20 percent stake of its enlarged capital and the funds will be used to pay off debt and to expand in palm oil and sugar plantations.

"Forty percent of the funds from the IPO will be used to pay down its debt," said one of the sources, who declined to be identified because the deal was not public.

The group has picked Kim Eng Securities as the lead underwriter and Deutsche Bank (DBKGn.DE) and Mandiri Sekuritas as secondary underwriters. Credit Suisse was not involved in the offering despite leading the IPO of Indofood CBP last year.
All three underwriters declined to comment.

The firm will conduct a roadshow and bookbuilding between May 9 to 20 and the listing is expected on June 9, the sources said. ($1 = 8547.5 Rupiah). Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 3 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 3 Mei 2011.
1. E-Trading Securities
Perdagangan kemarin, IHSG naik 29,7 poin (0,78%) ke level 3.849,30. Asing mencetak net buying Rp 674 miliar. Secara teknikal, IHSG kemarin berhasil bergerak menguat dengan candlestick membentuk pola white marubozu yang mengindikasikan bullish continuation. Sedangkan indikator Stochastic mulai bergerak melandai di area overbought. Pada perdagangan hari ini indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.820–3.867. Cermati ITMG , BMRI, dan MYOR.

2. Indo Premier Securities
Meninggalnya Osama Bin Laden dan deflasi yang pada April lalu memengaruhi pergerakan indeks kemarin. Saham-saham perbankan kembali berkilau, disusul saham batubara.  Emiten perkebunan juga turut mendongkrak IHSG hingga naik 29 poin ke level 3.849, tertinggi sepanjang sejarah. Hari ini indeks berpotensi menguat dengan kisaran 3.800-3.875. Saham pilihan kami ITMG, ASII, dan BBNI.

Rekomendasi HD Capital, 3 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 3 Mei 2011.
BUY: (CMNP, TLKM, UNTR, ASII)
  • Data inflasi yang turun (deflasi) serta potensi BI rate tidak berubah untuk Mei disambut positif oleh pasar, namun keadaan IHSG yang overbought membuat pelaku pasar melakukan portofolio switching ke counter yang belum bergerak signifikan
  • IHSG close (02-05) 3.834.271(+14.887+0.30%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.830-3.780-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Citra Marga (CMNP) (Target Rp 1.210) (close 02/05 Rp 1.120)
  • Secara valuasi jauh lebih murah daripada JSMR yang bergerak dalam bidang jasa jalan tol, bandingkan PER JSMR 2011 18x versus CMNP 8x, dengan rasio profitabilitas ROE JSMR dan CMNP tidak jauh berbeda (bermain di 15-16%).
  • Hanya tinggal menunggu waktu untuk pelaku pasar sadar dan melakukan akumulasi untuk breakout.
  • Entry (1) Rp 1.120, Entry (2) Rp 1.100, Cut loss point: Rp 1.050
 
2.    Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.900) (Close 02/05 Rp 7.700)
  • Q1 profit yang naik tipis sebenarnya merupakan prestasi yang patut dihargai karena setelah sebelumnya mengalami penurunan beberapa kuartal silam menandakan bahwa kinerja TLKM mulai membaik, rekomen akumulasi untuk skenario mengetes high sebelumnya di Rp 7.850.
  • Entry (1) Rp 7.600, Entry (2) Rp 7.450, Cut loss point: Rp 7.300
 
3.   United Tractors (UNTR) (BUY): (Target: Rp 24.100) (Close 02/05 Rp 23.250)
  • Memasuki transisi dari musim hujan ke musim kemarau yang diperkirakan datang lebih awal, peningkatan kegiatan perkebunan dan pertambangan untuk Q2 2011 akan naik.
  • Optimisme untuk tren komoditas akan mempengaruhi tren permintaan batubara dan mendorong pemilik tambang untuk menaikan produksi dan membangun infrastruktur pendukung.
  • Entry: (1) Rp 23.100, Entry (2) Rp 22.550, Cut loss point: Rp 21.800
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.700) (close 02/05 Rp 56.600)
  • Deflasi Maret serta suku bunga yang diperkirakan ditahan pada level yang sama kondusif untuk menopang tren penjualan mobil yang sebenarnya lebih digerakkan oleh tersedianya pembiayaan untuk Q 2011.
  • Bila terjadi minor pullback akibat keadaan jenuh beli (overbought) rekomen akumulasi)
  • Entry(1) Rp 56.500, Entry (2) Rp 56.150, Cut loss point: Rp 55.300

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, May 2, 2011

Mitsubishi, Mitsui and Kepco drop bids for Indonesia power project

Mitsubishi Corporation , Mitsui & Co and Korean Electric Power Corporation (KEPCO) have dropped bids to develop a 2,000 megawatt coal-fired power plant in Central Java, Indonesia's state utility firm Perusahaan Listrik Negara (PLN) said Monday.

In January, PLN shortlisted seven foreign investors for a $3 billion coal-fired power plant in Central Java, an official said.

"Mitsui, Mitsubishi, and KEPCO did not submit their proposals on (the deadline) April 29," said Murtaqi Syamsuddin, PLN's business director. "Mitsui and Mitsubishi submitted letters saying they withdrew from the project."

Syamsuddin added that Mitsui had said that the March earthquake and tsunami in Japan was behind their decision to pull out of the running.

Other investors that submitted bids included a Marubeni Corp consortium, a China Shenhua consortium, a Guangdong Yudean Group and Cahaya Mulia Energi Konstruksi consortium, and a consortium comprising of Electric Power Development Co (J-Power) , Adaro Energy and Itochu Corporation .

PLN said it expected to announce the project winner in June, with commercial operations expected to start by 2017.

Indonesia wants to boost its electricity capacity under a government programme to add a total of 20,000 megawatts generating capacity. The government is seeking private investors to fund two-thirds of its infrastructure needs.
Power shortages are common in Indonesia, where poor infrastructure is one of the factors restricting growth in Southeast Asia's largest economy. Source: Reuters

Mitsui Sumitomo Beli 50% Saham Sinarmas Life Rp 7 Triliun

Akhirnya rencana Mitsui Sumitomo Insurance yang membeli 50% saham Asuransi Jiwa Sinarmas terbukti. Pihak Mitsui maupun PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) selaku induk usaha dari Asuransi Jiwa Sinarmas telah menandatangani kesepakatan akuisisi tersebut.

Mitsui Sumitomo Insurance Co Ltd membeli saham baru yang diterbitkan PT Sinarmas Multiartha Tbk (SMMA) di anak usahanya PT Asuransi Jiwa Sinarmas senilai Rp 7 triliun.
Dengan demikian, komposisi kepemilikan saham di Asuransi Sinarmas menjadi SMMA 50% (semula 100%) dan Mitsui Sumitomo 50%. Tambahan modal ini membuat modal Asuransi Jiwa Sinarmas menjadi Rp 8,5 triliun dan menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan modal terbesar di Indonesia. 

April Kembali Terjadi Deflasi 0,31%

Deflasi (penurunan harga-harga) kembali terjadi pada April 2011, setelah bulan lalu juga mencatat deflasi 0,32%. Pada April terjadi deflasi 0,31%.

"Bahan makanan menyumbangkan deflasi 0,48%. Karena sepanjang April harganya menurun 1,9%," tegas Rusman Heriawan, kepala Badan Pusat Statistik.

Rusman memaparkan, inflasi kumulatif Januari-April 2011 adalah 0,39%, sementara inflasi yoy di April mencapai 6,16%. Rusman mengatakan, sepanjang April tetap terjadi kenaikan terhadap kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang harganya naik 0,02%. Kemudian kelompok perumahan dan air juga mengalami kenaikan harga 0,2%.

Sumbangan deflasi terbesar adalah bawang merah yang harganya turun 0,31% yang dan menyumbang deflasi 0,13%. Cabai merah dan cabai rawit menyumbang deflasi 0,11%. Daging ayam ras menyumbang deflasi 0,03%.

Rekomendasi HD Capital, 2 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 2 Mei 2011.
BUY: (TRUB, PGAS, BUMI,ASII)
  • Walaupun sempat terkoreksi, namun IHSG masih berada di dalam daerah high (diatas 3.789) seghingga tren positif untuk mencetak high baru masih berjalan
  • IHSG close (29-04) 3.807.371(-1.597/-0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,850-3.890-3.920

Stock picks:
1.    Truba Manunggal (TRUB) (Target Rp 65-72) (Close 29/04 Rp 62)
  • Truba begerak dalam bisnis contracting pembangkit listrik, dimana iklim suku bunga rendah dan kurs dolar AS lemah sangat mendukung financing proyeknya
  • Secara technical terjadi akumulasi volume selama 2 minggu yang konstan sehingga dapat dispekulasikan bahwa emiten ini dapat "naik kelas" mendekati nominal Rp 80-100 dalam beberap bulan mendatang.
  • Entry (1) Rp 61, Entry (2) Rp 58, Cut loss point: Rp 56

2.   Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.175) (Close 29/04 Rp 4.000)
  • Konsolidasi yang terjadi di antara level Rp 3.875-4.025 kelihatannya sudah dekat di ambang breakout dimana target proyeksi pertama ada di Rp 4.175. dan kedua di Rp 4.275
  • Entry (1) Rp 3.975, Entry (2) Rp 3.875, Cut loss point: Rp 3.775

3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.550) (Close 29/04 Rp 3.425)
  • Selain beberapa berita corporate action mengenai proses deleveraging  utangnya dan kinerja Q1 2011, secara technical BUMI telah breakout dari formasi konsolidasi yang dibentuk antara level Rp 3.250-3.350 selama beberapa minggu terakhir ke target breakout pertama di Rp 3.450
  • Pasca pullback menutup price gap di Rp 3.325 maka BUMI akan siap resume minor uptrend baru dengan target berikutnya di Rp 3.650
  • Entry: (1) Rp 3.400, Entry (2) Rp 3.325, Cut loss point: Rp 3.250

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target:Rp 57.500) (close 29/04 Rp 56.100)
  • Laba aktual Q1 2011 Rp 4,3 triliun versus Rp 3  triliun periode yang sama tahun lalu (naik 43%) membuktikan bahwa kinerja ASII masih kinclong kedepan
  • Teori bahwa spare part Jepang pasca Tsunami akan mempengaruhi produksi sulit dipahami karena hanya 5% dari komponen impor  digunakan dalam proses produksi Avanza dan Innova yang merupakan 80% dari total penjualan Astra.
  • Entry(1) Rp 56.100, Entry (2) Rp 55.500, Cut loss point: Rp 55.000


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)