rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, August 23, 2010

UBS Securities Borong Jasa Marga

UBS Securities memborong saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan membeli 3.182 lot di harga Rp 2.800 tanpa menjual sama sekali. Di urutan kedua, Kim Eng Sekuritas menjadi broker pembeli terbanyak, dengan volume 3.256 lot di harga Rp 2.811 diikuti oleh Mega Capital Indonesia dan Harita Kencana masing-masing 659 lot dan 400 lot.

Aksi borong oleh UBS membuat harga saham Jasa Marga naik Rp 25 menjadi Rp 2.825.

Broker penjual didominasi oleh Bahana Securities yang melepas 2.156 lot dan JP Morgan Securities Indonesia sebanyak 1.643 lot.


1
AK
UBS SECURITIES INDONESIA
23
3,182
2,800.00
-
-
-
3,182
3,182
2
ZP
KIM ENG SEKURITAS
121
3,256
2,811.82
1
95
2,825.00
3,161
3,351
3
CD
MEGA CAPITAL INDONESIA
8
659
2,800.76
2
10
2,812.50
649
669
4
AF
HARITA KENCANA SECURITIES
7
400
2,825.00
-
-
-
400
400
41
BK
J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
-
-
-
66
1,643
2,804.56
-1,643
1,643
42
DX
BAHANA SECURITIES
1
5
2,800.00
14
2,156
2,800.00
-2,151
2,161
 

UBS Securities Borong 74 Ribu Saham Bank Jabar Banten

Broker asing UBS Securities memborong 74.562 lot saham PT Bank JBR Tbk (BJBR) di harga rata-rata Rp 1.314. Di sisi lain, UBS hanya melepas 28.256 lot di harga Rp 1.337, sehingga membukukan net buying paling besar, yakni 46.306 lot.

Volume transaksi pembelian saham BJBR oleh UBS termasuk yang paling mencolok dan dominan. Dibandingkan dengan posisi broker pembeli kedua terbanyak, yakni Nusadana Capital Indonesia yang hanya membeli 11.159 lot dan Asia Kapitalindo Securities sebanyak 5.112 lot.

Selain membeli di pasar regular, UBS juga membeli di pasar negosiasi dengan jumlah 28 ribu oleh sesama nasabahnya. Pembelian ini justru di harga tertinggi yakni Rp 1.340.

Di sisi penjual, CLSA Indonesia melepas 32.487 lot di harga Rp 1.303. Broker lainnya adalah Andalan Artha Advisindo Sekuritas sebanyak 6.990 lot di harga Rp 1.314.


Akibat aksi pembelian masif yang dilakukan oleh UBS, harga saham BJBR naik Rp 50 menjadi Rp 1.340.


1
AK
UBS SECURITIES INDONESIA
510
74,562
1,314.30
4
28,256
1,337.17
46,306
102,818
2
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
101
11,159
1,302.23
49
4,225
1,314.54
6,934
15,384
3
KC
ASIA KAPITALINDO SECURITIES TBK.
76
5,112
1,337.07
2
100
1,340.00
5,012
5,212
4
HD
HORTUS DANAVEST TBK.
5
4,000
1,310.00
5
58
1,340.00
3,942
4,058
88
BJ
ANDALAN ARTHA ADVISINDO SEKURITAS
2
200
1,280.00
29
6,990
1,314.08
-6,790
7,190
89
KZ
CLSA INDONESIA
-
-
-
138
32,487
1,303.05
-32,487
32,487

BJBR
NG
1,340
12256
AK
F
AK
F
155915
BJBR
NG
1,340
4000
AK
F
AK
F
153659
BJBR
NG
1,340
4000
AK
F
AK
F
152514
BJBR
NG
1,330
8000
AK
F
AK
F
152357
 

 

Laba Bersih CIMB Niaga Melonjak 62,59%

Laba bersih PT Bank CIMB Niaga Tbk dalam setahun terakhir melonjak 62,59% dari Rp 695 miliar pada semester I-2009 menjadi Rp 1,13 triliun pada semester I-2010. Lonjakan laba ini berkat pertumbuhan aktivitas penyaluran kredit sebesar 25,2% dari Rp 71,68 triliun menjadi Rp 89,74 triliun.


Selain itu, makin membesarnya marjin bunga bersih dalam setahun terakhir, dari 6,55% menjadi 6,73% turut mendukung pertumbuhan laba perseroan. Dengan demikian, CIMB Niaga berhasil membukukan laba bersih per saham sebesar Rp 47,17 pada semester I-2010 dari sebelumnya Rp 29,07 pada semester I-2009.




Jun-09 Jun-10 %
Kredit 71,68 89,74 25,20
Pendapatan bunga bersih 3,02 3,49 15,56
Laba operasional 1,13 1,48 30,97
Laba sebelum pajak 0,973 1,502 54,37
Laba bersih 0,695 1,13 62,59
Laba bersih per saham 29,07 47,17
ROA 1,91 2,66
ROE 14,52 21,89
NIM 6,55 6,73
NPL gross 2,67 2,71
NPL net 1,69 1,54






























































Recapital Securities Resmi Kuasai Bank Eksekutif

Recapital Securities yang dimiliki oleh pengusaha nasional Sandiaga S Uno resmi menjadi pemilik 60,99% saham PT Bank Eksekutif Tbk. Akuisisi yang dilakukan pada 27 Juli 2010 itu telah mendapat persetujuan dari Bank Indonesia tertanggal 29 Juli 2010 dan pelaksanaanya telah dilaporkan ke BI 3 Agustus lalu.


Bank Eksekutif, menurut rencana, akan berganti nama menjadi Bank Pundi.

 

Riset JP Morgan soal Astra International

Riset mengenai PT Astra International Tbk oleh JP Morgan. Target harga diproyeksikan Rp 55 ribu dengan status masih "Overweight" (layak beli).

Asii by Jp Morgan                                                                   

Laba Bersih Bank Danamon Semester I 2010 Naik 65%


PT Bank Danamon Tbk (BDMN) berhasil meraih laba bersih Rp 1,43 triliun pada semester I-2010 atau tumbuh 65% dibandingkan semester I-2009 sebesar Rp 870 miliar. Pencapaian laba tersebut ditopan melalui percepatan pertumbuhan kredit khususnya segmen mass-market dan marjin usaha yang stabil.

Total kredit Danamon mencapai Rp 71,07 triliun pada akhir semester I-2010 atau tumbuh dari posisi tahun lalu sebesar Rp 61,5 triliun. Sedangkan pendapatan bunga bersih naik 10% dari Rp 4,41 triliun menjadi Rp 4,83 triliun. Net interest margin (NIM) atau marjin bunga bersih berhasil dipertahankan tetap naik dari 10% menjadi 11,6%.

Selain itu, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) turun dari 4% menjadi 3,4%.

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 23 Agustus 2010


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk kondisi perdagangan hari ini, Senin 23 Agustus 2010.

1. Kresna Securities
IHSG kembali bertahan di teritori positif Jumat (20/8), di tengah tekanan jual pada bursa regional setelah data ekonomi AS kembali di bawah ekspektasi. Meskipun ditutup positif, kemunculan candle hammer perlu menjadi perhatian terhadap berlanjutnya tekanan jual. Hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3.070-3.130. Saham pilihan PTBA dan INDF.

2. Trimegah Securities
Meskipun sempat tertekan, IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dan kembali membentuk rekor harga tertinggi baru akhir pekan lalu. Sementara itu, pergerakan stockhastic yang telah di area overbought menjadi sinyal rawan tekanan jual. Aksi profit taking dapat terjadi mengingat indeks yang telah naik signifikan. Hari ini, IHSG akan bergerak pada kisaran 3.074-3.130.

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG berfluktuasi karena sempat minus 20 poin dan menyentuh 3.118,65, serta akhirnya ditutup plus 12 poin ke rekor tertinggi baru 3.117,72. Penguatannya ditopang oleh saham sektor industri dasar, barang konsumsi, dan menufaktur, walaupun indeks bursa global melemah karena khawatir dengan pertumbuhan ekonomi global. Broker asing net selling Rp 70 miliar. Buy BUMI dan UNSP, serta hold BBNI.

4. Erdikha Sekuritas
Di tengah pelemahan bursa global, IHSG berhasil ditutup menguat 12,37 poin (0,4%) menjadi 3.117,72. Kenaikan saham sektor konsumsi dan grup Bakrie menjadi salah satu penopang penguatan indeks. Walaupun teknikal masih berada di bawah area overbought, namun IHSG akan bergerak mixed hari ini pada kisaran 3.080-3.145. Kami merekomendasikan saham KLBF dan UNVR.

Rekomendasi HD Capital, 23 Agustus 2010

Untuk perdagangan awal pekan ini, Senin 23 Agustus 2010, HD Capital merekomendasikan pembelian empat saham pilihanm yakni Bank JBR (BJBR), Semen Gresik (SMGR), Holcim Indonesia (SMCB), dan Astra International (ASII).
  • Pasar mulai akumulasi karena optimistis bahwa inflasi tidak akan mempengaruhi BI untuk menaikan rate-nya karena rupiah masih di kisaran wajar sehingga likuiditas pasar terus mengalir.
  • IHSG close (20-08) 3.117.720(+12.370/+0.40%) (Val Rp 4.3T)
  • Support: 3.100-3.070-3.050, Resistance: 3.150-3.200
 Stock picks:
 
1.   Bank Jawa Barat (BJBR): (BUY) (Target: Rp 1.340) (close 20/08 Rp 1.290)
  • Tetap rekomendasi akumulasi, karena optimisme pasar bahwa dengan rupiah yang stabil, BI rate akan dipertahankan di 6,5% hingga akhir tahun dapat menguntungkan emiten perbankan dengan kredit tersalurkan yang cukup banyak (80%) seperti BJBR yang akan mengurangi risiko kredit macet (NPL).
  • Entry: (1) Rp 1.280, Entry (2) Rp 1.250, cut-loss point: Rp 1.220
     
2.    Semen Gresik (SMGR) (BUY): (Target: Rp 9.150) (Close 20/08 Rp 8.850)
  • Sentimen positif dari pembuktian bahwa SMGR tidak melakukan kartel semen dan pembangunan pabrik sesuai jadwal untuk mendukung pertumbuhan penjualan semen, dapat menjadi katalis positif untuk akumulasi emiten semen yang belum mengikuti laju SMCB & INTP.
  • Valuasi PER juga lebih murah dari kedua emiten semen lainnya
  • Entry (1) Rp 8.850, (2) Rp 8.600, Cut loss point: Rp 8.400
 
3.   Bank Rakyat Indonesia (BBRI) (BUY): (Target: Rp 9.900) (Close 20/08 Rp 9.600)
  • Salah satu pemain mikro segmen dengan market cap terbesar ini masih lebih murah secara valuasi PER versus bank pemerintah lain.
  • Entry: (1) Rp 9.450, Entry: (2) 9.300, Cut loss point: Rp 9.100
  
4.   Astra International (ASII): (BUY) (Target: Rp 50.500) (close 20/08 Rp 48.800)
  • BI rate & pertumbuhan ekonomi (GDP) yang kondusif dapat membuat kredit mobil jadi lebih terjangkau untuk mendukung laju kenaikan penjualan mobil yang hingga Juli ini sudah mencapai 68%.
  • Entry: (1) Rp.48.800, Entry (2) Rp.47.600, Cut-loss point: Rp.45,900.
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

CLSA Naikkan Proyeksi Pendapatan Gudang Garam

Analis CLSA Asia Pacific Markets Swati Chopra menaikkan proyeksi pendapatan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebesar 5% menjadi 11%.

Kenaikan ini membuat harga saham GGRM pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu melonjak 7,4% menjadi Rp 40.500, level tertinggi sejak paling tidak Agustus 1991.

Citigroup Pangkas Target Harga BRI Jadi Rp 9.300

Citigroup Incorporation memangkas proyeksi target harga PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dari semula Rp 9.700 menjadi Rp 9.300. Pemangkasan proyeksi target harga ini dilakukan oleh Analis Citigroup Salman Ali.

Penilaian Salman tersebut didasari harga BRI yang telah sangat menguat belakangan ini, penurunan kualitas kredit, dan sensitivitas terhadap kenaikan suku bunga.  Akibatnya, rekomendasi terhadap saham BRI berubah dari semula "Hold" (tahan) menjadi "Sell" (jual).

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham BRI anjlok 1% menjadi Rp 9.600. 

Citigroup Naikkan Target Harga BCA Jadi Rp 6.600

Citigroup Incorporation menaikkan proyeksi target harga PT Bank Central Asia Tbk dari semula Rp 5.600 menjadi Rp 6.600. Kenaikan target harga ini dilakukan oleh Analis Citigroup Salman Ali.

Penilaian Salman tersebut didasari pertumbuhan kredit BCA dan penurunan beban bunga. Akibatnya, rekomendasi terhadap saham BCA berubah dari semula "Sell" (jual) menjadi "Hold" (tahan).

Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham BCA berhasil ditutup naik 0,8% menjadi Rp 6.000. 

Sunday, August 22, 2010

Memo Kim Eng Sekuritas, 20 Agustus 2010

Memo Kim Eng Sekuritas, 20 Agustus 2010.

Memo Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Gozco Incar Aset Lahan Benua Indah Group

PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) berencana mengakuisisi aset PT Benua Indah Group (BIG) yang akan dilelang oleh PT Bank Mandiri Tbk. Aset BIG dilelang karena perusahaan kelapa sawit tersebut tak mampu melunasi utangnya ke Bank Mandiri.

Presiden Direktur GZCO Tjandra M Gozali mengaku, aset BIG yang mereka incar berupa lahan sawit seluas 13 ribu hektare serta dua pabrik pengolahan kelapa sawit yang kapasitas produksinya masing-masing sebesar 45 ton per jam. Kesemua aset itu terletak di Kalimantan Barat. 

“Untuk membeli aset-aset tersebut, kami akan mengandalkan kas internal,” kata Tjandra. Namun, dalam perkembangannya nanti tidak tertutup kemungkinan GZCO mencari sumber pendanaan lainnya, seperti pinjaman perbankan. Pasalnya, kebun yang dimiliki BIG sudah rusak, dan musti dilakukan penyehatan lahan.

Tjandra masih enggan menyebutkan kisaran dana yang dibutuhkan untuk melakukan recovery lahan itu mengingat  akuisisi masih belum dilaksanakan. Yang jelas, dana tersebut diluar anggaran belanja modal perseroan untuk tahun 2010, yang mencapai Rp 280,3 miliar.

Saat ini total lahan sawit GZCO mencapai 125 ribu hektare dan yang sudah tertanam baru sekitar 30 ribu hektare. Tahun ini perseroan berencana memperluas areal sekitar 5-7 ribu hektare. Sepanjang semester I sudah terjadi penambahan areal tanam seluas 3 ribu hektare.

Penjualan Tepung Terigu Indofood Semester I Capai 1,3 Juta Ton

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) berhasil menjual tepung terigu pada semester I-2010 sebanyak 1,3 juta ton. Dengan demikian, Indofood mampu menguasai pangsa pasar sekitar 55% dari total volume penjualan tepung terigu nasional sebanyak 2,49 juta ton.

Pangsa pasar tersebut akan terus ditingkatkan hingga sepanjang tahun ini dapat menguasai 58% dari total volume penjualan tepung terigu nasional sebesar 4,4 juta ton.

"Perkiraan kami tahun ini pangsa pasar Indofood di tepung terigu sektar 58-59%," ujar Direktur Indofood Franky Welirang di MU Cafe, Jakarta, Jumat malam.

Menurut Franky, volume penjualan tepung terigu nasional di tahun 2010 akan mencapai 4,4 juta ton, naik 9-10% dari tahun 2009 sebanyak 3,9 juta ton. 

Dengan demikian, penjualan tepung terigu Indofood akan dipacu dari 1,3 juta ton pada semester I-2010 menjadi sekitar 2,5 juta ton sepanjang tahun.

Menurut Franky, guna merealisasikan pangsa pasar 58%, Indofood akan memanfaatkan momentum Puasa dan Lebaran mengingat penjualan produk-produk pangan biasanya meningkat drastis.

Selain itu, peningkatan pangsa pasar juga akan dikontribusikan dari berhentinya pasokan impor terigu dari Turki, yang otomatis akan mempengaruhi volume penjualan terigu nasional.

"Produk terigu impor itu sekitar 15% dari volume penjualan terigu nasional. Dari porsi impor itu, sebesar 8% berasal dari Turki yang sekarang terhenti," ujarnya.

Terhentinya pasokan terigu impor dari Turki menyebabkan sebagian konsumen terigu nasional kehilangan pasokan. Di sisi lain, INDF pun mengaku tidak mengincar pasar yang hilang tersebut.

"Mereka yang biasa beli terigu Turki kan bukan konsumen kita. Fokus kami adalah menjamin ketersediaan pasokan terigu bagi konsumen kami. Terhentinya pasokan terigu Turki bukan berarti membuat kita memberikan sebagian produksi ke mereka (konsumen terigu Turki). Kita jaga konsumen kita dulu. Lagipula, terigu Turki itu spesifikasinya berbeda dari kita. Jadi tidak serta merta kita bisa penuhi pasokan yang berhenti itu," papar Franky.


Saturday, August 21, 2010

Pergerakan Saham BUMI 2-3 Hari Terakhir


Pergerakan BUMI Selama 3 Hari Lalu


Pergerakan BUMI 2 Hari Terakhir

Beli Robbinz Department Store, Target Penjualan Multipolar 2011 Naik 35,7%

Manajemen PT Multipolar Tbk (MLPL) merevisi target penjualan tahun ini dari Rp 9,2 triliun menjadi Rp 9,9 triliun atau naik 7,5% menyusul akuisisi 100% saham Robbinz Department Stores Limited. Selanjutnya, pada 2011, target penjualan meningkat 35,7% menjadi Rp 12,5 triliun.


Laba kotor perseroan juga akan meningkat dari semula Rp 1,6 triliun menjadi Rp 1,7 triliun pada tahun ini dan Rp 2,3 triliun tahun depan.


terkait akuisisi tersebut, manajemen melihat transaksi yang akan dilakukan tidak mengandung unsur benturan kepentingan. Namun, transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi.

                                                                                                                                  

Bandar Jual 33,075 Juta Saham Golden Retailindo

Investor harus berhati-hati terhadap saham PT Golden Retailindo Tbk (GOLD). Hal ini karena adanya aksi pemegang saham tertentu (bandar) yang melakukan transaksi di pasar negosiasi sebanyak 33.075.000 atau 11,6% dari total saham GOLD. (lihat lampiran keterbukaan informasi manajemen).

Entah kebetulan atau tidak, sepanjang Jumat volume transaksi saham GOLD mencapai 24.205.752.500 dengan frekuensi 7.171 kali. Harga saham GOLD anjlok Rp 100 atau 17,54% dari Rp 570 menjadi Rp 470.

Golden                                                                                                                                   

Most Active

NoCodePrevClosChg%VolValFreq
1 BUMI1,2901,50021016.28368,151,500529,199,860,00010,959
2 GOLD570470-100-17.5444,924,00024,205,752,5007,171

Analis: Cermatin Saham Bank dan Semen Pekan Depan

Analis Universal Broker Satrio Utomo menyarankan investor untuk mencermati saham-saham perbankan dan semen pada pekan depan. Selain itu, dia meminta untuk sementara waktu menjauhi emiten batubara karena harganya sedang jatuh.

Terkait kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali memecahkan rekor di posisi 3.117,72, Satrio mengaku merasa terkejut. “Kami sangat surprise, seolah ini kado 17 Agustus,” kata Satrio Utomo, di Jakarta, Jumat (20/8). 

Ia mengaku heran dengan kondisi ini, pasalnya ekonomi global menunjukkan pelambatan, perdagangan pun cenderung sepi lantaran Ramadan. “Saya merasa ini tidak masuk akal, kondisi bursa kok tidak enak. Investor harap hati-hati,” ucapnya mengingatkan. 

Ia juga menegaskan IHSG tidak akan selamanya mampu melawan tren. Namun Satrio menduga pekan depan IHSG masih menyimpan potensi naik dengan rentang 3085-3.150. Sebab dana asing yang masuk masih sangat deras. “Walaupun aneh, tetapi selama orang masih beli, harga akan terus naik,” katanya.

IHSG Per 20 Agustus 2010
NoNamePreviousCurrentChange%
1 COMPOSITE3,105.3503,117.72012.3700.40
2 AGRI1,732.7841,735.4022.6180.15
3 MINING2,290.6382,321.93831.3001.37
4 BASIC-IND346.566353.0316.4651.87
5 MISC-IND845.570847.0381.4680.17
6 CONSUMER999.4921,022.16722.6752.27
7 PROPERTY169.675170.2650.5900.35
8 INFRASTRUC771.847762.936-8.911-1.15
9 FINANCE402.281401.718-0.563-0.14
10 TRADE323.961323.639-0.322-0.10
11 MANUFACTUR737.436748.48811.0521.50
12 LQ45589.893592.1642.2710.38