rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, May 16, 2011

Jasa Marga Akuisisi Ruas Tol Gempol-Pandaan

Jasa Marga (JSMR) mengakuisisi 51,17% saham PT Margabumi Adhikaraya (MBAR) milik Xiliin Enterprise yang menguasai ruas tol Gempol-Pandaan. Pasca-akuisisi, kepemilikan Jasa Marga atas ruas tol itu mencapai 52,05% dari semula 0,88%. 

Harga pembelian saham mencapai Rp 75 miliar. Jalan tol Gempol-Pandaan merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan bagian jalan tol Trans Jawa milik Jasa Marga yaitu jalan tol Surabaya-Gempol sepanjang 49 km yang sudah beroperasi saat ini dan jalan tol Gempol-Pasuruan (34,15 km) yang masih dalam tahap pembebasan lahan.

Ruas tol yang diakuisisi Jasa Marga itu ditargetkan adalah 17,15%. Biaya investasi pembangunan mencapai Rp 1,63 triliun dan pembebasan lahan sudah mencapai 90%. Tarif tol awal golongan I adalah Rp 607/km yang berlaku pada 2013.

Presdir Asuransi Bintang Tekor Beli Saham

Presiden Direktur Asuransi Bintang (ASBI) Zafar Dinesh Idham membeli 525 ribu saham ASBI dari PT Dana Harta Keluarga senilai Rp 380/saham. Pembelian dilakukan pada 11 Mei 2011.

Pada penutupan perdagangan Jumat lalu, harga saham ASBI ditutup pada harga Rp 335/saham. Dengan demikian, Zafar mengantungi potensi kerugian Rp 45/saham dari pembelian 525 ribu saham ASBI.

Harga saham ASBI ketika Zafar membeli memang sempat melonjak tinggi. Berdasarkan data yahoofinance, saat itu harga saham ASBI setelah dibuka langsung melonjak menjadi Rp 475 dari harga pembukaan Rp 390. Namun kemudian melorot menjadi Rp 350 dan ditutup pada harga Rp 365.


Selain Zafar, pihak lain yang membeli saham ASBI dari pemilik lama (Dana Harta Keluarga) adalah PT Ngrumat Bondo Utama sebanyak 8 juta saham, kemudian PT Srihana Utama membeli 1.746.204 saham.  

Saat ini kepemilikan saham ASBI oleh Ngrumat Bondo Utama mencapai 43.651.082 saham atau setara dengan 25,05% kepemilikan. Sedangkan Srihana Utama menguasai 61.761.389 saham atau 35,45%.


Dana Harta Keluarga tercatat melepas seluruh kepemilikan saham ASBI sebanyak 10.271.204 kepada ketiga investor tersebut di harga Rp 380/saham. Setelah melepas, kepemilikan Dana Harta sudah tidak ada lagi.



Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 16 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 16 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada Jumat lalu naik 23,311 poin (0,61%) ke level 3.832 dengan volume transaksi 22,6 juta lot senilai Rp 5,2 triliun. Net buying asing mencapai Rp 62,4 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatannya hari ini dilihat dari candlestick yang membentuk pola white marubozu. Pergerakan indeks akan berada di 3.798–3.849. Cermati INDY, AALI, dan GGRM.

2. Kresna Sekurindo
IHSG masih berkonsolidasi dengan 3.789 sebagai support kunci. Angka inflasi di AS yang diharapkan mencapai 3,1% diperkirakan menjadi katalis global. Sejalan dengan itu, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.800-3.850. ADRO dan  ELTY menjadi saham pilihan.
3. Sinarmas Sekuritas  
Pada perdagangan Senin (16/5), secara teknikal, indeks cenderung bergerak menguat pada kisaran 3.820-3.848. Peungumuman data inflasi AS dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Saham-saham yang dapat diperhatikan BJBR, BMRI, INDY, PTBA.


Rekomendasi HD Capital, 16 Mei 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 16 Mei 2011.
BUY: (ASII, BBRI, ADRO,BJBR)
  • Bila terjadi koreksi akibat melemahnya Dow Jones dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi untuk antisipasi technical rebound yang akan terjadi pasca libur nanti. 
  • IHSG close (13-05) 3.832.42(+23.347/+0.61%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.790-3.770-3.680, Resistance: 3,850-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp 59.500) (Close 13/05 Rp 58.500)
  • Pembicaraan dengan manejemen Astra minggu lalu memberikan insight bahwa penjualan kendaraan bermotor roda dua berkontribusi hampir 80% ke penjualan otomotif ASII sehingga efek dari berkurangnya sparepart dari Jepang tidak berpengaruh.
  • Koreksi untuk meredakan efek jenuh beli (overbought) bisa digunakan untuk mencari entry point.
  • Entry (1) Rp 57.900, Entry (2) Rp 57.400, Cut loss point: Rp 56.850

2.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.500) (Close 13/05 Rp 6.250)
  • Bila masih terjadi penekanan di sekitar support zone Rp 6.200-6.100 rekomen akumulasi untuk proses perbaikan tren dari sideways ke positif.
  • PER 2011 BBRI sekitar 13x, di bawah PER sektor perbankan 14x dan merupakan termurah kedua setelah BMRI (11x) dengan pertumbuhan ROE 5-tahun 24% yang di atas average IHSG (23%).
  • Exit (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850

3.   Bank Jawa Barat (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.350) (Close 13/05 Rp 1.290)
  • Bila terjadi pullback atau koreksi minor pasca rally hari Jumat kemarin rekomen akumulasi untuk mencari entry point.
  • Fokus keluar pulau Jawa, segmen mikro yang high margin dan berisiko rendah serta cost of fund yang murah (selama BI rate masih ditahan) merupakan nilai jual tambah BJBR yang juga secara technical mulai kelihatan menarik untuk akumulasi.
  • Entry: (1) Rp 1.260, Entry (2) Rp 1.220, Cut loss point: Rp 1.190

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.400) (close13/05 Rp 2.275)
  • Pasca laporan keuangan Q1 dimana profit naik 11% di atas ekspektasi, kelihatannya pasar mulai optimistis terhadap perbaikan kinerja produksi batubara di musim kemarau ini yang juga didukung oleh tingginya harga jual batubara dan efek ke average selling price (ASP) serta EPS (laba per saham) yang di prediksi mengalami peningkatan untuk sisa tahun 2011 sehingga kemungkinan valuasi PER akan menurun.
  • Entry(1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 2.200, Cut loss point: Rp 2.150


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Sunday, May 15, 2011

Kim Eng Set Target Price BJBR to IDR 1,450/share

PT Kim Eng Securities initiated coverage PT Bank BJB Tbk (BJBR) with a “buy” rating and a share-price estimate of 1,450 rupiah in a note today, calling the lender an “attractive dividend player.”  
 
BJBR, owned by the Indonesian provinces of West Java and Banten, rose 4 percent to 1,290 rupiah, the biggest increase since March 28. 

Friday, May 13, 2011

BCA Akuisisi 75% Saham Dinamika Usaha Jaya

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) untuk membeli 75% saham PT Dinamika Usaha Jaya, milik PT Poly Kapitalindo. Akta perjanjian tersebut diteken pada 10 Mei 2011.

Dinamika Usaha Jaya merupakan perusahaan efek yang memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, dan manajer investasi. Sedangkan BCA maupun Poly Kapitalindo dimiliki oleh pemegang saham yang sama, yakni Grup Djarum. Oleh karena itu, akuisisi ini terkena peraturan Bapepam tentang transaksi afiliasi.

CLSA Raise Up Target Price MAPI to IDR 3,900 per share

CLSA Asia-Pacific Markets in a note yesterday raised the share-price estimate PT Mitra Adiperkasa (MAPI) to 3,900 rupiah from 3,300 rupiah citing the company’s better-than-expected first- quarter results. 

MAPI, the retailer that runs Starbucks Corp. coffee shops, rose 4.3 percent to 3,650 rupiah, closing at a record. 

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 13 Mei 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 13 Mei 2011.
 
1. E-trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin anjlok 29,432 (-0,77%) ke level 3.808,710. Asing tercatat melakukan net selling sebesar Rp 64,6 miliar. Secara teknikal, hari ini indeks masih berpotensi melanjutkan pelemahannya untuk menguji garis support MA 20 di level 3.790. Sejalan dengan itu, indeks bakal bergerak di kisaran 3.768–3.839. Cermati CMNP, MAPI, dan INKP.

2. Kresna Sekurindo
Turunnya harga minyak yang memicu tekanan jual pada saham komoditas membuat indeks tertekan kemarin. Alhasil, BI rate yang stabil di level 6,75% tidak mampu menggairahkan indeks. Untuk hari ini, sentimen global diperkirakan masih menahan indeks di kisaran 3.780-3.835. PGAS dan TLKM menjadi saham pilihan kami.

3. Indo Premier Securities
Rontoknya harga komoditas kembali mengganjal IHSG, sehingga merosot 29 poin ke level 3.808. Tren indeks pada perdagangan penutupan pekan ini cukup suram, karena sebelumnya sudah naik tinggi. Apalagi, akan ada libur Waisak yang bisa mendorong investor melakukan profit taking. Kisaran indeks masih di level 3.784-3.849. Saham pilihan kami adalah ASII, PTBA, ITMG, AALI, LSIP.

Thursday, May 12, 2011

Delta Dunia aims for $153 mln rights issue

Delta Dunia Makmur , Indonesia's second largest mining services firm, expects to raise 1.3 trillion rupiah ($152.5 million) from a rights issue in June this year, the firm said on Thursday. 

The firm aims to sell about 1.53 billion new shares, with part of the funds to be used for capital expenditure and paying the debt of unit Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), it said in a statement published in the Bisnis Indonesia newspaper. ($1 = 8526.5 Rupiah). Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 12 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 12 Mei 2011.
BUY: (GJTL, ANTM, BBRI) SELL: (ASII)

  • Secara teknikal IHSG masih mempunyai ruang lebih untuk bergerak mencetak new high 


  • IHSG close (11-05) 3.838.142(+37.622/+0.99%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

1.     Gajah Tunggal (GJTL) (Target Rp 2.850) (close 11/05 Rp 2.650)

  • Bila terjadi koreksi akibat keadaan jenuh beli dan volume besar pas rally kemarin rekomen akumulasi karena peningkatan laba di Q1 2011 menurunkan valuasi PER 2011 dari 13x ke 6x sehingga secara fundamental juga menarik.


  • Entry (1) Rp 2.600, Entry (2) Rp 2.500, Cut loss point: Rp 2.450


 

2.    Aneka Tambang (ANTM) (BUY): (Target: Rp 2.350) (Close 11/05 Rp 2.250)

  • Perbaikan kinerja keuangan mulai terlihat di Q1 2011 akibat naiknya harga emas dan produksi pertambangan yang membaik dengan masuknya musim kemarau.


  • Secara teknikal mulai ada tanda perbaikan tren turun yang terjadi selama lebih dari 2 minggu terakhir dengan daily stochastic memberikan signal buy lagi


  • Entry (1) Rp 2.225, Entry (2) Rp 2.150, Cut loss point: Rp 2.050

 

3.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 11/05 Rp 6.300)

  • Bank mikro segmen UKM ini dengan valuasi menarik (PER 2011 13x) masih akan mengikuti tren sektoral perbankan untuk mengangkat IHSG didukung oleh faktor suku bunga kondusif pasca inflasi terjaga akibat penguatan rupiah selama ini.



  • Entry: (1) Rp 6.250, Entry (2) Rp 6.150, Cut loss point: Rp 5.950

 

4.   Astra International (ASII) (SELL) (Koreksi: Rp 57.750) (close 11/05 Rp 59.250)

  • Bila masih terjadi kenaikan rekomen sell on strength karena keadaan yang jenuh beli pasca kenaikan saham terlalu tajam dan menunggu pullback untuk masuk kembali

  • Exit(1) Rp 59.500, Exit (2) Rp 60.350, Reverse posisi: Rp 60.650

 

  


Dibuat oleh:

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 12 Mei 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 12 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin melonjak 37,6 poin (0,99%) ke level 3.838,14 dengan volume transaksi 16,7 juta lot senilai Rp 5 triliun. Asing kembali melakukan net buying Rp 435 miliar. Secara teknikal, indek kemarin berhasil menguat dengan candlestick yang membentuk pola White Marubozu yang mengindikasikan sinyal bullish continuation. Sementara indikator Stochastic bergerak uptrend. Hari ini indeks diprediksi berada di kisaran 3.805– 3.872. Cermati UNTR, BJBR, dan SGRO. 

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan jual saham perbankan membuat IHSG berada di teritori positif pada perdagangan kemarin. Hal ini menyusul ekspektasi tetapnya BI rate di level 6,75%. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.810-3.860 dengan TINS dan TLKM sebagai saham pilihan.

3. Indo Premier Securities
Bursa Asia bergerak rata-rata menguat pada perdagangan kemarin. Ini ditopang meredanya inflasi April di Tiongkok yang mencapai 5,3% (yoy). Alhasil, IHSG naik 38 poin. Penguatan diprediksi bakal berlanjut. Tapi, pemodal mesti mewaspadai profit taking karena menjelang libur panjang di akhir pekan ini. Pergerakan indeks hari ini akan berada di 3.784-3.849.  Saham pilihan kami AALI, LSIP, ITMG, PTBA. 

Wednesday, May 11, 2011

Rekomendasi HD Capital, 11 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 11 Mei 2011.
BUY: (PTBA, BMRI, BUMI, KLBF)
  • IHSG kelihatannya akan mencoba mendekati resistance area di all time high 3830-3850 didukung oleh menguatnya bursa regional, rupiah serta harga komoditas dan optimisme pasca keluaranya laporan keuangan Q1 beberapa emiten yang membuat analis menaikan proyeksi laba untuk sisa akhir tahun.
  • IHSG close (10-05) 3.796.81(+11.521/+0.05%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Bukit Asam (PTBA) (Target Rp 22.800) (close 10/05 Rp 21.800)
  • Pelaku pasar optimis kenaikan harga jual batubara PTBA yang naik 22% dapat mendongkrak laba bersih tahun ini hingga 61% versus periode sebelumnya tahun lalu (2010)
  • Hal ini membuat proyeksi laba dinaikan sehingga valuasi PTBA menjadi menarik (PER 2011 dapat turun dari 18x hingga 15x).
  • Entry (1) Rp 21.800, Entry (2) Rp 21.300, Cut loss point: Rp 20.750
 
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.250) (Close 10/05 Rp 7.000)
  • Menguatnya rupiah positif untuk memperkuat posisi funding BMRI yang sebagian besar merupakan obligasi RI.
  • Pasca hasil laporan keuangan Q1 2011 keluar dimana profit naik signifikan, valuasi PER 2011 turun dari 18x ke 10x.
  • Kelihatannya suku BI rate akan terus ditahan untuk bulan Juni sehingga hal ini dapat mendukung pertumbuhan kredit perbankan di Q2 dan 1H 2011.
  • Entry (1) Rp 6.950, Entry (2) Rp 6.750, Cut loss point: Rp 6.600
 
3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.825) (Close 10/05 Rp 3.625)
  • Pasar masih antusias menunggu keluarnya laporan keuangan Q1 2010 yang disinyalir mengalami peningkatan laba akibat harga jual batubara naik dan proses pemangkasan utang oleh aksi korporasi dan akuisisi Vallar.
  • Entry: (1) Rp 3.600, Entry (2) Rp 3.450, Cut loss point: Rp 3.350
 
4.   Kalbe Farma (KLBF) (BUY) (Target: Rp 3.550) (close 10/05 Rp 3.425)
  • Menguatnya rupiah di bawah level Rp 8.700 cukup signifikan untuk menekan cost biaya bahan baku obat sehingga dapat meningkatkan laba persero untuk Q2 dan 1H 2011.
  • Entry(1) Rp 3.425, Entry (2) Rp 3.350, Cut loss point: Rp 3.250
  

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 11 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 11 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin naik 15 poin (0,39%) ke level 3.800, menyusul membaiknya harga komoditas dunia. Volume transaksi mencapai 20,8 juta lot senilai Rp 5 triliun. Namun, asing melakukan net selling Rp 163,5 miiar. Secara teknikal, IHSG masih hari ini berpotensi menguat jika mampu menembus garis resistance MA 5. Pergerakan indekss akan berada di kisaran 3.768–3.824. Cermati BMRI, MYOR, dan BBTN.

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan jual saham perbankan membuat IHSG kembali bertahan di area support. Stochastic yang memasuki jenuh beli menunjukkan potensi teknikal rebound. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.780-3.830 dengan PGAS dan ASII sebagai saham pilihan.

3. Indo Premier Securities
Bursa Asia kemarin rebound seiring harga komoditas yang berbalik arah.  Demikian dengan IHSG yang naik 15 poin ke level 3.800. Sentimen negatif dari bursa Asia diprediksi bakal datang. Ini kesempatan untuk mengoleksi BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan ASII.  Pengumuman BI rate Kamis mendatang akan menjadi katalis indeks. Hari ini, IHSG diprediksi bergerak di kisaran  3.784-3.849.

Tuesday, May 10, 2011

Salim Ivomas IPO to raise up to $631 million

* Aims to sell 3.163 billion new shares in June 9 IPO
 * Sets IPO share price range at 1,060-1,700 rph/share
 * Could be Indonesia's biggest IPO this year
 
Salim Ivomas Pratama, an agribusiness unit of Indofood Agri, 
will raise as much as $631 million in its June initial public offering, 
making it the biggest Indonesian listing so far this year.
            
 Salim Ivomas has set the price range for bookbuilding at
1,060 rupiah to 1,700 rupiah per share, said Kim Eng Securities,
one of its underwriters, following a due diligence meeting with
investors on Tuesday.
            
 The move by its parent Salim Group, one of Indonesia's
wealthiest conglomerates, follows Salim's IPO for noodle maker
PT Indofood CBP last October that raised $700 million.
            
 But the Ivomas offering may have come at a bad time after
last week's slump in commodity prices, the biggest drop since
2008, as investors take a cautious view on demand after a steep
rally in commodity prices and worries over the global economy.
            
 "The commodities sector, mainly palm oil, in Indonesia is
facing some pressing issues like taxes and as companies are
facing maturing yields," said Michael Tjoajadi, a fund manager
at Schroders Investment Management Indonesia that manages assets
of $4.3 billion.
            
 "So (palm oil) demand will be steady if not declining in the
near term, which will also impact appetite for stocks."       
 
 However Salim Ivomas, which grows palm oil, rubber and sugar
and has refineries making cooking oil and margarine, is likely
to see strong local demand for these finished products as
incomes and the population rises in Southeast Asia's biggest
economy , analysts say.
            
 The country's stock market has also surged to fresh
record highs this month as foreign investors return to the G20
country, after a sell-off in January and weak debut in February
for state flag carrier Garuda Indonesia.
            
 Salim Ivomas will sell 3.163 billion new shares, equalling a
20 percent stake of its enlarged capital, and the funds will be
used to pay off debt and to expand in palm oil and sugar.    
 Indonesia is the world's largest palm oil producer but
currently relies on sugar imports, though is aiming to achieve
self-sufficiency in the sweetener by 2014.
            
 Ivomas has picked Kim Eng Securities as the lead
underwriter and Deutsche Bank (DBKGn.DE) and Mandiri Sekuritas
as secondary underwriters. Credit Suisse was not
involved in the offering despite leading the IPO of Indofood CBP
last year.
            
 The firm will conduct a roadshow and bookbuilding between
May 9 to 20 and the listing is expected on June 9, according to
a company statement. Source: Reuters 

Rekomendasi HD Capital, 10 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.
BUY: (TRUB, ADRO, TLKM, ASII)
  • Sentimen positif terhadap keluarnya consumer confidence index (CCI) dan membaiknya pasar regional dapat mengangkat IHSG untuk mencetak new high di atas resistance 3.830.
  • IHSG close (09-05) 3.791.81(-4.170/-0.05%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Truba Alam (UNTR) (Target Rp 75) (close 09/05 Rp 67)
  • Keadaan suku bunga domestik dan luar negeri yang kondusif dengan rupiah kuat membuat financing proyek pembangkit listrik yang berbasis US$ murah untuk persero sehingga dapat memperbaiki kinerja 2010 untuk menurunkan valuasi PER mahal dengan peningkatan laba
  • Entry (1) Rp 67, Entry (2) Rp 62, Cut loss point: Rp 59
 
2.    Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp 2.425) (Close 09/05 Rp 2.300)
  • Optimisme terhadap permintaan batubara dari pembangkit listrik di China akibat lambannya pembangunan infrastruktur, membaiknya produksi memasuki musim kemarau, serta upgrade proyeksi laba pasca Q1 profit naik merupakan katalis positif untuk menggerakan ADRO.
  • Entry (1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.175
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.850) (Close 09/05 Rp 7.600)
  • Pasca kenaikan tipis laba Q1 versus periode sama tahun lalu sebesar 11% pelaku pasar mulai optimistis bahwa kinerja TLKM akan membaik pada kuartal-kuartal ke depan sehingga mulai akumulasi untuk membentuk pola minor uptrend.
  • Entry: (1) Rp 7.550, Entry (2) Rp 7.450, Cut loss point: Rp 7.350
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.500) (close 09/05 Rp 56.650)
  • Pasar mulai optimistis menjelang data penjualan motor untuk bulan Mei 2011 (motor merupakan kontributor 80% terhadap penjualan Astra di bidang otomotif dengan sisanya 20% dari mobil pribadi dan niaga)
  • Entry(1) Rp 56.400, Entry (2) Rp 56.150, Cut loss point: Rp 55.450
 


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 10 Mei 2011


Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 13 poin (-0,34%) ke level 3.785,45. Asing membukukan net selling Rp 135,6 miliar. Secara teknikal, pelemahan indeks kemarin berhasil tertahan garis support MA 20. Sementara indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend, demikian dengan MACD. Hari ini, indeks berpotensi kembali menguji garis support MA 20 dengan pergerakan di kisaran 3.744–3.818. Cermati BISI,PTBA, dan AALI.

2. Kresna Sekurindo
Profit taking saham-saham perbankan kembali menekan IHSG, sehingga ditutup di bawah di support kunci di 3.789. Ini membuat indeks masih dibayangi tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.760-3.810 pada hari ini. AALI dan INDY menjadi saham pilihan kami.

 

Monday, May 9, 2011

Rekomendasi HD Capital, 9 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
BUY: (ASII, BBRI, ADRO,BJBR)
  • Seperti diperkirakan sebelumnya, IHSG akan mengalami technical rebound dipicu oleh naikinya Dow Jones pasca koreksi tajam minggu lalu untuk mencoba menembus resistance psikologis di 3.850. 
  • IHSG close (06-05) 3.798.551(-11.347/-0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,850-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp.57.500) (Close 05/05 Rp.56.500)
  • Dividen sebesar Rp 1.600 yang di atas ekspektasi pasar Rp 1.330 dengan agenda cum di bulan Juni menunjukkan bahwa manajemen perseroan cukup royal terhadap investor setelah laba Q1 2011 mengalami peningkatan sebelumnya versus periode sama tahun lalu.
  • Pembicaraan dengan manejemen Astra minggu lalu memberikan insight bahwa penjualan kendaraan bermotor roda 2  memberikan kontribusi hampir 80% ke penjualan otomotif ASII sehingga efek dari berkurangnya sparepart dari Jepang tidak berpengaruh.
  • Entry (1) Rp 56.250, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.500) (Close 06/05 Rp 6.200)
  • Penurunan harga saham untuk mengoreksi keadaan jenuh beli (overbought) selama lebih dari seminggu kelihatannya bertahan di kisaran support baru Rp 6.150 dengan potensi technical rebound kembali ke Rp 6.500.
  • PER 2011 BBRI sekitar 13x, merupakan termurah diantara semua bank big cap (BMDN, BBCA, BMRI, BBNI) 
  • Exit (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.900, Cut loss point: Rp 5.750

3.   BankJawa Barat (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.350) (Close 06/05 Rp 1.240)
  • Fokus keluar pulau Jawa, segmen mikro yang high margin dan berisiko rendah serta cost of fund yang murah merupakan nilai jual tambah BJBR yang juga secara technical mulai kelihatan menarik untuk akumulasi.
  • Entry: (1) Rp 1.220, Entry (2) Rp 1.190, Cut loss point: Rp 1.170

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close06/05 Rp 2.300)
  • Walaupun belum jelas nasib akuisisi ADRO oleh ASII, namun pasca laporan keuangan Q1 dimana profit naik 11% di atas ekspektasi, kelihatannya pasar mulai optimistis terhadap perbaikan kinerja produksi batuabra di musim kemarau ini yang juga didukung oleh tingginya harga jual batubara dan efek ke average selling price (ASP) serta EPS (laba per saham) yang di prediksi mengalami peningkatan untuk sisa tahun 2011.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 9 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat (6/5) melemah 17,72 poin (0,47%) ke level 3.798,55. Hal ini dipicu kekhawatiran terhadap anjloknya harga komoditas dunia. Secara teknikal, candlestick membentuk pola hanging man. Sedangkan indikator  Stochastic dan RSI bergerak downtrend, mulai meninggalkan area overbought. Untuk hari ini, indeks diperkirakan berpotensi melemah dengan pergerakan di rentang 3.776–3.849. Cermati BBNI, ASGR, dan INDF.

2. Kresna Sekurindo
Kekhawatiran terhadap outlook pertumbuhan dunia membuat bursa global tertekan. Demikian dengan IHSG yang pada Jumat lalu ditutup di bawah level 3.789. Ini mengindikasikan tren turun jangka pendek. Hari ini indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.770-3.825 dengan DOID dan AALI sebagai saham pilihan. 

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.775-3.813. Ini terilihat dari empat indikator teknikal yang bergerak turun. Selain itu, penurunan indeks Jumat lalu diikuti dengan penurunan volume. Apalagi, indeks ditutup di bawah angka psikologis 3.800.



Friday, May 6, 2011

Astra sees car output down 15 pct y/y in Q2

Astra International , the country's largest vehicle distributor, said on Friday it expected car production to fall 15 percent in the second quarter from a year earlier, because of part shortages from Japan after its devastating tsunami. 

President Director Prijono Sugiarto said motorcycle output was still increasing, to tap a buoyant consumer market in Southeast Asia's largest economy. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 6 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 6 Mei 2011.
BUY: (ASII, ADRO, CMNP)SELL: (PGAS)
  • Pasca koreksi sehat sesaat untuk mengurangi kondisi overbought (jenuh beli), IHSG siap untuk meneruskan misi kembali mencetak high baru di atas 3.830.
  • IHSG close (05-05) 3.816.271(+1.347/+0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,880-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp 57.500) (Close 05/05 Rp 56.250)
  • Dividen sebesar Rp 1.330/saham yang akan dibahas pada RUPS Mei ini, peningkatan laba di Q1 yang menurunkan PER 2011 dari 16x ke 13x (membuat valuasi ASII menjadi menarik) merupakan katalis positif untuk menahan ASII terkoreksi di bawah Rp 56.000 dan melanjutkan misi untuk mengetes resistance di Rp 57.500.
  • Entry (1) Rp 56.150, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Perusahaan Gas (PGAS) (SELL): (Koreksi: Rp 4.100) (Close 05/05 Rp 4.250)
  • Profit Q1 yang in-line kelihatannya sudah tercermin dalam rally sebelumnya yang membuat harga saham PGAS berada dalam kisaran overbought sehingga lebih bijak melakukan Sell on strength dan mengunggu pullback koreksi untuk masuk kembali
  • Exit (1) Rp 4.275, Entry (2) Rp 4.375, Reverse posisi: Rp 4.450

3.   CitraMarga (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 05/05 Rp 1.150)
  • Dengan membeli CMNP anda mendapatkan pemain jalan tol dengan profitabilitas (ROE) mirip dengan JSMR (15-16x) namun dengan valuasi Price Earnings (PER) yang jauh lebih rendah (PER 2011 CMNP 7x, JSMR 15x) sehingga hal ini akhirnya menarik investor untuk melakukan akumulasi dan breakout on volume yang terlihat di chart.
  • Entry: (1) Rp 1.140, Entry (2) Rp 1.120, Cut loss point: Rp 1.075

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close05/05 Rp 2.350)
  • Terlepas dari rumor pembelian saham ADRO di Rp 2.800 oleh Astra, laba aktual Q1 yang naik 11% setelah sebelumnya turun menunjukan ADRO mulai kembali dilirik untuk potensi proyeksi earnings upgrade sehingga bila terjadi pullback koreksi minor rekomen akumulasi.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)