rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Friday, May 13, 2011

BCA Akuisisi 75% Saham Dinamika Usaha Jaya

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menandatangani perjanjian pengikatan jual beli saham (PPJB) untuk membeli 75% saham PT Dinamika Usaha Jaya, milik PT Poly Kapitalindo. Akta perjanjian tersebut diteken pada 10 Mei 2011.

Dinamika Usaha Jaya merupakan perusahaan efek yang memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek, perantara pedagang efek, dan manajer investasi. Sedangkan BCA maupun Poly Kapitalindo dimiliki oleh pemegang saham yang sama, yakni Grup Djarum. Oleh karena itu, akuisisi ini terkena peraturan Bapepam tentang transaksi afiliasi.

CLSA Raise Up Target Price MAPI to IDR 3,900 per share

CLSA Asia-Pacific Markets in a note yesterday raised the share-price estimate PT Mitra Adiperkasa (MAPI) to 3,900 rupiah from 3,300 rupiah citing the company’s better-than-expected first- quarter results. 

MAPI, the retailer that runs Starbucks Corp. coffee shops, rose 4.3 percent to 3,650 rupiah, closing at a record. 

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 13 Mei 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 13 Mei 2011.
 
1. E-trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin anjlok 29,432 (-0,77%) ke level 3.808,710. Asing tercatat melakukan net selling sebesar Rp 64,6 miliar. Secara teknikal, hari ini indeks masih berpotensi melanjutkan pelemahannya untuk menguji garis support MA 20 di level 3.790. Sejalan dengan itu, indeks bakal bergerak di kisaran 3.768–3.839. Cermati CMNP, MAPI, dan INKP.

2. Kresna Sekurindo
Turunnya harga minyak yang memicu tekanan jual pada saham komoditas membuat indeks tertekan kemarin. Alhasil, BI rate yang stabil di level 6,75% tidak mampu menggairahkan indeks. Untuk hari ini, sentimen global diperkirakan masih menahan indeks di kisaran 3.780-3.835. PGAS dan TLKM menjadi saham pilihan kami.

3. Indo Premier Securities
Rontoknya harga komoditas kembali mengganjal IHSG, sehingga merosot 29 poin ke level 3.808. Tren indeks pada perdagangan penutupan pekan ini cukup suram, karena sebelumnya sudah naik tinggi. Apalagi, akan ada libur Waisak yang bisa mendorong investor melakukan profit taking. Kisaran indeks masih di level 3.784-3.849. Saham pilihan kami adalah ASII, PTBA, ITMG, AALI, LSIP.

Thursday, May 12, 2011

Delta Dunia aims for $153 mln rights issue

Delta Dunia Makmur , Indonesia's second largest mining services firm, expects to raise 1.3 trillion rupiah ($152.5 million) from a rights issue in June this year, the firm said on Thursday. 

The firm aims to sell about 1.53 billion new shares, with part of the funds to be used for capital expenditure and paying the debt of unit Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), it said in a statement published in the Bisnis Indonesia newspaper. ($1 = 8526.5 Rupiah). Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 12 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 12 Mei 2011.
BUY: (GJTL, ANTM, BBRI) SELL: (ASII)

  • Secara teknikal IHSG masih mempunyai ruang lebih untuk bergerak mencetak new high 


  • IHSG close (11-05) 3.838.142(+37.622/+0.99%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

1.     Gajah Tunggal (GJTL) (Target Rp 2.850) (close 11/05 Rp 2.650)

  • Bila terjadi koreksi akibat keadaan jenuh beli dan volume besar pas rally kemarin rekomen akumulasi karena peningkatan laba di Q1 2011 menurunkan valuasi PER 2011 dari 13x ke 6x sehingga secara fundamental juga menarik.


  • Entry (1) Rp 2.600, Entry (2) Rp 2.500, Cut loss point: Rp 2.450


 

2.    Aneka Tambang (ANTM) (BUY): (Target: Rp 2.350) (Close 11/05 Rp 2.250)

  • Perbaikan kinerja keuangan mulai terlihat di Q1 2011 akibat naiknya harga emas dan produksi pertambangan yang membaik dengan masuknya musim kemarau.


  • Secara teknikal mulai ada tanda perbaikan tren turun yang terjadi selama lebih dari 2 minggu terakhir dengan daily stochastic memberikan signal buy lagi


  • Entry (1) Rp 2.225, Entry (2) Rp 2.150, Cut loss point: Rp 2.050

 

3.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 11/05 Rp 6.300)

  • Bank mikro segmen UKM ini dengan valuasi menarik (PER 2011 13x) masih akan mengikuti tren sektoral perbankan untuk mengangkat IHSG didukung oleh faktor suku bunga kondusif pasca inflasi terjaga akibat penguatan rupiah selama ini.



  • Entry: (1) Rp 6.250, Entry (2) Rp 6.150, Cut loss point: Rp 5.950

 

4.   Astra International (ASII) (SELL) (Koreksi: Rp 57.750) (close 11/05 Rp 59.250)

  • Bila masih terjadi kenaikan rekomen sell on strength karena keadaan yang jenuh beli pasca kenaikan saham terlalu tajam dan menunggu pullback untuk masuk kembali

  • Exit(1) Rp 59.500, Exit (2) Rp 60.350, Reverse posisi: Rp 60.650

 

  


Dibuat oleh:

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 12 Mei 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 12 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin melonjak 37,6 poin (0,99%) ke level 3.838,14 dengan volume transaksi 16,7 juta lot senilai Rp 5 triliun. Asing kembali melakukan net buying Rp 435 miliar. Secara teknikal, indek kemarin berhasil menguat dengan candlestick yang membentuk pola White Marubozu yang mengindikasikan sinyal bullish continuation. Sementara indikator Stochastic bergerak uptrend. Hari ini indeks diprediksi berada di kisaran 3.805– 3.872. Cermati UNTR, BJBR, dan SGRO. 

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan jual saham perbankan membuat IHSG berada di teritori positif pada perdagangan kemarin. Hal ini menyusul ekspektasi tetapnya BI rate di level 6,75%. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.810-3.860 dengan TINS dan TLKM sebagai saham pilihan.

3. Indo Premier Securities
Bursa Asia bergerak rata-rata menguat pada perdagangan kemarin. Ini ditopang meredanya inflasi April di Tiongkok yang mencapai 5,3% (yoy). Alhasil, IHSG naik 38 poin. Penguatan diprediksi bakal berlanjut. Tapi, pemodal mesti mewaspadai profit taking karena menjelang libur panjang di akhir pekan ini. Pergerakan indeks hari ini akan berada di 3.784-3.849.  Saham pilihan kami AALI, LSIP, ITMG, PTBA. 

Wednesday, May 11, 2011

Rekomendasi HD Capital, 11 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 11 Mei 2011.
BUY: (PTBA, BMRI, BUMI, KLBF)
  • IHSG kelihatannya akan mencoba mendekati resistance area di all time high 3830-3850 didukung oleh menguatnya bursa regional, rupiah serta harga komoditas dan optimisme pasca keluaranya laporan keuangan Q1 beberapa emiten yang membuat analis menaikan proyeksi laba untuk sisa akhir tahun.
  • IHSG close (10-05) 3.796.81(+11.521/+0.05%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Bukit Asam (PTBA) (Target Rp 22.800) (close 10/05 Rp 21.800)
  • Pelaku pasar optimis kenaikan harga jual batubara PTBA yang naik 22% dapat mendongkrak laba bersih tahun ini hingga 61% versus periode sebelumnya tahun lalu (2010)
  • Hal ini membuat proyeksi laba dinaikan sehingga valuasi PTBA menjadi menarik (PER 2011 dapat turun dari 18x hingga 15x).
  • Entry (1) Rp 21.800, Entry (2) Rp 21.300, Cut loss point: Rp 20.750
 
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.250) (Close 10/05 Rp 7.000)
  • Menguatnya rupiah positif untuk memperkuat posisi funding BMRI yang sebagian besar merupakan obligasi RI.
  • Pasca hasil laporan keuangan Q1 2011 keluar dimana profit naik signifikan, valuasi PER 2011 turun dari 18x ke 10x.
  • Kelihatannya suku BI rate akan terus ditahan untuk bulan Juni sehingga hal ini dapat mendukung pertumbuhan kredit perbankan di Q2 dan 1H 2011.
  • Entry (1) Rp 6.950, Entry (2) Rp 6.750, Cut loss point: Rp 6.600
 
3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.825) (Close 10/05 Rp 3.625)
  • Pasar masih antusias menunggu keluarnya laporan keuangan Q1 2010 yang disinyalir mengalami peningkatan laba akibat harga jual batubara naik dan proses pemangkasan utang oleh aksi korporasi dan akuisisi Vallar.
  • Entry: (1) Rp 3.600, Entry (2) Rp 3.450, Cut loss point: Rp 3.350
 
4.   Kalbe Farma (KLBF) (BUY) (Target: Rp 3.550) (close 10/05 Rp 3.425)
  • Menguatnya rupiah di bawah level Rp 8.700 cukup signifikan untuk menekan cost biaya bahan baku obat sehingga dapat meningkatkan laba persero untuk Q2 dan 1H 2011.
  • Entry(1) Rp 3.425, Entry (2) Rp 3.350, Cut loss point: Rp 3.250
  

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 11 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 11 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan kemarin naik 15 poin (0,39%) ke level 3.800, menyusul membaiknya harga komoditas dunia. Volume transaksi mencapai 20,8 juta lot senilai Rp 5 triliun. Namun, asing melakukan net selling Rp 163,5 miiar. Secara teknikal, IHSG masih hari ini berpotensi menguat jika mampu menembus garis resistance MA 5. Pergerakan indekss akan berada di kisaran 3.768–3.824. Cermati BMRI, MYOR, dan BBTN.

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan jual saham perbankan membuat IHSG kembali bertahan di area support. Stochastic yang memasuki jenuh beli menunjukkan potensi teknikal rebound. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.780-3.830 dengan PGAS dan ASII sebagai saham pilihan.

3. Indo Premier Securities
Bursa Asia kemarin rebound seiring harga komoditas yang berbalik arah.  Demikian dengan IHSG yang naik 15 poin ke level 3.800. Sentimen negatif dari bursa Asia diprediksi bakal datang. Ini kesempatan untuk mengoleksi BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan ASII.  Pengumuman BI rate Kamis mendatang akan menjadi katalis indeks. Hari ini, IHSG diprediksi bergerak di kisaran  3.784-3.849.

Tuesday, May 10, 2011

Salim Ivomas IPO to raise up to $631 million

* Aims to sell 3.163 billion new shares in June 9 IPO
 * Sets IPO share price range at 1,060-1,700 rph/share
 * Could be Indonesia's biggest IPO this year
 
Salim Ivomas Pratama, an agribusiness unit of Indofood Agri, 
will raise as much as $631 million in its June initial public offering, 
making it the biggest Indonesian listing so far this year.
            
 Salim Ivomas has set the price range for bookbuilding at
1,060 rupiah to 1,700 rupiah per share, said Kim Eng Securities,
one of its underwriters, following a due diligence meeting with
investors on Tuesday.
            
 The move by its parent Salim Group, one of Indonesia's
wealthiest conglomerates, follows Salim's IPO for noodle maker
PT Indofood CBP last October that raised $700 million.
            
 But the Ivomas offering may have come at a bad time after
last week's slump in commodity prices, the biggest drop since
2008, as investors take a cautious view on demand after a steep
rally in commodity prices and worries over the global economy.
            
 "The commodities sector, mainly palm oil, in Indonesia is
facing some pressing issues like taxes and as companies are
facing maturing yields," said Michael Tjoajadi, a fund manager
at Schroders Investment Management Indonesia that manages assets
of $4.3 billion.
            
 "So (palm oil) demand will be steady if not declining in the
near term, which will also impact appetite for stocks."       
 
 However Salim Ivomas, which grows palm oil, rubber and sugar
and has refineries making cooking oil and margarine, is likely
to see strong local demand for these finished products as
incomes and the population rises in Southeast Asia's biggest
economy , analysts say.
            
 The country's stock market has also surged to fresh
record highs this month as foreign investors return to the G20
country, after a sell-off in January and weak debut in February
for state flag carrier Garuda Indonesia.
            
 Salim Ivomas will sell 3.163 billion new shares, equalling a
20 percent stake of its enlarged capital, and the funds will be
used to pay off debt and to expand in palm oil and sugar.    
 Indonesia is the world's largest palm oil producer but
currently relies on sugar imports, though is aiming to achieve
self-sufficiency in the sweetener by 2014.
            
 Ivomas has picked Kim Eng Securities as the lead
underwriter and Deutsche Bank (DBKGn.DE) and Mandiri Sekuritas
as secondary underwriters. Credit Suisse was not
involved in the offering despite leading the IPO of Indofood CBP
last year.
            
 The firm will conduct a roadshow and bookbuilding between
May 9 to 20 and the listing is expected on June 9, according to
a company statement. Source: Reuters 

Rekomendasi HD Capital, 10 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.
BUY: (TRUB, ADRO, TLKM, ASII)
  • Sentimen positif terhadap keluarnya consumer confidence index (CCI) dan membaiknya pasar regional dapat mengangkat IHSG untuk mencetak new high di atas resistance 3.830.
  • IHSG close (09-05) 3.791.81(-4.170/-0.05%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950
 
Stock picks:
1.     Truba Alam (UNTR) (Target Rp 75) (close 09/05 Rp 67)
  • Keadaan suku bunga domestik dan luar negeri yang kondusif dengan rupiah kuat membuat financing proyek pembangkit listrik yang berbasis US$ murah untuk persero sehingga dapat memperbaiki kinerja 2010 untuk menurunkan valuasi PER mahal dengan peningkatan laba
  • Entry (1) Rp 67, Entry (2) Rp 62, Cut loss point: Rp 59
 
2.    Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp 2.425) (Close 09/05 Rp 2.300)
  • Optimisme terhadap permintaan batubara dari pembangkit listrik di China akibat lambannya pembangunan infrastruktur, membaiknya produksi memasuki musim kemarau, serta upgrade proyeksi laba pasca Q1 profit naik merupakan katalis positif untuk menggerakan ADRO.
  • Entry (1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.175
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.850) (Close 09/05 Rp 7.600)
  • Pasca kenaikan tipis laba Q1 versus periode sama tahun lalu sebesar 11% pelaku pasar mulai optimistis bahwa kinerja TLKM akan membaik pada kuartal-kuartal ke depan sehingga mulai akumulasi untuk membentuk pola minor uptrend.
  • Entry: (1) Rp 7.550, Entry (2) Rp 7.450, Cut loss point: Rp 7.350
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.500) (close 09/05 Rp 56.650)
  • Pasar mulai optimistis menjelang data penjualan motor untuk bulan Mei 2011 (motor merupakan kontributor 80% terhadap penjualan Astra di bidang otomotif dengan sisanya 20% dari mobil pribadi dan niaga)
  • Entry(1) Rp 56.400, Entry (2) Rp 56.150, Cut loss point: Rp 55.450
 


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 10 Mei 2011


Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 10 Mei 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 13 poin (-0,34%) ke level 3.785,45. Asing membukukan net selling Rp 135,6 miliar. Secara teknikal, pelemahan indeks kemarin berhasil tertahan garis support MA 20. Sementara indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend, demikian dengan MACD. Hari ini, indeks berpotensi kembali menguji garis support MA 20 dengan pergerakan di kisaran 3.744–3.818. Cermati BISI,PTBA, dan AALI.

2. Kresna Sekurindo
Profit taking saham-saham perbankan kembali menekan IHSG, sehingga ditutup di bawah di support kunci di 3.789. Ini membuat indeks masih dibayangi tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.760-3.810 pada hari ini. AALI dan INDY menjadi saham pilihan kami.

 

Monday, May 9, 2011

Rekomendasi HD Capital, 9 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
BUY: (ASII, BBRI, ADRO,BJBR)
  • Seperti diperkirakan sebelumnya, IHSG akan mengalami technical rebound dipicu oleh naikinya Dow Jones pasca koreksi tajam minggu lalu untuk mencoba menembus resistance psikologis di 3.850. 
  • IHSG close (06-05) 3.798.551(-11.347/-0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,850-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp.57.500) (Close 05/05 Rp.56.500)
  • Dividen sebesar Rp 1.600 yang di atas ekspektasi pasar Rp 1.330 dengan agenda cum di bulan Juni menunjukkan bahwa manajemen perseroan cukup royal terhadap investor setelah laba Q1 2011 mengalami peningkatan sebelumnya versus periode sama tahun lalu.
  • Pembicaraan dengan manejemen Astra minggu lalu memberikan insight bahwa penjualan kendaraan bermotor roda 2  memberikan kontribusi hampir 80% ke penjualan otomotif ASII sehingga efek dari berkurangnya sparepart dari Jepang tidak berpengaruh.
  • Entry (1) Rp 56.250, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.500) (Close 06/05 Rp 6.200)
  • Penurunan harga saham untuk mengoreksi keadaan jenuh beli (overbought) selama lebih dari seminggu kelihatannya bertahan di kisaran support baru Rp 6.150 dengan potensi technical rebound kembali ke Rp 6.500.
  • PER 2011 BBRI sekitar 13x, merupakan termurah diantara semua bank big cap (BMDN, BBCA, BMRI, BBNI) 
  • Exit (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.900, Cut loss point: Rp 5.750

3.   BankJawa Barat (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.350) (Close 06/05 Rp 1.240)
  • Fokus keluar pulau Jawa, segmen mikro yang high margin dan berisiko rendah serta cost of fund yang murah merupakan nilai jual tambah BJBR yang juga secara technical mulai kelihatan menarik untuk akumulasi.
  • Entry: (1) Rp 1.220, Entry (2) Rp 1.190, Cut loss point: Rp 1.170

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close06/05 Rp 2.300)
  • Walaupun belum jelas nasib akuisisi ADRO oleh ASII, namun pasca laporan keuangan Q1 dimana profit naik 11% di atas ekspektasi, kelihatannya pasar mulai optimistis terhadap perbaikan kinerja produksi batuabra di musim kemarau ini yang juga didukung oleh tingginya harga jual batubara dan efek ke average selling price (ASP) serta EPS (laba per saham) yang di prediksi mengalami peningkatan untuk sisa tahun 2011.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 9 Mei 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 9 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat (6/5) melemah 17,72 poin (0,47%) ke level 3.798,55. Hal ini dipicu kekhawatiran terhadap anjloknya harga komoditas dunia. Secara teknikal, candlestick membentuk pola hanging man. Sedangkan indikator  Stochastic dan RSI bergerak downtrend, mulai meninggalkan area overbought. Untuk hari ini, indeks diperkirakan berpotensi melemah dengan pergerakan di rentang 3.776–3.849. Cermati BBNI, ASGR, dan INDF.

2. Kresna Sekurindo
Kekhawatiran terhadap outlook pertumbuhan dunia membuat bursa global tertekan. Demikian dengan IHSG yang pada Jumat lalu ditutup di bawah level 3.789. Ini mengindikasikan tren turun jangka pendek. Hari ini indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.770-3.825 dengan DOID dan AALI sebagai saham pilihan. 

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.775-3.813. Ini terilihat dari empat indikator teknikal yang bergerak turun. Selain itu, penurunan indeks Jumat lalu diikuti dengan penurunan volume. Apalagi, indeks ditutup di bawah angka psikologis 3.800.



Friday, May 6, 2011

Astra sees car output down 15 pct y/y in Q2

Astra International , the country's largest vehicle distributor, said on Friday it expected car production to fall 15 percent in the second quarter from a year earlier, because of part shortages from Japan after its devastating tsunami. 

President Director Prijono Sugiarto said motorcycle output was still increasing, to tap a buoyant consumer market in Southeast Asia's largest economy. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 6 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 6 Mei 2011.
BUY: (ASII, ADRO, CMNP)SELL: (PGAS)
  • Pasca koreksi sehat sesaat untuk mengurangi kondisi overbought (jenuh beli), IHSG siap untuk meneruskan misi kembali mencetak high baru di atas 3.830.
  • IHSG close (05-05) 3.816.271(+1.347/+0.04%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.770-3.710-3.680, Resistance: 3,880-3.920-4.000

Stock picks:
1.    Astra International (ASII) (Target Rp 57.500) (Close 05/05 Rp 56.250)
  • Dividen sebesar Rp 1.330/saham yang akan dibahas pada RUPS Mei ini, peningkatan laba di Q1 yang menurunkan PER 2011 dari 16x ke 13x (membuat valuasi ASII menjadi menarik) merupakan katalis positif untuk menahan ASII terkoreksi di bawah Rp 56.000 dan melanjutkan misi untuk mengetes resistance di Rp 57.500.
  • Entry (1) Rp 56.150, Entry (2) Rp 55.800, Cut loss point: Rp 55.100

2.   Perusahaan Gas (PGAS) (SELL): (Koreksi: Rp 4.100) (Close 05/05 Rp 4.250)
  • Profit Q1 yang in-line kelihatannya sudah tercermin dalam rally sebelumnya yang membuat harga saham PGAS berada dalam kisaran overbought sehingga lebih bijak melakukan Sell on strength dan mengunggu pullback koreksi untuk masuk kembali
  • Exit (1) Rp 4.275, Entry (2) Rp 4.375, Reverse posisi: Rp 4.450

3.   CitraMarga (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 05/05 Rp 1.150)
  • Dengan membeli CMNP anda mendapatkan pemain jalan tol dengan profitabilitas (ROE) mirip dengan JSMR (15-16x) namun dengan valuasi Price Earnings (PER) yang jauh lebih rendah (PER 2011 CMNP 7x, JSMR 15x) sehingga hal ini akhirnya menarik investor untuk melakukan akumulasi dan breakout on volume yang terlihat di chart.
  • Entry: (1) Rp 1.140, Entry (2) Rp 1.120, Cut loss point: Rp 1.075

4.   ADRO Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.425) (close05/05 Rp 2.350)
  • Terlepas dari rumor pembelian saham ADRO di Rp 2.800 oleh Astra, laba aktual Q1 yang naik 11% setelah sebelumnya turun menunjukan ADRO mulai kembali dilirik untuk potensi proyeksi earnings upgrade sehingga bila terjadi pullback koreksi minor rekomen akumulasi.
  • Entry(1) Rp 2.300, Entry (2) Rp 2.225, Cut loss point: Rp 2.150


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 6 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 6 Mei 2011.
1. E-Trading Securities 
Secara teknikal, pada perdagangan kemarin, candlestick IHSG kembali membentuk pola dragonfly doji, pola yang sama seperti perdagangan sebelumnya. Dilihat dari pergerakan indikator, MACD telah bergerak downtrend setelah sebelumnya membentuk deathcross, sementara RSI mulai bergerak uptrend mencoba menembus area overbought. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak dikisaran 3.786–3.849. Cermati ITMG, INTP, dan BBTN.
2. Kresna Sekurindo
GDP Indonesia yang masih tumbuh 6,5% pada kuartal I-2011 mampu menjadi sentimen penopang pergerakan IHSG di tengah bursa regional yang bergerak sideways. Pada hari ini, indeks diperkirakan masih bergerak sideways  di kisaran 3.780-3.850. PGAS dan DOID menjadi saham pilihan kami.

Thursday, May 5, 2011

Inco's Indonesian investment to rise 27 pct in 2011

International Nickel Indonesia (Inco) will invest an estimated $232 million at its Sulawesi mines in 2011, up 27 percent from the previous year, the firm said on Wednesday.
The investment will include $120 million for sustaining capital, $97 million for growth capital and $15 million for health, safety and the environment, Inco said in an emailed statement to Reuters.

"In addition, we intend to set aside funds in our capital plan to build a road from Bahodopi to Sorowako and to develop a Bahodopi mine as part of our CoW (contract of work) undertakings," the statement added.

Inco produces nickel in matte from lateritic ores at its integrated mining and processing facilities near Sorowako on Sulawesi, where it has a contract agreement until 2025.
"It appears that (Inco) may only be able to obtain one 10-year extension, continuing its presence beyond 2025 to December 2035," the statement said.

It added that the company had set out a strategic development plan covering areas in South Sulawesi, Southeast Sulawesi and Central Sulawesi, which is being discussed with the government.

Last year, the firm produced 75,989 tonnes of nickel matte, with its entire production sold in U.S. dollars under long-term contracts for refining in Japan, its website said.
"Our nickel production in 2011 is planned to be lower than 2010, mainly due to the rebuilding of electric furnace number two," the statement added.

The company recorded total net earnings of $437.4 million in 2010, an increase of 156.7 percent from the previous year.

Inco is a unit of Brazil's Vale Inco , one of the world's top nickel producers.
Stainless steel material nickel on the London Metal Exchange ended at $27,325 a tonne on Tuesday. Source: Reuters

Ekonomi Kuartal I 2011 Tumbuh 6,5%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama kuartal I-2011 tumbuh 6,5% didorong oleh sektor pertanian akibat panen raya. Secara kuartalan, pertumbuhan kuartal I-2011 juga tumbuh 1,5% dibandingkan kuartal IV-2010.

Realisasi pertumbuhan ekonomi ini sesuai proyeksi Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Sedangkan Dewan Gubernur BI hanya memproyeksi ekonomi tumbuh 6,4%.
 
Pada kuartal I-2011 ini, konsumsi tumah tangga tumbuh 4,5%, konsumsi pemerintah tumbuh 3%, investasi 7,3%, ekspor 12,3%, dan impor tumbuh 15,6%. "Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 18,1% di kuartal I-2011. Kalau secara year on year, sektor telekomunikasi dan angkutan menjadi pendorong tertinggi yaitu tumbuh 13,8%," kata Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Kamis (5/5).

Rusman mengatakan, secara nominal, pertumbuhan ekonomi 6,5% (yoy) ini mencapai Rp 1.732,3 triliun. "Pada 2011 ini diperkirakan PDB Indonesia bisa mencapai Rp 7.400 triliun. Kalau jumlah penduduk kita 241 juta maka PDB per kapita di 2011 mencapai Rp 30,7 juta atau US$ 3.550 dengan kurs Rp 8.800/US$," tutur Rusman.

Rekomendasi HD Capital, 5 Mei 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 5 Mei 2011.
BUY: (ADRO, ITMG, PTBA, ASII)

  • Rekomendasikan melirik sektor batubara karena laba mereka yang naik di Q1 2011 akibat harga batubara yang lebih tinggi cukup offset efek negative dari turunnya produksi akibat cuaca buruk


  • IHSG close (04-05) 3.798.51(-15.17/-0.39%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.780-3.730-3.700, Resistance: 3,880-3.950

 

Stock picks:

 

1.     Adaro Energy (ADRO) (Target Rp 2.400) (close 04/05 Rp 2.275)

  • Downgrade earnings pasca kinerja laporan keuangan 2010 dan Q1 2011 dimana produksi menurun akibat faktor cuaca sudah tecermin dalam koreksi harga sebelumnya, pasar sekarang melihat ke Q2 2011 dimana produksi akan mulai membaik karena memasuki bulan kemarau di Mei ini.


  • Entry (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 22.900, Cut loss point: Rp 22.450


 

2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 23.500) (Close 04/05 Rp 22.300)

  • Beberapa katalis positif seperti outlook harga batubara optimistis yang dapat menaikan proyeksi 2011F margin laba sebelum pajak dan bunga (EBITDA) sebesar 36%, proyek rel kereta api baru yang akan rampung di 2014 belum sepenuhnya di price in oleh harga saham sehingga kenaikan masih belum terbatas.



  • Entry (1) Rp 22.350, Entry (2) Rp 22.000, Cut loss point: Rp 21.400

 

3.   Indo Tambang Raya (ITMG) (BUY): (Target: Rp 48.050) (Close 04/05 Rp 47.050)


  • Selain diuntungkan dari kenaikan harga batubara dan Average selling Price (ASP) pemain batubara dengan valuasi premium ini juga mempunyai hedge untuk pembelian bahan bakar diesel (yang digunakan untuk proses transportasi batubara) kedepan sehingga akan lebih sedikit terpengaruh oleh naiknya harga diesel akibat tren minyak mentah yang naik



  • Entry: (1) Rp 47.050, Entry (2) Rp 46.500, Cut loss point: Rp 45.650

 

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 57.500) (close 04/05 Rp 56.200)

  • Outlook optimis akan harga batubara yang dapat menaikan kinerja UNTR di 2011 (anak perusahaan ASII) merupakan kontribusi signifikan ke proyeksi laba induk

  • Hal ini dapat menahan ASII dari penurunan lebih lanjut sehingga scenario technical rebound mengetes level upper end di Rp 57.500 dapat terjadi.

  • Entry(1) Rp 56.100, Entry (2) Rp 55.350, Cut loss point: Rp 54.850

 

Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital  (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 5 Mei 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 5 Mei 2011.
 
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG naik 1,06 poin (0,03%) ke level 3.813. Pergerakan indeks masih diwarnai aksi profit taking investor lokal. Secara teknikal, kemarin Candlestick IHSG membentuk pola dragonfly doji yang mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.783–3.849. Cermati UNTR , PTBA, dan BBCA.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (5/5), secara teknikal, indeks cenderung melemah pada kisaran 3.795-3.831. Saham-saham yang dapat diperhatikan WIKA, PGAS, ADRO, JSMR.