rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, April 27, 2011

United Tractors says Q1 net profit up 43 pct

United Tractors , Indonesia's biggest heavy equipment provider, said on Wednesday that its first quarter net profit rose 43 percent to 1.296 trillion rupiah ($149.8 million) on higher sales.
The firm, controlled by Indonesia's largest listed firm Astra International, aims to raise around $700 million via a rights issue this year to fund its expansion plans.

Shares in United Tractors were up 0.9 percent ahead of the results, but have fallen nearly three percent this year to underperform a Jakarta index up around 2 percent. ($1 = 8652.5 Rupiah). Source: Reuters

JAPFA Jual So Good Food Rp 899 Miliar

Produsen ayam dan pakan ternak terbesar kedua, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melalui anak usahanya PT Ciomas Adisatwa, menjual 100% saham PT So Good Food (SGF) senilai Rp 899,1 miliar kepada Jupiter Foods Pte Ltd dan Annona Pte Ltd. Kedua perusahaan itu seluruh sahamnya dimiliki oleh Malvolia Pte Ltd yang juga merupakan pemegang 58,3% saham Japfa. 

Japfa dan Ciomas telah meneken kesepakatan jual beli (SPA) atas saham PT So Good Food. Jupiter dan Annona pun sepakat untuk membeli So Good dengan harga di atas nilai pasar wajar hasil penilaian independen. “Harga tersebut mencerminkan price earning ratio (PER) sebesar 17 kali dari laba bersih So Good 2010,” tulis siaran pers manajemen Japfa.
 

Pembayaran transaksi itu akan dilakukan setelah penjanjian jual beli saham efektif pada 31 Mei 2011 atau tanggal lain yang disepakati para pihak terkait. Penjualan saham itu dilatarbelakangi tingginya tingkat pertumbuhan pasar dan keuntungan di bidang perunggasan di Indonesia, sehingga dapat menarik pemain baru dari dalam dan luar negeri. 


Sebagai anak perusahaan, So Good yang bergerak di bidang manufaktur dan distribusi makanan berlabel (branded foods) serta bermerek, hanya memberikan kontribusi pendapatan konsolidasi kepada Japfa sebesar 11% dengan marjin EBITDA sekitar 6,1%. Jumlah tersebut lebih kecil dari divisi perunggasan, yang berkontribusi sebesar 70% dan mencatatkan marjin EBITDA sebesar 12,6%.


Dengan dilaksanakan transaksi tersebut, perseroan yang bergerak di bidang perunggasan, dapat memfokuskan diri pada usahanya yang mencakup pakan ternak dan pembibitan day-old-chicken (DOC).



Rekomendasi HD Capital, 27 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 27 April 2011.
BUY: (PGAS, BBRI, INDF, ASII)

  • Tetap rekomendasi beli pada kesempatan profit taking yang terjadi akibat break IHSG di atas all time high di 3.789 untuk mengurangi gejala overbought (jenuh beli) sembari antisipasi technical rebound yang dapat terjadi.


  • IHSG close (26-04) 3.754.849(-32.943/-0.89%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.730-3.710-3.680, Resistance: 3,800-3.870

 

Stock picks:

1.     Perusahaan Gas Negara (PGAS) (Target Rp 4.250) (close 26/04 Rp 3.975)

  • Secara fundamental menarik, merupakan salah satu saham dengan tema "growth stock domestic demand dari tiga big cap IHSG yang masih bermain di valuasi PER 2011 15x selain ASII & BBRI


  • Entry (1) Rp 3.950, Entry (2) Rp 3.900, Cut loss point: Rp 3.800


 

2.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.700) (Close 26/04 Rp 6.400)

  • Koreksi yang terjadi akibat keadaan jenuh beli di daily stochastic dapat hanya merupakan retracement untuk menutup price gap bawah di Rp 6.300-6.250.


  • Struktur pembiayaan kredit mikro yang cukup profitable membuatnya terinsulasi dari risiko eksternal dan forecast fundamental masih optimistis mencapai 30% ROE pada 2011.




  • Entry (1) Rp 6.300, Entry (2) Rp 6.150, Cut loss point: Rp 5.950

 

3.   Indofood Sukses Makmur (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.700) (Close 26/04 Rp 5.600)

  • Kenaikan selama beberapa hari mendekati old high (Rp 5.800) terakhir membuat daily stochastic cukup overbought (jenuh beli) sehingga dapat menyebabkan koreksi pullback ke daerah moving average 5-10 hari (Rp 5.450) yang dapat digunakan untuk kesempatan akumulasi dalam minor uptrend yang terbentuk ini.



  • Ebt: (1) Rp 5.450, Entry (2) Rp 5.350, Cut loss point: Rp 5.150

 

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.100) (close 25/04 Rp 54.000)

  • Kondisi suku bunga stabil yang membuat pembiayaan kredit mobil berlimpah, optimisme kenaikan harga CPO dan batubara untuk anak persero AALI dan UNTR, serta kurang berpengaruhnya pajak progressive terhadap penjualan mobil merupakan selling point di ASII.

  • Entry(1) Rp 53.900, Entry (2) Rp 53.500, Cut loss point: Rp 52.950

 

Dibuat oleh: 

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 27 April 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 27 April 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin melemah 13 poin (-0,36%) ke level 3.774,87 dengan volume transaksi 10 juta lot senilai Rp 3,6 triliun. Penurunan indeks sejalan dengan melemahnya sejumlah indeks regional, kecuali Australia dan Malaysia. Secara teknikal, indeks kemarin melemah dengan candlestick membentuk pola hanging man yang mengindikasikan sinyal bullish reversal. Sedangkan indikator Stochastic membentuk deathcross di area overbought. Hari ini, indeks diperkirakan berada di kisaran 3.733–3.802. Cermati AALI, PTBA, dan JSMR.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada hari Rabu (27/4), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.751-3.795. Harga komoditas terutama logam yang cenderung terkoreksi serta antisipasi laporan keuangan emiten kuartal pertama 2011 dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Saham-saham yang dapat diperhatikan PGAS, BNGA, BLTA, AALI

3. Erdhika Sekuritas
IHSG  anjlok 13,67 poin (-0,36%) ke level 3774,84. Hampir semua sektor melemah, terutama sektor industri sebesar -1,32%. Hari ini, indeks masih dalam tahap konsolidasi di kisaran 3.749-3.796. INDF menjadi saham rekomendasi kami.


Tuesday, April 26, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 26 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 26 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG turun 12 poin (-0,33%) ke level 3.788, seiring rontoknya saham berkapitalisasi besar, seperti TLKM dan ASII. Secara teknikal, candlestick masih bergerak di area upper Bollinger band, sehingga indeks masih rawan terkoreksi. Sementara indikator Stochastic berpotensi membentuk deathcross di area overbought dan RSI bergerak downtrend mencoba keluar dari area overbought. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.742–3813. Cermati ITMG, BUMI dan ANTM.

2. Indo Premier Securities
Setelah menembus level 3.800, investor memilih untuk melakukan profit taking, sehingga indeks merosot 12 poin ke level 3.788.  Namun, asing membukukan net buying Rp 217 miliar. Hari ini, indeks diprediksi sedikit sideways, menunggu kinerja emiten selama kuartal pertama 2011. Pergerakan naik masih terbuka lebar sepanjang pekan ini di kisaran 3.794-3815. Saham rekomendasi kami adalah INDF, KLBF, INCO.

3. Kresna Sekurindo
IHSG cenderung berkonsolidasi di area resistance. Namun Stochastic yang berada di area jenuh beli berpotensi meningkatkan tekanan jual.  Seiring dengan itu, indeks diperkirakan masih bergerak di kisaran 3.765-3.810 dengan JSMR dan SMGR sebagai saham pilihan.




Rekomendasi HD Capital, 26 April 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 26 April 2011.
BUY: (PGAS, BBRI, TLKM, ASII)

  • Profit taking yang terjadi akibat break IHSG di atas all time high di 3.789 untuk mengurangi gejala overbought (jenuh beli) memberikan kesempatan untuk akumulasi di beberapa big cap dan saham lapis dua selektif


  • IHSG close (25-04) 3.788.649(-12.943/-0.39%) (Val.Rp.3.4T)

  • Support: 3.750-3.710-3.680, Resistance: 3,850-3.900

 

Stock picks:

1.     Perusahaan Gas Negara (PGAS) (Target Rp 4.250) (close 25/04 Rp 3.925)

  • Formasi konsolidasi antara Rp 3.850-4.050 kelihatannya akan breakout menuju measured move target di Rp 4.250 dengan stochastic buy di daily memberikan signal untuk mengambil posisi awal start.


  • Saham big cap ini merupakan yang terakhir untuk bergerak dan valuasi PER 15x 2011 memungkinkannya untuk menjadi incaran investor asing.


  • Exit (1) Rp 3.900, Exit (2) Rp 3.800, Cut loss point: Rp 3.725


 

2.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.700) (Close 25/04 Rp 6.500)

  • Koreksi yang terjadi akibat keadaan jenuh beli di daily stochastic dapat menurunkan BBRI hingga menutup price gap di Rp 6.300-6.250 namun bila itu terjadi rekomen akumulasi.


  • Walaupun naik cukup siginfikan selama beberapa hari terakhir, namun secara valuasi PER 2011 (15x) masih jauh di bawah valuasi PER 2011 bank BUMN lainnya seperti BMRI dan BBNI yang bermain di atas PER 2011 17x.




  • Entry (1) Rp 6.300, Entry (2) Rp 6.150, Cut loss point: Rp 5.950

 

3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.900) (Close 25/04 Rp 7.600)

  • Pasca rally yang membuat golden cross terjadi antara moving average 5, 10 dan 50 hari serta keadaan overbought (jenuh beli) akibat kenaikan tajam, maka TLKM mengalami retracement atau koreksi minor mengambil napas yang seharusnya digunakan untuk mengambil posisi karena daily chart mulai positive trending.




  • Entry: (1) Rp 7.450, Entry (2) Rp 7.350, Cut loss point: Rp 7.200

 

4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.700) (close 25/04 Rp 55.000)

  • Sentimen negatif dari berhentinya Toyota Jepang produksi hingga bulan November kelihatannya sudah sebagian besar di price in oleh koreksi besar minggu lalu, dan bila masih ada penekanan lebih lanjut akumulasi karena kelihatannya sedang membentuk double bottom antara support Rp 53.500 dan resistance Rp 56.000

  • Entry(1) Rp 54.500, Entry (2) Rp 53.500, Cut loss point: Rp 52.950

  

Dibuat oleh:

Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, April 25, 2011

Irama Investama Jual 1 Juta Saham Indorama

Pemegang saham mayoritas PT Indorama Synthetics Tbk (INDR), yakni PT Irama Investama menjual 1.078.000 saham INDR yang dimilikinya. Transaksi dilakukan pada 13-18 April 2011 dengan harga jual sebesar Rp 3.164/saham.

Pasca-penjualan tersebut, Irama Investama tercatat masih memiliki 331.261.500 saham INDR atau setara dengan 50,62%. Berdasarkan perhitungan, dengan penjualan saham pada harga Rp 3.164/saham, Irama Investama mengantungi pendapatan Rp 3,41 miliar yang akan dipakai untuk modal kerja.

Berdasarkan data yahoofinance, pada 13 April 2011, harga saham INDR sempat menyentuh Rp 3.200 sebelum ditutup melemah ke posisi Rp 2.975. Kemudian pada 14 April mencapai Rp 3.225 sebelum kembali ditutup pada harga Rp 3.150.

Pada 15 April, harga saham INDR kembali naik ke Rp 3.350 sebelum ditutup pada harga Rp 3.225. Keesokan harinya harga saham INDR naik ke posisi Rp 3.300 sebelum ditutup melemah ke Rp 3.175.


Namun, setelah Indorama melepas sahamnya pada 18 April, harga saham INDR masih naik. Terakhir, pada 21 April sempat menyentuh Rp 3.600 sebelum ditutup pada harga Rp 3.550.





2010, Indah Kiat dan Tjiwi Kimia Bukukan Kenaikan Laba Signifikan

Dua emiten Sinarmas Grup yang bergerak di bidang kertas, yakni PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) menunjukkan kinerja cukup baik sepanjang 2010. Kedua emiten ini berhasil membukukan kenaikan laba bersih cukup signifikan.

Pada 2010, INKP membukukan laba bersih US$ 13,03 juta dari posisi rugi US$ 158,5 juta tahun 2009. Hal ini terjadi berkat kontribusi penjualan bersih yang meningkat 41,2% menjadi US$ 2,5 miliar dari tahun sebelumnya US$ 1,77 miliar. Perseroan juga berhasil mencetak laba usaha sebesar US$ 190,7 juta dari tahun sebelumnya yang merugi senilai US$ 4,35 juta.

INKP juga berhasil mengurangi beban lain-lain menjadi US$ 117,37 juta dari tahun sebelumnya US$ 118,996 juta. Sedangkan jumlah aset perseroan naik tipis sebesar 1,91% dari tahun sebelumnya US$ 5,814 miliar menjadi US$ 5,925 miliar.
Sementara itu, TKIM berhasil membukukan peningkatan laba bersih sebesar 47,12% dari 2009 sebesar US$ 31,65 juta menjadi US$ 46,57 juta.Kenaikan laba bersih ini didukung pertumbuhan penjualan bersih perseroan sebesar 13,8% menjadi US$ 1,34 miliar dibanding tahun 2009 senilai US$ 1,17 miliar.

Tjiwi Kimia juga berhasil menekan kerugian beban lain-lain menjadi US$ 16,965 juta dari tahun sebelumnya US$ 47,42 juta. Kerugian akibat beban pajak penghasilan juga berhasil disusutkan menjadi US$ 15,485 juta dibanding tahun sebelumnya senilai US$ 40,9 juta. Sedangkan jumlah aset perusahaan pada akhir tahun lalu tercatat menurun menjadi US$ 2,33 miliar dari sebelumnya US$ 2,358 miliar.
Mengomentari kinerja INKP dan TKIM ini, Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang memprediksi, pendapatan INKP tahun ini bisa mencapai US$ 2,68 miliar, laba operasi US$ 266,1 juta dan laba bersih US$ 76,45 juta. Sedangkan TKIM diproyeksikan memperoleh pendapatan US$ 1,47 miliar, dengan laba operasional US$ 148,7 juta dan laba bersih US$ 112,93 juta. 

Rekomendasi HD Capital, 25 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 25 April 2011.
BUY:  BBRI, UNSP, CMNP, KRAS
  • IHSG berhasil menutup di atas resistance all time 3.789 namun sudah memasuki daerah jenuh beli (overbought) sehingga bila terjadi profit taking dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi untuk meneruskan tren naik.
  • IHSG close (21-04) 3.801.08 (+6.32/+0.17%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.770-3.730-3.680, Resistance:3.850-3.930-4.000

Stock picks:
1.   Bakrie Sumatra (UNSP): (BUY) (Target: Rp 385) (close 21/04 Rp 365)
  • Peningkatan profit dalam laporan keuangan 2011 akibat beberapa aksi korporasi dan konsolidasi laba yang cukup besar hingga menurunkan PER dari 20x ke 6x membuat pelaku pasar optimis terhadap kinerja Q1 2011 yang belum keluar.
  • Entry: (1) Rp 360, Entry (2) Rp 355, Cut loss point: Rp 345

2.   Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.850)(Close 21/04 Rp 6.500)
  • Bila koreksi masih berlanjut ke gap bawah yang belum tertutup (Rp 6.350-6.300), rekomen akumulasi karena dengan valuasi 2011 PER 14x, masih jauh lebih murah dari bank pemerintah big cap lainnya seperti BBNI dan BMRI yang bermain di 2011 PER 17.
  • Entry: (1) Rp 6.350, Entry (2) 6.150, Cut loss point: Rp 6.050


3.   Citra Marga (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 21/04 Rp 1.130)
  • Pasca koreksi selama sepekan, rekomen akumulasi kembali pemain jalan tol Jakarta dalam sektor infrastructure ini mempunyai profitabilitas dan valuasi yang jauh lebih untung dan murah daripada Jasa Marga (JSMR) sehingga potensi terjadi upside adjustment dari proyeksi earnings untuk 2011 & 2012.
  • Peningkatan penjualan mobil di Q1 terakhir juga positif untuk pendapatan tol kedepan karena konsentrasi kendaraan paling padat di Jakarta.
  • Entry: (1) Rp 1.130, Entry: (2) Rp 1.110, Cut loss point: Rp 1.100

4.    Krakatau Steel (KRAS): (BUY) (Target: Rp 1.250) (Close 21/04 Rp 1.180)
  • Naiknya harga komoditas minyak dan derivatifnya terutama batubara (harga rata2 batubara untuk Q1 sekitar $120/ton diatas forecast $108/ton) yang dipakai untuk memproduksi baja menopang tren positif harga baja kedepan yang positif untuk emitten Krakatau Steel, produsen baja terbesar di Indonesia.
  • Entry: (1) Rp 1.170, Entry (2) Rp 1.150, Cut loss point: Rp 1.120




Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Friday, April 22, 2011

Global Land Dirikan Theme Park Rp 6 Triliun

PT Global Land Development Tbk (KPIG) berencana mendirikan Theme Park dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Direktur PT Global Land Development Tbk Daniel Yuwono, pada rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Kamis (21/4), mengatakan, saat ini perseroan fokus pada pembebasan lahan untuk pembangunan Theme Park.

"Kami akan bangun Theme park. Kami sedang lihat yang tepat karena kami ingin bikin sarana rekreasi, new iconic. Tidak hanya buat perseroan, tapi Indonesia. Untuk tempatnya belum dapat dipastikan," jelas Daniel.

Dia mengatakan, perseroan tidak hanya membangun taman hiburan, tapi juga sekaligus membangun kawasan terintegrasi mulai dari hotel serta resort. "Kami ingin intergrated lessure park. Selesai diharapkan satu tahun. Tanah nilainya mencapai Rp 1 triliun, dan pembangunannya Rp 5 triliun," papar dia.

Pendanaannya, kata dia, perseroan mempersiapkan kas internal dan penjajakan pinjaman dari perbankan. Selain Theme park, ada beberapa proyek pembangunan gedung di Jakarta. yang tengah dikerjakan oleh perseroan di antaranya pembangunan gedung Seputar Indonesia (Sindo), senilai Rp 35 miliar. Gedung ini rencananya seluas 570 m2, yang terdiri dari 8 lantai.

Selain itu ada pembangunan News Center, berlokasi di lahan kosong di sekitar MNC Kebun Sirih seluas 2.700 m2 per lantai. Nilai investasi News Center Rp 300 miliar. "Kami ikut bangun office dan studio Kebun Jeruk. Kami arrenger, termasuk pembangunan. Dananya Rp 900 miliar sampai Rp 1 triliun. Ada terdiri dari 10 studio besar. 2012 atau awal 2013 selesai," jelas dia.

Global Land Development mencatatkan kenaikan laba bersih 2010 sebesar Rp 163,116 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp 127,875 miliar, meski demikian perusahaan tidak membagikan dividen pada tahun ini. "Tahun ini tidak bagi dividen. Seluruhnya masuk return earning, dan sudah disetujui dalam rups," kata Daniel.

Thursday, April 21, 2011

Rekomendasi Bulanan HD Capital

Monthly Strategy-April (20-04-2011) (BUY):   "IHSG New Territory"
  • Tren IHSG masih positif sehingga kemungkinan bermain di atas all time high 3.780 untuk akhir April atau awal Mei. Ini ada beberapa alasan mengapa kami masih optimistis:
  • GDP: Target pertumbuhan ekonomi (GDP) sebesar 6.5% untuk tahun 2011 yang kelihatannya dapat tercapai dari penguatan rupiah dan melambatnya inflasi dapat membangkitkan proyeksi laba analis mengenai sektor banking dan consumer (23% cap IHSG)
  • Go banks: Sektor perbankan (23% dari cap IHSG) masih diperdagangkan di kisaran PER 2011 14x menyisihkan ruang lebih untuk bermain di PER 2011 18x atau setara dengan IHSG 4.400-4.500 
  • Consume this: Sektor consumer yang bermain di PER 2011 15x (21% dari cap IHSG dengan 8% dari ASII) akan diuntungkan dari rupiah di bawah APBN (9.000) dan suku bunga tetap yang masih dipertahankan sampai ada keputusan jelas kapan subsidi BBM dicabut.
  • The waiting game: Pasar menunggu Fitch untuk memberikan investment grade ke Indonesia dimana hal tersebut akan di price ini kedalam pergerakan IHSG kedepan 
     
  • Rekomendasi Portofolio & Target Price 1-bulan:
  • Ticker TP 1 bln   PER11F PBV11F ROE11F
    ASII Rp59.500 14x 4x 29%
    INDF Rp 5.600 16x 2.6x 18%
    BKSL Rp 120 50x 0.73x 2%
    BUMI Rp 3.500 20x 4x 19%
    BBRI Rp 6.650 13x 4x 31%
    TLKM Rp 8.050 13x 3x 25%
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital

Rekomendasi HD Capital, 21 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 21 April 2011.
BUY: (PGAS, BKSL, BMRI, ASII)
  • Bila terjadi profit taking akibat break IHSG di atas all time high di 3.789 rekomen akumulasi di beberapa big cap dan saham lapis dua selektif
  • IHSG close (20-04) 3.786.649(+53.392/+1.39%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.770-3.730-3.680, Resistance: 3,850-3.900
 
Stock picks:
1.     Bukit Sentul (BKSL) (Target Rp 108) (close 20/04 Rp 103)
  • Pasca laporan keuangan 2010 keluar, rasio profitabilitas perusahaan property ini (ROE, OPM dan NOM) menjadi kembali positif setelah sebelumnya negatif (rugi) dan hal ini belum sepenuhnya tercermin kedalam pergerakan harga saham.
  • Exit (1) Rp 103, Exit (2) Rp 101, Cut loss point: Rp 98 
 
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.250) (Close 20/04 Rp 7.050)
  • Secara technical menarik, daily stochastic cross buy dengan posisi meneruskan move diatas 50-neutral line ke daerah positive dengan MACD daily juga tandem cross buy.
  • Dana ekspansi pasca right s issue untuk mendukung pertumbuhan CAGR (kredit) untuk 3 tahun kedepan, reduksi NPL, serta penguatan rupiah yang meningkatkan nilai aset bank yang dalam obligasi yield rendah merupakan katalis positif.
  • Entry (1) Rp 7.050, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.850
 
3.   Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.100) (Close 20/04 Rp 3.950)
  • Kontrak LNG (gas alam cair) untuk terminal penerimaan Sumatra Utara yang akan disalurkan melalui pipa yang dimiliki PGAS seharusnya menambah laba perseroan hingga 15% tahun ini.
  • Entry: (1) Rp 3.950, Entry (2) Rp 3.850, Cut loss point: Rp 3.750
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.700) (close 20/04 Rp 55.250)
  • Pasca koreksi 2 minggu terakhir dari level Rp.58.500 ke low 53.700 (10%) kelihatannya ASII sudah mulai berhenti membuat new low lagi dengan berhasil ditutup di atas resistance short-term down-trend-line Rp 55.150 dengan skenario arah selanjutnya mengetes Rp 56.100 sebagai target pertama dan Rp 56.700 target kedua.
  • Exit (1) Rp 55.200, Entry (2) Rp 54.400, Cut loss point: Rp 53.650
  

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 21 April 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 21 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin melonjak 62 poin (1,66%) ke level 3.794,76, tertinggi selama satu tahun terakhir. Ini seiring pergerakan mayoritas bursa global yang ditutup positif. Secara teknikal, indeks telah menembus level support terkuatnya selama satu tahun terakhir, yaitu 3.782 dengan bentuk full candle. Sementara indikator Stochastic masih menunjukkan pergerakan menuju area overbuy dan RSI belum deathcross. Hari ini indeks diprediksi bergerak di 3.752–3.824. Cermati INDF, INTP, dan ASII.

2. Kresna Sekurindo
IHSG berpotensi kembali memasuki fase bull-run baru setelah mencetak rekor baru kemarin. Seiring dengan itu, indeks masih berpotensi menguji area tertinggi baru dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.760-3.835 pada Kamis (21/4). UNTR dan AALI menjadi saham pilihan kami. 

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (21/4), secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak menguat pada kisaran 3.765-3.815. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII, AALI, BBRI, INCO.






Wednesday, April 20, 2011

Rekomendasi HD Capital, 20 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
SELL: (TLKM), BUY: (BJBR, BUMI, PGAS)
  • Para pelaku pasar di IHSG tidak begitu mengambil serius penurunan peringkat utang AS oleh S&P karena dasarnya membenarkan tindakan pasar sebelumnya yaitu bahwa investasi di luar AS akan jauh lebih menguntungkan sehingga rally di emerging markets akan terus berjalan.
     
  • IHSG close (19-04) 3.725.649(-10.187/-0.29%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.700-3.680-3.610, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Telkom (TLKM): (SELL) (Koreksi: Rp 7.300) (close 19/04 Rp 7.550)
  • Rally dari crossover moving average 5-hari akan menemui keadaan jenuh beli (overbought) dan resistance kuat di kisaran Rp 7.700-7.850 sehingga rekomen take profit dan menunggu retracement kembali ke kisaran bawah Rp 7.300-7.150 untuk mengambil posisi.
     
  • Exit (1) Rp 7.700, Exit (2) Rp 7.850, Reverse posisi: Rp 7.900
 
2.    Bank Jabar (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.450) (Close 19/04 Rp 1.370)
  • Koreksi minor ke daerah moving average 10 hari (Rp.1.330-1.300) untuk mengurangi keadaan jenuh beli (overbought) karena saham masih dalam formasi minor uptrend
  • Persetujuan pemerintah untuk ekspansi kredit di luar Jawa menambah nilai jual perseroan
  • Entry (1) Rp 1.330, Entry (2) Rp 1.310, Cut loss point: Rp 1.260
 
3.   Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.050) (Close 19/04 Rp 3.925)
  • Kontrak LNG (gas alam cair) untuk terminal penerimaan Sumatra Utara yang akan disalurkan melalui pipa yang dimiliki PGAS seharusnya menambah laba pesero hingga 15% tahun ini.
  • Entry: (1) Rp 3.900, Entry (2) Rp 3.800, Cut loss point: Rp 3.650
 
4.   Bumi Resources (BUMI) (BUY) (Target: Rp 3.450) (close 19/04 Rp 3.325)
  • Pasca konsolidasi antara range sempit Rp 3.250-3.375 dan retracement ke moving average crossover Rp 3.275, daily MACD yang masih positive memberikan signal bahwa seharusnya BUMI mencoba untuk break resistance di Rp 3.375 untuk bermain di atas Rp 3.400-an.
  • Exit (1) Rp 3.325, Entry (2) Rp 3.250, Cut loss point: Rp 3.175


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 20 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 5 poin (0,15%) ke level 3.732,65 di tengah-tengah penurunan indeks bursa regional. Asing tercatat melakukan net selling Rp 225 miliar. Secara teknikal, IHSG berhasil menguat tipis di atas garis MA5 dengan candlestick membentuk pola hanging man. Sementara indikator Stochastic berhasil membentuk golden cross di area overbought. Sejalan dengan itu, indeks hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.682–3.760. Amati JSMR, BMTR, dan TLKM.

2. Indo Premier Securities
Bursa saham domestik masih rentan aksi profit taking.  Terlebih lagi, investor asing cenderung lebih banyak menjual.  Untuk hari ini, IHSG akan berada di kisaran 3.715-3752. Saham-saham pilihan kami antara lain TLKM, BBCA, BBRI.

3. Kresna Sekurindo
Meskipun indeks regional dalam tekanan menyusul penurunan outlook utang Amerika Serikat oleh S&P, IHSG kemarin masih mampu ditutup di area positif. Pelaku pasar terlihat masih menunggu laporan keuangan emiten kuartal pertama 2011 sebagai katalis pergerakan jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan masih cenderung bergerak konsolidasi di kisaran 3.700-3.755. TINS dan TLKM menjadi saham pilihan kami.





Tuesday, April 19, 2011

PT OSO, Knowledge sign Indonesia coal JV

India compnay Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws
Privately held Indonesian diverse group PT. OSO International and Indian trader Knowledge Infrastructure have formed a joint venture to develop thermal coalmines in Kalimantan, Indonesia, an OSO spokesman said.

Under the terms of the joint venture, called Orb Energy, Knowledge will have exclusive marketing rights to 1 million tonnes a month of bituminous coal when the mines reach full output, the OSO spokesman said.

Knowledge officials confirmed the joint venture has been signed but declined to give further details.

Jakarta-registered Orb Energy, will develop the mining concessions held by PT Total Orbit Prestasi, a subsidiary of PT OSO International.

Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws.

Coal production from the two concessions will begin shortly at an initial rate of 100,000 tonnes per month, rising to 500,000 tonnes within 18 months, and possibly rising to 1 million tonnes a month in three years at full capacity, OSO said.
Orb aims to export its first coal in Q3 2011. Source: Livemint

Rekomendasi HD Capital, 19 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
SELL: (BBCA), BUY: (BBRI, BUMI, TLKM)
  • Walaupun sempat istirahat sejenak akibat keadaan jenuh beli harian, IHSG diharapkan IHSG masih akan menjalankan misi untuk mengetes resistance all time high di 3.750-3.780.
  • IHSG close (18-04) 3.725.649(-5.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.680-3.630-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BCA (BBCA): (SELL) (Koreksi: Rp 7.100) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Valuasi 2011 PER 19x dan PBV 4x yang dianggap terlalu mahal di sektornya melampaui daya kinerja labanya, keadaan jenuh beli (overbought), serta tren yang terlalu extended menyarankan untuk take profit dulu di emiten perbankan ini dan switch ke bank yang valuasinya lebih menarik seperti BBRI.
  • Exit (1) Rp 7.350, Exit (2) Rp 7.450, Reverse posisi: Rp 7.550
 
2.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 18/04 Rp 6.200)
  • Valuasi 2011 PER yang paling murah (12x) versus bank besar lainnya seperti BBCA, BMRI, BBNI yang sudah bermain di atas 17x, rasio profitabilitas ROE yang tidak jauh berbeda serta keadaan jenuh jual (oversold) pasca pullback kemarin menjadi katalis untuk akumulasi antisipasi terjadi upside adjustment kedepan.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.450) (Close 18/04 Rp 3.3050)
  • Kinerja produksi sector batubara yang cenderung menurun di 2010 menyarankan investor untuk mencari emiten dengan aksi korporasi deleveraging (pengurangan beban utang & biaya bunga) yang nantinya dapat menambah laba persero di kemudian hari.
  • Entry: (1) Rp 3.250, Entry (2) Rp 3.150, Cut loss point: Rp 3.050
 
4.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY) (Target: Rp 7.500) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Secara technical mulai menarik, dengan buy crossover dari 5 & 10 ma, daily stochastic berada diatas 50-line set membuat investor tertarik untuk menambah posisi di emiten big cap index driver dengan valuasi PER 2011 11x PBV 2.5x dan rasio profitabilitas ROE di atas 25% atau rata2 emitten IHSG.
  • Exit (1) Rp 7.300, Entry (2) Rp 7.200, Cut loss point: Rp 7.100

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 3 poin (-0,09%) ke level 3.727,07, seiring merosotnya sejumlah saham unggulan. Investor asing membukukan net selling Rp 4 miliar. Secara teknikal, indikator Stochastic berpotensi membentuk golden cross dan RSI masih bergerak uptrend area overbought. Sementara MACD masih membentuk divergence negatif dan deathcross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif. Sejalan dengan itu, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.697–3.749. Cermati GGRM, BDMN, dan BBRI.

2. Indo Premier Securities
Kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menaikkan rasio pencadangan sektor perbankan membuat IHSG melemah 3 poin ke level 3.727 kemarin. Untuk hari ini, indeks akan terpengaruh isu utang Yunani dan pergerakan bursa New York.  Sementara dari sisi teknikal, indeks masih berpotensi turun dalam kisaran 3.715-3.752. Saham-saham pilihan kami adalah TLKM, BBRI, BBCA. 

3. Kresna Sekurindo
IHSG kembali berkonsolidasi pada perdagangan kemarin meskipun sentimen global cukup kondusif. Level 3.700 masih akan menjadi kunci bagi pergerakan hari ini yang diperkirakan berada di kisaran 3.700-3.755. AALI dan DOID menjadi saham pilihan hari ini.

4. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (19/4), secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.713-3.746. Saham-saham yang dapat diperhatikan AALI, BLTA, ICBP, TLKM.

Monday, April 18, 2011

INTA Bagikan Dividen Rp 56 Per Saham

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) akan membagikan dividen sebesar Rp 56/saham. Berikut rincian tanggal pembagian dividen tersebut.

cum dividen di pasar regular dan negosiasi           9  Mei 2011
Ex dividen di pasar regular dan negosiasi            10  Mei 2011
Cum dividen di pasar segera dan pasar tunai       12  Mei 2011
Ex dividen di pasar segera dan pasar tunai          13 Mei 2011
Recording date yang berhak atas dividen tunai    12 Mei 2011
Pembayaran dividen tunai                                  27 Mei 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 18 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 18 April 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Jumat (15/4), IHSG ditutup menguat 22,53 poin (0,6%) ke level 3.730,51. IHSG mampu bergerak menguat di tengah pelemahan sebagian besar indeks regional, akibat kekhawatiran krisis politik di Jepang menyusul desakan mundur Perdana Menteri Jepang Naoto Kan yang dinilai lamban dalam menangani pemulihan akibat gempa dan tsunami.
Sementara itu, secara teknikal, perlu diwaspadai indikator MACD yang berpotensi death cross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif dalam dua hari terakhir perdagangan. Pada perdagangan hari ini (18/4), IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 3.697-3.768 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain CMNP, DOID, dan ITMG.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan hari ini (18/4), secara teknikal indeks masih cenderung menguat pada kisaran 3.745-3.768. Pengumuman data inflasi AS dapat memberikan sentimen terhadap IHSG. Saham-saham yang dapat diperhatikan BBNI, PTBA, ITMG, dan ISAT.