rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Tuesday, August 31, 2010

BNP Paribas Borong Saham Holcim Indonesia

Investor asing memborong saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) melalui broker BNP Paribas Peregrine sebanyak 9 ribu lot di harga Rp 2.272. BNP Paribas tidak menjual sama sekali saham ini.

Broker pembeli kedua terbanyak adalah Sinarmas Sekuritas yang membeli 2.037 lot dan Deutsche Securities Indonesia sebanyak 1.475 lot. Akibat aksi beli yang dilakukan oleh BNP Paribas, harga saham SMCB naik Rp 50 menjadi Rp 2.300.


1
BW
BNP PARIBAS PEREGRINE
128
9,000
2,272.22
-
-
-
9,000
9,000
2
DH
SINARMAS SEKURITAS
25
2,037
2,275.00
6
244
2,273.77
1,793
2,281
3
DB
DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
31
1,475
2,250.00
31
1,211
2,250.00
264
2,686
52
PD
INDO PREMIER SECURITIES
5
163
2,273.47
49
1,678
2,273.47
-1,515
1,841
53
ZP
KIM ENG SEKURITAS
16
590
2,266.53
16
2,152
2,275.00
-1,562
2,742
  BW: asing semua

Investor Asing Borong Saham Jasa Marga

Investor asing melalui broker BNP Paribas Peregrine memborong 7.291 lot saham PT Jasa Marga Tbk di harga rata-rata Rp 2.927, tanpa menjual sama sekali. Di posisi kedua ditempati oleh UOB Kay Hian Securities hanya membeli 1.215 dan Batavia Prosperindo Sekuritas 1.183 lot.


Akibat aksi pembelian yang masif ini, harga saham JSMR akhirnya berhasil naik setelah sempat turun ke Rp 2.850 menjadi Rp 2.925 atau sama seperti sehari sebelumnya.


1
BW
BNP PARIBAS PEREGRINE
106
7,291
2,927.32
-
-
-
7,291
7,291
2
AI
UOB KAY HIAN SECURITIES
19
1,215
2,905.56
1
15
2,875.00
1,200
1,230
3
BZ
BATAVIA PROSPERINDO SEKURITAS
8
1,183
2,914.43
1
10
2,925.00
1,173
1,193
4
OD
DANAREKSA SEKURITAS
42
855
2,884.06
12
112
2,873.66
743
967
5
YU
CIMB-GK SECURITIES INDONESIA
48
649
2,899.96
5
530
2,897.17
119
1,179
46
CD
MEGA CAPITAL INDONESIA
3
20
2,850.00
29
1,360
2,894.67
-1,340
1,380
47
PD
INDO PREMIER SECURITIES
32
238
2,877.94
26
3,383
2,934.16
-3,145
3,621
 BW: asing semua

Indonesia Bumi to keep 75 pct of non-coal unit after IPO

PT Bumi Resources (BUMI), Indonesia's biggest coal miner by volume, said on Tuesday that it will retain a 75 percent stake in its non-coal assets unit after the unit's initial public offering scheduled later this year.


Bumi said previously that it planned to sell shares in PT Bumi Resources Mineral to raise about $200 million to $300 million to help it repay debt. Source: Reuters

Indonesia's Bumi says H1 net profit fell 30 pct

PT Bumi Resources (BUMI), Indonesia's biggest coal miner by volume, said first-half profits fell 30 percent because of lower average selling prices and a strong rupiah.
Bumi, which has a market capitalisation of $3.65 billion, reported a net profit of $134 million in the first six months. That compared with a net profit of $192.30 million in the year-ago period.

Revenues rose 25 percent to $2.14 billion from $1.71 billion a year ago.
Bumi previously said that it expects production to rise to as much as 70 million tonnes in 2010, from 58 million last year.

The firm produced 30.2 million tonnes in the first half and reported up 13 percent from a year ago.

Analysts forecast full-year net profit of $366.02 million, according to a consensus in Thomson Reuters I/B/E/S.

Bumi shares plunged 22 percent in the first half, underperforming with the broader market, which was up 16 percent in the same period.
Bumi's shares closed up 1.2 percent at 1,710 rupiah on Monday before the company released its results, while the overall market was down 0.17 percent. Source: Reuters

Indonesia's Bumi Q2 profit falls, sees better H2

* H1 net profit at $134.6 mln, down 30 percent
* H1 revenue $2.14 bln, up 25 percent
* Q2 net profit $37.8 mln, down 44 pct - Reuters calculation (Updates with quotes, background)

Second-quarter net profit for PT Bumi Resources (BUMI), Indonesia's biggest coal miner by volume, fell 44% on derivatives losses and higher interest charges, Reuters calculations showed on Tuesday.

The company, which is controlled by the family of politician Aburizal Bakrie, said the outlook for the second half was better than in the first because it expects higher coal prices.

"Second-half price will be higher than first-half for Bumi," Dileep Srivastava, a Bumi director told Reuters.

Srivastava said Bumi is sticking to its forecast to produce at least 67 million tonnes this year, with sales of 64 million tonnes, despite the impact of unseasonally heavy rains which have affected some mining companies and crops.

Bumi, which has a stock market value of $3.65 billion, reported a net profit of $134 million in the first six months. That compared with a net profit of $192.30 million in the year-ago period.

Second-quarter net profit fell to $37.8 million, from $67.8 million a year ago, according to Reuters calculations based on published first-quarter figures.

The result was hit by expected higher interest charges and tax, as well as a "notional loss on derivatives" positions which were marked to market, Srivastava said. The additional interest charges were related to Bumi's acquisition of a 24 percent stake in the Indonesian unit of US-based Newmont Corp (NEM.N).

The company reported a $60 million loss in derivatives transactions and $257 million in interest costs in the first half.

Bumi, which aims to expand in Africa by buying new non-coal mining assets, said that it will retain a 75 percent stake in its non-coal assets unit which it plans to list in an initial public offering this year.

Analysts forecast full-year net profit of $366.02 million, according to the consensus in Thomson Reuters I/B/E/S.

Revenues rose 25 percent to $2.14 billion from $1.71 billion a year ago. The firm produced 30.2 million tonnes of coal in the first half, up 13 percent from a year ago.

Bumi shares plunged 22 percent in the first half, underperforming the broader market .JKSE, which was up 16 percent in the same period.

Bumi's shares closed up 1.2 percent at 1,710 rupiah on Monday before the company released its results, while the overall market was down 0.17 percent. Source: Reuters

Akibat Beban Pajak, Laba Bersih Bumi Resources Turun 30%

 * Pendapatan BUMI naik 25,06%
* Laba kotor naik 8,91% dan laba usaha tumbuh 5,41%
* Laba sebelum pajak masih naik 1,48%
* Beban pajak bersih melonjak 20,67%
* Laba bersih turun 30,02%

Meski pendapatannya naik 25,06%, perolehan laba bersih PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada semester I-2010 turun 30,02% dalam setahun terakhir.

Laba bersih BUMI pada Juni 2010 mencapai US$ 134,57 juta dari posisi Juni 2009 sebesar US$ 192,29 juta atau terjadi penurunan 30,02%. Di sisi lain, pendapatan perseroan naik 25,06%dari US$ 1,71 miliar menjadi US$ 2,14 miliar.

BUMI sebetulnya masih mampu membukukan kenaikan laba kotor dan laba usaha masing-masing sebesar 8,91% menjadi US$ 790,48 juta dan 5,41% menjadi US$ 531,84 juta. Laba sebelum pajak penghasilan juga naik 1,48% menjadi US$ 456,37 juta. Namun kenaikan beban pajak bersih sebesar 20,67% membuat laba bersih perseroan turun 30,02%.

Beban pajak bersih yang ditanggung perseroan dalam setahun terakhir naik dari US$ 183,88 juta menjadi US$ 221,88 juta. Dengan demikian, laba bersih per seribu saham dasar turun dari US$ 10,16 menjadi US$ 7,11.

Kinerja PT Bumi Resources Tbk (US$ juta)



Jun-09 Jun-10 %
Kas dan bank 97,69 66,78 -31,64
Pendapatan 1.710,15 2.138,72 25,06
Laba kotor 725,79 790,48 8,91
Laba usaha 504,56 531,84 5,41
Laba sebelum pajak penghasilan 449,70 456,37 1,48
Beban pajak bersih 183,88 221,88 20,67
Laba bersih 192,29 134,57 -30,02
Laba bersih per 1.000 saham dasar 10,16 7,11
Laba bersih per 1.000 saham dilusian 10,00 6,94







































Laba Bersih Aneka Tambang Naik 237,5%

Laba bersih PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada semester I-2010 melonjak 237,5% dari Rp 224 miliar setahun lalu menjadi Rp 756 miliar. 

Kenaikan ini terjadi berkat beban usaha yang menurun, meski angka penjualan bersih turun 2,06% dari Rp 4,41 triliun menjadi Rp 4,32 triliun. Kontribusi lainnya berasal dari kenaikan harga nikel dunia.


Akibatnya, laba kotor maupun laba usaha perseroan masing-masing meningkat 214,5% dan 446,73% menjadi Rp 1,41 triliun dan Rp 1,08 triliun. Sedangkan laba sebelum pajak penghasilan mencapai Rp 1,03 triliun atau naik 275,27% dari tahun lalu.

Laba bersih per saham sebesar Rp 79,42 dari tahun lalu Rp 23,47.   

Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (Rp miliar)


Jun-09 Jun-10 %
Penjualan bersih 4.406 4.315 -2,06537
Laba kotor 447 1.406 214,5414
Laba usaha 199 1.088 446,7337
Laba sebelum pajak penghasilan 275 1.032 275,2727
Laba bersih 224 756 237,5
Laba bersih per saham dasar 23.47 79.42

Iklan Laporan Keuangan Timah

Iklan Laporan Keuangan BW Plantation

Iklan Laporan Keuangan Adaro Energy

Riset Indofood Sukses Makmur oleh JP Morgan

Riset JP Morgan tentang PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Riset INDF by JP Morgan                                                                                                                                   

Riset Bank Bukopin oleh Batavia Prosperindo Sekuritas

Riset soal PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang dibuat oleh Batavia Prosperindo Sekuritas. Dalam risetnya, Batavia melihat keikutsertaan Jamsostek dalam rencana rights issue Bank Bukopin akan mampu mendukung pertumbuhan bank ini ke depannya, berkat kemitraan strategis dan modal yang kuat. Jamsostek saat ini mengelola aset sekitar Rp 91 triliun sehingga dapat memberikan sinergi besar kepada BBKP terutama dukungan pendanaan.

Dalam penilaian Batavia, kemitraan yang ditawarkan Jamsostek menawarkan peluang yang bagus dan terjadinya perhitungan ulang valuasi dari Bank Bukopin. Dengan menggunakan metode nilai buku, Batavia menghitung valuasi Bukopin setara dengan Rp 1.160 atau 2,2 kali PBV 2011 dari posisi saat ini yang diperdagangkan 1,4 kali PBV 2011, terendah dibandingkan bank-bank lain. Rekomendasi dari Batavia untuk saham ini adalah BUY.

Riset BBKP by Batavia Prosperindo                                                                                                                                   

Riset United Tractors oleh Kresna Securities

Riset soal PT United Tractors Tbk (UNTR) oleh Kresna Securities. Dalam risetnya ini, Kresna melihat volume penjualan perseroan hingga Juli 2010 masih impresif sehingga akan mendongkrak pertumbuhan laba 4,8% year on year pada 2010 dan 16,3% pada 2011.

UNTR by Kresna Sekuritas                                                                                                                                   

Memo Kim Eng Sekuritas

Memo Kim Eng Sekuritas.

Memo Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Rekomendasi HD Capital, 31 Agustus 2010

Untuk perdagangan bursa saham hari ini, Selasa 31 Agustus 2010, HD Capital merekomendasikan opsi BUY terhadap empat saham pilihannya, yakni Bank Bukopin (BBKP), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Alam Sutera (ASRI), dan Bank Danamon (BDMN). Berikut beberapa catatan pentingnya.
  • Bila terjadi penekanan lebih lanjut akibat sentimen negatif dari dampak inflasi, rekomen akumulasi di berbagai saham selektif.
  • IHSG close (30-08) 3099.720(-5.948/-0.17%) (Val.Rp.3.2T)
  • Support: 3.070-3.050-3030, Resistance: 3.150-3.200
  Stock picks:
 
1.    Bank Bukopin (BBKP): (BUY) (Target: Rp 730) (close 30/08 Rp 690)
  • Jamssotek yang sudah melakukakan due-diligence (uji tuntas) untuk akuisisi BBKP memberikan investor kepastian lebih jelas terhadap rencana akuisisi.
  • Koreksi yang telah terjadi dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi di pemain mikro segmen dengan valuasi PBV/PER lebih murah versus BBRI & BJBR.
  • Entry: (1) Rp 670, Entry (2) Rp 650, cut-loss point: Rp 630
     
2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 18.200) (Close 30/08 Rp 17.700)
  • Pemasukan kontribusi proyek rel kereta api Adani terhadap proyeksi pertumbuhan laba per saham beberapa analis membuat valuasi PTBA kelihatan masih menarik sehingga rekomen mengunakan koreksi ini sebagai kesempatan untuk akumulasi.
  • Entry (1) Rp 17.100, (2) Rp 16.600, Cut loss point: Rp 16.300
 
3.   Alam Sutera (ASRI) (BUY): (Target: Rp 194) (Close 30/08 Rp 181)
  • Secara teknikal mulai menarik untuk bargain hunting, dengan divergensi antara penurunan harga dan indicator stochastic yang tidak mencapai titik lebih rendah.
  • Valuasi PER/PBV masih lebih murah bila disamakan dengan DILD yang mempunyai rasio profitabilitas ROE/NPM mirip.
  • Entry: (1) Rp 180, Entry: (2) 175, Cut loss point: Rp 170
 
4.   Bank Danamon (BDMN) (Target: Rp 5.600) (close 30/08 Rp 5.350)
  • Profitabiltas tinggi, modal dasarnya yang kuat, NIM yang kuat serta pertumbuhan kreditnya yang berkelanjutan merupakan beberapa alasan untuk akumulasi emiten perbankan yang sudah jatuh ke daerah jenuh jual (oversold) ini.
  • Entry: (1) Rp.5.250, Entry (2) Rp.5.100, Cut-loss point: Rp.4.900
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 31 Agustus 2010

Berikut rekomendasi empat sekuritas untuk perdagangan hari ini, Selasa 31 Agustus 2010.

1. E-Trading Securities
IHSG ditutup melemah 5 poin (0,17%) pada Senin (30/8), walaupun data PDB AS di atas ekspektasi dan membawa indeks bursa regional menguat. Investor diduga profit taking cash mendekati liburan Lebaran mulai 8 September 2010. Namun, broker asing masih membukukan net buying  Rp 60 miliar, terbanyak pada saham INDF. Hari ini, IHSG dalam kisaran 3.067–3.130. Perhatikan INDF, LSIP, GGRM, dan BTEL.   

2. Trimegah Securities
Di tengah indeks bursa utama regional yang positif, IHSG justru gagal menguji resistance 3.160 dan ditutup terkoreksi 0,17% ke level 3.099 kemarin. Jika hari ini kembali gagal bergerak di atas 3.150, IHSG akan bergerak pada rentang sama kemarin dan menguji support 3.080.

3. Sinarmas Sekuritas
IHSG cenderung tertekan karena pelaku pasar mencermati dampak angka inflasi Agustus yang diperkirakan bisa mendekati 1% dibanding bulan sebelumnya dan inflasi tahunan melampaui suku bunga BI rate. Ini dikhawatirkan dapat memicu kenaikan suku bunga BI rate. Kisaran gerak IHSG hari ini 3.074–3.128. Cermati saham UNSP dan INCO

4. Erdikha Sekuritas
IHSG ditutup melemah 5,17 poin (0,17%) menjadi 3.099,57 kemarin. Pelemahan sebagian besar saham bank menjelang keluarnya data inflasi  Agustus menjadi salah satu pemicunya. Indeks masih rawan profit taking dan bergerak mixed dengan kecenderungan negatif pada kisaran 3.060-3.145. Kami merekomendasi BTEL, LSIP, dan SGRO.