rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, August 18, 2010

Credit Suisse Beli 14 Ribu Saham TLKM

Satu lagi saham yang harus dicermati adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Pasalnya, investor asing tampak terus mengoleksi saham ini melalui Credit Suisse, JP Morgan, dan Deutsche Securities.

Credit Suisse memborong 14.016 lot saham TLKM di harga rata-rata Rp 8.641. JP Morgan juga membeli 5.410 lot di harga Rp 8.612 tanpa melakukan aksi jual sama sekali.  Hal yang sama juga dilakukan oleh UBS Securities yang membeli 2.484 lot di harga Rp 8.619.

Sedangkan Deutsche Securities Indonesia mengoleksi 5.802 lot saham TLKM di harga Rp 8.556. Disi penjual, broker yang paling banyak melepas saham TLKM adalah CLSA Indonesia, yakni sebanyak 13.141 lot di harga Rp 8.626 dan ABN AMRO Asia Securities sebanyak 3.260 di harga Rp 8.556.

Harga saham TLKM akhirnya ditutup naik Rp 50 ke Rp 8.600 setelah sempat merangkak naik hingga Rp 8.700.


1
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
415
14,016
8,641.26
15
1,042
8,649.52
12,974
15,058
2
BK
J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
150
5,410
8,612.63
-
-
-
5,410
5,410
3
DB
DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
159
5,802
8,556.12
5
752
8,576.60
5,050
6,554
4
LG
TRIMEGAH SECURITIES TBK.
121
3,535
8,649.76
59
627
8,613.88
2,908
4,162
5
ZP
KIM ENG SEKURITAS
425
6,202
8,619.50
80
3,451
8,621.12
2,751
9,653
6
AK
UBS SECURITIES INDONESIA
38
2,484
8,619.81
-
-
-
2,484
2,
86
HG
ABN AMRO ASIA SECURITIES INDONESIA
-
-
-
36
3,260
8,556.04
-3,260
3,260
87
KZ
CLSA INDONESIA
23
390
8,643.59
188
13,141
8,626.00
-12,751
13,531
 

4 Broker Koleksi Saham SMCB Tanpa Jual Sama Sekali

Saham PT Holcim Indonesia Tbk dengan kode perdagangan SMCB mulai diburu oleh investor asing. Akibatnya, harga saham SMCB naik Rp 50 menjadi Rp 2.325.

Keputusan pemerintah yang akan memperbesar belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dengan alokasi dana Rp 121,7 triliun membuat investor asing memburu saham SMCB. Mereka meyakini prospek saham ini akan terus meningkat menyusul masifnya pembangunan infrastruktur.

Credit Suisse Securities memborong 2.500 saham SMCB di harga Rp 2.299. CLSA Indonesia juga membeli 2.040 lot di harga Rp 2.299. Aksi beli dilakukan pula oleh Macquarie Securities sebanyak 1.439 lot dan Bali Securities sebanyak 1.000 lot di harga Rp 2.325. 

Keempat broker itu memborong saham SMCB tanpa melakukan aksi jual sama sekali. Proses akumulasi secara perlahan masih dilakukan oleh investor asing, terutama oleh Credit Suisse yang sejak pekan lalu terus mengoleksi saham ini.



1
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
139
2,500
2,299.58
-
-
-
2,500
2,500
2
KZ
CLSA INDONESIA
17
2,040
2,299.51
-
-
-
2,040
2,040
3
RX
MACQUARIE SECURITIES INDONESIA
3
1,439
2,300.00
-
-
-
1,439
1,439
4
PO
BALI SECURITIES
20
1,000
2,325.00
-
-
-
1,000
1,000
 

Investor Asing Terus Buru Saham Jasa Marga

Aksi beli investor asing membuat harga saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik Rp 150 menjadi Rp 2.800 atau rekor tertinggi. Harga saham ini dalam waktu dekat masih akan dikerek ke atas Rp 3.000.

Broker-broker asing banyak melakukan aksi beli tanpa menjual sama sekali. Tercatat ada empat broker asing yang melakukan aksi beli tanpa menjual, yakni Deutsche Securities Indonesia, DBS Vickers Securities Indonesia, BNP Paribas Peregrine, dan Macquarie Securities Indonesia.
Deutsche membeli 6.571 lot saham JSMR di harga Rp 2.758 diikuti oleh DBS Vickers Securities 4.000 saham di harga Rp 2.775. BNP Paribas juga membeli 3.700 lot di harga Rp 2.786 dan Macquarie membeli 2.088 lot di harga Rp 2.707.

Broker lokal yang turut melakukan aksi borong adalah Trimegah Securities sebanyak 3.821 lot dan E-Trading Securities sebanyak 2.847 lot. Berdasarkan pemantauan Tokosaham, investor asing yang menjual saham Jasa Marga bisa dihitung dengan jari.


1
DB
DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
59
6,571
2,758.82
-
-
-
6,571
6,571
2
DP
DBS VICKERS SECURITIES INDONESIA
61
4,000
2,775.00
-
-
-
4,000
4,000
3
BW
BNP PARIBAS PEREGRINE
89
3,700
2,786.07
-
-
-
3,700
3,700
4
LG
TRIMEGAH SECURITIES TBK.
42
3,821
2,772.26
17
214
2,766.24
3,607
4,035
5
YP
ETRADING SECURITIES
142
2,847
2,765.31
61
655
2,761.03
2,192
3,502
6
RX
MACQUARIE SECURITIES INDONESIA
51
2,088
2,707.18
-
-
-
2,088
2,088

Investor Lokal Pesan Saham BRAU Sampai Rp 1,2 Triliun


 Selama tiga hari masa penawaran, investor lokal memesan Rp 1,2 triliun saham PT Berau Energy Tbk (BRAU). Padahal, jatah investor lokal yang memesan melalui mekanisme pooling (bukan penjatahan pasti) hanya Rp 27,2 miliar atau 2% dari target perolehan dana IPO BRAU sebesar Rp 1,36 triliun.

Akibatnya, besar kemungkinan investor lokal yang memesan saham BRAU melalui mekanisme pooling hanya mendapat sedikit jatah sahamnya. Ini karena kelebihan permintaannya mencapai 40,9 kali.

Direktur Danatama Makmur Vicky Ganda Saputra menuturkan pihaknya sebenarnya hanya menargetkan dana dari pooling sebesar Rp 27,2 miliar atau 2% dari target perolehan dana IPO sebesar Rp 1,36 triliun.

“Dengan permintaan yang mencapai 40,9 kali, maka dana yang masuk dari investor retail mencapai sekitar Rp 1,2 triliun. Namun kami tetap membatasi perolehan jumlah dari pooling sebesar 2% dari perolehan dana IPO,” ujarnya di Jakarta, kemarin,

Menurut Vicky, kelebihan permintaan dari investor lokal terjadi dalam masa penawaran selama 10—12 Agustus di Jakarta, Surabaya, dan Medan. Permintaan itu, di luar permintaan investor institusi baik asing maupun lokal, yang mengalami kelebihan permintaan hingga 4 kali. “Porsi dari dana pensiun, asuransi serta investor institusi rata-rata sama dan tidak ada yang mendominasi pembelian,” lanjut Vicky.

Saham IPO Berau dipatok pada level Rp 400 per saham. Semula BRAU berencana melepas 18,18% sahamnya ke publik namun dikurangi menjadi tinggal 10% karena telah mendapat dana dari utang beberapa bank. Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia adalah Kamis, 19 Agustus 2010.

Pemangkasan jumlah saham yang dilepas terjadi menyusul keberhasilan perseroan mengumpulkan dana eksternal sebesar US$ 850 juta dari hasil penerbitan obligasi, serta pinjaman bank dalam dua bulan ini. Apabila ditambah dengan perolehan dana IPO, perusahaan batu bara ini berhasil mengumpulkan dana eksternal hingga US$ 1 miliar.

Sementara itu, menyusul sulitnya mendapat saham BRAU, beredar informasi bahwa harga saham ini di pasar gelap (black market) mencapai Rp 520. Informasi lain yang beredar di kalangan bandar juga menyebutkan harganya telah mencapai Rp 560. Namun, informasi ini sulit untuk diketahui kebenarannya.

Bahkan, hingga 17 Agustus 2010, tokosaham masih dikunjungi 2 investor untuk men-download prospektus BRAU. Sejak 9-17 Agustus 2010, prospektus BRAU di blog ini telah diunduh oleh 40 orang. 

Riset Indofood Agri Resources oleh JP Morgan

Riset mengenai Indofood Agri Resources oleh JP Morgan.

Indofood Agri Resources by JP Morgan                                                                                                                                   

Riset Indofood Agri Resources oleh Kim Eng Sekuritas

Riset Indofood Agri Resources oleh Kim Eng Sekuritas.

Riset Indo Agri by Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Riset SJ Seymour soal APOL

Riset SJ Seymour mengenai obligasi PT Arpeni Ocean Pratama Line Tbk (APOL). Dalam catatannya, SJS merekomendasikan opsi "JUAL" terhadap surat utang APOL yang jatuh tempo tahun 2013.

Pemegang obligasi tersebut menghadapi risiko jika manajemen APOL tidak berhasil merestrukturisasi dengan menambah modal dan kemungkinan akuisisi oleh perusahaan lain yang disinyalir adalah Berlian Laju Tanker. Baik APOL maupun BLTA sama-sama dimiliki oleh Oentoro Surya dan Hadi Surya. Nama yang sama ini menimbulkan spekulasi kemungkinan merger di antara kedua perusahaan.

APOL paling tidak membutuhkan dana US$ 130 juta untuk bisa melunasi obligasi yang sudah gagal bayar berulang kali. Opsi yang bisa dilakukan adalah dengan menerbitkan obligasi konversi atau suntikan modal.

Riset SJ Seymour soal Arpeni Pratama Ocean Line                                                                                                                                   

Riset Kim Eng Sekuritas soal Industri Semen Nasional

Riset Kim Eng Sekuritas mengenai industri semen nasional.

Riset Kim Eng Sekuritas soal Industri Semen                                                                                                                                   

Riset JP Morgan mengenai Industri Semen Nasional

Riset JP Morgan mengenai perkembangan industri semen nasional hingga Juli 2010. Penjualan semen mencapai 23,3 juta ton atau naik 10,7% year on year. 

                                    Bulanan                           Tahunan                Volume Juli 2010       Market Share
Semen Gresik           Naik 3,8%                       Naik 2,9%             9,97 juta ton                    42,7%
Indocement                Naik 15,2%                     Naik 5,2%             7,3 juta ton                      31,3%
Holcim Indonesia      Naik 18,2%                     Naik 14,2%           3,19 juta ton                    13,7%     

Riset JP Morgan mengenai Industri Semen Hingga Juli 2010                                                                                                                                   

Catatan JP Morgan soal Astra Agro Lestari

JP Morgan merilis catatan mengenai Astra Agro Lestari. Dalam catatannya, JP Morgan menilai AALI sudah terlalu mahal (underweight) untuk tiga bulan ke depan.

Catatan JP Morgan soal Astra Agro Lestari                                                                                                                                   

Riset ITMG oleh Recapital Sekuritas

Riset mengenai PT Indo Tambang Megahraya Tbk (ITMG) oleh Recapital Sekuritas.

Riset ITMG oleh Recapital Sekuritas                                                                                                                                   

Apegti: Harga Jual Terigu Naik 10% Bulan Depan

Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (Apegti) Natsir Mansyur mengaku harga jual tepung terigu akan naik sebesar 10% pada September 2010. "Naik sebesar 10% karena didorong oleh faktor psikologis, seperti Puasa,” kata Natsir di Jakarta, Senin (16/8).

Harga tepung terigu akan naik dari US$ 500 menjadi US$ 600 per ton. Menurut Natsir, kenaikan ini akibat harga semua komoditas turut naik menyusul terjadinya anomali cuaca.
Natsir menambahkan, stok tepung terigu dalam negeri akan terganggu, karena impor gandum dari Rusia ditutup. “Produksi gandum di Rusia sedang mengalami penurunan, sehingga ekspor ke berbagai negara, termasuk Indonesia ditutup, padahal Rusia adalah penghasil gandum terbesar,” jelas dia.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies menjelaskan, penjualan tepung terigu sejak akhir Juli 2010 meningkat 20% dari rata-rata setiap bulannya sebanyak 275 ribu ton menjadi sekitar 320 ribu ton/bulan.
"Penjualan terigu meningkat sebesar 20% sejak akhir Juli dari rata-rata setiap bulannya 275 ribu ton menjadi sekira 320 ribu ton per bulan,” kata Ratna Sari Loppies.

Penjualan terigu biasanya akan terus meningkat hingga tiga hari menjelang Lebaran dan tujuh hari setelah Lebaran. Setelah itu penjualan akan turun kembali. Ratna menegaskan, stok terigu dipastikan mencukupi hingga Lebaran. “Stok kita cukup untuk Lebaran,” tegas dia.

Ratna mengaku industri tepung terigu nasional telah berjanji tidak akan menaikkan harga hingga Lebaran. “Sampai Lebaran, industri terigu komit tidak akan menaikkan harga dari pabrik. Kalau di tingkat distributor, kami tidak berani menjamin, karena mereka kan harus membayar uang THR karyawan. Setelah Lebaran, kami tidak tahu apakah harga akan tetap seperti saat ini atau naik. Karena tren memang sedang naik,” papar Ratna.

Rekomendasi HD Capital, Rabu 18 Agustus 2010

Untuk perdagangan hari Rabu, 18 Agustus 2010, HD Capital merekomendasikan opsi BUY terhadap empat saham pilihan, yakni Indofood Sukses Makmur (INDF), Bumi Resources (BUMI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA). Berikut catatan lengkapnya.
  • Bila terjadi profit taking pasca libur 17-Agustus lalu, rekomen akumulasi di berbagai saham selektif.
  • IHSG close (16-08) 3.052.601(-0.41/+0.001%) (Val.Rp.2.9T)
  • Support: 3.010-2.970-2.880, Resistance: 3.070-3.100-3.150
Stock picks:
 
1.    Indofood  (INDF): (BUY) (Target: Rp 4.450) (close 13/08 Rp 4.275)
  • Ketakutan pasar mengenai efek naiknya harga gandum terhadap margin keuntungan INDF berlebihan karena sewaktu tahun 2007-2008 dimana gandum naik 3x lipat, margin tetap stabil dan harga saham INDF juga mengalami uptrend
  • Selain mie, unit usaha INDF juga meliputi gula, minyak goreng & CPO sehingga dapat juga menikmati efek positif dari naiknya harga komoditas (efek negatif dapat ter-offset oleh kontribusi margin divisi lainnya).
  • Entry: (1) Rp 4.250, Entry (2) Rp 4.100, cut-loss point: Rp 3.950
   
2.    BUMI Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 1.660) (Close 16/08 Rp 1.490)
  • Sentimen negatif kelihatan sudah tercermin dalam koreksi yang cukup tajam ke daerah oversold (jenuh jual) sehingga akan terjadi bargain hunting oleh investor yang melihat bahwa valuasi PER/PBV BUMI mashi termurah di sektornya.
  • Entry (1) Rp 1.470, (2) Rp 1.420, Cut loss point: Rp 1.360
 
3.   Bank BRI  (BBRI) (BUY): (Target: Rp 9.500) (Close 16/08 Rp 9.200)
  • ROE tertinggi di sektor perbankan, optimisime pertumbuhan kredit yang didukung oleh BI rate kondusif & market cap terbesar merupakan aset yang dimiliki BBRI untuk rally menyusul BBNI & BMRI yang telah rally minggu lalu.
  • Entry: (1) Rp 9.200, Entry: (2) 8.900, Cut loss point: Rp 8.700
     
4.   Bukit Asam  (PTBA): (BUY) (Target: Rp 17.150) (close 16/08 Rp 16.450)
  • Tetap rekomen akumulasi emiten batubara dengan ROE/NPM tertinggi di sektornya yang sekarang pasca-koreksi siap untuk melakukan reversal rally di atas Rp 17.000.
  • Entry: (1) Rp 16.400, Exit (2) Rp 16.100, Cut-loss point: Rp 15.800
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 18 Agustus 2010

Setelah libur Hari Kemerdekaan, bursa kembali aktif pada hari ini, Rabu 18 Agustus 2010. Empat sekuritas memberikan beberapa catatannya soal perkiraan kondisi bursa yang akan terjadi hari ini. Berikut rincian lengkapnya.

1. Trimegah Securities
Sejak awal sesi, IHSG mengalami penurunan cukup dalam pada Senin (16/8). Meskipun pada akhir sesi mengalami sedikit penguatan, namun IHSG masih ditutup di area negatif. Aksi profit taking pelaku pasar, khususnya investor domestik yang membukukan net selling telah memberikan tekanan. Hari ini, IHSG bergerak ada di kisaran 3.037-3.064. Saham pilihan INDF dan UNVR.

2. Erdikha Sekuritas
IHSG ditutup melemah 0,41 poin (0,01%) menjadi 3.052,60 kemarin. Pergerakan indeks bursa global yang mixed membawa sentimen negatif bagi IHSG. Sepinya transaksi perdagangan juga telah membuat pergerakan indeks cenderung tipis. Secara teknikal, IHSG cenderung masih bergerak mixed berkisar 3.014-3.998. Saham-saham sektor infrastruktur dan consumer goods masih cukup menarik. 

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG berfluktuasi karena sempat minus 21 poin dan akhirnya ditutup minus 0,41 poin ke level 3.052,60 kemarin. Pelemahannya ditopang oleh saham sektor perkebunan  di tengah penurunan indeks bursa global karena pelaku pasar khawatir dengan pemulihan ekonomi global. Broker asing tercatat net buying sebesar Rp 85 miliar. IHSG diperkirakan berfluktuasi pada kisaran 3.042-3.062 hari ini.

4. Recapital Securities
Penurunan tipis IHSG pada Senin (16/8) terutama disebabkan sentimen bursa regional yang juga cenderung turun. Selain itu, pelemahan indeks juga terpengaruh oleh faktor hari libur kemarin. Hari ini, IHSG diperkirakan kembali menguat pada range 3.020-3.090. Beberapa saham yang masih layak diperdagangkan KLBF, ANTM, INCO, LSIP, SGRO, PGAS, dan JSMR.

Tuesday, August 17, 2010

Wahana Makmur Beli 1,63 Juta Saham WOM Finance

PT Wahana Makmur Sejati membeli saham PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) sebanyak 1,635 juta. Demikian keterbukaan informasi Direktur Wahana Makmur Sejati Taufik Aulia, Senin (16/8).

Menurut Taufik, pembelian saham dilakukan pada 6 Agustus 2010 senilai Rp 603,9 juta. (Link Suratnya).

Secara bersamaan, PT UOB Kay Hian Securities yang menjadi tempat penyimpanan saham WOMF yang dimiliki oleh Wahana Makmur menyampaikan informasi adanya peningkatan kepemilikan dari 16,66% per 10 Agustus 2010 menjadi 16,74% per 11 Agustus 2010. 

Kepemilikan Wahana Makmur bertambah dari 333.167.500 menjadi 334.802.500. Demikian disampaikan Direktur Utama UOB Kay Hian Securities Himawan Gunadi. (Link Suratnya).

Food Consumption inside Indonesia Is Forecast To Be US$65.55bn in 2010, Rising To an Expected US$97.96bn By 2014



The Q410 BMI Indonesia Retail Report forecasts that the country's retail sales
will grow from IDR1.24trn (US$120.02bn) in 2010 to IDR2.09trn (US$201.82bn) by
2014. Strong underlying economic growth, the worlds fourth-largest population
(which is growing), rising per-capita incomes and the continued development of
organized retail infrastructure are key factors behind the substantial growth
forecast in Indonesian retail sales. 

Indonesia's nominal GDP is forecast to be US$675.57bn in 2010 and BMI predicts
average annual GDP growth of 5.7% through to 2014. With the population forecast
to increase from 232.5mn in 2010 to 244.7mn by 2014, GDP per capita is predicted
to grow 63% by the end of the period, reaching US$4,732. Our forecast for
consumer spending per capita is for an increase from US$1,450 in 2010 to
US$2,183 in 2014. 

Tourism plays a large part in the health of the Indonesian retail industry, with
Bali -the jewel in the country's tourism crown generating 30% of national
tourist revenue, an estimated US$3bn a year. According to government data,
salaries of employees in the formal sector have risen by 20% since 1999, with
the average wage now standing at IDR2,412,000 (US$219) per month. These
higher-income earners make up about 30% of the total workforce. 

Food consumption is forecast to be US$65.55bn in 2010, rising to an expected
US$97.96bn by 2014, an increase of 47.2%. The mass grocery retail (MGR) sector,
which is still developing, will achieve even more substantial growth - BMI
forecasts sales to rise by 57.7% to US$10.44bn by 2014. 

Other retail sub-sectors forecast to show healthy growth over the period include
automotives, in which BMI expects sales to increase by 86.5%, from US$11.32bn in
2010 to US$21.11bn by 2014. Over-the counter (OTC) pharmaceutical sales are
forecast to grow by just over 62%, from US$1.47bn in 2010 to US$2.38bn by 2014.
Consumer electronic sales are also predicted to rise about 55%, from US$6.96bn
in 2010 to US$10.82bn by the end of the forecast period in 2014. 

Retail sales for the BMI universe of Asian countries in 2010 are forecast to
reach US$2.66trn. China and India are predicted to account for almost 91% of
regional retail sales in 2010 and by 2014 their share of the regional market is
expected to be more than 92%. Growth in regional retail sales for 2010-2014 is
forecast by BMI at 72.2%, with an annual average of 14%. India should experience
the most rapid rate of growth, followed by China. Indonesia's forecast market
share of 4.0% in 2010 is expected to be the same in 2014. 
Source: Research and Markets

Panin Insurance Borong Saham Asuransi Multi Artha Guna

PT Panin Insurance Tbk (PNIN) membeli 14,5 juta saham PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG) pada 11 Agustus 2010 di harga Rp 125/saham. Dalam surat keterbukaan informasi yang ditandatangani oleh Presiden Direktur Panin Insurance Suwirjo Josowidjojo ke Bursa Efek Indonesia, dijelaskan bahwa tujuan pembelian saham adalah untuk meningkatkan investasi saham dalam PT Asuransi Multi Artha Guna.

Saat ini perseroan sudah memiliki 34,33% atau 418.427.500 saham PT Asuransi Multi Artha Guna. Perusahaan asuransi Multi Artha merupakan anak perusahaan dari Panin Insurance.

Riset Sektor Agrobisnis Indonesia

Research and Markets, sebuah lembaga riset, baru saja mempublikasikan hasil risetnya mengenai sektor agrobisnis Indonesia sepanjang periode 2010-2014. Adapun poin-poin pentingnya adalah sebagai berikut:

1. Pertumbuhan produksi beras hingga 2013/2014 adalah sebesar 11,6%. Inisiatif pemerintah untuk memperpendek usia tanaman akan meningkatkan produktivitas dan lahan yang ditanami. Indonesia akan mampu bersaing dengan Ghna, produsen terbesar kedua dunia.
2. Konsumsi daging ayam akan bertumbuh sebesar 36,1% hingga 2014 menyusul peningkatan konsumsi domestik dan inisiatif pemerintah untuk bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, dan menjadi pemain utama di kawasan regional.

3. Produksi gula nasional hingga 2013/14 tumbuh 39,3%. Meski produksi akan meningkat, Indonesia bersama India dan Uni Eropa tetap akan menjadi importir gula terbesar dunia. Namun khusus tahun ini, lembaga riset itu menurunkan proyeksi produksi gula akibat musim kemarau yang disusul musim hujan berkepanjangan di Jawa, sehingga masa panen tebu menjadi molor. Produksi gula Indonesia diproyeksikan turun dari 2,92 juta ton menjadi 2,77 juta, sedangkan konsumsi gula nasional justru diperkirakan meningkat menjadi 4,48 juta.
4. Pertumbuhan GDP rill pada 2010 adalah 5,2% dan rata-rata pertumbuhannya hingga 2014 sebesar 5,7%. (Klik sumber aslinya).

Dari hasil riset itu terlihat bahwa bisnis beberapa emiten tetap memiliki prospek pertumbuhan yang besar seperti Charoen Pokhpand Indonesia Tbk (CPIN) dan Japfa Comfeed (JPFA) yang memproduksi daging ayam. Selain itu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang mulai serius menekuni bisnis gula mulai tahun 2008.

Direktur BW Plantation Jual 1,7 Juta Saham

Direktur PT BW Plantation Tbk Said Alghan menjual 1.772.500 lembar saham BWPT yang dimilikinya. Demikian keterbukaan informasi Sekretaris Perusahaan BWPT Kelik Irwantono kepada Bursa Efek Indonesia.

Menurut Kelik, Said Alghan menjual saham BWPT yang dimilikinya pada 4 Agustus 2010. Transaksi penjualan dilakukan pada harga Rp 780/saham. (Lihat Surat Keterbukaan Informasi ke Bursa Efek Indonesia).