Lima broker tercatat melakukan aksi sapu bersih memborong saham Timah (TINS) sepanjang perdagangan Rabu (21/7). Kelima broker itu adalah CLSA Indonesia, JP Morgan, Pratama Capital Indonesia, Samuel Sekuritas, dan Credit Suisse, tanpa menjual sama sekali.
Berikut rinciannya:
1. CLSA Indonesia 4.127 lot (Rp 2.274)
2. JP Morgan 3.500 lot (Rp 2.277)
3. Pratama Capital 2.900 lot (Rp 2.281)
4. Samuel Sekuritas 1.020 lot (Rp 2.274)
5. Credit Suisse 858 lot (Rp 2.283)
Cermati harga komoditas timah dunia jika ingin membeli saham ini. Pasalnya, harga timah saat ini mencoba melewati harga nikel, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Wednesday, July 21, 2010
PGAS ke 4.150 Lalu Rp 5.000
PGAS hari ini berhasil ditutup di harga Rp 4.100 dengan dorongan animo beli yang besar, terutama oleh broker-broker asing ternama. Saham ini dalam waktu dekat berupaya menembus level Rp 4.150 dengan target harga Rp 5.000.
Meski ada juga yang lebih optimistis ketimbang saya, seperti Cuan Analysis yang memproyeksikan saham PGAS bisa menuju harga Rp 5.300. Menurut Cuan Analysis, dengan target itu, probalitas keberhasilannya mencapai 57%.
Target kenaikan PGAS untuk sebulan ke depan, menurut Cuan Analysis, ada pada kisaran Rp 4.450 dengan probalitas 68%. Sedangkan saya lebih yakin bahwa target Rp 4.500 bisa dicapai pada akhir bulan ini atau beberapa hari setelah laporan keuangan perusahaan terbit.
Dari data perdagangan Rabu sore, terdapat lima broker yang melakukan aksi borong saham PGAS. Kelima broker itu adalah:
1. Merrill Lynch 25.665 lot (Rp 4.068) dan jual 15.871 lot (Rp 4.061)
2. Credit Suisse 11.209 lot (Rp 4.077) dan jual 1.728 lot (Rp 4.086)
3. CLSA Indonesia 21.492 lot (Rp 3.934) dan jual 12.816 lot (Rp 3.839)
4. Deutsche Securities 7.259 lot (Rp 4.065) dan jual hanya 87 lot (Rp 4.075)
5. Macquarie Securities 5.589 lot (Rp 4.075) dan jual hanya 19 lot (Rp 4.100).
Cermati terus saham ini...
Meski ada juga yang lebih optimistis ketimbang saya, seperti Cuan Analysis yang memproyeksikan saham PGAS bisa menuju harga Rp 5.300. Menurut Cuan Analysis, dengan target itu, probalitas keberhasilannya mencapai 57%.
Target kenaikan PGAS untuk sebulan ke depan, menurut Cuan Analysis, ada pada kisaran Rp 4.450 dengan probalitas 68%. Sedangkan saya lebih yakin bahwa target Rp 4.500 bisa dicapai pada akhir bulan ini atau beberapa hari setelah laporan keuangan perusahaan terbit.
Dari data perdagangan Rabu sore, terdapat lima broker yang melakukan aksi borong saham PGAS. Kelima broker itu adalah:
1. Merrill Lynch 25.665 lot (Rp 4.068) dan jual 15.871 lot (Rp 4.061)
2. Credit Suisse 11.209 lot (Rp 4.077) dan jual 1.728 lot (Rp 4.086)
3. CLSA Indonesia 21.492 lot (Rp 3.934) dan jual 12.816 lot (Rp 3.839)
4. Deutsche Securities 7.259 lot (Rp 4.065) dan jual hanya 87 lot (Rp 4.075)
5. Macquarie Securities 5.589 lot (Rp 4.075) dan jual hanya 19 lot (Rp 4.100).
Cermati terus saham ini...
BJBR Still On Track
Pergerakan saham BJBR "still on the track" untuk menuju level baru tertingginya. Pada 12 Juli 2010, saham ini pernah mencapai level tertingginya Rp 1.130.
Setelah sempat turun karena banyak yang ambil aksi untung, saham ini kembali menunjukkan geliatnya. Besar kemungkinan investor sudah mulai mengakumulasi kembali setelah membuang barangnya.
Ini terlihat dari semakin banyaknya broker-broker besar yang memborong saham ini. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/7), tercatat 6 broker memborong saham ini.
1. Deutsche Securities Indonesia beli 31.126 lot (harga rata-rata Rp 1.047) jual hanya 9.940 (Rp 1.052)
2. Mandiri Sekuritas 33.176 lot (Rp 1.056) dan jual 13.208 lot (Rp 1.053)
3. CLSA Indonesia 22.917 lot (Rp 1.062) dan jual 7.285 lot (Rp 1.055)
4. UOB Kay Hian Securities 11.231 lot (Rp 1.054) dan jual 1.787 lot (Rp 1.058)
5. Reliance Securities 11.175 lot (Rp 1.057) dan jual 3.767 lot (Rp 1.054)
6. Ciptadana 11.791 lot (Rp 1.049) dan jual 5.451 lot (Rp 1.063)
Setelah sempat turun karena banyak yang ambil aksi untung, saham ini kembali menunjukkan geliatnya. Besar kemungkinan investor sudah mulai mengakumulasi kembali setelah membuang barangnya.
Ini terlihat dari semakin banyaknya broker-broker besar yang memborong saham ini. Pada penutupan perdagangan Rabu (21/7), tercatat 6 broker memborong saham ini.
1. Deutsche Securities Indonesia beli 31.126 lot (harga rata-rata Rp 1.047) jual hanya 9.940 (Rp 1.052)
2. Mandiri Sekuritas 33.176 lot (Rp 1.056) dan jual 13.208 lot (Rp 1.053)
3. CLSA Indonesia 22.917 lot (Rp 1.062) dan jual 7.285 lot (Rp 1.055)
4. UOB Kay Hian Securities 11.231 lot (Rp 1.054) dan jual 1.787 lot (Rp 1.058)
5. Reliance Securities 11.175 lot (Rp 1.057) dan jual 3.767 lot (Rp 1.054)
6. Ciptadana 11.791 lot (Rp 1.049) dan jual 5.451 lot (Rp 1.063)
IHSG 3.300 dalam 9 minggu
IHSG akan mengalami liquidity driven rally 2-bulan (400 point dari level 2.900 ke 3.300) yang serupa dengan Maret-April lalu. Ini ada beberapa alasan mengapa hal itu dapat terulang kembali di Juni & July:
* Yuan dilepas: Appresiasi Yuan positif buat pasar global (terutama Indonesia) karena membuat nilai asset di US menurun dan dana dari US T-bond mengalir kembali ke asset berisiko seperti saham & komoditas.
* Potensi minyak naik diatas $80/b: Impact ke sector batubara (ADRO, BUMI, PTBA, ITMG) & CPO( LSIP, GZCO), positif untuk
* Balance of Payment (BOP) positif: Posisi rupiah menguat dibawah 9.200 & export batubara akan meng-offset dampak minyak sehingga BOP plus.
* Consumer play: Biaya tenaga kerja yang murah versus Negara Asean lainnya & pangsa domestic yang besar masih membuat sector consumer seperti ASII, INDF & SMGR manufacturing real sector mengalami pertumbuhan.
* High ROE justifies High PER (premium): Walaupun secara PER 2011F IHSG tidak murah (14x) (termahal no 2 di Asia), namun ROE2010 IHSG (23%) & pertumbuhan laba emitten 16-20% untuk 2010-2011 masih menarik minta investor.
* Apa yang masih murah di Indonesia: Secara PBV sector batubara (ADRO, BUMI) & telekomunikasi(TLKM) masih dibawah valuasi regional .
* Second liner play? Dengan berjalannya liquidity flow, maka pemain asing maupun local akan mencari beberapa counter lapis dua dengan PBV dibawah 2x seperti ELSA (oil and gas) & BBKP (banking UKM).
Rekomendasi Portofolio & Target Price 9-minggu:
* 1. Batubara: ADRO (Rp.2.350), BUMI (Rp.2.100), ITMG (Rp.43.000), PTBA (Rp.17.800)
* 2. Telecoms: (TLKM) (Rp.8450)
* 3. Oil & Gas: ELSA (Rp.500)
* 4. Consumer: Astra International (ASII) (Rp54.000) & Indofood (INDF) (Rp.4.250)
* 5. Banks: Bank BRI (BBRI) (Rp.8.650), Bank BCA (Rp.6.100), Bank Bukopin (BBKP) (Rp.660)
* 6. Cement: Semen Gresik (SMGR) (Rp.9.750)
Sumber: Yuganur Wijanarko - Senior Research HD Capital
* Yuan dilepas: Appresiasi Yuan positif buat pasar global (terutama Indonesia) karena membuat nilai asset di US menurun dan dana dari US T-bond mengalir kembali ke asset berisiko seperti saham & komoditas.
* Potensi minyak naik diatas $80/b: Impact ke sector batubara (ADRO, BUMI, PTBA, ITMG) & CPO( LSIP, GZCO), positif untuk
* Balance of Payment (BOP) positif: Posisi rupiah menguat dibawah 9.200 & export batubara akan meng-offset dampak minyak sehingga BOP plus.
* Consumer play: Biaya tenaga kerja yang murah versus Negara Asean lainnya & pangsa domestic yang besar masih membuat sector consumer seperti ASII, INDF & SMGR manufacturing real sector mengalami pertumbuhan.
* High ROE justifies High PER (premium): Walaupun secara PER 2011F IHSG tidak murah (14x) (termahal no 2 di Asia), namun ROE2010 IHSG (23%) & pertumbuhan laba emitten 16-20% untuk 2010-2011 masih menarik minta investor.
* Apa yang masih murah di Indonesia: Secara PBV sector batubara (ADRO, BUMI) & telekomunikasi(TLKM) masih dibawah valuasi regional .
* Second liner play? Dengan berjalannya liquidity flow, maka pemain asing maupun local akan mencari beberapa counter lapis dua dengan PBV dibawah 2x seperti ELSA (oil and gas) & BBKP (banking UKM).
Rekomendasi Portofolio & Target Price 9-minggu:
* 1. Batubara: ADRO (Rp.2.350), BUMI (Rp.2.100), ITMG (Rp.43.000), PTBA (Rp.17.800)
* 2. Telecoms: (TLKM) (Rp.8450)
* 3. Oil & Gas: ELSA (Rp.500)
* 4. Consumer: Astra International (ASII) (Rp54.000) & Indofood (INDF) (Rp.4.250)
* 5. Banks: Bank BRI (BBRI) (Rp.8.650), Bank BCA (Rp.6.100), Bank Bukopin (BBKP) (Rp.660)
* 6. Cement: Semen Gresik (SMGR) (Rp.9.750)
Sumber: Yuganur Wijanarko - Senior Research HD Capital
Berau Coal Offer Rp 300-400/Share
JAKARTA-
PT Berau Coal Energy, which owns Indonesia's fifth-biggest coal miner PT Berau Coal, may raise as much as 2.8 trillion rupiah ($310 million) in its initial public offering based on the share price range set on Wednesday.
Berau Coal Energy has set the price range for bookbuilding at 300 rupiah to 400 rupiah per share, said Vicky Ganda Saputra, vice president of investment banking at Danatama Makmur, one of the underwriters, following a due diligence meeting with investors on Wednesday.
Jakarta Index Hit 3.000
* Consumer stocks, banks lead gains on fund inflows
* Fund manager, analysts see index reaching 3,200 by end-2010
JAKARTA- Indonesia's stock index .JKSE climbed to a record high on Wednesday, as investors buy into banks and consumer firms, attracted by strong economic growth, increasing domestic demand and political stability. The index rose to a high of 3,011.964, up 0.6 percent, to top a previous record hit on May 4 this year, taking gains for the year in
"Strong domestic demand is the main engine for economic growth which is pushing up the index," said Teguh Hartanto, deputy head of research at PT Bahana Securities, who expects the index to reach 3,200 by year-end.
Banks, which provide a popular play on consumer demand, have been the main driver for the rally. "Bank valuations are not cheap but growth and profitability are still high compared to regional peers," Hartanto said.
"Consumer lending growth has already touched 25 percent while overall loan growth is 16 percent. It shows consumer demand is very strong."
Indonesian stocks saw net foreign buying of $1.07 billion this year up to July 19, according to Thomson Reuters data, as funds chase one of
Analysts say domestic investors have also stepped up buying, adding to inflows into Southeast Asian markets that are looking increasingly attractive compared to slowing growth in
"The potential for
"
Corry said Merrill was also positive on the rupiah currency, and although it sees Asian consumer stocks and banks as a proxy for the region's growth, premium valuations meant the telecom sector could offer more value.
Bank Rakyat Indonesia (BBRI.JK) led gains on Wednesday, up 1.03 percent.
The
The index surged 87 percent in 2009. A stronger rupiah IDR=, up 4.09 percent this year, is also adding to the attractiveness of local currency assets.
"Capital inflows to this region are very hot and I think it will continue...the economic growth is in this region," said Winston Sual, who manages $108 million at
He predicts the index will reach 3,200 by the end of the year, representing a 26 percent gain from the end of 2009, with the fund's top picks including tyre maker PT Gajah Tunggal (GJTL.JK), toll road operator Jasa Marga (JSMR.JK) and the country's top noodle maker PT Indofood Sukses Makmur (INDF.JK).
Technically, indicators such as the 14-day relative strength index and Bollinger bands show the index is not yet overbought.
While many consumer stocks have outperformed the index, resource firms have not done so well.
The country's biggest coal miner by output, Bumi Resources (BUMI.JK), is down 29 percent this year on concerns over high debt and corporate governance. Source: Reuters.
Prospek Saham 6 Bank
Seperti biasanya, laporan keuangan bank terbit lebih dulu ketimbang emiten-emiten sektor lainnya. Ini karena perbankan diwajibkan menerbitkan laporan keuangannya pada akhir Juni ini (satu bulan setelah periode kuartalan berakhir).
Dengan demikian, patut dilihat pergerakan saham 6 bank besar yang selama ini kinerjanya tercatat sangat kinclong. Periode pengamatan berlangsung mulai 1 Juli hingga 21 Juli 2010 (hari ini).
Keenam saham bank itu adalah Bank Mandiri (kode perdagangan BMRI), BNI (BBNI), BCA (BBCA), CIMB Niaga (BNGA), BTN (BBTN), dan Bank Jabar (BJBR).
Khusus Bank Mandiri pada 1 Juli 2010 harga sahamnya masih di posisi Rp 6.000/saham dan sekarang Rp 6.050. Sempat menyentuh Rp 6.150/saham. Relatif belum bergerak.
BNI pada 1 Juli 2010 berada di harga Rp 2.350 dan sekarang di 2.875/saham. Sempat menyentuh Rp 2.925/saham.
BCA pada 1 Juli 2010 berada di posisi Rp 5.900/saham dan hari ini diperdagangkan pada harga Rp 5.900 meski sempat menyentuh Rp 6.000/saham.
BNGA pada harga Rp 1.060/saham pada 1 Juli lalu dan sekarang diperdagangkan turun sedikit di harga Rp 1.010/saham.
BBTN pada 1 Juli 2010 harganya masih Rp 1.690/saham dan sekarang sudah di harga Rp 1.770 dan sempat menyentuh Rp 1.810/saham. Emiten ini sudah mempublikasikan laporan keuangannya.
BJBR diperdagangkan pada 8 Juli 2010 di harga Rp 830/saham dan sekarang Rp 1.050/saham.
Dengan demikian, patut dilihat pergerakan saham 6 bank besar yang selama ini kinerjanya tercatat sangat kinclong. Periode pengamatan berlangsung mulai 1 Juli hingga 21 Juli 2010 (hari ini).
Keenam saham bank itu adalah Bank Mandiri (kode perdagangan BMRI), BNI (BBNI), BCA (BBCA), CIMB Niaga (BNGA), BTN (BBTN), dan Bank Jabar (BJBR).
Khusus Bank Mandiri pada 1 Juli 2010 harga sahamnya masih di posisi Rp 6.000/saham dan sekarang Rp 6.050. Sempat menyentuh Rp 6.150/saham. Relatif belum bergerak.
BNI pada 1 Juli 2010 berada di harga Rp 2.350 dan sekarang di 2.875/saham. Sempat menyentuh Rp 2.925/saham.
BCA pada 1 Juli 2010 berada di posisi Rp 5.900/saham dan hari ini diperdagangkan pada harga Rp 5.900 meski sempat menyentuh Rp 6.000/saham.
BNGA pada harga Rp 1.060/saham pada 1 Juli lalu dan sekarang diperdagangkan turun sedikit di harga Rp 1.010/saham.
BBTN pada 1 Juli 2010 harganya masih Rp 1.690/saham dan sekarang sudah di harga Rp 1.770 dan sempat menyentuh Rp 1.810/saham. Emiten ini sudah mempublikasikan laporan keuangannya.
BJBR diperdagangkan pada 8 Juli 2010 di harga Rp 830/saham dan sekarang Rp 1.050/saham.
Riset NISP Sekuritas Soal ASII
NISP Sekuritas pagi ini (Rabu, 21/7), mengeluarkan riset soal PT Astra International Tbk (ASII) dengan judul Ready to Deliver Satisfying 1H10 Results.
Dalam kajiannya, NISP Sekuritas memaparkan, penjualan mobil mencetak rekor tertingginya pada bulan Juni berkat momentum pemulihan ekonomi yang mulai terjadi pada semester kedua tahun lalu. Total penjualan mobil mencapai 70.384 unit atau naik 16,3% month to month dari posisi sebelumnya 60.526 unit dan 77,9% year on year, yakni 39.567 unit.
Tiga merek berkontribusi paling besar, yakni Honda, Daihatsu, dan Toyota. Dengan demikian, total penjualan mobil sepanjang semester I 2010 mencapai 370.174 unit atau naik dari 210.249 unit pada semester I 2009.
Pangsa pasar Astra menguasai 56,2% penjualan mobil nasional, turun sedikit dari sebelumnya sebesar 57,8% pada semester I 2009. Rivalnya tetap Mitsubishi yang berhasil memperbesar pangsa pasarnya dari 12,9% menjadi 14,1%.
Selain mobil, kontribusi penjualan sepeda motor oleh Astra juga masih solid. Dengan fakta-fakta ini, NISP Sekuritas yakin kinerja Astra pada semester I 2010 akan sangat kuat. Secara kuartalan, penjualan roda empat naik 10,2% dari 98.931 unit menjadi 109.040 unit dan sepeda motor melonjak 22,1% dari 750.163 unit menjadi 915.346 unit.
Selama semester I 2010, divisi otomotif Astra menyumbang 53,3% terhadap laba perusahaan. Dengan kondisi ini, NISP Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 52 ribu.
Harga saat ini sebesar Rp 49.800 mencerminkan PER sebesar 15,9 kali dan EV/EBITDA 11,3 kali.
Dalam kajiannya, NISP Sekuritas memaparkan, penjualan mobil mencetak rekor tertingginya pada bulan Juni berkat momentum pemulihan ekonomi yang mulai terjadi pada semester kedua tahun lalu. Total penjualan mobil mencapai 70.384 unit atau naik 16,3% month to month dari posisi sebelumnya 60.526 unit dan 77,9% year on year, yakni 39.567 unit.
Tiga merek berkontribusi paling besar, yakni Honda, Daihatsu, dan Toyota. Dengan demikian, total penjualan mobil sepanjang semester I 2010 mencapai 370.174 unit atau naik dari 210.249 unit pada semester I 2009.
Pangsa pasar Astra menguasai 56,2% penjualan mobil nasional, turun sedikit dari sebelumnya sebesar 57,8% pada semester I 2009. Rivalnya tetap Mitsubishi yang berhasil memperbesar pangsa pasarnya dari 12,9% menjadi 14,1%.
Selain mobil, kontribusi penjualan sepeda motor oleh Astra juga masih solid. Dengan fakta-fakta ini, NISP Sekuritas yakin kinerja Astra pada semester I 2010 akan sangat kuat. Secara kuartalan, penjualan roda empat naik 10,2% dari 98.931 unit menjadi 109.040 unit dan sepeda motor melonjak 22,1% dari 750.163 unit menjadi 915.346 unit.
Selama semester I 2010, divisi otomotif Astra menyumbang 53,3% terhadap laba perusahaan. Dengan kondisi ini, NISP Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 52 ribu.
Harga saat ini sebesar Rp 49.800 mencerminkan PER sebesar 15,9 kali dan EV/EBITDA 11,3 kali.
Tuesday, July 20, 2010
PP Bukukan Kontrak Rp 4,5 Triliun
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) membukukan nilai kontrak (order book) senilai Rp 4,5 triliun yang terdiri atas carry over 2009 senilai Rp 2,4 triliun dan kontrak baru Rp 2,1 triliun.
PP menargetkan raihan kontrak dari sektor infrastruktur lebih besar ketimbang kontrak gedung pada 2010.
"Kami masih menunggu keputusan beberapa kontrak yang bernilai besar seperti Pelindo dan PLTU dengan total nilai kontrak lebih dari Rp 4 triliun," kata Direktur Utama PT PP, Musyanif, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/7).
PP menargetkan raihan kontrak dari sektor infrastruktur lebih besar ketimbang kontrak gedung pada 2010.
"Kami masih menunggu keputusan beberapa kontrak yang bernilai besar seperti Pelindo dan PLTU dengan total nilai kontrak lebih dari Rp 4 triliun," kata Direktur Utama PT PP, Musyanif, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/7).
Dia menjelaskan, dari sembilan kantor cabang domestik dan satu kantor cabang luar negeri, per Juni 2010, cabang III Jakarta mampu meraih kontrak baru tertinggi sekitar Rp 560 miliar.
"Kontrak-kontrak yang banyak diperoleh merupakan pengerjaan konstruksi gedung di Jakarta, seperti Apartemen Emerald, BMG Tower, City Center, dan Menara 165," ujar dia.
Menurut Musyanif, PT PP juga tercatat sebagai perusahaan dengan pengerjaan dermaga atau pelabuhan terbanyak hingga saat ini. Hingga Juni, sedikitnya lima pelabuhan atau dermaga yang sedang dikerjakan perseroan. Total nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp 176 miliar.
Bahkan, belum lama ini PTPP telah menyelesaikan proyek terminal peti kemas Palaran senilai Rp 262,1 miliar.
Proyek ini merupakan percontohan dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun dengan sistem konsorsium antara Pemerintah Kota Samarinda, PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) dan PT Pelabuhan Samudra Palaran (Samudra Indonesia Group).
"Dengan struktur dan model bisnis yang kami kembangkan selama ini membuat perseroan mampu bersaing mendapatkan proyek-proyek bernilai besar dan strategis," ujarnya.
Dia mengklaim, hingga akhir 2009, tingkat marjin profitabilitas perseroan masih yang terbaik di antara BUMN karya lainnya.
Musyanif menambahkan,"Dengan masuknya PT PP di segmen investasi yakni di bidang properti dan energi akan memperkuat struktur pendapatan perseroan di masa mendatang," ujar Musyanif.
"Kontrak-kontrak yang banyak diperoleh merupakan pengerjaan konstruksi gedung di Jakarta, seperti Apartemen Emerald, BMG Tower, City Center, dan Menara 165," ujar dia.
Menurut Musyanif, PT PP juga tercatat sebagai perusahaan dengan pengerjaan dermaga atau pelabuhan terbanyak hingga saat ini. Hingga Juni, sedikitnya lima pelabuhan atau dermaga yang sedang dikerjakan perseroan. Total nilai pekerjaan mencapai sekitar Rp 176 miliar.
Bahkan, belum lama ini PTPP telah menyelesaikan proyek terminal peti kemas Palaran senilai Rp 262,1 miliar.
Proyek ini merupakan percontohan dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun dengan sistem konsorsium antara Pemerintah Kota Samarinda, PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) dan PT Pelabuhan Samudra Palaran (Samudra Indonesia Group).
"Dengan struktur dan model bisnis yang kami kembangkan selama ini membuat perseroan mampu bersaing mendapatkan proyek-proyek bernilai besar dan strategis," ujarnya.
Dia mengklaim, hingga akhir 2009, tingkat marjin profitabilitas perseroan masih yang terbaik di antara BUMN karya lainnya.
Musyanif menambahkan,"Dengan masuknya PT PP di segmen investasi yakni di bidang properti dan energi akan memperkuat struktur pendapatan perseroan di masa mendatang," ujar Musyanif.
Dana IPO
Dia juga menjelaskan, dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 581,8 miliar telah dialokasikan untuk ekspansi dan mendorong pendapatan berkelanjutan (recurring income) melalui investasi. Dana hasil IPO akan digunakan sebagai investasi sebesar 59% dan tambahan modal kerja 41%.
Strategi PT PP untuk meningkatkan pertumbuhan perseroan adalah melalui konsentrasi di sektor konstruksi untuk mengerjakan high-rise building dan infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, jalan tol, dan bendungan.
Untuk investasi, PT PP akan fokus pada pembangunan power plant dan jalan tol. Sedangkan sektor properti untuk pengembangan di sektor komersial, hotel, apartemen, kantor, dan perumahan.
"Kami menargetkan dalam lima tahun ke depan, pertumbuhan laba PT PP dapat mencapai lima kali lipat. Hal itu didasari oleh kemampuan kami untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan laba rata-rata 25% dalam lima tahun terakhir," tuturnya.
Bahkan, pada akhir 2009, pertumbuhan laba jika dibandingkan 2008 meningkat hampir 35%.
Dia juga menjelaskan, dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 581,8 miliar telah dialokasikan untuk ekspansi dan mendorong pendapatan berkelanjutan (recurring income) melalui investasi. Dana hasil IPO akan digunakan sebagai investasi sebesar 59% dan tambahan modal kerja 41%.
Strategi PT PP untuk meningkatkan pertumbuhan perseroan adalah melalui konsentrasi di sektor konstruksi untuk mengerjakan high-rise building dan infrastruktur seperti pelabuhan, jembatan, jalan tol, dan bendungan.
Untuk investasi, PT PP akan fokus pada pembangunan power plant dan jalan tol. Sedangkan sektor properti untuk pengembangan di sektor komersial, hotel, apartemen, kantor, dan perumahan.
"Kami menargetkan dalam lima tahun ke depan, pertumbuhan laba PT PP dapat mencapai lima kali lipat. Hal itu didasari oleh kemampuan kami untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan laba rata-rata 25% dalam lima tahun terakhir," tuturnya.
Bahkan, pada akhir 2009, pertumbuhan laba jika dibandingkan 2008 meningkat hampir 35%.
Antam - Hangzhou Bangun Pabrik Smelter Grade Alumina US$ 1 Miliar
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bersama Hangzhou Jinjiang Group (HJG) dari China menandatangani Perjanjian Usaha Patungan (First Amended and Restated Joint Venture Agreement/JVA) dalam proyek pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina (SGA) di Kalimantan Barat senilai US$ 1 miliar.
Demikian disampaikan Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/7).
Pabrik SGA Mempawah terletak di Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dengan kapasitas 1 juta metric ton alumina per tahun dengan mengolah 4 juta wmt bijih bauksit.
Nilai proyek SGA Mempawah tersebut diperkirakan mencapai US$ 1 miliar. Antam memiliki porsi sebesar 49% dalam proyek SGA Mempawah. Sisanya HJG 51%, dengan opsi Antam dapat menambah kepemilikan dan menjadi mayoritas setelah pabrik beroperasi komersial selama tiga tahun.
Penandatanganan JVA ini dilakukan oleh Alwin bersama General Manager HJG China Wang Yuan Luo, dan disaksikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Gita Wirjawan.
Konstruksi proyek dapat dimulai pada tahun 2011, sedangkan operasi komersial pada tahun 2014. Menyusul penandatanganan JVA, akan dilakukan due diligence serta proses pemilihan kontraktor EPC dan pendanaannya.
"Langkah pembangunan pabrik SGA Mempawah sejalan dengan strategi Antam untukmeningkatkan nilai cadangan bauksit melalui kegiatan pengolahan," ungkapnya.
Komoditas SGA merupakan bahan baku alumunium yang dapat memenuhi kebutuhan domestik pabrik pengolahan aluminum PT Inalum. Pembangunan pabrik SGA juga merupakan langkah Antam untuk mengintegrasikan bisnis bauksit perseroan dari hulu ke hilir.
Demikian disampaikan Direktur Utama Antam, Alwin Syah Loebis dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (20/7).
Pabrik SGA Mempawah terletak di Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, dengan kapasitas 1 juta metric ton alumina per tahun dengan mengolah 4 juta wmt bijih bauksit.
Nilai proyek SGA Mempawah tersebut diperkirakan mencapai US$ 1 miliar. Antam memiliki porsi sebesar 49% dalam proyek SGA Mempawah. Sisanya HJG 51%, dengan opsi Antam dapat menambah kepemilikan dan menjadi mayoritas setelah pabrik beroperasi komersial selama tiga tahun.
Penandatanganan JVA ini dilakukan oleh Alwin bersama General Manager HJG China Wang Yuan Luo, dan disaksikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Gita Wirjawan.
Konstruksi proyek dapat dimulai pada tahun 2011, sedangkan operasi komersial pada tahun 2014. Menyusul penandatanganan JVA, akan dilakukan due diligence serta proses pemilihan kontraktor EPC dan pendanaannya.
"Langkah pembangunan pabrik SGA Mempawah sejalan dengan strategi Antam untukmeningkatkan nilai cadangan bauksit melalui kegiatan pengolahan," ungkapnya.
Komoditas SGA merupakan bahan baku alumunium yang dapat memenuhi kebutuhan domestik pabrik pengolahan aluminum PT Inalum. Pembangunan pabrik SGA juga merupakan langkah Antam untuk mengintegrasikan bisnis bauksit perseroan dari hulu ke hilir.
Bank Tabungan Negara
Kim Eng Sekuritas pada Senin (19 Juli 2010) mengeluarkan riset tentang Bank Tabungan Negara (BTN). Analis Kim Eng Rahmi Marina tetap mempertahankan target harga BTN sebesar Rp 1.260/saham, meski kinerja hingga semester I-2010 sangat bagus.
Pada penutupan perdagangan Selasa sore, harga saham BTN ditutup di Rp 1.790/saham naik Rp 20 dari penutupan sehari sebelumnya. Saham ini sempat menyentuh Rp 1.810 dalam perdagangan sepanjang Selasa.
Target harga BTN yang dipatok Kim Eng sebesar Rp 1.260, lanjut Rahmi, mencerminkan PER 12,7 kali atas laba bersih 2010/2011 dan nilai buku 1,8/1,6 kali.
Berdasarkan proyeksinya, Rahmi memperkirakan laba bersih BTN hingga akhir 2010 dapat mencapai Rp 866 miliar, lebih tinggi dari target manajemen sebesar Rp 746 miliar.
Kinerja yang dicapai BTN hingga semester I-2010, menurut Rahmi, sejalan dengan proyeksi yang dibuatnya, namun di atas ekspektasi pasar. "Potensi kenaikan harga terbuka, namun waspadai aksi ambil untung," kata dia dalam risetnya.
Rahmi memperkirakan rasio NIM BTN tetap di atas 5% menyusul keberhasilan penyesuaian suku bunga deposito. Tindakan penyesuaian biaya dana dinilai berdampak terbatas menyusul keyakinan Kim Eng bahwa BI rate tetap bertahan di posisi 6,5% hingga akhir 2010.
Hingga semester I-2010, BTN berhasil membukukan laba bersih Rp Rp 390,6 miliar (Rp 202,8 miliar selama kuartal II-2010), sejalan dengan proyeksi Kim Eng. Pertumbuhan kredit mencapai 13,9% year to date dengan porsi kredit non-KPR naik dari 7,2% pada kuartal I-2010 menjadi 7,8%.
Suku bunga kredit non-KPR lebih tinggi 2-3% ketimbang KPR, sehingga rata-rata suku bunga BTN adalah 11-12,5%. BTN menargetkan porsi KPR 90% dan non-KPR 10% terhadap total kredit sepanjang 2010.
Rasio Kinerja BTN
Juni 2010 Juni 2009
NIM 5,8% 4%
ROA 1,9%
ROE 14,4%
CIR 45,3%
CAR 18,7% 15,6%
LDR 116% 104,7%
NPL Bruto 4,1% 4%
Kredit Rp 46,4 triliun Rp 35,8 triliun
Laba bersih Rp 391 miliar Rp 198 miliar
Pada penutupan perdagangan Selasa sore, harga saham BTN ditutup di Rp 1.790/saham naik Rp 20 dari penutupan sehari sebelumnya. Saham ini sempat menyentuh Rp 1.810 dalam perdagangan sepanjang Selasa.
Target harga BTN yang dipatok Kim Eng sebesar Rp 1.260, lanjut Rahmi, mencerminkan PER 12,7 kali atas laba bersih 2010/2011 dan nilai buku 1,8/1,6 kali.
Berdasarkan proyeksinya, Rahmi memperkirakan laba bersih BTN hingga akhir 2010 dapat mencapai Rp 866 miliar, lebih tinggi dari target manajemen sebesar Rp 746 miliar.
Kinerja yang dicapai BTN hingga semester I-2010, menurut Rahmi, sejalan dengan proyeksi yang dibuatnya, namun di atas ekspektasi pasar. "Potensi kenaikan harga terbuka, namun waspadai aksi ambil untung," kata dia dalam risetnya.
Rahmi memperkirakan rasio NIM BTN tetap di atas 5% menyusul keberhasilan penyesuaian suku bunga deposito. Tindakan penyesuaian biaya dana dinilai berdampak terbatas menyusul keyakinan Kim Eng bahwa BI rate tetap bertahan di posisi 6,5% hingga akhir 2010.
Hingga semester I-2010, BTN berhasil membukukan laba bersih Rp Rp 390,6 miliar (Rp 202,8 miliar selama kuartal II-2010), sejalan dengan proyeksi Kim Eng. Pertumbuhan kredit mencapai 13,9% year to date dengan porsi kredit non-KPR naik dari 7,2% pada kuartal I-2010 menjadi 7,8%.
Suku bunga kredit non-KPR lebih tinggi 2-3% ketimbang KPR, sehingga rata-rata suku bunga BTN adalah 11-12,5%. BTN menargetkan porsi KPR 90% dan non-KPR 10% terhadap total kredit sepanjang 2010.
Rasio Kinerja BTN
Juni 2010 Juni 2009
NIM 5,8% 4%
ROA 1,9%
ROE 14,4%
CIR 45,3%
CAR 18,7% 15,6%
LDR 116% 104,7%
NPL Bruto 4,1% 4%
Kredit Rp 46,4 triliun Rp 35,8 triliun
Laba bersih Rp 391 miliar Rp 198 miliar
Kapitalisasi Pasar Wika dan BNI Melejit
Pada perdagangan 13-20 Juli 2010, kapitalisasi pasar dua emiten BUMN, yakni PT Wijaya Karya Tbk (Wika) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melejit mengalahkan 14 emiten BUMN lainnya. Kapitalisasi pasar Wika naik 15,64% menjadi Rp 2,92 triliun disusul BNI sebesar 9,56%.
Lonjakan kapitalisasi pasar BNI merupakan kelanjutan dari perkembangan yang terjadi pekan sebelumnya (6-13 Juli 2010). Pada periode itu, kapitalisasi pasar BNI yang diproyeksikan pemerintah menjadi pemain global ini naik 10,64% dari Rp 36,66 triliun menjadi Rp 40,48 triliun dan kini menjadi Rp 43,91 triliun.
Kenaikan kapitalisasi pasar BNI ini disebabkan investor yakin kinerja bank tersebut pada kuartal II-2010 sangat bagus. Sesuai rencana, emiten akan mengumumkan kinerjanya pada akhir bulan ini.
Cermati Saham Konsumsi
Untuk perdagangan Rabu (21/7), investor bisa mencermati pergerakan saham-saham konsumsi seperti Indofood (INDF), Nippon Indosari Corpindo (ROTI), dan Japfa Comfeed Indonesia (Jpfa).
Ketiga saham ini juga layak diakumulasi bagi investor jangka panjang. Apalagi pada saat-saat puasa dan lebaran yang mulai berlangsung 11 Agustus bakal mengerek konsumsi terhadap produksi ketiga emiten tersebut.
Biasanya, masyarakat banyak mengonsumsi Indomie saat sahur. Pilihan menu lainnya adalah Sari Roti, roti buatan perusahaan Nippon Indosari.
Sedangkan JPFA, produsen ayam juga akan menikmati keuntungan luar biasa mulai saat ini hingga Lebaran. Harga ayam, berdasarkan pemantauan saya di Giant, sudah merangkak naik menjadi Rp 26 ribu/ekor dari bulan-bulan sebelumnya hanya di kisaran Rp 19 ribuan.
Menjelang Lebaran, harga ayam dipastikan naik menjadi Rp 33 ribu/ekor bahkan lebih. Tentu saja kenaikan ini akan mendatangkan keuntungan laba bersih yang sangat besar bagi JPFA.
Cermati tren harganya dulu sebelum membeli.
Untuk INDF (ditutup pada harga Rp 4.425), ada empat broker yang banyak memborong hari ini, yakni:
1. CIMB-GK Securities 11.382 lot (Rp 4.375)
2. Deutsche Securities 4.321 lot (Rp 4.366)
3. Batavia Prosperindo 2.673 lot (Rp 4.386)
4. Nusadana Capital 3.395 lot (Rp 4.397)
Sedangkan JPFA ditutup pada harga Rp 1.810 dengan empat broker yang banyak memborong adalah:
1. Kim Eng Securitas 5.457 lot (Rp 1.797)
2. Mega Capital Indonesia 2.220 lot (Rp 1.804)
3. Ciptadana Securities 2.310 lot (Rp 1.792)
4. Evergreen Capital 1.005 lot (Rp 1.792)
Sedangkan ROTI ditutup pada harga Rp 1.860 setelah sempat tembus hingga harga tertingginya sejak IPO, yakni Rp 1.920.
Empat broker yang memborong adalah:
1. CLSA Indonesia 2.392 lot (Rp 1.872)
2. Kim Eng Sekuritas 840 lot (Rp 1.876)
3. Makinta Securities 340 lot (Rp 1.883)
4. Kresna Graha Sekurindo 386 lot (Rp 1.867)
Ketiga saham ini juga layak diakumulasi bagi investor jangka panjang. Apalagi pada saat-saat puasa dan lebaran yang mulai berlangsung 11 Agustus bakal mengerek konsumsi terhadap produksi ketiga emiten tersebut.
Biasanya, masyarakat banyak mengonsumsi Indomie saat sahur. Pilihan menu lainnya adalah Sari Roti, roti buatan perusahaan Nippon Indosari.
Sedangkan JPFA, produsen ayam juga akan menikmati keuntungan luar biasa mulai saat ini hingga Lebaran. Harga ayam, berdasarkan pemantauan saya di Giant, sudah merangkak naik menjadi Rp 26 ribu/ekor dari bulan-bulan sebelumnya hanya di kisaran Rp 19 ribuan.
Menjelang Lebaran, harga ayam dipastikan naik menjadi Rp 33 ribu/ekor bahkan lebih. Tentu saja kenaikan ini akan mendatangkan keuntungan laba bersih yang sangat besar bagi JPFA.
Cermati tren harganya dulu sebelum membeli.
Untuk INDF (ditutup pada harga Rp 4.425), ada empat broker yang banyak memborong hari ini, yakni:
1. CIMB-GK Securities 11.382 lot (Rp 4.375)
2. Deutsche Securities 4.321 lot (Rp 4.366)
3. Batavia Prosperindo 2.673 lot (Rp 4.386)
4. Nusadana Capital 3.395 lot (Rp 4.397)
Sedangkan JPFA ditutup pada harga Rp 1.810 dengan empat broker yang banyak memborong adalah:
1. Kim Eng Securitas 5.457 lot (Rp 1.797)
2. Mega Capital Indonesia 2.220 lot (Rp 1.804)
3. Ciptadana Securities 2.310 lot (Rp 1.792)
4. Evergreen Capital 1.005 lot (Rp 1.792)
Sedangkan ROTI ditutup pada harga Rp 1.860 setelah sempat tembus hingga harga tertingginya sejak IPO, yakni Rp 1.920.
Empat broker yang memborong adalah:
1. CLSA Indonesia 2.392 lot (Rp 1.872)
2. Kim Eng Sekuritas 840 lot (Rp 1.876)
3. Makinta Securities 340 lot (Rp 1.883)
4. Kresna Graha Sekurindo 386 lot (Rp 1.867)
SMCB Masih Diminati CIMB-GK Securities
Saham SMCB rupanya masih menarik perhatian broker CIMB-GK Securities Indonesia untuk diakumulasi. Khusus perdagangan hari Selasa (20 Juli 2010), broker dengan kode perdagangan YU ini memborong 8.250 lot di harga rata-rata Rp 2.380.YU juga menjual sebanyak 4.505 lot di harga Rp 2.374,71.
SMCB ditutup pada harga Rp 2.375 setelah pada detik-detik perdagangan terakhir, beberapa broker berupaya menutupnya di harga Rp 2.400 namun gagal.
SMCB ditutup pada harga Rp 2.375 setelah pada detik-detik perdagangan terakhir, beberapa broker berupaya menutupnya di harga Rp 2.400 namun gagal.
Detail Transaksi BJBR
Pada penutupan perdagangan Selasa (20 Juli 2010), saham BJBR ditransaksikan menguat Rp 40 dan ditutup pada harga Rp 1.030.
Ada enam broker yang tercatat melakukan aksi borong, yakni:
1. Deutche Securities 28.060 lot (harga rata-rata Rp 1.012,12) jual hanya 2.962 lot (Rp 1.023)
2. BNP Paribas 18.423 lot (Rp 1.010) tidak menjual sama sekali
3. Phillip Securities 18.331 lot (Rp 1.018,41) jual hanya 3.456 lot (Rp 1.024,99)
4. Erdikha Elit 12.871 lot (Rp 1.024,41) jual hanya 2.676 lot (Rp 1.025,79)
5. AMCapital Indonesia 13.059 lot (Rp 1.019,20) jual hanya 5.055 lot (Rp 1.002,18)
6. Valbury Asia Securities 11.384 lot (Rp 1.025,15) jual hanya 4.237 lot (Rp 1.025,01)
Ada enam broker yang tercatat melakukan aksi borong, yakni:
1. Deutche Securities 28.060 lot (harga rata-rata Rp 1.012,12) jual hanya 2.962 lot (Rp 1.023)
2. BNP Paribas 18.423 lot (Rp 1.010) tidak menjual sama sekali
3. Phillip Securities 18.331 lot (Rp 1.018,41) jual hanya 3.456 lot (Rp 1.024,99)
4. Erdikha Elit 12.871 lot (Rp 1.024,41) jual hanya 2.676 lot (Rp 1.025,79)
5. AMCapital Indonesia 13.059 lot (Rp 1.019,20) jual hanya 5.055 lot (Rp 1.002,18)
6. Valbury Asia Securities 11.384 lot (Rp 1.025,15) jual hanya 4.237 lot (Rp 1.025,01)
Pemerintah Tarik Dividen Interim PGAS dan PTBA
Sekretaris Kementerian Sadi Didu mengatakan, alasan Kementrian BUMN menarik dividen dari tiga perusahaan sektor energi dan pertambangan tersebut karena kinerja sektor batubara dan tambang menunjukkan prospek yang baik dengan kenaikan harga emas, nikel, batubara, dan
baja.
"Jika ada kelebihan PGN dan PTBA akan kami ambil, seperti dulu PGN mampu membagi dividen hingga 120%," ujar Said Didu di ruang kerjanya di Kementerian BUMN, Jakarta , Selasa (20/7).
BUY...BUY Bank Jabar
Segera...beli Bank Jabar Banten kode perdagangan BJBR. Indikasi kuat akan terkerek ke atas. Broker Deutcshe Securities Indonesia memborong 22.060 lot di harga 1.009 dengan hanya menjual 1.100 lot aja.
BNP Paribas Peregrine juga borong 18.423 lot di harga Rp 1.010 tanpa menjual sama sekali. Kemudian Phillip Securities Indonesia 14.675 lot di harga Rp 1.017 dengan hanya menjual 3.149 lot. Terakhir, Erdikha Elit borong 12.571 lot di harga Rp 1.024.
Antisipasi laporan keuangan perseroan yang segera keluar akhir bulan ini. Seperti industri bank lainnya, kinerja Bank Jabar dipastikan akan kinclong.
BNP Paribas Peregrine juga borong 18.423 lot di harga Rp 1.010 tanpa menjual sama sekali. Kemudian Phillip Securities Indonesia 14.675 lot di harga Rp 1.017 dengan hanya menjual 3.149 lot. Terakhir, Erdikha Elit borong 12.571 lot di harga Rp 1.024.
Antisipasi laporan keuangan perseroan yang segera keluar akhir bulan ini. Seperti industri bank lainnya, kinerja Bank Jabar dipastikan akan kinclong.
BII to issue over 2 trln rph in bonds
JAKARTA - PT Bank International Indonesia (BNII.JK) and its automobile financing unit PT WOM Finance (WOMF.JK) aim to raise over 2 trillion rupiah ($221.4 million) through domestic bonds issues this year to fund their expansion plans.
Malaysia's Malayan Banking Bhd (Maybank) (MBBM.KL) owns a majority stake in BII.
Malaysia's Malayan Banking Bhd (Maybank) (MBBM.KL) owns a majority stake in BII.The mid-sized bank aims to raise more than 1 trillion rupiah of bonds, Stephen Liestyo, a BII director told Reuters on Sunday. He said the timing was still being decided.
The bank's financing unit would use a bond issue of 1 trillion rupiah to increase its loans for vehicle purchases, he added.
"The bonds will strengthen our capability to expand our loan growth by up to 20 percent this year," Liestyo said.
($1= 9,032 Rupiah)
Bumi eyes buying non-coal mining assets in Africa
JAKARTA - PT Bumi Resources (BUMI.JK), Indonesia's biggest coal miner by output, is looking at opportunities to buy non-coal mining assets in Africa, said its corporate secretary Dileep Srivastava on Monday.
The company owns a diamond concession in Liberia and an iron ore project in Mauritania.
Bumi eyes $224 mln dividend from Newmont unit
Darma Henwa to produce 10 mln tonnes coal this year - Bumi
JAKARTA - PT Bumi Resources (BUMI.JK), Indonesia's biggest coal miner by output, said on Monday that it expects its unit, PT Darma Henwa (DEWA.JK), to produce about 10 million tonnes of coal this year.
Intiland plans 2-for-1 stock split in July
The firm expects revenue in the first half of 2010 to have doubled from 176 billion rupiah in the same period last year, Kontan newspaper reported on Monday, quoting Intiland's director Archied Noto Pradono.
($1 = 9,032 rupiah)
Bumi to raise $200-$300 mln from unit IPO
Bumi eyes $450 mln bond issue this year
JAKARTA-PT Bumi Resources (BUMI.JK), Indonesia's biggest coal miner by output, said on Monday it is considering raising $450 million in bonds this year.
Indonesia's June tin exports fall 7.3 pct
JAKARTA - Indonesia's refined tin exports fell 7.3 percent in June from a year ago as easily mined tin resources have been depleted, the trade ministry said on Monday.
Indonesia exported 8,029.92 tonnes of tin -- which is used in soldering electronic goods and for food packaging -- in June, down from 8,661.2 tonnes a year ago, trade ministry data showed.
"Exports fell because tin resources in onshore mines have been depleted, cutting production," said an official at the trade ministry, who declined to be quoted by name.
"Based on technology and financial capability, only PT Timah and PT Koba Tin are able to explore offshore mining," the official said.
State miner PT Timah Tbk (TINS.JK), the world's largest integrated tin miner, has invested in building dredges so that it can mine offshore as the more easily mined onshore reserves are gradually depleted.
Exports may pick up in the second half of the year during the dry season, but the depletion of tin reserves means that exports are still likely to be lower than in previous years, a physical trader in Singapore said.
"We have come to a period where easily recoverable high-grade tin reserves have gone," the trader said.
"Refinery capacity has not been the issue, it's the concentrate supply that will set the tone."
About 85 percent of the cargoes in June were shipped to Singapore, while the remainder was shipped to Malaysia, the Netherlands, Japan, Taiwan, the United States, China, South Korea, India and Turkey.
Refined tin exports in the January-June period was estimated at 43,263.47 tonnes, down 14.5 percent from 50,575.2 tonnes in the first six months of 2009, data showed.
The tin industry in Bangka-Belitung, off Sumatra, has been hit in the past four years by weaker tin prices, a police crackdown on illegal mining, and the depletion of easily mined onshore reserves.
Tin for three-month delivery CMSN3 on the London Metal Exchange stood at $17,700 a tonne on Monday, gaining 4.42 percent so far this year.
Bumi says Q3 output seen at 17-17.5 mln tonnes
Monday, July 19, 2010
Saham Pekan Ini
Tuk perdagangan sepekan ini (19-23 Juli 2010), investor bisa mencermati empat saham yang berpotensi besar naik. Keempat saham itu adalah Bank Jabar (bjbr.jk atau bjbr), Holcim (smcb.jk), Jasa Marga (jsmr.jk), dan Perusahaan Gas Negara (pgas.jk).
Ada baiknya jika ingin membeli ketika terjadi koreksi besar di Bursa Efek Indonesia. Cermatin pergerakannya, apakah investor asing membeli atau justru menjual keempat saham ini. Jika banyak investor asing membeli, kenapa Anda tidak mempertimbangkan untuk mengikuti langkah mereka.
Sebagai pertimbangan, bisa dilihat grafik pergerakan keempat saham tersebut di bawah ini.
Jasa Marga Coba Tembus Rp 2.200
Holcim Coba Tembus Rp 2.400
PGAS Coba Tembus Rp 4.125
Bank Jabar (BJBR) Coba Tembus Rp 900
Ada baiknya jika ingin membeli ketika terjadi koreksi besar di Bursa Efek Indonesia. Cermatin pergerakannya, apakah investor asing membeli atau justru menjual keempat saham ini. Jika banyak investor asing membeli, kenapa Anda tidak mempertimbangkan untuk mengikuti langkah mereka.
Sebagai pertimbangan, bisa dilihat grafik pergerakan keempat saham tersebut di bawah ini.
Jasa Marga Coba Tembus Rp 2.200
Holcim Coba Tembus Rp 2.400
PGAS Coba Tembus Rp 4.125
Bank Jabar (BJBR) Coba Tembus Rp 900
Friday, July 16, 2010
TINS mendobrak
Lagi-lagi analisis saya benar. Jika Anda memperhatikan tulisan saya soal TINS sebelumnya (Lihat artikel dengan judul "Cermati TINS"), Anda pasti akan tersenyum-senyum.
Pada penutupan perdagangan Jumat sore (16 Juli 2010), saham TINS ditutup pada harga Rp 2.300/saham. Saham ini akan terus menguat pekan depan, minimal menuju level tertingginya di Rp 2.825 sebagai antisipasi laporan keuangan kinerja kuartal II-2010.
Jadi, Anda jangan ketinggalan. Beli sebelum laporan keuangannya muncul.
Pada penutupan perdagangan Jumat sore (16 Juli 2010), saham TINS ditutup pada harga Rp 2.300/saham. Saham ini akan terus menguat pekan depan, minimal menuju level tertingginya di Rp 2.825 sebagai antisipasi laporan keuangan kinerja kuartal II-2010.
Jadi, Anda jangan ketinggalan. Beli sebelum laporan keuangannya muncul.
PGAS Kembali Tembus Rp 4.100
Sesuai prediksi saya, saham PGAS terlihat menunjukkan tanda-tanda penguatannya. Akhirnya, terbukti juga setelah tadi sore ditutup tembus Rp 4.100.
Dengan demikian, PGAS kembali tembus harga Rp 4.100, setelah sehari sebelum masa cum dividen (8 Juli 2010) menyentuh Rp 4.125. Saya melihat pergerakan PGAS meski sudah tembus Rp 4.100 belum jenuh beli.
Pasalnya, dalam rentang sebulan (16 Juni-16 Juli 2010), harga PGAS bergerak hanya di kisaran Rp 3.875-4.100 atau hanya naik Rp 225 (tidak sampai 5%). Padahal asing terus mengakumulasi saham ini dan biasanya akan membawa harga saham ini hingga ke titik yang mampu memberikan keuntungan 25-30%.
Jadi, peluang beli tuk Senin pekan depan, 19 Juli 2010, tetap ada. Apalagi melihat potensi kinerja PGAS yang masih sangat bagus hingga kuartal II-2010 yang sebentar lagi diumumkan.
Dengan demikian, PGAS kembali tembus harga Rp 4.100, setelah sehari sebelum masa cum dividen (8 Juli 2010) menyentuh Rp 4.125. Saya melihat pergerakan PGAS meski sudah tembus Rp 4.100 belum jenuh beli.
Pasalnya, dalam rentang sebulan (16 Juni-16 Juli 2010), harga PGAS bergerak hanya di kisaran Rp 3.875-4.100 atau hanya naik Rp 225 (tidak sampai 5%). Padahal asing terus mengakumulasi saham ini dan biasanya akan membawa harga saham ini hingga ke titik yang mampu memberikan keuntungan 25-30%.
Jadi, peluang beli tuk Senin pekan depan, 19 Juli 2010, tetap ada. Apalagi melihat potensi kinerja PGAS yang masih sangat bagus hingga kuartal II-2010 yang sebentar lagi diumumkan.
Koleksi Segera PGAS
Investor bisa segera mengoleksi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) karena sudah terlihat momentum kenaikannya.
Target minimal dalam sebulan ke depan bisa mencapai Rp 4.400 yang merupakan level tertinggi pada 25 Maret 2010. Kenaikan harga ketika itu terjadi guna mengantisipasi laporan keuangan kuartal I-2010 yang keluar akhir Maret.
Ketika itu, PGAS berhasil membukukan pendapatan usaha Rp 4,49 triliun, naik 0,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara laba bersih mencapai Rp 1,77 triliun, naik 45% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp 1,22 triliun.
Dukungan Fundamental Kuat
PGAS juga membukukan laba usaha sebesar Rp 2,11 triliun dan EBITDA sebesar Rp 2,47 triliun pada periode yang sama. Pencapaian ini merupakan hasil dari penjualan gas bumi sebesar 841 MMSCFD yang meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan 98% dari total volume tersebut mengalir untuk mendukung sektor industri dan tenaga listrik di dalam negeri.
PGAS juga membukukan laba usaha sebesar Rp 2,11 triliun dan EBITDA sebesar Rp 2,47 triliun pada periode yang sama. Pencapaian ini merupakan hasil dari penjualan gas bumi sebesar 841 MMSCFD yang meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dan 98% dari total volume tersebut mengalir untuk mendukung sektor industri dan tenaga listrik di dalam negeri.
Selain itu, kinerja keuangan triwulan I-2010 turut didukung kegiatan usaha perseroan bidang transmisi gas bumi dengan volume sebesar 758 MMSCFD.
Pada triwulan pertama tahun 2010 ini, PGN menyalurkan gas bumi rata-rata sebesar 841 juta kaki kubik standar per hari, seluruhnya untuk pelanggan di dalam negeri," sebut Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso.
Ia menyebutkan, kinerja keuangan PGAS turut dipengaruhi oleh tren penguatan mata uang rupiah terhadap mata uang lainnya. "Mengingat terdapat komponen pendapatan dan biaya dalam mata uang dollar AS, sedangkan utang jangka panjang perseroan seluruhnya dalam mata uang asing dollar AS dan yen Jepang," ujarnya.
Thursday, July 15, 2010
Cermati TINS
Para investor bisa mencermati pergerakan saham Timah dengan kode perdagangan Tins mulai perdagangan Jumat (16/7) pagi.
Berdasarkan pemantauan yang saya lakukan, saham ini pada penutupan perdagangan Kamis sore naik Rp 50. Rata-rata transaksi banyak terjadi di harga Rp 2.175 (sebanyak 16.022 lot) dan Rp 2.200 (15.272 lot).
Broker CLSA Indonesia memborong 16.830 lot pada harga rata-rata Rp 2.174 tanpa menjual saham sekali. Broker lainnya yang memborong tanpa menjual sama sekali adalah Deutsche Securities Indonesia sebanyak 1.185 lot (Rp 2.175). Broker kedua pembeli terbanyak adalah Nusadana Capital Indonesia sebanyak 4.465 lot pada harga Rp 2.201.
Saham TINS sempat mencapai rekor tertingginya pada harga Rp 2.825 pada 15 April 2010 karena sentimen kinerja kuartal I-2010 yang sangat bagus.
Menurut analisa teknikal yang dilakukan Sucden Financial Ltd, kinerja komoditas timah akan menjadi yang terbaik di London Metal Exchange, dengan potensi kenaikan hingga 21% menjadi US$ 21.708 per metric ton dalam beberapa bulan ke depan.
Level resisten harga komoditas timah adalah US$ 18.388/ton dan target selanjutnya adalah US$ 19.300--level tertinggi pada April 2010. Dengan harga US$ 19.464 berarti 62% di bawah harga tertingginya yang pernah tercapai pada 2008 sebelum anjlok sangat dalam.
"Sekali tembus harga sekitar US$ 18.400, timah dapat tembus rekor terbarunya," jelas Sullivan. "Kami memantaunya sangat dekat dari sisi kami, pekan ini dan pekan depan," tambahnya.
Sementara itu, untuk pengiriman tiga bulan mendatang, timah diperdagangkan pada harga US$ 18.000 atau telah naik 6,2% sepanjang tahun ini. Sedangkan pasokan di London Metal Exchange telah anjlok 40% tahun ini, penurunan terbesar dibandingkan enam komoditas logam lainnya. Cadangan menjadi 16.160 ton atau level terendah sejak 16 Juni 2009.
Untuk berita lengkapnya bisa dilihat di:
http://www.bloomberg.com/news/2010-07-15/tin-may-rise-21-on-fibonacci-retracement-sucden-says-technical-analysis.html
Berdasarkan pemantauan yang saya lakukan, saham ini pada penutupan perdagangan Kamis sore naik Rp 50. Rata-rata transaksi banyak terjadi di harga Rp 2.175 (sebanyak 16.022 lot) dan Rp 2.200 (15.272 lot).
Broker CLSA Indonesia memborong 16.830 lot pada harga rata-rata Rp 2.174 tanpa menjual saham sekali. Broker lainnya yang memborong tanpa menjual sama sekali adalah Deutsche Securities Indonesia sebanyak 1.185 lot (Rp 2.175). Broker kedua pembeli terbanyak adalah Nusadana Capital Indonesia sebanyak 4.465 lot pada harga Rp 2.201.
Saham TINS sempat mencapai rekor tertingginya pada harga Rp 2.825 pada 15 April 2010 karena sentimen kinerja kuartal I-2010 yang sangat bagus.
Menurut analisa teknikal yang dilakukan Sucden Financial Ltd, kinerja komoditas timah akan menjadi yang terbaik di London Metal Exchange, dengan potensi kenaikan hingga 21% menjadi US$ 21.708 per metric ton dalam beberapa bulan ke depan.
Level resisten harga komoditas timah adalah US$ 18.388/ton dan target selanjutnya adalah US$ 19.300--level tertinggi pada April 2010. Dengan harga US$ 19.464 berarti 62% di bawah harga tertingginya yang pernah tercapai pada 2008 sebelum anjlok sangat dalam.
"Sekali tembus harga sekitar US$ 18.400, timah dapat tembus rekor terbarunya," jelas Sullivan. "Kami memantaunya sangat dekat dari sisi kami, pekan ini dan pekan depan," tambahnya.
Sementara itu, untuk pengiriman tiga bulan mendatang, timah diperdagangkan pada harga US$ 18.000 atau telah naik 6,2% sepanjang tahun ini. Sedangkan pasokan di London Metal Exchange telah anjlok 40% tahun ini, penurunan terbesar dibandingkan enam komoditas logam lainnya. Cadangan menjadi 16.160 ton atau level terendah sejak 16 Juni 2009.
Untuk berita lengkapnya bisa dilihat di:
http://www.bloomberg.com/news/2010-07-15/tin-may-rise-21-on-fibonacci-retracement-sucden-says-technical-analysis.html
SMCB Naik Rp 50
Pada penutupan perdagangan Kamis sore pukul 16.00, harga saham SMCB berhasil naik Rp 50, setelah pagi harinya sempat tembus Rp 2.400, meski dengan volume tipis, yakni hanya 254 lot.
Setelah pada pagi hari sempat naik ke Rp 2.400, harga saham SMCB pada sesi siang sempat turun dan akhirnya ditutup pada harga Rp 2.350 karena indeks regional tidak mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kebanyakan transaksi terjadi pada harga Rp 2.375 sebanyak 14.072 lot, disusul pada harga Rp 2.325 sebanyak 19.829. Sedangkan harga Rp 2.350 hanya 7.843 lot.
Broker CIMB-GK Securities masih memborong sebanyak 19.314 lot pada harga rata-rata Rp 2.337/saham. Disusul Bahana Securities 3.764 lot (Rp 2.364) dan CLSA Indonesia 3.345 lot (Rp 2.343).
Melihat harga rata-rata pembelian tersebut, peluang untuk masuk membeli saham SMCB masih ada pada Jumat pagi (16/7).
Setelah pada pagi hari sempat naik ke Rp 2.400, harga saham SMCB pada sesi siang sempat turun dan akhirnya ditutup pada harga Rp 2.350 karena indeks regional tidak mendukung penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Kebanyakan transaksi terjadi pada harga Rp 2.375 sebanyak 14.072 lot, disusul pada harga Rp 2.325 sebanyak 19.829. Sedangkan harga Rp 2.350 hanya 7.843 lot.
Broker CIMB-GK Securities masih memborong sebanyak 19.314 lot pada harga rata-rata Rp 2.337/saham. Disusul Bahana Securities 3.764 lot (Rp 2.364) dan CLSA Indonesia 3.345 lot (Rp 2.343).
Melihat harga rata-rata pembelian tersebut, peluang untuk masuk membeli saham SMCB masih ada pada Jumat pagi (16/7).
Subscribe to:
Posts (Atom)

















