rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Friday, April 22, 2011

Global Land Dirikan Theme Park Rp 6 Triliun

PT Global Land Development Tbk (KPIG) berencana mendirikan Theme Park dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Direktur PT Global Land Development Tbk Daniel Yuwono, pada rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Kamis (21/4), mengatakan, saat ini perseroan fokus pada pembebasan lahan untuk pembangunan Theme Park.

"Kami akan bangun Theme park. Kami sedang lihat yang tepat karena kami ingin bikin sarana rekreasi, new iconic. Tidak hanya buat perseroan, tapi Indonesia. Untuk tempatnya belum dapat dipastikan," jelas Daniel.

Dia mengatakan, perseroan tidak hanya membangun taman hiburan, tapi juga sekaligus membangun kawasan terintegrasi mulai dari hotel serta resort. "Kami ingin intergrated lessure park. Selesai diharapkan satu tahun. Tanah nilainya mencapai Rp 1 triliun, dan pembangunannya Rp 5 triliun," papar dia.

Pendanaannya, kata dia, perseroan mempersiapkan kas internal dan penjajakan pinjaman dari perbankan. Selain Theme park, ada beberapa proyek pembangunan gedung di Jakarta. yang tengah dikerjakan oleh perseroan di antaranya pembangunan gedung Seputar Indonesia (Sindo), senilai Rp 35 miliar. Gedung ini rencananya seluas 570 m2, yang terdiri dari 8 lantai.

Selain itu ada pembangunan News Center, berlokasi di lahan kosong di sekitar MNC Kebun Sirih seluas 2.700 m2 per lantai. Nilai investasi News Center Rp 300 miliar. "Kami ikut bangun office dan studio Kebun Jeruk. Kami arrenger, termasuk pembangunan. Dananya Rp 900 miliar sampai Rp 1 triliun. Ada terdiri dari 10 studio besar. 2012 atau awal 2013 selesai," jelas dia.

Global Land Development mencatatkan kenaikan laba bersih 2010 sebesar Rp 163,116 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp 127,875 miliar, meski demikian perusahaan tidak membagikan dividen pada tahun ini. "Tahun ini tidak bagi dividen. Seluruhnya masuk return earning, dan sudah disetujui dalam rups," kata Daniel.

Thursday, April 21, 2011

Rekomendasi Bulanan HD Capital

Monthly Strategy-April (20-04-2011) (BUY):   "IHSG New Territory"
  • Tren IHSG masih positif sehingga kemungkinan bermain di atas all time high 3.780 untuk akhir April atau awal Mei. Ini ada beberapa alasan mengapa kami masih optimistis:
  • GDP: Target pertumbuhan ekonomi (GDP) sebesar 6.5% untuk tahun 2011 yang kelihatannya dapat tercapai dari penguatan rupiah dan melambatnya inflasi dapat membangkitkan proyeksi laba analis mengenai sektor banking dan consumer (23% cap IHSG)
  • Go banks: Sektor perbankan (23% dari cap IHSG) masih diperdagangkan di kisaran PER 2011 14x menyisihkan ruang lebih untuk bermain di PER 2011 18x atau setara dengan IHSG 4.400-4.500 
  • Consume this: Sektor consumer yang bermain di PER 2011 15x (21% dari cap IHSG dengan 8% dari ASII) akan diuntungkan dari rupiah di bawah APBN (9.000) dan suku bunga tetap yang masih dipertahankan sampai ada keputusan jelas kapan subsidi BBM dicabut.
  • The waiting game: Pasar menunggu Fitch untuk memberikan investment grade ke Indonesia dimana hal tersebut akan di price ini kedalam pergerakan IHSG kedepan 
     
  • Rekomendasi Portofolio & Target Price 1-bulan:
  • Ticker TP 1 bln   PER11F PBV11F ROE11F
    ASII Rp59.500 14x 4x 29%
    INDF Rp 5.600 16x 2.6x 18%
    BKSL Rp 120 50x 0.73x 2%
    BUMI Rp 3.500 20x 4x 19%
    BBRI Rp 6.650 13x 4x 31%
    TLKM Rp 8.050 13x 3x 25%
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital

Rekomendasi HD Capital, 21 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 21 April 2011.
BUY: (PGAS, BKSL, BMRI, ASII)
  • Bila terjadi profit taking akibat break IHSG di atas all time high di 3.789 rekomen akumulasi di beberapa big cap dan saham lapis dua selektif
  • IHSG close (20-04) 3.786.649(+53.392/+1.39%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.770-3.730-3.680, Resistance: 3,850-3.900
 
Stock picks:
1.     Bukit Sentul (BKSL) (Target Rp 108) (close 20/04 Rp 103)
  • Pasca laporan keuangan 2010 keluar, rasio profitabilitas perusahaan property ini (ROE, OPM dan NOM) menjadi kembali positif setelah sebelumnya negatif (rugi) dan hal ini belum sepenuhnya tercermin kedalam pergerakan harga saham.
  • Exit (1) Rp 103, Exit (2) Rp 101, Cut loss point: Rp 98 
 
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 7.250) (Close 20/04 Rp 7.050)
  • Secara technical menarik, daily stochastic cross buy dengan posisi meneruskan move diatas 50-neutral line ke daerah positive dengan MACD daily juga tandem cross buy.
  • Dana ekspansi pasca right s issue untuk mendukung pertumbuhan CAGR (kredit) untuk 3 tahun kedepan, reduksi NPL, serta penguatan rupiah yang meningkatkan nilai aset bank yang dalam obligasi yield rendah merupakan katalis positif.
  • Entry (1) Rp 7.050, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.850
 
3.   Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.100) (Close 20/04 Rp 3.950)
  • Kontrak LNG (gas alam cair) untuk terminal penerimaan Sumatra Utara yang akan disalurkan melalui pipa yang dimiliki PGAS seharusnya menambah laba perseroan hingga 15% tahun ini.
  • Entry: (1) Rp 3.950, Entry (2) Rp 3.850, Cut loss point: Rp 3.750
 
4.   Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.700) (close 20/04 Rp 55.250)
  • Pasca koreksi 2 minggu terakhir dari level Rp.58.500 ke low 53.700 (10%) kelihatannya ASII sudah mulai berhenti membuat new low lagi dengan berhasil ditutup di atas resistance short-term down-trend-line Rp 55.150 dengan skenario arah selanjutnya mengetes Rp 56.100 sebagai target pertama dan Rp 56.700 target kedua.
  • Exit (1) Rp 55.200, Entry (2) Rp 54.400, Cut loss point: Rp 53.650
  

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 21 April 2011


Berikut rekomendasi dari beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 21 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin melonjak 62 poin (1,66%) ke level 3.794,76, tertinggi selama satu tahun terakhir. Ini seiring pergerakan mayoritas bursa global yang ditutup positif. Secara teknikal, indeks telah menembus level support terkuatnya selama satu tahun terakhir, yaitu 3.782 dengan bentuk full candle. Sementara indikator Stochastic masih menunjukkan pergerakan menuju area overbuy dan RSI belum deathcross. Hari ini indeks diprediksi bergerak di 3.752–3.824. Cermati INDF, INTP, dan ASII.

2. Kresna Sekurindo
IHSG berpotensi kembali memasuki fase bull-run baru setelah mencetak rekor baru kemarin. Seiring dengan itu, indeks masih berpotensi menguji area tertinggi baru dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.760-3.835 pada Kamis (21/4). UNTR dan AALI menjadi saham pilihan kami. 

3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (21/4), secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak menguat pada kisaran 3.765-3.815. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASII, AALI, BBRI, INCO.






Wednesday, April 20, 2011

Rekomendasi HD Capital, 20 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
SELL: (TLKM), BUY: (BJBR, BUMI, PGAS)
  • Para pelaku pasar di IHSG tidak begitu mengambil serius penurunan peringkat utang AS oleh S&P karena dasarnya membenarkan tindakan pasar sebelumnya yaitu bahwa investasi di luar AS akan jauh lebih menguntungkan sehingga rally di emerging markets akan terus berjalan.
     
  • IHSG close (19-04) 3.725.649(-10.187/-0.29%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.700-3.680-3.610, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Telkom (TLKM): (SELL) (Koreksi: Rp 7.300) (close 19/04 Rp 7.550)
  • Rally dari crossover moving average 5-hari akan menemui keadaan jenuh beli (overbought) dan resistance kuat di kisaran Rp 7.700-7.850 sehingga rekomen take profit dan menunggu retracement kembali ke kisaran bawah Rp 7.300-7.150 untuk mengambil posisi.
     
  • Exit (1) Rp 7.700, Exit (2) Rp 7.850, Reverse posisi: Rp 7.900
 
2.    Bank Jabar (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.450) (Close 19/04 Rp 1.370)
  • Koreksi minor ke daerah moving average 10 hari (Rp.1.330-1.300) untuk mengurangi keadaan jenuh beli (overbought) karena saham masih dalam formasi minor uptrend
  • Persetujuan pemerintah untuk ekspansi kredit di luar Jawa menambah nilai jual perseroan
  • Entry (1) Rp 1.330, Entry (2) Rp 1.310, Cut loss point: Rp 1.260
 
3.   Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.050) (Close 19/04 Rp 3.925)
  • Kontrak LNG (gas alam cair) untuk terminal penerimaan Sumatra Utara yang akan disalurkan melalui pipa yang dimiliki PGAS seharusnya menambah laba pesero hingga 15% tahun ini.
  • Entry: (1) Rp 3.900, Entry (2) Rp 3.800, Cut loss point: Rp 3.650
 
4.   Bumi Resources (BUMI) (BUY) (Target: Rp 3.450) (close 19/04 Rp 3.325)
  • Pasca konsolidasi antara range sempit Rp 3.250-3.375 dan retracement ke moving average crossover Rp 3.275, daily MACD yang masih positive memberikan signal bahwa seharusnya BUMI mencoba untuk break resistance di Rp 3.375 untuk bermain di atas Rp 3.400-an.
  • Exit (1) Rp 3.325, Entry (2) Rp 3.250, Cut loss point: Rp 3.175


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 20 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 5 poin (0,15%) ke level 3.732,65 di tengah-tengah penurunan indeks bursa regional. Asing tercatat melakukan net selling Rp 225 miliar. Secara teknikal, IHSG berhasil menguat tipis di atas garis MA5 dengan candlestick membentuk pola hanging man. Sementara indikator Stochastic berhasil membentuk golden cross di area overbought. Sejalan dengan itu, indeks hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.682–3.760. Amati JSMR, BMTR, dan TLKM.

2. Indo Premier Securities
Bursa saham domestik masih rentan aksi profit taking.  Terlebih lagi, investor asing cenderung lebih banyak menjual.  Untuk hari ini, IHSG akan berada di kisaran 3.715-3752. Saham-saham pilihan kami antara lain TLKM, BBCA, BBRI.

3. Kresna Sekurindo
Meskipun indeks regional dalam tekanan menyusul penurunan outlook utang Amerika Serikat oleh S&P, IHSG kemarin masih mampu ditutup di area positif. Pelaku pasar terlihat masih menunggu laporan keuangan emiten kuartal pertama 2011 sebagai katalis pergerakan jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan masih cenderung bergerak konsolidasi di kisaran 3.700-3.755. TINS dan TLKM menjadi saham pilihan kami.





Tuesday, April 19, 2011

PT OSO, Knowledge sign Indonesia coal JV

India compnay Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws
Privately held Indonesian diverse group PT. OSO International and Indian trader Knowledge Infrastructure have formed a joint venture to develop thermal coalmines in Kalimantan, Indonesia, an OSO spokesman said.

Under the terms of the joint venture, called Orb Energy, Knowledge will have exclusive marketing rights to 1 million tonnes a month of bituminous coal when the mines reach full output, the OSO spokesman said.

Knowledge officials confirmed the joint venture has been signed but declined to give further details.

Jakarta-registered Orb Energy, will develop the mining concessions held by PT Total Orbit Prestasi, a subsidiary of PT OSO International.

Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws.

Coal production from the two concessions will begin shortly at an initial rate of 100,000 tonnes per month, rising to 500,000 tonnes within 18 months, and possibly rising to 1 million tonnes a month in three years at full capacity, OSO said.
Orb aims to export its first coal in Q3 2011. Source: Livemint

Rekomendasi HD Capital, 19 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
SELL: (BBCA), BUY: (BBRI, BUMI, TLKM)
  • Walaupun sempat istirahat sejenak akibat keadaan jenuh beli harian, IHSG diharapkan IHSG masih akan menjalankan misi untuk mengetes resistance all time high di 3.750-3.780.
  • IHSG close (18-04) 3.725.649(-5.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.680-3.630-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BCA (BBCA): (SELL) (Koreksi: Rp 7.100) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Valuasi 2011 PER 19x dan PBV 4x yang dianggap terlalu mahal di sektornya melampaui daya kinerja labanya, keadaan jenuh beli (overbought), serta tren yang terlalu extended menyarankan untuk take profit dulu di emiten perbankan ini dan switch ke bank yang valuasinya lebih menarik seperti BBRI.
  • Exit (1) Rp 7.350, Exit (2) Rp 7.450, Reverse posisi: Rp 7.550
 
2.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 18/04 Rp 6.200)
  • Valuasi 2011 PER yang paling murah (12x) versus bank besar lainnya seperti BBCA, BMRI, BBNI yang sudah bermain di atas 17x, rasio profitabilitas ROE yang tidak jauh berbeda serta keadaan jenuh jual (oversold) pasca pullback kemarin menjadi katalis untuk akumulasi antisipasi terjadi upside adjustment kedepan.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.450) (Close 18/04 Rp 3.3050)
  • Kinerja produksi sector batubara yang cenderung menurun di 2010 menyarankan investor untuk mencari emiten dengan aksi korporasi deleveraging (pengurangan beban utang & biaya bunga) yang nantinya dapat menambah laba persero di kemudian hari.
  • Entry: (1) Rp 3.250, Entry (2) Rp 3.150, Cut loss point: Rp 3.050
 
4.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY) (Target: Rp 7.500) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Secara technical mulai menarik, dengan buy crossover dari 5 & 10 ma, daily stochastic berada diatas 50-line set membuat investor tertarik untuk menambah posisi di emiten big cap index driver dengan valuasi PER 2011 11x PBV 2.5x dan rasio profitabilitas ROE di atas 25% atau rata2 emitten IHSG.
  • Exit (1) Rp 7.300, Entry (2) Rp 7.200, Cut loss point: Rp 7.100

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 3 poin (-0,09%) ke level 3.727,07, seiring merosotnya sejumlah saham unggulan. Investor asing membukukan net selling Rp 4 miliar. Secara teknikal, indikator Stochastic berpotensi membentuk golden cross dan RSI masih bergerak uptrend area overbought. Sementara MACD masih membentuk divergence negatif dan deathcross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif. Sejalan dengan itu, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.697–3.749. Cermati GGRM, BDMN, dan BBRI.

2. Indo Premier Securities
Kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menaikkan rasio pencadangan sektor perbankan membuat IHSG melemah 3 poin ke level 3.727 kemarin. Untuk hari ini, indeks akan terpengaruh isu utang Yunani dan pergerakan bursa New York.  Sementara dari sisi teknikal, indeks masih berpotensi turun dalam kisaran 3.715-3.752. Saham-saham pilihan kami adalah TLKM, BBRI, BBCA. 

3. Kresna Sekurindo
IHSG kembali berkonsolidasi pada perdagangan kemarin meskipun sentimen global cukup kondusif. Level 3.700 masih akan menjadi kunci bagi pergerakan hari ini yang diperkirakan berada di kisaran 3.700-3.755. AALI dan DOID menjadi saham pilihan hari ini.

4. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (19/4), secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.713-3.746. Saham-saham yang dapat diperhatikan AALI, BLTA, ICBP, TLKM.

Monday, April 18, 2011

INTA Bagikan Dividen Rp 56 Per Saham

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) akan membagikan dividen sebesar Rp 56/saham. Berikut rincian tanggal pembagian dividen tersebut.

cum dividen di pasar regular dan negosiasi           9  Mei 2011
Ex dividen di pasar regular dan negosiasi            10  Mei 2011
Cum dividen di pasar segera dan pasar tunai       12  Mei 2011
Ex dividen di pasar segera dan pasar tunai          13 Mei 2011
Recording date yang berhak atas dividen tunai    12 Mei 2011
Pembayaran dividen tunai                                  27 Mei 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 18 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 18 April 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Jumat (15/4), IHSG ditutup menguat 22,53 poin (0,6%) ke level 3.730,51. IHSG mampu bergerak menguat di tengah pelemahan sebagian besar indeks regional, akibat kekhawatiran krisis politik di Jepang menyusul desakan mundur Perdana Menteri Jepang Naoto Kan yang dinilai lamban dalam menangani pemulihan akibat gempa dan tsunami.
Sementara itu, secara teknikal, perlu diwaspadai indikator MACD yang berpotensi death cross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif dalam dua hari terakhir perdagangan. Pada perdagangan hari ini (18/4), IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 3.697-3.768 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain CMNP, DOID, dan ITMG.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan hari ini (18/4), secara teknikal indeks masih cenderung menguat pada kisaran 3.745-3.768. Pengumuman data inflasi AS dapat memberikan sentimen terhadap IHSG. Saham-saham yang dapat diperhatikan BBNI, PTBA, ITMG, dan ISAT.

Rekomendasi HD Capital, 18 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 18 April 2011.
BUY:  ASII, UNSP, CMNP, KRAS
  • Beberapa sentimen positif dari kubu regional yang hijau serta penutupan IHSG di atas level psikologis 3.730 menandakan bahwa skenario tren menuju resistance all time high di 3.789 masih berjalan.
  • IHSG close (15-04) 3.730.51 (+22.51/+0.61%) (Val.Rp.3.6T) 
  • Support: 3.730-3.700-3.650, Resistance: 3.789-3.850-3.900

Stock picks:
1.   Bakrie Sumatra (UNSP): (BUY) (Target: Rp 375) (close 15/04 Rp 360)
  • Peningkatan profit dalam laporan keuangan 2011 akibat beberapa aksi korporasi dan konsolidasi laba yang cukup besar hingga menurunkan PER dari 20x ke 6x membuat pelaku pasar optimistis terhadap kinerja Q1 2011 yang belum keluar.
  • Entry: (1) Rp 355, Entry (2) Rp 345, Cut loss point: Rp 335

2.   Astra International (ASII) (BUY): (Target:Rp 57.100) (Close 15/04 Rp 55.100)
  • Penjualan mobil di Q1 2011 yang naik 35% dari periode tahun sebelumnya dan hasil kinerja AALI dan UNTR yang membaik dapat mendongkrak kembali ASII dari kondisi sideways trend yang terjadi Jumat lalu karena belum tercermin sepenuhnya dalam pergerakan harga.
  • Entry: (1) Rp 55.100, Entry (2) 54.850, Cut loss point: Rp 54.400

3.   Citra Marga Nusantara (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 08/04 Rp 1.160)
  • Pasca koreksi selama sepekan, rekomen akumulasi kembali pemain jalan tol Jakarta dalam sektor infrastructure ini mempunyai profitabilitas dan valuasi yang jauh lebih untung dan murah daripada Jasa Marga (JSMR) sehingga potensi terjadi upside adjustment dari proyeksi earnings untuk 2011 & 2012.
  • Peningkatan penjualan mobil di Q1 terakhir juga positif untuk pendapatan toll kedepan karena konsentrasi kendaraan paling padat di Jakarta.
  • Entry: (1) Rp 1.150, Entry: (2) Rp 1.130, Cut loss point: Rp 1.110

4.    Krakatau Steel (KRAS): (BUY) (Target: Rp 1.250) (Close 15/04 Rp 1.190)
  • Naiknya harga komoditas minyak dan derivatifnya terutama batubara (harga rata2 batubara untuk Q1 sekitar $120/ton di atas forecast $108/ton) yang dipakai untuk memproduksi baja menopang tren positif harga baja kedepan yang positif untuk emitten Krakatau Steel, produsen baja terbesar di Indonesia.
  • Entry: (1) Rp 1.180, Entry (2) Rp 1.160, Cut loss point: Rp 1.140


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Sunday, April 17, 2011

INTA Patok Laba Bersih 2011 Tumbuh 88%

PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan laba bersih tumbuh 88% menjadi Rp 155,82 miliar dari laba bersih 2010 yang sebesar Rp 83,08 miliar. Proyeksi kenaikan laba bersih ini sejalan dengan target penjualan perseroan pada 2011 ini yang diperkirakan bisa mencapa 1.293 unit, atau naik 555 dari penjualan 2010 sebanyak 835 unit.

Manajemen mengaku optimistis target penjualan pada 2011 ini akan tarcapai karena hingga Jumat, 15 April 2011, INTA telah mengantungi penjualan 897 unit alat berat. Jumlah penjualan ini sudah lebih besar dari angka total penjualan sepanjang 2010.

"Kami optimistis bahwa target ini akan tercapai, karena kami sudah mengantungi penjualan dan on hand sekira 897 unit alat berat atau sekitar 70% dari target kita tahun ini," kata Direktur Keuangan INTA Fred L Manibog usai RUPST-LB, Jumat (15/4).

Selain itu perseroan pun menargetkan pendapatan atau revenue 2011 bisa mencapai Rp 2,99 triliun atau meningkat 63% dari pendapatan 2010 yang mencapai Rp 1,833 triliun.

Friday, April 15, 2011

INTA Akan Stock Split 1:5

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengusulkan rasio pemecahan saham 1:5 (1 saham menjadi 5 saham). 

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, manajemen INTA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 15 April 2011 di Intercontinental Hotel Jakarta.

CIL to invest $3 bn in coal, steel in Indonesia

Coal India (CIL), the country’s largest coal producer, plans to invest up to $3 billlion in a coking coal mine, a steel plant and a sea port on Indonesia’s Kalimantan island, Central Kalimantan Governor, Agustin Teras Narang, said on Thursday.

On the sidelines of an infrastructure summit here, Narang said Coal India was expected to complete feasibility studies for the projects by June. “They (Coal India) would look after all the funds for the projects,” he said, adding the parties had signed a preliminary agreement on the matter earlier this year.

The lack of a regulatory framework on land acquisition in Indonesia, however, had jeopardised the fate of a number of projects, analysts and investors said during the three-day summit. Central Kalimantan province accounts for about 4.8 billion tonne of coal reserves, 40 per cent of which is estimated to be coking coal. Source: Sify.com

Bumi in talks with CIC on $600 mln debt swap

* Aims to swap debt for equity in Bumi, Bumi Minerals or Vallar/Bumi

Bumi Resources , Asia's biggest thermal coal exporter, said on Thursday it was in talks with China Investment Corp (CIC) on the possible swap of $600 million debt into equity.

"There are several options to swap it. It could be with Vallar's shares, Bumi's shares or BRM's shares," Kenneth P. Farrell, a Bumi director, told Reuters. 

"But it fully depends on CIC approval," said Farrell, also the chief executive officer of Bumi Resources Minerals (BRM) . 

The Bakrie Group, including Bakrie & Brothers, and the Rothschild banking dynasty joined forces in November for Vallar to take a 25 percent stake in Bumi and a 75 percent stake in Berau Coal Energy . The Bakrie Group will own 43 percent in Vallar, which was renamed Bumi Plc on Tuesday. 

Bumi has said its first priority was to repay a first tranche of $600 million in debt this October -- two years earlier than scheduled -- out of a total $1.9 billion it owes to China's sovereign wealth fund. CIC was unavailable for immediate comment. Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 April 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk per
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 26,43 poin (-0,71%) ke level 3.707,98, seiring maraknya aksi profit taking dan koreksi mayoritas indeks bursa regional. Asing membukukan penjualan bersih Rp 340 milliar. Secara teknikal, Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend dan mulai meninggalkan area overbought. Seiring dengan itu, hari ini indeks akan bergerak di kisaran 3.651–3.728. Cermati TLKM, PTBA, dan SMGR.

2. Kresna Sekurindo
Minimnya katalis membuat IHSG masih dalam tekanan. Level 3.675 akan menjadi kunci pergerakan indeks dalam jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.675-3.730 dengan PTBA dan TLKM sebagai saham pilihan.

3. Woori Korindo Securities
Indeks kemarin tertekan dan membentuk pola engulfing bear yang berpotensi membuat arah IHSG menjadi downtrend. Pola engulfing bear pada IHSG juga didukung oleh melemahnya momentum dan potensi indikator MACD yang membentuk pola deadcross. Pada perdagangan hari ini, indeks kami perkirakan akan cenderung tertekan di kisaran level 3.651-3.730. Saham-saham pilihan kami antara lain BJBR, PGAS, BBCA, TLKM dan BBKP.








Rekomendasi HD Capital, 15 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 15 April 2011.
BUY: (BBRI, ADRO, PTBA, TLKM)
  • Walaupun didera profit taking regional kemarin, IHSG hanya masuk ke pola konsolidasi (sideways) untuk memperkuat daerah akumulasi support di 3.730-3.700 sehingga skenario mengetes old high di 3.770 dapat berlanjut.
  • IHSG close (14-04) 3.711.727(-22.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.700-3.650-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BRI (BRI): (BUY) (target: Rp 6.400) (close 14/04 Rp 6.200)
  • Perubahan pencatatan laporan keuangan yang akan meningkatkan nilai aset dan laba emiten perbankan menjadi katalis positif untuk mengumpulkan big cap pemain mikro UKM dengan valuasi PER 13x 2011, yang merupakan termurah diantara bank2 besar lainnya seperti BMRI, BBNI, dan BBCA yang diperdagangkan di atas PER 16x.
  • Entry (1) Rp 6.100, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 22.650) (Close 14/04 Rp 22.250)
  • Outlook permintaan energi dan batubara dalam negeri yang tinggi membuat proyeksi laba dinaikkan sebesar 7% untuk 2011 sehingga dapat offset kekecewaan pasar akibat penurunan kinerja di 2010 sebelumnya.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 22.200, Entry (2) Rp 21.900, Cut loss point: Rp 21.700
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.350) (Close 14/04 Rp 7.200)
  • Saham big cap pengerak index ini diperdagangkan di PER 12x/PBV 3x dengan ROE 25 (valuasi murah dan kinerja profitable), cukup menarik dilirik setelah sekian lama terkonsolidasi.
  • Downgrade fundamental sudah tercermin dalam koreksi sebelumnya di bawah Rp 7.000 beberapa bulan lalu
  • Entry: (1) Rp 7.100, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.850
 
4.  Adaro Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.375) (close 14/04 Rp 2.275)
  • Kenaikan harga batubara ke $123/ton dari $120/ton offset downgrade fundamental dan proyeksi laba analis asing (kelihatannya downgrade sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dari Rp 2.500) sehingga rekomen akumulasi karena secara technical mulai masuk pola sideways (tren samping) dengan kecendrungan breakout.
  • Exit (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 2.200, Cut loss point: Rp 2.100

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Thursday, April 14, 2011

Indonesia to name Kalimantan rail project winner in Dec

Indonesia will announce the winning bid for a $2.2 billion coal railway project in Kalimantan in December and it has shortlisted four bidders, the governor of Central Kalimantan province said on Thursday at an infrastructure conference in Jakarta. 

The government had previously said it would announce the winner for the project in February 2011. 

"The winner of the Puruk Cahu-Bangkuang railway project will be announced in December and we have four bidders on the shortlist," said provincial governor Teras Narang.

The four are Itochu Corp , Kalimantan firm Mega Guna Ganda, Bakrie Indo Infrastructure, a unit of Indonesia's Bakrie Group, and the MAP consortium, which the governor said had British connections. 

The 185-km (115-mile) railway will connect Puruk Cahu in inland Central Kalimantan province to a port on the coast. Source: Reuters

GMR to start mining coal in Indonesia next month

GMR Energy would start mining activity at its coal mine in Indonesia from next month, according to a source. "The company would start extracting coal from one of the two separate blocks in South Sumatra, Indonesia next month," he said.

In 2009, GMR Energy acquired 100 per cent ownership of PT Barasentosa Lestari (PTBSL), a coal mining company in Indonesia for about USD 100 million. PT BSL is holding a legal coal mining licence under the Coal Contract of Work issued by the government of Indonesia. The licence provides 25 year mining authorisation over two separate coal blocks in South Sumatra, Indonesia.

The company bought the coal mine with the purpose of securing fuel supplies for its thermal power projects in India. These acquisitions will also help in circumventing the volatility of fuel prices for its imported coal based coastal power plants in India.

Meanwhile, the company has acquired a 33.5 per cent stake in Homeland Energy Group Ltd (HEG) which owns coal properties in South Africa through its subsidiary the Homeland Mining and Energy (HMESA).

HEG owns a controlling interest in the already operational Kendal mines, fully explored Eloff mines and other exploration sites with total mineable reserves of around 300 million tonnes. GMR Energy has acquired 100 per cent ownership interest in EMCO Energy Ltd, (a subsidiary of EMCO Ltd), a Public Limited Company.

EMCO Energy is developing a 600 MW coal based power plant, in two phases (of 300 MW capacity each), in Warora, Maharashtra. GMR Energy is operating a 200 MW coal-based project at Chennai in Tamil Nadu and is also constructing 1,050 MW thermal project at Dhenkanal in Orissa, which would be operational next year. Source: Economic Times