rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Tuesday, October 26, 2010

Merrill Lynch Borong Jasa Marga

Merrill Lynch masih memborong saham Jasa Marga pada hari ini. Volume saham yang dibeli sebanyak 4.281 lot di harga rata-rata Rp 3.793 tanpa menjual sama sekali. Sedangkan investor lokal kembali membeli setelah sempat melepas saham ini.

Aksi pembelian oleh investor lokal dilakukan melalui broker Ekokapital Sekuritas, Kresna Graha Sekurindo, Bahana Securities, dan E-Trading Securities. Meski demikian, harga saham JSMR turun Rp 25 ke Rp 3.775.

Lihat berita juga:
Empat broker asing buru saham Jasa Marga


1
ML
MERRILL LYNCH INDONESIA
89
4,281
3,793.06
-
-
-
4,281
4,281
2
ES
EKOKAPITAL SEKURITAS
25
500
3,795.00
-
-
-
500
500
3
KS
KRESNA GRAHA SEKURINDO TBK.
20
436
3,781.59
-
-
-
436
436
4
DX
BAHANA SECURITIES
18
371
3,793.26
1
21
3,800.00
350
392
5
YP
ETRADING SECURITIES
42
274
3,794.07
12
74
3,786.82
200
348
50
CP
VALBURY ASIA SECURITIES
6
150
3,795.00
36
1,220
3,776.43
-1,070
1,370
51
KZ
CLSA INDONESIA
-
-
-
46
1,340
3,794.40
-1,340
1,340
52
AZ
SUCORINVEST CENTRAL GANI
-
-
-
15
1,717
3,800.00
-1,717
1,717

Laba Bersih Danamon Kuartal III-2010 Melonjak 61%

Bank Danamon Indonesia hari ini mengumumkan perolehan laba bersih pada September 2010 sebesar Rp 2,2 triliun, naik 61% dari September 2009 sebesar Rp 1,36 triliun. Lonjakan laba bersih ini dikontribusikan oleh pertumbuhan kredit dari berbagai segmen nasabah.

Direktur Utama Danamon Henry Ho mengatakan, “Kondisi usaha yang stabil dalam beberapa kuartal terakhir telah memungkinkan Danamon untuk mencapai tingkat pertumbuhan kredit di semua lini bisnis,”  jelas dia.

Pada akhir September 2010, kredit Danamon mencapai Rp 77,37 triliun atau tumbuh 25% dari tahun lalu sebesar Rp 62,14 triliun.

Harga saham Bank Danamon naik Rp 150 menjadi Rp 6.850.

Deutsche dan Credit Suisse Borong Saham Bank Tabungan Negara

Duet investor asing Deutsche Securities Indonesia dan Credit Suisse Securities Indonesia terlihat memborong saham Bank Tabungan Negara (BBTN). Deutsche memborong 7.466 lot di harga RP 2.033 dan Credit Suisse 5.650 lot di harga Rp 2.032.

Aksi investor asing di kedua broker tersebut terkait dengan cemerlangnya kinerja BBTN hingga kuartal III-2010. Laba bersihnya naik 84% menjadi Rp 597 miliar. 

Namun, aksi investor lokal yang merealisasikan keuntungannya membuat laju kenaikan saham BBTN tertahan. Harga saham ini sempat naik Rp 2.050 dengan volume besar, namun kemudian turun ke level 2.000, sebelum akhirnya ditutup stagnan di posisi Rp 2.025.

Aksi jual investor lokal dimotori oleh Mandiri Sekuritas yang menjual 4.192 lot diikuti Hortus Danavest 2.444 lot, serta Bumiputera Capital 3.526 lot dan Indo Premier Securities 2.654 lot.

Lihat berita juga:
5 Broker Borong Saham Bank Tabungan Negara

1 DB DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA 141 7,466 2,033.59 - - - 7,466 7,466
2 CS CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA 94 5,650 2,032.30 10 352 2,025.00 5,298 6,002
3 OD DANAREKSA SEKURITAS 101 1,935 2,027.31 59 657 2,035.20 1,278 2,592
4 KC ASIA KAPITALINDO SECURITIES TBK. 18 735 2,023.20 1 5 2,025.00 730 740
5 HP HENAN PUTIHRAI 8 650 2,028.85 5 60 2,004.17 590 710
69 PD INDO PREMIER SECURITIES 102 1,323 2,031.82 83 2,654 2,027.31 -1,331 3,977
70 ZR BUMIPUTERA CAPITAL INDONESIA 34 2,061 2,026.32 59 3,526 2,032.09 -1,465 5,587
71 HD HORTUS DANAVEST TBK. - - - 42 2,444 2,025.00 -2,444 2,444
72 CC MANDIRI SEKURITAS 42 894 2,038.98 141 4,192 2,025.27 -3,298 5,086

UBS Securities Borong 18 Ribu Lot Saham Bank Mandiri

Investor asing melalui broker UBS Securities Indonesia memborong 18 ribu lot saham Bank Mandiri di harga rata-rata Rp 7.070. Aksi beli ini juga diikuti oleh investor lokal melalui beberapa broker seperti CLSA Indonesia yang membeli 7.825 lot dan Kim Eng Sekuritas 8.173 lot.


Investor asing juga masuk memborong saham Mandiri melalui broker Macquarie Securities Indonesia dengan volume sebanyak 3.112 lot dan sebagian melalui BNP Paribas Peregrine sebanyak 2.759 lot.


Animo beli yang besar terhadap saham Mandiri ini, baik oleh investor asing maupun lokal, sukses mengangkat harga saham BMRI naik Rp 250 atau 3,62% menjadi Rp 7.150. Aksi borong ini dilakukan karena laporan keuangan Bank Mandiri kuartal III-2010 segera keluar pada pekan ini dan diyakini laba bersihnya akan melonjak.




1 AK UBS SECURITIES INDONESIA 529 18,000 7,070.00 1 200 7,050.00 17,800 18,200
2 KZ CLSA INDONESIA 178 7,825 6,970.95 - - - 7,825 7,825
3 ZP KIM ENG SEKURITAS 224 8,173 7,044.79 74 2,214 7,050.11 5,959 10,387
4 RX MACQUARIE SECURITIES INDONESIA 76 3,112 7,077.23 - - - 3,112 3,112
5 BW BNP PARIBAS PEREGRINE 89 2,759 7,024.88 7 84 7,100.00 2,675 2,843
6 BK J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA 37 2,454 7,100.00 - - - 2,454 2,454
93 LG TRIMEGAH SECURITIES TBK. 48 590 6,995.25 149 4,360 7,088.57 -3,770 4,950
94 OD DANAREKSA SEKURITAS 17 224 7,053.57 169 4,481 7,065.28 -4,257 4,705
95 BJ ANDALAN ARTHA ADVISINDO SEKURITAS 4 73 6,993.84 30 4,585 7,011.45 -4,512 4,658
96 CC MANDIRI SEKURITAS 211 5,214 7,094.71 179 11,385 7,022.18 -6,171 16,599

BNI may raise up to $1.4 bln in rights issue

* Sets price range for rights at 2,300-3,700 rph per share
* May raise between 7.76 trln rph to 12.49 trln rph
* Plans to issue 3.374 bln new shares in rights issue
* Could be Indonesia's second biggest rights issue

PT Bank Negara Indonesia (BBNI), the nation's No.4 lender, may raise up to 12.49 trillion rupiah ($1.40 billion) in a December rights issue, based on the price range set by the bank on Tuesday.

The state-owned bank's capital raising could be the second biggest rights issues in Indonesia after PT Bakrie & Brothers (BNBR), controlled by the Bakrie Group, raised about 40 trillion rupiah in 2008.

Rival state-owned lender PT Bank Mandiri (BMRI), also plans a rights issue and could raise up to $1.5 billion but the government has decided to delay the Mandiri plans until 2011.
BNI set the price range for the rights issue at 2,300 to 3,700 rupiah, which represents a discount of between 6.3 percent to 42 percent of the closing share price on Monday at 3,950 rupiah.

It had previously planned to raise 6 to 7 trillion rupiah, but now sees greater demand from investors who have driven the Jakarta stock market to record highs this year seeking exposure to strong consumer demand in Southeast Asia's biggest economy.

BNI finance director Yap Tjay Soen said recently that the bank expects to sell new shares "above 3,000 rupiah a share."

The bank will issue 3.374 billion new shares through a rights issue, or equal to an 18 percent stake, and the government's stake will be diluted to 60 percent from 73 percent.

About 80 percent of the capital raising would be used to increase loan penetration, while the rest would be used to develop banking infrastructure, the bank said.

The government raised $153 million by selling a 3.1 percent stake in BNI in August at only a 3 percent discount to the share price at the time, with the sale heavily oversubscribed, reflecting the strong demand for bank stocks.

Shares in BNI, which has a market capitalisation of $6.7 billion, have risen 96 percent so far this year, out performing the broader market's 42 percent rise.

The bank has picked Goldman Sachs (GS.N) and UBS (UBSN.VX) as its joint global coordinators, with Credit Suisse (CSGN.VX), Morgan Stanley (MS.N) and Macqurie (MQG.AX) its global bookrunners. Source: Reuters

Riset Jasa Marga oleh Kim Eng Sekuritas

Riset Jasa Marga oleh Kim Eng Sekuritas. Rekomendasi beli dengan target harga Rp 4.600. Kim Eng menilai saham Jasa Marga merupakan investasi terbaik di Indonesia tanpa khawatir dengan lonjakan inflasi yang tinggi.

Riset Jasa Marga Oleh Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Rekomendasi HD Capital, 26 Oktober 2010

Untuk perdagangan Selasa, 26 Oktober 2010, HD Capital merekomendasikan empat saham pilihan, yakni Bumi Resources (BUMI), Bank Central Asia (BBCA), Kalbe Farma (KLBF), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA).
BUY: (BUMI, BBCA, KLBF, PTBA)
* Data ekonomi akhir bulan seperti inflasi, expor impor, GDP serta penguatan rupiah & laporan keuangan Q3 2010 beberapa emiten yang belum keluar dapat mendorong IHSG bermain di "new territory" diatas all time high 3.643
* IHSG close (25-10) 3.628. (+30.742/+0.80%) (Val.Rp.4.0T)

* Support: 3.580-3.540-3.495, Resistance: 3.640-3.660-3.700

Stock picks:

1. Bumi Resources (BUMI): (BUY) (Target: Rp 2.550) (close 25/10 Rp 2.375)

* Pelaku pasar mulai akumulasi menjelang keluarnya laporan keuangan Q3 2010 pada tanggal 30 Oktober nanti.

* Proyeksi laba per saham (EPS) 2011F menjadi optimis pasca pengurangan utang dari dana hasil rights issue kemarin.

* Entry: (1) Rp 2.350, Entry (2) Rp 2.300, Cut loss point: Rp 2.250

2. Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp 7.150) (Close 25/10 Rp 6.900)

* Selain optimisme terhadap laporan keuangan Q3 2010, penguatan rupiah yang menurunkan yield obligasi RI (salah satu komponen menghitung valuasi Bank dengan Gordon Growth Discount model) membuat valuasi BBCA yang tadinya terlalu mahal menjadi menarik untuk sementara waktu.
* Secara teknikal memang menarik untuk akumulasi karena akan mencoba new high diatas Rp 7.000.
* Entry (1) Rp 6.850, Entry(2) Rp 6.750, Cut loss point: Rp 6.650

3. Kalbe Farma (KLBF) (BUY): (Target: Rp 2.800) (Close 25/10 Rp 2.650)

* Penguatan rupiah selama 9-bulan terakhir sangat membantu kinerja KLBF karena biaya impor bahan baku obat yang dalam US$ menjadi berkurang.
* Selain optimisme terhadap laporan keuangan Q3 2010, outlook proyeksi EPS 2011F juga masih didukung oleh skenario rupiah yang masih akan stabil di 9,000-9,200.
* Entry: (1) Rp 2.625, Entry (2) 2.525, Cut loss point: Rp 2.475

4. Bukit Asam (PTBA) (BUY) (Target: Rp.21.500) (close 25/10 Rp.19.850)

* Koreksi yang terjadi pasca keluarnya laporan keuangan Q3 2010 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi mengingat para analis masih optimis untuk proyeksi EPS 2011F
* Secara kinerja profitabilitas PTBA sangat baik dengan Net Profit Margin (NPM) 24%, (tertinggi di sekornya).
* Entry: (1) Rp 19.800, Entry (2) Rp 19.500, Cut-loss point: Rp 19.150

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 26 Oktober 2010


Rekomendasi dari empat sekuritas untuk perdagangan Selasa, 26 Oktober 2010, termasuk saham-saham yang patut dicermatin oleh para investor.

1. Kresna Securities
IHSG kembali menguat didukung pergerakan indeks bursa kawasan Asia pada Senin (25/10). Laporan keuangan emiten kuartal III-2010 akan menjadi katalis market pekan ini. IHSG diperkirakan bergerak di antara 3.615-3.670. Saham pilihan INDF dan UNTR.

2. Trimegah Securities
Dengan membaiknya minat beli pelaku pasar pada beberapa saham unggulan, mampu menjadi katalis bagi kenaikan IHSG kemarin. Keberhasilan indeks ditutup di atas level psikologis 3.600 akan membuka peluang penguatan lanjutan. Pergerakan IHSG hari ini berada di kisaran 3.625-3.678. Saham pilihan INCO dan INDY.

3. Erdikha Sekuritas
IHSG akhirnya berhasil ditutup pada level tertinggi menjadi 3.643,49 karena menguat 1,3%. Kenaikannya ditopang saham sektor perkebunan karena sentimen positif dari penguatan harga CPO global dan kenaikan saham sektor keuangan.  IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan terbatas dan bergerak pada kisaran 3.580-3.675. Kami merekomendasi saham BBCA, BBTN, dan MEDC.     

4. Sinarmas Sekuritas
Ekspektasi pasar terhadap angka existing home sale AS September 2010 lebih baik dibandingkan dengan Agustus lau. Katalis IHSG hari ini akan dipicu oleh kenaikan indeks global terkait dengan angka existing home sales AS. Rentang gerak IHSG pada kisaran 3.589–3.668. Saham pilihan INDF, TINS, dan INCO.


KL tin market expected to continue uptrend this week

The Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) is likely to continue its uptrend this week with prices expected to trade around US$27,500 per tonne, dealers said.

A dealer said prices would be firmer on the back of strong fundamentals and a weak US currency. “There is a shortfall in supply and demand currently. With the weather conditions in China and Indonesia, this weak supply deficit will be more than expected,” the dealer said.

On a weekly basis, the tin price on the KLTM settled at US$26,600 per tonne with a slight fall of US$50 on Friday while the tin price on the LME dropped US$500 to US$26,250 per tonne.

Total turnover decreased to 197 tonnes from 270 tonnes the previous Friday.
The price differential between the KLTM and the LME widened to a premium of US$575 per tonne last week from the US$120 per tonne previously. – Bernama. Source: The Star Online

Monday, October 25, 2010

Empat Broker Asing Buru Saham Jasa Marga

Merrill Lynch terus memborong saham Jasa Marga. Khusus hari ini saja, broker tersebut memborong 7.015 lot saham JSMR di harga Rp 3.806, tanpa menjual sama sekali. Aksi beli oleh Merrill Lynch ini dilakukan oleh nasabah asing pada broker tersebut.

Selain melalui Merrill Lynch, investor asing juga memborong saham JSMR melalui UBS Securities Indonesia sebanyak 2.955 lot, JP Morgan Securities Indonesia 1.206 lot, dan ABN AMRO Asia Securities sebanyak 1.192 lot. Keempat broker asing ini memborong saham JSMR tanpa menjual sama sekali.

Aksi borong ini sukses mengangkat harga saham JSMR naik Rp 50 menjadi Rp 3.800 setelah sempat menyentuh Rp 3.875.

Lihat berita juga:
 UBS Securities Borong 12 Ribu Lot Saham Jasa Marga (Jumat)
Merrill Lynch Borong Saham Jasa Marga (Kamis)


1 ML MERRILL LYNCH INDONESIA 86 7,015 3,806.35 - - - 7,015 7,015
2 AK UBS SECURITIES INDONESIA 40 2,955 3,818.90 - - - 2,955 2,955
3 BK J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA 26 1,206 3,832.38 - - - 1,206 1,206
4 HG ABN AMRO ASIA SECURITIES INDONESIA 16 1,192 3,816.82 - - - 1,192 1,192
5 HP HENAN PUTIHRAI 19 559 3,816.10 2 50 3,875.00 509 609
54 RG MILLENNIUM ATLANTIC SECURITIES - - - 41 2,000 3,773.75 -2,000 2,000
55 ZP KIM ENG SEKURITAS 27 2,380 3,812.85 126 5,924 3,806.74 -3,544 8,304
56 IF SAMUEL SEKURITAS INDONESIA 4 30 3,800.00 50 4,000 3,825.00 -3,970 4,030