rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Tuesday, November 2, 2010

ABN AMRO Terus Koleksi Saham ROTI

Investor asing yang menjadi nasabah ABN AMRO Asia Securities Indonesia terus mengoleksi saham Nippon Indosari Corpindo (ROTI), produsen roti bermerek Sari Roti, sejak di harga Rp 2.800.


Hari ini saja, ABN AMRO membeli 1.727 lot di harga rata-rata Rp 3.205, tanpa menjual sama sekali. Aksi beli investor asing juga dilakukan melalui DBS Vickers Securities Indonesia sebanyak 1.750 lot di harga rata-rata Rp 3.241.


Aksi ini sukses mengangkat harga saham ROTI Rp 75 menjadi Rp 3.175 setelah sempat menyentuh Rp 3.375.


1
DP
DBS VICKERS SECURITIES INDONESIA
71
1,750
3,241.77
-
-
-
1,750
1,750
2
HG
ABN AMRO ASIA SECURITIES INDONESIA
103
1,727
3,205.79
-
-
-
1,727
1,727
3
SM
MILLENIUM DANATAMA SEKURITAS
40
672
3,188.39
38
602
3,232.06
70
1,274
4
KS
KRESNA GRAHA SEKURINDO TBK.
2
52
3,226.92
2
2
3,200.00
50
54
39
YP
ETRADING SECURITIES
70
304
3,251.23
99
506
3,232.95
-202
810
40
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
6
58
3,212.50
27
294
3,229.51
-236
352
41
YU
CIMB-GK SECURITIES INDONESIA
-
-
-
87
2,351
3,219.64
-2,351
2,351







Investor Asing Lepas 139 Ribu Lot Saham Telkom

Investor asing masih terus melepas saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), setelah melihat ketidakmampuan manajemen untuk mengangkat kinerja perusahaan, sehingga laba bersihnya terus menurun. Aksi jual terus dilakukan sejak kemarin.


Khusus hari ini, motor penjualan dilakukan oleh investor asing di Macquarie Securities Indonesia, yang menjual hingga 88.392 lot. Disusul JP Morgan 29.338 lot, DBS Vickers Securities Indonesia 11.247 lot, UBS Securities Indonesia 2.931 lot, dan Deutsche Securities Indonesia 8.246 lot. Investor lokal juga terlihat turut melepas saham TLKM melalui CLSA Indonesia dan Kim Eng Sekuritas masing-masing sebanyak 17.209 lot dan 10.553 lot.


Sedangkan animo beli masih minim. Pembelian paling banyak hanya dilakukan nasabah Mandiri Sekuritas sebanyak 10.980 lot dan Nusadana Capital Indonesia 12.501 lot serta Trimegah Securities 9.756 lot.



1 CC MANDIRI SEKURITAS 198 10,980 8,382.58 43 584 8,353.68 10,396 11,564
2 DR NUSADANA CAPITAL INDONESIA 157 12,501 8,391.47 62 2,220 8,485.70 10,281 14,721
3 LG TRIMEGAH SECURITIES TBK. 314 9,756 8,376.39 22 176 8,392.33 9,580 9,932
4 DX BAHANA SECURITIES 40 8,206 8,316.72 35 604 8,469.95 7,602 8,810
102 DB DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA 38 5,948 8,404.31 138 8,246 8,391.89 -2,298 14,194
103 AK UBS SECURITIES INDONESIA 4 456 8,574.12 84 2,931 8,524.24 -2,475 3,387
104 ZP KIM ENG SEKURITAS 181 4,226 8,362.26 376 10,553 8,391.58 -6,327 14,779
105 DP DBS VICKERS SECURITIES INDONESIA 34 3,590 8,345.47 556 11,247 8,362.95 -7,657 14,837
106 KZ CLSA INDONESIA 9 1,070 8,497.20 509 17,209 8,327.84 -16,139 18,279
107 BK J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA 22 6,082 8,353.18 982 29,338 8,376.82 -23,256 35,420
108 RX MACQUARIE SECURITIES INDONESIA 94 26,800 8,385.45 2626 88,392 8,373.13 -61,592 115,192

JP Morgan Borong 42 Ribu Lot Saham Perusahaan Gas Negara

Saham Perusahaan Gas Negara untuk pertama kalinya sejak 26 April 2010 berhasil ditutup di posisi Rp 2.225. Level ini merupakan titik kritis untuk menentukan apakah saham PGAS bisa naik atau turun. Pasalnya, sejak 26 April 2010, harga saham PGAS selalu diperdagangkan di kisaran Rp 3.800-Rp 4.225.


Harga saham PGAS pernah mencapai level tertingginya Rp 4.400 pada 25 Maret 2010 dan Rp 4.300 pada 6 April 2010.


Hari ini, saham PGAS kembali mencoba menyundul ke atas dengan berupaya melewati angka Rp 4.225. Animo beli terlihat sangat luar biasa dengan motor utama investor asing melalui JP Morgan yang memborong 42.562 lot di harga Rp 4.184.


Investor asing juga terlihat memborong saham PGAS melalui broker Macquarie Securities Indonesia dengan volume 16.510 lot (Rp 4.186), CIMB-GK Securities Indonesia 13.548 lot (Rp 4.195), dan Credit Suisse Securities Indonesia 11.130 lot.


Akibat pembelian masif ini, harga saham PGAS naik Rp 75.
 
1 BK J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA 689 42,562 4,184.95 5 400 4,125.00 42,162 42,962
2 DX BAHANA SECURITIES 359 16,056 4,186.47 9 41 4,200.61 16,015 16,097
3 RX MACQUARIE SECURITIES INDONESIA 317 16,510 4,186.54 2 2,000 4,050.00 14,510 18,510
4 YU CIMB-GK SECURITIES INDONESIA 355 13,548 4,195.93 52 2,536 4,190.83 11,012 16,084
5 KZ CLSA INDONESIA 143 9,307 4,179.23 - - - 9,307 9,307
6 CS CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA 183 11,130 4,155.80 2 2,800 4,096.29 8,330 13,930
7 HG ABN AMRO ASIA SECURITIES INDONESIA 145 6,000 4,200.00 - - - 6,000 6,000
105 NI BNI SECURITIES 34 557 4,181.60 299 10,437 4,169.20 -9,880 10,994
106 RO NISP SEKURITAS 1 10 4,200.00 81 11,044 4,179.07 -11,034 11,054
107 CC MANDIRI SEKURITAS 12 424 4,208.96 115 11,584 4,188.24 -11,160 12,008
108 OD DANAREKSA SEKURITAS 45 1,037 4,128.23 339 13,647 4,180.74 -12,610 14,684

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 2 November 2010

Berikut rekomendasi empat sekuritas ternama, berikut saham-saham pilihan yang patut Anda cermatin untuk perdagangan hari ini, Selasa 2 November 2010.

1. Trimegah Securities
Bergerak mixed, IHSG akhirnya ditutup positif dengan kenaikan signifikan menjelang penutupan pada Senin (1/11). Dengan stochastic cenderung golden cross, indeks berpotensi kembali menguat ditopang oleh minat beli pelaku pasar. Namun juga patut diperhatikan divergensi negatif antara volume dengan pergerakan IHSG yang merupakan sinyal bearish. IHSG hari ini  bergerak pada kisaran 3.624-3.666. Saham pilihan ADRO, BSDE, dan KLBF.

2. Kresna Securities
Data inflasi yang lebih baik dari ekspektasi pasar tidak mampu menjadi katalis bagi market dan IHSG kembali berkonsolidasi kemarin. IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways di kisaran 3.600-3.665. Saham pilihan BMRI dan SMCB.

3. Sinarmas Sekuritas
Angka inflasi Oktober 2010 sebesar 0,06% atau dibawah dari ekspektasi pasar, mampu mengangkat indeks ke zone positif Senin lalu. IHSG hari ini berpeluang menguat seiring sentimen positif dari dalam negeri. Indeks bergerak pada kisaran 3.624-3.677. Saham pilihan BBNI, BDMN, WIKA, dan INDF.

4. Sucorinvest Central Gani
IHSG berfluktuasi dan akhirnya ditutup plus 9,823 poin ke level 3.645,15 kemarin. Pergerakan indeks diwarnai kenaikan saham keuangan dan penurunan saham infrastruktur, dan properti, di tengah penguatan indeks bursa global setelah manufaktur Tiongkok tumbuh dengan laju tercepat dalam enam bulan terakhir. Broker asing net sell Rp 521 miliar. IHSG hari ini diperkirakan mixed pada kisaran 3.630-3.667. Buy BBCA, BMRI, dan KLBF.


Rekomendasi HD Capital, 2 November 2010

Untuk perdagangan Selasa, 2 November 2010, HD Capital merekomendasikan empat saham pilihannya, yakni Indofood Sukses Makmur (INDF), Bumi Serpong Damai (BSDE), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS), dengan rekomendasi beli.

BUY: (INDF, BSDE, TLKM, PGAS)
  • Koreksi yang diakibatkan oleh kecewanya pasar bahwa pertumbuhan laba bersih emiten di Q3 2010 yang hanya 16% (di bawah ekspektasi pasar 20%) serta kinerja laporan keuangan TLKM yang laba bersih tergerus 4% dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi mengingat efek ini hanya sementara.
  • IHSG close (01-11) 3.631. (-4.569/-0.13%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.580-3.540-3.495, Resistance: 3.640-3.660-3.700
 
Stock picks:
 
1.    Indofood (INDF): (BUY) (Target: Rp 5.350) (close 01/11 Rp 5.100)
  • Kinerja laba bersih Q3 2010 tidak menampilkan penurunan laba bersih maupun margin keuntungan tergerus akibat kenaikan cost gandum untuk bahan pembuatan mie instan seperti yang ditakutkan.
  • Rekomen akumulasi untuk breakout dari sideways pattern in di atas Rp 5.200
  • Entry: (1) Rp 5.050, Entry (2) Rp 4.950, Cut loss point: Rp 4.850
 
2.   Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.250) (Close 01/11 Rp 4.075)
  • Kinerja laba bersih di Q3 2010 yang tumbuh tipis 4% merupakan hal yang positif mengingat di Q2 2010 sebelumnya laba perseroan sempat turun, sehingga optimisme analis untuk menaikan proyeksi laba per saham untuk 2011F cukup beralasan.
  • Masalah suplai gas mulai teratasi dan akan tuntas
  • Entry (1) Rp 4.075, Entry(2) Rp 4.025, Cut loss point: Rp 3.975
 
3.   Bumi Serpong Damai (BSDE) (BUY): (Target: Rp 990) (Close 28/10 Rp 870)
  • Sektor properti sangat diuntungkan dari kebijakan suku bunga tetap karena akan memicu pertumbuhan kredit rumah (KPR).
  • Rekomen pemain properti residential ini dengan landbank terbesar setelah ELTY, namun dengan Net profit margin (NPM) yang jauh lebih tinggi (30%).
  • Profitabilitas tinggi (OPM & NPM diatas 30%) offset valuasi PER/PBV yang tidak murah di sektornya.
  • Entry: (1) Rp 860, Entry (2) 840, Cut loss point: Rp 820
 
4.   Telekomunikasi (TLKM) (BUY) (Target: Rp 8.850) (close 1/11 Rp 8.650)
  • Reaksi pasar akibat kinerja laba bersih Q3 2010 yang turun 4% akibat selisih kurs terlalu berlebihan karena diperkirakan laba tidak tergerus terus hingga akhir tahun 2010 (Q4).
  • Rekomen akumlasi untuk technical rebound di atas Rp 9.000
  • Entry: (1) Rp 8.600, Entry (2) Rp 8.450, Cut-loss point: Rp 8.250
 
Dibuat oleh
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, November 1, 2010

Riset Bank Danamon oleh OSK

Riset Bank Danamon oleh OSK. Target harga dinaikkan dari Rp 6.800 menjadi Rp 7.800. Laba bersih Danamon kuartal III-2010 naik 55,6% secara year on year sedangkan secara kuartalan naik 5%. Kinerja ini masih sejalan dengan ekspektasi pasar.

Riset Bank Danamon oleh OSK                                                                                                                                   

KL tin mart set to trend upwards

The Kuala Lumpur Tin Market (KLTM) is likely to be on uptrend next week with prices set to hover around US$27,000 per
tonne, dealers said.

A dealer said strong fundamentals would spur prices to improve further.

"With the current price levels at their peak, sellers are cautious of the market," he said.

He said buyers would have no options but to buy the commodity at the current high prices if they needed it.

On Friday, the price was unchanged following firm undertone in the market.

On a Friday-to-Friday basis, the tin price on the KLTM declined by US$350 to settle at US$26,250 per tonne, while price on the London Metal Exchange shed US$200 to US$26,250 per tonne.

Total turnover declined to 160 tonnes from 197 tonnes last Friday.

The price differential between the KLTM and LME narrowed to a premium of US$420 per tonne this week from the US$575 per tonne previously. -- Bernama. Sources: Business Times

Rekomendasi HD Capital, 1 November 2011

HD Capital merekomendasikan empat saham pilihan, yakni PT Timah (TINS), Adaro Energy (ADRO), Bank Central Asia (BBCA), dan Bakrieland Development (ELTY) untuk Anda cermatin dengan rekomendasi beli.

BUY: (TINS, ADRO, BBCA, ELTY)
  • Bila masih terjadi penekanan lebih lanjut rekomen akumulasi untuk techical rebound mengetes resistance all time high di 3656
  • IHSG close (29-10) 3.632. (-3.435/-0.13%) (Val.Rp.3.8T)
  • Support: 3.580-3.540-3.495, Resistance: 3.660-3.700 -3.750
 
Stock picks:
 
1.    Tambang Timah (TINS): (BUY) (Target: Rp 3.050) (close 29/10 Rp 2.850)
  • Kenaikan laba bersih 178% di Q3 2010 versus periode sama tahun lalu dan peningkatan output seharusnya menjadi katalis positif untuk menahan penurunan lebih lanjut, sehingga rekomen akumulasi untuk technical rebound.
  • Entry: (1) Rp 2.800, Entry (2) Rp 2.700, Cut loss point: Rp 2.600
 
2.   Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp 2.200) (Close 28/10 Rp 2.100)
  • Sentimen negatif dari penurunan laba di Q3 2010 akibat produksi batubara terganggu dari curah hujan berlebihan kelihatannya sudah mulai terdiskon di koreksi harga dari Rp 2.250. 
  • Outlook pertumbuhan permintaan batubara di 2011 yang optimistis dapat menjadi katalis untuk akumulasi dalam keadaan yang jenuh jual ini (oversold).
  • Entry (1) Rp 2.075, Entry(2) Rp 2.025, Cut loss point: Rp 1.975
 
3.   Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp 7.150) (Close 29/10 Rp 7.000)
  • Net profit margin tertinggi (NPM) dari total kredit yang tersalurkan di sektornya, pemain KPR terbesar yang didukung oleh outlook property dapat offset valuasi yang dianggap sebagian analis mahal untuk rally BBCA mencetak new high di atas Rp 7.000.
  • Entry: (1) Rp 6.900, Entry (2) 6.800, Cut loss point: Rp 6.700
 
4.   Bakrie Realty (ELTY) (BUY) (Target: Rp 172) (close 29/10 Rp 158)
  • Pasca akuisisi Bukit Jonggol dan rights issue, ELTY memiliki landbank terbesar serta PBV termurah di sektor properti.
  • Koreksi berlebihan dari placement saham di Rp 165 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi dalam keadaan jenuh jual jual ini yang telah berlangsung lebih dari sepekan.
  • Entry: (1) Rp 156, Entry (2) Rp 150, Cut-loss point: Rp 145
 
 
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research. (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 1 November 2011

Untuk perdagangan awal bulan ini, Senin 1 November 2011, empat sekuritas ternama memberikan ulasan soal kondisi bursa yang akan terjadi sepanjang hari ini, termasuk saham-saham pilihan yang patut dicermatin. Berikut ulasan detailnya.

1. Trimegah Securities
Aksi tarik-menarik pelaku pasar yang tercermin dari pembentukan candle doji membawa IHSG melemah tipis 0,1% pada Jumat (29/10). Meskipun broker asing net buy, aksi profit taking investor domestik mengakibatkan tekanan yang kuat terhadap IHSG. Dengan sinyal cenderung mixed, indeks berpotensi melanjutkan fase konsolidasi dalam jangka pendek. Hari ini, IHSG bergerak di kisaran 3.609-3.650. Saham pilihan BMRI dan EXCL.

2. E-Trading Securities 
IHSG ditutup melemah 3,5 (0,09%) ke level 3.635 akhir pekan lalu. Namun, investor asing justru net buy sebesar Rp 243 milliar di pasar regular, terutama pada saham sektor banking, animal feed, automotive, dan telecommunication. IHSG hari ini bergerak dalam kisaran 3.600–3.671. Saham yang dapat diperhatikan, antara lain GGRM dan BBRI.

3. Erdhika Sekuritas
IHSG ditutup melemah 3,50 poin (0,1%) menjadi 3.635,32 Jumat lalu. Secara teknikal, pergerakan indeks masih flat. Sedangkan laporan keuangan emiten kuartal III-2010 dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan indeks. Kami memperkirakan, IHSG bergerak pada kisaran 3.590-3.670. Kami juga merekomendasi TINS, PTBA, dan CPIN.

4. Sucorinvests Central Gani
IHSG melemah berfluktuasi karena sempat minus 24 poin dan akhirnya ditutup minus 3,50 poin menjadi 3.635,32. Koreksinya ditopang pelemahan saham sektor komoditas, di tengah penurunan indeks bursa global setelah laba emiten di bawah konsensus, menjelang pengumuman PDB AS, dan menjelang pemilu AS. Broker asing net buy sebesar Rp 243 miliar. IHSG hari ini diperkirakan mixed pada kisaran 3.624-3.646.

Friday, October 29, 2010

Rekomendasi HD Capital, 29 Oktober 2010

Berikut rekomendasi dari HD Capital untuk hari ini, Jumat 29 Oktober 2010.

BUY: (ASRI, INDF, PGAS, INTP)
  • Pasar mulai akumulasi menjelang data inflasi bulan October pada tanggal 31 nanti yang diperkirakan akan lebih rendah dari September sehingga policy BI rate tetap akan berjalan untuk memicu liquidtas masuk ke bursa.
  • IHSG close (28-10) 3.638. (+14.935/+0.43%) (Val.Rp.3.8T) 
  • Support: 3.580-3.540-3.495, Resistance: 3.660-3.700 -3.750
 
Stock picks:
 
1.    Alam Sutera  (ASRI): (BUY) (Target: Rp 270) (close 28/10 Rp 255)
  • Outlook suku bunga tetap serta pertumbuhan GDP sesuai target BI mendukung sektor properti untuk berkembang di 2011 nantinya
  • Laporan keuangan Q3 2010 juga menjadi katalis untuk akumulasi dalam waktu dekat ini. 
  • Entry: (1) Rp 250, Entry (2) Rp 240, Cut loss point: Rp 230
 
2.   Indofood Sukses Makmur (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.500) (Close 28/10 Rp 5.250)
  • Penguatan rupiah yang offset cost tinggi dari kenaikan bahan impor mie gandum, dan pertumbuhan ekonomi (GDP) kondusif untuk sektor consumer terutama INDF
  • Pasar mulai antisipasi laporan keuangan Q3 2010 dimana akan terlihat apakah margin keuntungan terpengaruh oleh naiknya harga gandum selama 3 bulan terakhir.
  • Entry (1) Rp 5.200, Entry(2) Rp 5.050, Cut loss point: Rp 4.900

3.   Indocement (INTP) (BUY): (Target: Rp 19.300) (Close 28/10 Rp 18.300)
  • Suku bunga tetap & pertumbuhan ekonomi yang kondusif, serta outlook infrastructure & property yang cerah sangat mendukung industri semen
  • Entry: (1) Rp.18.100, Entry (2) 17.800, Cut loss point: Rp.17.250
 
4.   Perusahaan Gas (PGAS) (BUY) (Target: Rp 4.250) (close 28/10 Rp 4.075)
  • Pasar mulai akumulasi menjelang laporan keuangan Q3 2010 dan progress report proyek LNG (terminal penerimaan gas) yang diperkirakan rampung 2013.
  • Secara valuasi PGAS masih di bawah IHSG (13x versus 16x-2011F) sehingga potensi adjustement keatas terbuka lebar. 
  • Entry: (1) Rp 4.050, Entry (2) Rp 3.950, Cut-loss point: Rp 3.850
  
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 29 Oktober 2010

Berikut rekomendasi dari empat sekuritas untuk perdagangan hari ini, Jumat 29 Oktober 2010.

1. Trimegah Securities
Dengan bertahan di atas support level 223,6% fibonacci projection, IHSG berhasil rebound walaupun pada awal sesi  mengalami tekanan Kamis (29/10). Indeks berpotensi kembali memasuki fase konsolidasi, dengan resistance berada di level 238,2% projection area. Namun dengan dead cross yang telah terkonfirmasi pada fast moving oscillator, IHSG masih rawan terkoreksi. Hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 3.609-3.653. Saham pilihan INCO, INDF, dan PGAS.

2. Kresna Securities
IHSG masih cenderung bergerak sideways terkait minimnya katalis pendorong bursa. Ekspektasi terhadap laporan keuangan kuartal III-2010 masih akan menjadi katalis market. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.600-3.670. Saham pilihan INTP dan BBCA.

3. Panin Sekuritas
Laporan kinerja kuartal III/2010 menjadi sentimen positif bagi indeks dalam perdagangan kemarin, setelah sehari sebelumnya sempat tertekan karena investor memilih merealisasikan keuntungan. Laporan keuangan masih akan menjadi fokus investor pada perdagangan terakhir pekan ini. Indeks diperkirakan bergerak volatile, di kisaran 3.618-3.660.

4. E-Trading Securities
Kemarin, IHSG ditutup menguat 14 poin (+0.4%) di level 3.638. Investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp27 miliar di pasar regular. Pada hari ini, IHSG diprediksi masih di area overbought yakni di kisaran 3612–3671. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BSDE, INCO, ADES, dan BUVA.