rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Thursday, October 7, 2010

Harga TINS Melonjak Setelah Harga Timah Dunia Capai US$ 26.550

Kenaikan harga timah dunia yang terus mencetak rekor baru membuat harga saham PT Timah Tbk (TINS) juga mengalami hal serupa. Hari ini, ketika harga timah dunia mencetak rekor tertinggi di US$ 26.650, harga TINS melonjak Rp 175 atau 5,47% dan ditutup di Rp 3.375. Sebetulnya, persentase kenaikan saham ini lebih besar dari Rp 175 karena harga TINS sempat menyentuh Rp 3.125 di pagi hari.

Investor asing tampak memborong saham TINS melalui broker CIMB-GK Securities Indonesia dengan volume 12.182 lot di harga rata-rata Rp 3.220. Investor asing broker ini membeli di harga Rp 3.175 kemudian Rp 3.200 dan Rp 3.275. Sedangkan investor lokal dari broker yang sama justru masuk di menit terakhir di harga Rp 3.350.

Investor asing juga tampak memborong saham ini melalui broker JP Morgan Securities Indonesia dengan volume 5.600 lot di harga rata-rata Rp 3.249, tanpa menjual sama sekali.

Sedangkan aksi jual justru banyak dilakukan oleh nasabah lokal melalui broker Philip Securities yang melepas 11.095 lot, Mega Capital Indonesia 5.261 lot, dan Bina Artha Parama 5.417 lot.


Melihat pasokan timah dunia yang semakin tipis, besar kemungkinan harga timah dunia masih terus naik. Apalagi jika prediksi salah satu pejabat ESDM bahwa harga timah dunia bisa menyentuh US$ 28.000 dari saat ini US$ 26.550, harga saham TINS bisa mencapai Rp 5.000.



1
YU
CIMB-GK SECURITIES INDONESIA
182
12,182
3,220.15
60
4,061
3,213.80
8,121
16,243
2
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
126
9,550
3,245.55
25
1,433
3,262.63
8,117
10,983
3
BK
J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
84
5,600
3,249.11
-
-
-
5,600
5,600
4
DX
BAHANA SECURITIES
73
4,807
3,347.34
1
100
3,350.00
4,707
4,907
5
MG
SEMESTA INDOVEST
131
5,295
3,295.30
17
770
3,257.47
4,525
6,065
96
OD
DANAREKSA SEKURITAS
56
2,152
3,295.93
101
4,558
3,292.72
-2,406
6,710
97
AR
BINA ARTHA PARAMA
4
2,125
2,727.94
27
5,417
3,076.36
-3,292
7,542
98
CD
MEGA CAPITAL INDONESIA
29
1,234
3,245.22
55
5,261
3,255.91
-4,027
6,495
99
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
58
1,358
3,256.15
221
11,095
3,191.85
-9,737
12,453


Lihat berita juga:
TINS hits a new high of US$ 26.550





Credit Suisse Borong 323 Ribu Lot Saham ICBP

Credit Suisse Securities Indonesia memborong 323.717 lot saham PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) yang baru listing hari ini. Pembelian seluruhnya dilakukan oleh investor asing. Harga ICBP ketika dibuka langsung naik ke Rp 6.000 dan sempat menyentuh Rp 6.200 dengan volume 11.946 lot. 

Namun, aksi jual yang terus dilakukan oleh broker Kim Eng Sekuritas membuat harga saham ICBP sempat turun ke 5.700. Penjualan dilakukan oleh investor lokal Kim Eng Sekuritas ini mencapai volume 140.764 lot.


Setelah turun ke 5.700, harga saham ICBP secara perlahan kembali naik hingga ditutup di Rp 5.950 atau naik Rp 555 (10,29%). Ini berkat duet investor asing melalui broker Credit Suisse dan Deutsche Securities Indonesia yang juga memborong 98.393 lot.


Investor lokal tidak banyak membeli. Hanya tiga broker lokal yang berani membeli, itu pun dengan volume yang tipis. Ketiga broker itu adalah Phillip Securities Indoensia yang membeli 5.036 lot, Bhakti Securities 3.794 lot, dan Victoria Sekuritas 4.211 lot.


Selebihnya, investor lokal lebih banyak memilih menjual saham ini dan hanya puas dengan keuntungan 10,29%. Itu terlihat dari aksi jual yang dilakukan oleh Kim Eng Sekuritas dan CLSA Indonesia.



1
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
2071
323,717
5,969.83
382
41,959
5,971.40
281,758
365,676
2
DB
DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
660
98,393
5,977.57
68
25,613
5,921.44
72,780
124,006
3
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
173
5,036
5,993.50
153
1,071
5,986.18
3,965
6,107
4
EP
BHAKTI SECURITIES
20
3,794
5,942.17
2
55
6,100.00
3,739
3,849
5
MI
VICTORIA SEKURITAS
31
4,211
6,047.44
17
912
5,958.44
3,299
5,123
98
YU
CIMB-GK SECURITIES INDONESIA
31
2,535
6,067.79
363
29,506
5,949.54
-26,971
32,041
99
LG
TRIMEGAH SECURITIES TBK.
92
9,804
5,893.57
315
54,401
5,942.71
-44,597
64,205
100
KZ
CLSA INDONESIA
40
7,070
5,851.13
215
75,235
5,956.15
-68,165
82,305
101
ZP
KIM ENG SEKURITAS
492
46,075
5,939.63
977
140,764
5,961.02
-94,689
186,839

7000 1
6200 11946
6150 12278
6100 35577
6050 25802
6000 232216
5950 108302
5900 69252
5850 19563
5800 48062
5750 10466
5700 6532
5545 70
5535 10000
5500 180
5475 20280
5470 4000
5463 3318
5454 200
5450 2300
5400 386
5395 52
3000 0

Copper Advances for Third Day, Trades Near 27-Month High; Tin, Nickel Gain

Copper climbed for a third day to trade near its highest price in almost 27 months as U.S. employment data added to signs the Federal Reserve may move to expand credit-easing measures to spur growth. 

Copper for delivery in three months on the London Metal Exchange rose as much as 0.4 percent to $8,293 a metric ton, and traded at $8,276 a ton at 9:09 a.m. in Singapore. The metal touched $8,326 a ton yesterday, the highest price since July 2008. Copper futures for December delivery in New York gained as much as 0.6 percent to $3.7735 a pound. 

Base metals prices are supported by a weaker U.S. dollar, “as markets continue to digest central banks’ current appetite for quantitative easing,” Commonwealth Bank of Australia analyst Lachlan Shaw wrote in an e-mail today. 

The dollar was little changed against a basket of six major currencies including the euro and yen, after falling to the lowest level since January yesterday. A private report yesterday based on payrolls showed unexpected U.S. job losses in September. 

The dollar traded near a 15-year low against the yen and close to an eight-month low against the euro before reports forecast to show an increase in initial jobless claims and the unemployment rate.

Aluminum and zinc in London were unchanged at $2,365 a ton and $2,334 a ton respectively. Lead was little changed at $2,314 a ton, nickel rose 0.4 percent to $24,900 a ton, and tin gained 0.9 percent to $26,495 a ton. Source: Bloomberg

Riset Barito Pacific oleh Ciptadana Sekuritas

Riset Barito Pacific oleh Ciptadana Sekuritas. Riset ini merupakan yang terakhir dilakukan Ciptadana terhadap Barito menyusul kinerja perseroan yang memburuk. Rekomendasi diubah dari BUY menjadi Sell dengan target harga dipangkas dari Rp 1.900 menjadi Rp 950 menyusul sangat mengecewakannya kinerja semester I-2010.

Riset Barito Pacific Oleh Ciptadana                                                                                                                                   

Memo Kim Eng Sekuritas

Memo Kim Eng Sekuritas. Isinya soal Bank Mandiri yang meraih laba hingga kuartal III-2010 sebesar Rp 6,3 triliun. Pertumbuhan kredit mencapai 21% year on year dan diproyeksikan meningkat menjadi 22% hingga akhir tahun.


Perolehan laba Rp 6,3 triliun tersebut sejalan dengan proyeksi Kim Eng yang menargetkan laba 2010 sebesar Rp 8,2 triliun, di luar memperhitungkan pengembalian utang dari hapus buku. Kim Eng merekomendasikan beli Bank Mandiri dengan target harga Rp 8.000/saham.


Kedua, rencana stock split Charoen Pokphand (CPIN) dengan rasio 1:5. Harga CPIN saat ini sudah melebihi proyeksi Kim Eng yang hanya memasang target harga Rp 5.900. Menurut Kim Eng, kenaikan harga CPIN didorong oleh rencana aksi korporasi. Stock split dinilai positif dan saat ini Kim Eng sedang mereview target harga CPIN.


Kim Eng tetap merekomendasikan jual BUMI dengan target harga Rp 1.680, meski eksekusi pre-emptive rights sudah selesai dilakukan, yang diambil oleh RZG 3,925 dan Credit Suisse 3,14%.


Keempat, laba bersih Summarecon kuartal III-2010 yang mencapai Rp 165 miliar, lebih baik dari ekspektasi Kim Eng. Melihat kinerja yang kuat ini, Kim Eng sedang mereview proyeksi harga Summarecon dan rekomendasi.

Kim Eng Satu                                                                                                                                   

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 7 Oktober 2010


Untuk hari ini, Kamis 7 Oktober 2010, tiga sekuritas ternama memberikan ulasan soal kondisi bursa yang akan terjadi, berikut saham-saham pilihan yang patut dicermati oleh para investor. Berikut ulasan detailnya.

1. E-Trading Securities
IHSG kembali ditutup menguat 11 poin pada Rabu (6/10), dengan broker asing membeli saham sebesar Rp 240 miliar. Dari chart terlihat, IHSG memasuki area overbought, sehingga masih dapat diterpa profit taking. Namun, indeks juga masih berpeluang menguat hari ini pada kisaran 3.580–3.630. Saham yang dapat dilihat, antara lain MEDC, INDF, ASRI, dan BUMI.

2. Trimegah Securities
IHSG dibuka di area positif dan kembali mencetak rekor tertinggi pada akhir sesi kemarin. Meskipun sempat melemah karena profit taking pada beberapa saham unggulan, indeks berhasil rebound dan ditutup menguat 0,3% seiring indeks bursa regional di area positif. IHSG terbuka terkoreksi hari ini di kisaran 3.580-3.622, karena mulai tertahan dan telah terbentuk dead cross pada stochastic. Saham pilihan ADRO dan SGRO.

3. Sinarmas Sekuritas
Kenaikan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan terhenti karena indikator stochastic telah menunjukkan pola pelemahan. Penguatan IHSG hingga sembilan hari berturut-turut telah memposisikannya di area jenuh beli. Batas gerak atas dan bawah indeks hari ini 3.647 dan 3.569. Cermati saham JMSR, BBNI, dan PTPP.


Rekomendasi HD Capital, 7 Oktober 2010

 Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis 7 Oktober 2010, HD Capital merekomendasikan empat saham pilihan, yakni Bank Negara Indonesia (BBNI), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk dicermati dengan rekomendasi beli.

BUY: (BBNI, PTBA, TINS, BBRI)
  • Bila ada koreksi akibat keadaan jenuh beli rekomen akumulasi karena pasar masih optimistis terhadap kinerja emiten di kuartal ketiga (Q3) sehingga posisi masih on the long side. 
  • IHSG close (06-10) 3.593.200(+2.571/+0.05%) (Val.Rp.6.2T)
  • Support: 3.550-3.500-3.425, Resistance: 3.640-3.700
 
Stock picks:
 
1.    PT Bukit Asam (PTBA): (BUY) (Target: Rp 21.500) (close 06/10 Rp 20.100)
  • Optimisme terhadap mulainya ada perbaikan kinerja di Q3 2010, outlook batubara cerah di 2011 yang mengubah asumsi laba per saham ke atas & permintaan domestik yang fixed (PLN) merupakan katalis untuk melanjutkan proses pencetekan new high untuk emiten batubara dengan ROE/NPM 2010 tertinggi di sektornya.
  • Entry: (1) Rp 19.950, Entry (2) Rp 19.600, cut-loss point: Rp 19.200
     
2.    Bank BNI (BBNI) (BUY): (Target: Rp 4.100) (Close 06/10 Rp 3.850)
  • Valuasi PBV 2010 yang lebih murah dari BBRI & BMRI serta potensi peningkatan asumsi EPS 2011F pasca keluarnya laporan keuangan & NPL recovery nanti membuat BBNI menarik untuk dilirik kembali.
  • Entry (1) Rp 3.800, (2) Rp 3.600, Cut loss point: Rp 3.450 
     
3.   Tambang Timah (TINS) (BUY): (Target: Rp 3.400) (Close 06/10 Rp 3.225)
  • Pasar mulai akumulasi menjelang keluarnya laporan keuangan Q3 2010 nanti yang akan memperlihatkan perbaikan kinerja akibat kenaikan demand dari industri elektronika dan efek berkurangnya pasokan yang disebabkan cuaca buruk.
  • Exit: (1) Rp 3.150, Exit: (2) 3.000, Cut-loss point: Rp 2.800
 
4.   Bank BRI (BBRI) (BUY) (Target: Rp 10.900) (close 06/10 Rp 10.600)
  • Bila terjadi pullback koreksi akibat kegagalan tutup di atas high Rp 10.850 rekomen akumulasi karena outlook fundamental dan teknikal pemain mikro segmen dengan ROE/NPM tertinggi setelah BJBR namun dengan market cap terbesar di sektor perbankan masih menarik.
  • Entry: (1) Rp 10.300, Entry (2) Rp 10.100, Cut-loss point: Rp 9.950
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)