rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, April 20, 2011

Rekomendasi HD Capital, 20 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
SELL: (TLKM), BUY: (BJBR, BUMI, PGAS)
  • Para pelaku pasar di IHSG tidak begitu mengambil serius penurunan peringkat utang AS oleh S&P karena dasarnya membenarkan tindakan pasar sebelumnya yaitu bahwa investasi di luar AS akan jauh lebih menguntungkan sehingga rally di emerging markets akan terus berjalan.
     
  • IHSG close (19-04) 3.725.649(-10.187/-0.29%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.700-3.680-3.610, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Telkom (TLKM): (SELL) (Koreksi: Rp 7.300) (close 19/04 Rp 7.550)
  • Rally dari crossover moving average 5-hari akan menemui keadaan jenuh beli (overbought) dan resistance kuat di kisaran Rp 7.700-7.850 sehingga rekomen take profit dan menunggu retracement kembali ke kisaran bawah Rp 7.300-7.150 untuk mengambil posisi.
     
  • Exit (1) Rp 7.700, Exit (2) Rp 7.850, Reverse posisi: Rp 7.900
 
2.    Bank Jabar (BJBR) (BUY): (Target: Rp 1.450) (Close 19/04 Rp 1.370)
  • Koreksi minor ke daerah moving average 10 hari (Rp.1.330-1.300) untuk mengurangi keadaan jenuh beli (overbought) karena saham masih dalam formasi minor uptrend
  • Persetujuan pemerintah untuk ekspansi kredit di luar Jawa menambah nilai jual perseroan
  • Entry (1) Rp 1.330, Entry (2) Rp 1.310, Cut loss point: Rp 1.260
 
3.   Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.050) (Close 19/04 Rp 3.925)
  • Kontrak LNG (gas alam cair) untuk terminal penerimaan Sumatra Utara yang akan disalurkan melalui pipa yang dimiliki PGAS seharusnya menambah laba pesero hingga 15% tahun ini.
  • Entry: (1) Rp 3.900, Entry (2) Rp 3.800, Cut loss point: Rp 3.650
 
4.   Bumi Resources (BUMI) (BUY) (Target: Rp 3.450) (close 19/04 Rp 3.325)
  • Pasca konsolidasi antara range sempit Rp 3.250-3.375 dan retracement ke moving average crossover Rp 3.275, daily MACD yang masih positive memberikan signal bahwa seharusnya BUMI mencoba untuk break resistance di Rp 3.375 untuk bermain di atas Rp 3.400-an.
  • Exit (1) Rp 3.325, Entry (2) Rp 3.250, Cut loss point: Rp 3.175


Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 20 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 20 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 5 poin (0,15%) ke level 3.732,65 di tengah-tengah penurunan indeks bursa regional. Asing tercatat melakukan net selling Rp 225 miliar. Secara teknikal, IHSG berhasil menguat tipis di atas garis MA5 dengan candlestick membentuk pola hanging man. Sementara indikator Stochastic berhasil membentuk golden cross di area overbought. Sejalan dengan itu, indeks hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.682–3.760. Amati JSMR, BMTR, dan TLKM.

2. Indo Premier Securities
Bursa saham domestik masih rentan aksi profit taking.  Terlebih lagi, investor asing cenderung lebih banyak menjual.  Untuk hari ini, IHSG akan berada di kisaran 3.715-3752. Saham-saham pilihan kami antara lain TLKM, BBCA, BBRI.

3. Kresna Sekurindo
Meskipun indeks regional dalam tekanan menyusul penurunan outlook utang Amerika Serikat oleh S&P, IHSG kemarin masih mampu ditutup di area positif. Pelaku pasar terlihat masih menunggu laporan keuangan emiten kuartal pertama 2011 sebagai katalis pergerakan jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan masih cenderung bergerak konsolidasi di kisaran 3.700-3.755. TINS dan TLKM menjadi saham pilihan kami.





Tuesday, April 19, 2011

PT OSO, Knowledge sign Indonesia coal JV

India compnay Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws
Privately held Indonesian diverse group PT. OSO International and Indian trader Knowledge Infrastructure have formed a joint venture to develop thermal coalmines in Kalimantan, Indonesia, an OSO spokesman said.

Under the terms of the joint venture, called Orb Energy, Knowledge will have exclusive marketing rights to 1 million tonnes a month of bituminous coal when the mines reach full output, the OSO spokesman said.

Knowledge officials confirmed the joint venture has been signed but declined to give further details.

Jakarta-registered Orb Energy, will develop the mining concessions held by PT Total Orbit Prestasi, a subsidiary of PT OSO International.

Knowledge is investing in Orb, in which it will have roughly a 50% stake, with its Indonesian partner OSO, as required of traders exporting coal under the country’s mining laws.

Coal production from the two concessions will begin shortly at an initial rate of 100,000 tonnes per month, rising to 500,000 tonnes within 18 months, and possibly rising to 1 million tonnes a month in three years at full capacity, OSO said.
Orb aims to export its first coal in Q3 2011. Source: Livemint

Rekomendasi HD Capital, 19 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
SELL: (BBCA), BUY: (BBRI, BUMI, TLKM)
  • Walaupun sempat istirahat sejenak akibat keadaan jenuh beli harian, IHSG diharapkan IHSG masih akan menjalankan misi untuk mengetes resistance all time high di 3.750-3.780.
  • IHSG close (18-04) 3.725.649(-5.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.680-3.630-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BCA (BBCA): (SELL) (Koreksi: Rp 7.100) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Valuasi 2011 PER 19x dan PBV 4x yang dianggap terlalu mahal di sektornya melampaui daya kinerja labanya, keadaan jenuh beli (overbought), serta tren yang terlalu extended menyarankan untuk take profit dulu di emiten perbankan ini dan switch ke bank yang valuasinya lebih menarik seperti BBRI.
  • Exit (1) Rp 7.350, Exit (2) Rp 7.450, Reverse posisi: Rp 7.550
 
2.    Bank BRI (BBRI) (BUY): (Target: Rp 6.450) (Close 18/04 Rp 6.200)
  • Valuasi 2011 PER yang paling murah (12x) versus bank besar lainnya seperti BBCA, BMRI, BBNI yang sudah bermain di atas 17x, rasio profitabilitas ROE yang tidak jauh berbeda serta keadaan jenuh jual (oversold) pasca pullback kemarin menjadi katalis untuk akumulasi antisipasi terjadi upside adjustment kedepan.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 6.150, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
3.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 3.450) (Close 18/04 Rp 3.3050)
  • Kinerja produksi sector batubara yang cenderung menurun di 2010 menyarankan investor untuk mencari emiten dengan aksi korporasi deleveraging (pengurangan beban utang & biaya bunga) yang nantinya dapat menambah laba persero di kemudian hari.
  • Entry: (1) Rp 3.250, Entry (2) Rp 3.150, Cut loss point: Rp 3.050
 
4.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY) (Target: Rp 7.500) (close 18/04 Rp 7.350)
  • Secara technical mulai menarik, dengan buy crossover dari 5 & 10 ma, daily stochastic berada diatas 50-line set membuat investor tertarik untuk menambah posisi di emiten big cap index driver dengan valuasi PER 2011 11x PBV 2.5x dan rasio profitabilitas ROE di atas 25% atau rata2 emitten IHSG.
  • Exit (1) Rp 7.300, Entry (2) Rp 7.200, Cut loss point: Rp 7.100

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Selasa, 19 April 2011.
 
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 3 poin (-0,09%) ke level 3.727,07, seiring merosotnya sejumlah saham unggulan. Investor asing membukukan net selling Rp 4 miliar. Secara teknikal, indikator Stochastic berpotensi membentuk golden cross dan RSI masih bergerak uptrend area overbought. Sementara MACD masih membentuk divergence negatif dan deathcross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif. Sejalan dengan itu, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.697–3.749. Cermati GGRM, BDMN, dan BBRI.

2. Indo Premier Securities
Kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menaikkan rasio pencadangan sektor perbankan membuat IHSG melemah 3 poin ke level 3.727 kemarin. Untuk hari ini, indeks akan terpengaruh isu utang Yunani dan pergerakan bursa New York.  Sementara dari sisi teknikal, indeks masih berpotensi turun dalam kisaran 3.715-3.752. Saham-saham pilihan kami adalah TLKM, BBRI, BBCA. 

3. Kresna Sekurindo
IHSG kembali berkonsolidasi pada perdagangan kemarin meskipun sentimen global cukup kondusif. Level 3.700 masih akan menjadi kunci bagi pergerakan hari ini yang diperkirakan berada di kisaran 3.700-3.755. AALI dan DOID menjadi saham pilihan hari ini.

4. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Selasa (19/4), secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah pada kisaran 3.713-3.746. Saham-saham yang dapat diperhatikan AALI, BLTA, ICBP, TLKM.

Monday, April 18, 2011

INTA Bagikan Dividen Rp 56 Per Saham

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) akan membagikan dividen sebesar Rp 56/saham. Berikut rincian tanggal pembagian dividen tersebut.

cum dividen di pasar regular dan negosiasi           9  Mei 2011
Ex dividen di pasar regular dan negosiasi            10  Mei 2011
Cum dividen di pasar segera dan pasar tunai       12  Mei 2011
Ex dividen di pasar segera dan pasar tunai          13 Mei 2011
Recording date yang berhak atas dividen tunai    12 Mei 2011
Pembayaran dividen tunai                                  27 Mei 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 18 April 2011


Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 18 April 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Jumat (15/4), IHSG ditutup menguat 22,53 poin (0,6%) ke level 3.730,51. IHSG mampu bergerak menguat di tengah pelemahan sebagian besar indeks regional, akibat kekhawatiran krisis politik di Jepang menyusul desakan mundur Perdana Menteri Jepang Naoto Kan yang dinilai lamban dalam menangani pemulihan akibat gempa dan tsunami.
Sementara itu, secara teknikal, perlu diwaspadai indikator MACD yang berpotensi death cross disertai histogram yang sudah memasuki area negatif dalam dua hari terakhir perdagangan. Pada perdagangan hari ini (18/4), IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 3.697-3.768 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain CMNP, DOID, dan ITMG.

2. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan hari ini (18/4), secara teknikal indeks masih cenderung menguat pada kisaran 3.745-3.768. Pengumuman data inflasi AS dapat memberikan sentimen terhadap IHSG. Saham-saham yang dapat diperhatikan BBNI, PTBA, ITMG, dan ISAT.

Rekomendasi HD Capital, 18 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 18 April 2011.
BUY:  ASII, UNSP, CMNP, KRAS
  • Beberapa sentimen positif dari kubu regional yang hijau serta penutupan IHSG di atas level psikologis 3.730 menandakan bahwa skenario tren menuju resistance all time high di 3.789 masih berjalan.
  • IHSG close (15-04) 3.730.51 (+22.51/+0.61%) (Val.Rp.3.6T) 
  • Support: 3.730-3.700-3.650, Resistance: 3.789-3.850-3.900

Stock picks:
1.   Bakrie Sumatra (UNSP): (BUY) (Target: Rp 375) (close 15/04 Rp 360)
  • Peningkatan profit dalam laporan keuangan 2011 akibat beberapa aksi korporasi dan konsolidasi laba yang cukup besar hingga menurunkan PER dari 20x ke 6x membuat pelaku pasar optimistis terhadap kinerja Q1 2011 yang belum keluar.
  • Entry: (1) Rp 355, Entry (2) Rp 345, Cut loss point: Rp 335

2.   Astra International (ASII) (BUY): (Target:Rp 57.100) (Close 15/04 Rp 55.100)
  • Penjualan mobil di Q1 2011 yang naik 35% dari periode tahun sebelumnya dan hasil kinerja AALI dan UNTR yang membaik dapat mendongkrak kembali ASII dari kondisi sideways trend yang terjadi Jumat lalu karena belum tercermin sepenuhnya dalam pergerakan harga.
  • Entry: (1) Rp 55.100, Entry (2) 54.850, Cut loss point: Rp 54.400

3.   Citra Marga Nusantara (CMNP) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 08/04 Rp 1.160)
  • Pasca koreksi selama sepekan, rekomen akumulasi kembali pemain jalan tol Jakarta dalam sektor infrastructure ini mempunyai profitabilitas dan valuasi yang jauh lebih untung dan murah daripada Jasa Marga (JSMR) sehingga potensi terjadi upside adjustment dari proyeksi earnings untuk 2011 & 2012.
  • Peningkatan penjualan mobil di Q1 terakhir juga positif untuk pendapatan toll kedepan karena konsentrasi kendaraan paling padat di Jakarta.
  • Entry: (1) Rp 1.150, Entry: (2) Rp 1.130, Cut loss point: Rp 1.110

4.    Krakatau Steel (KRAS): (BUY) (Target: Rp 1.250) (Close 15/04 Rp 1.190)
  • Naiknya harga komoditas minyak dan derivatifnya terutama batubara (harga rata2 batubara untuk Q1 sekitar $120/ton di atas forecast $108/ton) yang dipakai untuk memproduksi baja menopang tren positif harga baja kedepan yang positif untuk emitten Krakatau Steel, produsen baja terbesar di Indonesia.
  • Entry: (1) Rp 1.180, Entry (2) Rp 1.160, Cut loss point: Rp 1.140


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Sunday, April 17, 2011

INTA Patok Laba Bersih 2011 Tumbuh 88%

PT Intraco Penta Tbk (INTA) menargetkan laba bersih tumbuh 88% menjadi Rp 155,82 miliar dari laba bersih 2010 yang sebesar Rp 83,08 miliar. Proyeksi kenaikan laba bersih ini sejalan dengan target penjualan perseroan pada 2011 ini yang diperkirakan bisa mencapa 1.293 unit, atau naik 555 dari penjualan 2010 sebanyak 835 unit.

Manajemen mengaku optimistis target penjualan pada 2011 ini akan tarcapai karena hingga Jumat, 15 April 2011, INTA telah mengantungi penjualan 897 unit alat berat. Jumlah penjualan ini sudah lebih besar dari angka total penjualan sepanjang 2010.

"Kami optimistis bahwa target ini akan tercapai, karena kami sudah mengantungi penjualan dan on hand sekira 897 unit alat berat atau sekitar 70% dari target kita tahun ini," kata Direktur Keuangan INTA Fred L Manibog usai RUPST-LB, Jumat (15/4).

Selain itu perseroan pun menargetkan pendapatan atau revenue 2011 bisa mencapai Rp 2,99 triliun atau meningkat 63% dari pendapatan 2010 yang mencapai Rp 1,833 triliun.

Friday, April 15, 2011

INTA Akan Stock Split 1:5

Manajemen PT Intraco Penta Tbk (INTA) mengusulkan rasio pemecahan saham 1:5 (1 saham menjadi 5 saham). 

Untuk memuluskan aksi korporasi ini, manajemen INTA akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa pada 15 April 2011 di Intercontinental Hotel Jakarta.

CIL to invest $3 bn in coal, steel in Indonesia

Coal India (CIL), the country’s largest coal producer, plans to invest up to $3 billlion in a coking coal mine, a steel plant and a sea port on Indonesia’s Kalimantan island, Central Kalimantan Governor, Agustin Teras Narang, said on Thursday.

On the sidelines of an infrastructure summit here, Narang said Coal India was expected to complete feasibility studies for the projects by June. “They (Coal India) would look after all the funds for the projects,” he said, adding the parties had signed a preliminary agreement on the matter earlier this year.

The lack of a regulatory framework on land acquisition in Indonesia, however, had jeopardised the fate of a number of projects, analysts and investors said during the three-day summit. Central Kalimantan province accounts for about 4.8 billion tonne of coal reserves, 40 per cent of which is estimated to be coking coal. Source: Sify.com

Bumi in talks with CIC on $600 mln debt swap

* Aims to swap debt for equity in Bumi, Bumi Minerals or Vallar/Bumi

Bumi Resources , Asia's biggest thermal coal exporter, said on Thursday it was in talks with China Investment Corp (CIC) on the possible swap of $600 million debt into equity.

"There are several options to swap it. It could be with Vallar's shares, Bumi's shares or BRM's shares," Kenneth P. Farrell, a Bumi director, told Reuters. 

"But it fully depends on CIC approval," said Farrell, also the chief executive officer of Bumi Resources Minerals (BRM) . 

The Bakrie Group, including Bakrie & Brothers, and the Rothschild banking dynasty joined forces in November for Vallar to take a 25 percent stake in Bumi and a 75 percent stake in Berau Coal Energy . The Bakrie Group will own 43 percent in Vallar, which was renamed Bumi Plc on Tuesday. 

Bumi has said its first priority was to repay a first tranche of $600 million in debt this October -- two years earlier than scheduled -- out of a total $1.9 billion it owes to China's sovereign wealth fund. CIC was unavailable for immediate comment. Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 April 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk per
1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin terpangkas 26,43 poin (-0,71%) ke level 3.707,98, seiring maraknya aksi profit taking dan koreksi mayoritas indeks bursa regional. Asing membukukan penjualan bersih Rp 340 milliar. Secara teknikal, Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend dan mulai meninggalkan area overbought. Seiring dengan itu, hari ini indeks akan bergerak di kisaran 3.651–3.728. Cermati TLKM, PTBA, dan SMGR.

2. Kresna Sekurindo
Minimnya katalis membuat IHSG masih dalam tekanan. Level 3.675 akan menjadi kunci pergerakan indeks dalam jangka menengah. Untuk hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.675-3.730 dengan PTBA dan TLKM sebagai saham pilihan.

3. Woori Korindo Securities
Indeks kemarin tertekan dan membentuk pola engulfing bear yang berpotensi membuat arah IHSG menjadi downtrend. Pola engulfing bear pada IHSG juga didukung oleh melemahnya momentum dan potensi indikator MACD yang membentuk pola deadcross. Pada perdagangan hari ini, indeks kami perkirakan akan cenderung tertekan di kisaran level 3.651-3.730. Saham-saham pilihan kami antara lain BJBR, PGAS, BBCA, TLKM dan BBKP.








Rekomendasi HD Capital, 15 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 15 April 2011.
BUY: (BBRI, ADRO, PTBA, TLKM)
  • Walaupun didera profit taking regional kemarin, IHSG hanya masuk ke pola konsolidasi (sideways) untuk memperkuat daerah akumulasi support di 3.730-3.700 sehingga skenario mengetes old high di 3.770 dapat berlanjut.
  • IHSG close (14-04) 3.711.727(-22.680/-0.59%) (Val.Rp.3.4T) 
  • Support: 3.700-3.650-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Bank BRI (BRI): (BUY) (target: Rp 6.400) (close 14/04 Rp 6.200)
  • Perubahan pencatatan laporan keuangan yang akan meningkatkan nilai aset dan laba emiten perbankan menjadi katalis positif untuk mengumpulkan big cap pemain mikro UKM dengan valuasi PER 13x 2011, yang merupakan termurah diantara bank2 besar lainnya seperti BMRI, BBNI, dan BBCA yang diperdagangkan di atas PER 16x.
  • Entry (1) Rp 6.100, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.850
 
2.    Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 22.650) (Close 14/04 Rp 22.250)
  • Outlook permintaan energi dan batubara dalam negeri yang tinggi membuat proyeksi laba dinaikkan sebesar 7% untuk 2011 sehingga dapat offset kekecewaan pasar akibat penurunan kinerja di 2010 sebelumnya.
  • Pembangunan pembangkit listrik dapat menurunkan cost produksi batubara
  • Entry (1) Rp 22.200, Entry (2) Rp 21.900, Cut loss point: Rp 21.700
 
3.   Telekomunikasi Indonesia (TLKM) (BUY): (Target: Rp 7.350) (Close 14/04 Rp 7.200)
  • Saham big cap pengerak index ini diperdagangkan di PER 12x/PBV 3x dengan ROE 25 (valuasi murah dan kinerja profitable), cukup menarik dilirik setelah sekian lama terkonsolidasi.
  • Downgrade fundamental sudah tercermin dalam koreksi sebelumnya di bawah Rp 7.000 beberapa bulan lalu
  • Entry: (1) Rp 7.100, Entry (2) Rp 6.950, Cut loss point: Rp 6.850
 
4.  Adaro Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.375) (close 14/04 Rp 2.275)
  • Kenaikan harga batubara ke $123/ton dari $120/ton offset downgrade fundamental dan proyeksi laba analis asing (kelihatannya downgrade sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dari Rp 2.500) sehingga rekomen akumulasi karena secara technical mulai masuk pola sideways (tren samping) dengan kecendrungan breakout.
  • Exit (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 2.200, Cut loss point: Rp 2.100

Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Thursday, April 14, 2011

Indonesia to name Kalimantan rail project winner in Dec

Indonesia will announce the winning bid for a $2.2 billion coal railway project in Kalimantan in December and it has shortlisted four bidders, the governor of Central Kalimantan province said on Thursday at an infrastructure conference in Jakarta. 

The government had previously said it would announce the winner for the project in February 2011. 

"The winner of the Puruk Cahu-Bangkuang railway project will be announced in December and we have four bidders on the shortlist," said provincial governor Teras Narang.

The four are Itochu Corp , Kalimantan firm Mega Guna Ganda, Bakrie Indo Infrastructure, a unit of Indonesia's Bakrie Group, and the MAP consortium, which the governor said had British connections. 

The 185-km (115-mile) railway will connect Puruk Cahu in inland Central Kalimantan province to a port on the coast. Source: Reuters

GMR to start mining coal in Indonesia next month

GMR Energy would start mining activity at its coal mine in Indonesia from next month, according to a source. "The company would start extracting coal from one of the two separate blocks in South Sumatra, Indonesia next month," he said.

In 2009, GMR Energy acquired 100 per cent ownership of PT Barasentosa Lestari (PTBSL), a coal mining company in Indonesia for about USD 100 million. PT BSL is holding a legal coal mining licence under the Coal Contract of Work issued by the government of Indonesia. The licence provides 25 year mining authorisation over two separate coal blocks in South Sumatra, Indonesia.

The company bought the coal mine with the purpose of securing fuel supplies for its thermal power projects in India. These acquisitions will also help in circumventing the volatility of fuel prices for its imported coal based coastal power plants in India.

Meanwhile, the company has acquired a 33.5 per cent stake in Homeland Energy Group Ltd (HEG) which owns coal properties in South Africa through its subsidiary the Homeland Mining and Energy (HMESA).

HEG owns a controlling interest in the already operational Kendal mines, fully explored Eloff mines and other exploration sites with total mineable reserves of around 300 million tonnes. GMR Energy has acquired 100 per cent ownership interest in EMCO Energy Ltd, (a subsidiary of EMCO Ltd), a Public Limited Company.

EMCO Energy is developing a 600 MW coal based power plant, in two phases (of 300 MW capacity each), in Warora, Maharashtra. GMR Energy is operating a 200 MW coal-based project at Chennai in Tamil Nadu and is also constructing 1,050 MW thermal project at Dhenkanal in Orissa, which would be operational next year. Source: Economic Times

Indonesia To Offer IDR8.8 Trillion Jakarta Port Expansion Project To Investors - Official

Indonesia will open a IDR8.8 trillion ($1.0 billion) project to expand Jakarta Port to bids from investors by next month at the earliest, a government official said Thursday.
"Hopefully, we can open the bidding process in May, or July at the latest," Director General of Sea Transportation Sunaryo told reporters.

Sunaryo, who uses one name, added the project will allow the port to handle an additional 1.2 million containers a year, which is expected to attract more investors to invest in the area around Jakarta.

He added the extension of Indonesia' busiest sea port is expected to be completed by 2014. Source: Dow Jones

BII considering rights issue, no timeframe

Bank Internasional Indonesia (BII) , an Indonesian lender, is considering a rights issue, its CEO said on Thursday, without giving a timeframe or other details. 

Malaysia's largest lender, Malayan Banking Bhd (Maybank) , owns a 97 percent stake in BII but is in talks with Indonesian regulators to cut it to 80 percent. Source: Reuters

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 14 April 2011

1. E-Trading Securities
Indeks harga saham gabungan kemarin naik 15 poin (0,41%) ke level 3.734,41, seiring positifnya pergerakan indeks bursa global. Secara teknikal, indeks kemarin ditutup di level resistance di 3.730, sehingga berpotensi melanjutkan rally hari ini. Indikator Stochastic dan RSI sama–sama menunjukkan pergerakan ke bawah menjauhi area overbuy. Pada Kamis (14/4), indeks akan bergerak di kisaran 3.698–3.747. Cermati BUMI, BBCA
dan INTP.

2. Kresna Sekurindo
Di tengah sentimen negatif regional, indeks mampu menguat 15 poin. Tapi, Stochastic yang cenderung deadcross masih mengindikasikan adanya potensi tekanan jual dengan 3.675 sebagai level kunci. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3.690-3.750. SMCB dan UNTR menjadi saham pilihan kami.

Rekomendasi HD Capital, 14 April 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 14 April 2011.
BUY: (SMGR, INDF, ASII, JSMR)
  • Technical rebound IHSG akan berlanjut untuk memperkuat daerah akumulasi support di 3.730-3.700 sehingga skenario mengetes old high di 3.770 dapat berlanjut.
  • IHSG close (13-04) 3.718.387(+0.910/+0.06%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.700-3.650-3.550, Resistance: 3,770-3,850
 
Stock picks:
1.     Semen Gresik (SMGR): (BUY) (target: Rp 9.800) (close 13/04 Rp 9.550)
  • Ketakutan pasar mengenai kurangnya daya produksi semen kelihatannya sudah mereda karena program ekspansi yang dilakukan sesuai jadwal dan diprediksi selesai akhir 2011 sehingga SMGR dapat menjadi produser semen terbesar di Indonesia.
  • Naiknya biaya produksi akibat tingginya listrik dapat direduksi oleh pemakaian pembangkit listrik bertenaga batubara oleh pabrik Tonasa.
  • Entry (1) Rp 9.450, Entry (2) Rp 9.250, Cut loss point: Rp 9.100
 
2.    Indofood Sukses Makmur (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.600) (Close 13/04 Rp 5.350)
  • Walaupun masih dalam pola sideways, namun daily stochastic yang memberikan buy signal menandakan kemungkinan pola tersebut akan breakout keatas dalam waktu dekat.
  • Kenaikan harga gandum (bahan baku) yang tidak mempengaruhi margin keuntungan penjualan mie instan serta eksposur ke komoditas CPO dan gula di tengah naiknya harga komoditas menjadi katalis positif untuk breakout
  • Entry (1) Rp 5.300, Entry (2) Rp 5.100, Cut loss point: Rp 4.850
 
3.   Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 57.900) (Close 13/04 Rp 56.150)
  • Pasca rights issue United Tractors (UNTR) dimana ASII menjadi standby buyer, kepemilikan akan bertambah sehingga setoran dividen dari UNTR juga meningkat.
  • Komponen sparepart impor ke produksi mobil Avanza dan Innova (80% dari total produksi mobil) hanya 10% sehingga tidak pengaruh banyak
  • BI rate masih tetap 6.75%, inflasi melambat, dan BI rate akan tetap hingga ada keputusan jelas kapan BBM dinaikkan (subsidi dicabut).
  • Entry: (1) Rp 55.900, Entry (2) Rp 55.250, Cut loss point: Rp 54.900
 
4.  Jasa Marga (JSMR) (BUY) (Target: Rp 3.525) (close 13/04 Rp 3.400)
  • Pertumbuhan jaringan jalan tol dan volume kendaraan dan suku bunga kondusif (BI rate tetap) untuk pembiayaan proyek ekspansinya merupakan katalis positif untuk meneruskan minor uptrend pasca kondolidasi sideways in.
  • Exit (1) Rp 3.400, Entry (2) Rp 3.325, Reverse posisi: Rp 3.175
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)