PT Indosat was rated "BUY" in new coverage at Goldman Sachs Group Inc., which said the company is "well positioned" to regain some of its lost market share.
The brokerage has a share-price estimate of 7,400 rupiah for Indosat, according to a report by analysts including Sachin Salgaonkar. They reduced PT Telekomunikasi Indonesia's (TLKM) rating to "neutral" from "buy", saying the stock is trading neaar their share price forecast of 10,000 rupiah.
Tuesday, October 19, 2010
Sarana Menara Nusantara Target Price 12,800 by CLSA
Sarana Menara Nusantara (TOWR), an Indonesian telecomunication tower operator, was rated "BUY" with a share-price estimate of 12,800 rupiah by CLSA-Asia Pacific Markets.
JP Morgan Borong Saham Perusahaan Gas Negara
JP Morgan Securities Indonesia memborong 24.700 lot saham Perusahaan Gas Negara (PGAS). Aksi JP Morgan memborong saham PGAS bersama CLSA Indonesia juga dilakukan sepanjang Senin. Kedua broker ini selama dua hari berturut-turut menjadi broker pemborong terbanyak saham PGAS.
Pembelian oleh JP Morgan merupakan pesanan dari investor asing, yang juga membeli saham PGAS melalui Credit Suisse Securities Indonesia. Akibatnya, harga saham PGAS naik Rp 25 menjadi Rp 4.175. Saham ini berpotensi naik hingga di atas Rp 4.700 jika mampu melewati harga Rp 4.200.
Pembelian oleh JP Morgan merupakan pesanan dari investor asing, yang juga membeli saham PGAS melalui Credit Suisse Securities Indonesia. Akibatnya, harga saham PGAS naik Rp 25 menjadi Rp 4.175. Saham ini berpotensi naik hingga di atas Rp 4.700 jika mampu melewati harga Rp 4.200.
1 | BK | J.P MORGAN SECURITIES | 445 | 24,700 | 4,153.20 | 12 | 3,005 | 4,146.04 | 21,695 | 27,705 |
2 | KZ | CLSA | 102 | 8,319 | 4,150.26 | - | - | - | 8,319 | 8,319 |
3 | CS | CREDIT SUISSE SECURITIES | 289 | 6,226 | 4,168.94 | 37 | 381 | 4,150.00 | 5,845 | 6,607 |
4 | DR | NUSADANA CAPITAL | 69 | 4,205 | 4,150.00 | 11 | 641 | 4,163.65 | 3,564 | 4,846 |
5 | HG | ABN AMRO ASIA SECURITIES | 34 | 1,417 | 4,175.00 | - | - | - | 1,417 | 1,417 |
81 | BZ | 7 | 70 | 4,125.00 | 116 | 2,826 | 4,168.59 | -2,756 | 2,896 | |
82 | YP | ETRADING SECURITIES | 19 | 183 | 4,152.73 | 156 | 4,395 | 4,150.84 | -4,212 | 4,578 |
83 | OD | DANAREKSA SEKURITAS | 37 | 503 | 4,151.09 | 161 | 5,323 | 4,166.50 | -4,820 | 5,826 |
84 | DB | DEUTSCHE SECURITIES | 19 | 277 | 4,172.83 | 30 | 6,096 | 4,150.00 | -5,819 | 6,373 |
BTPN Gelar Rights Issue November
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan menggelar penawaran saham terbatas (rights issue) pada November 2010. Pemegang saham yang berhak berpartisipasi adalah yang tercatat pada 30 November 2010.
Dalam publikasi rencana rights issue kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen BTPN menginformasikan, pencatatan saham rights issue akan dilakukan pada 8 Desember 2010 hingga 15 Desember 2010. Pembayaran untuk pemegang saham yang berpartisipasi pada 17 Desember 2010.
Dalam publikasi rencana rights issue kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen BTPN menginformasikan, pencatatan saham rights issue akan dilakukan pada 8 Desember 2010 hingga 15 Desember 2010. Pembayaran untuk pemegang saham yang berpartisipasi pada 17 Desember 2010.
Indonesia's Jan-Sept sugar output at 1.67 mln tonnes
Indonesia's sugar output from January to the end of September 2010 reached 1.67 million tonnes Bambang Priyono, secretary of the Indonesian Sugar Council (DGI) said on Tuesday.
"The DGI recorded realised sugar production until the end of September this year at 1.67 million tonnes," Priyono told Reuters.
The government body expected full year sugar output will be at 2.28 million tonnes, lower than original government target this year of 2.5 million tonnes due to prolonged rains, he added. No additional details were disclosed. Source: Reuters
"The DGI recorded realised sugar production until the end of September this year at 1.67 million tonnes," Priyono told Reuters.
The government body expected full year sugar output will be at 2.28 million tonnes, lower than original government target this year of 2.5 million tonnes due to prolonged rains, he added. No additional details were disclosed. Source: Reuters
Riset Astra International oleh NISP Sekuritas
Riset Astra International (ASII) oleh NISP Sekuritas. Target harga dinaikkan menjadi Rp 69.800/saham dari semula hanya Rp 56.500/saham. Risikonya hanya kenaikan suku bunga secara tiba-tiba.
Target harga direvisi naik karena keyakinan Gaikindo yang melihat adanya potensi pertumbuhan 11% year on year untuk kendaraan roda empat pada 2011 menjadi 800 ribu unit, lebih tinggi dari proyeksi NISP Sekuritas yang hanya 5%. Asumsi NISP Sekuritas atas harga CPO juga dinaikkan menyusul naiknya harga komoditas ini hingga menyentuh US$ 1.000/ton atau di atas rata-rata asumsi CPO untuk 2011 sebesar US% 750/ton.
Riset Astra International Oleh NISP Sekuritas
Target harga direvisi naik karena keyakinan Gaikindo yang melihat adanya potensi pertumbuhan 11% year on year untuk kendaraan roda empat pada 2011 menjadi 800 ribu unit, lebih tinggi dari proyeksi NISP Sekuritas yang hanya 5%. Asumsi NISP Sekuritas atas harga CPO juga dinaikkan menyusul naiknya harga komoditas ini hingga menyentuh US$ 1.000/ton atau di atas rata-rata asumsi CPO untuk 2011 sebesar US% 750/ton.
Riset Astra International Oleh NISP Sekuritas
Riset Bank Central Asia oleh Samuel Sekuritas
Riset Bank Central Asia (BBCA) oleh Samuel Sekuritas. Target harga Rp 7.000/saham dengan rekomendasi Hold. Menurut Samuel Sekuritas, kinerja BBCA solid namun harga saham saat ini sudah tercermin penuh.
Riset BCA by Samuel Sekuritas
Riset BCA by Samuel Sekuritas
Riset ELTY oleh SJ Seymour
Riset ELTY oleh SJ Seymour. Rekomendasi beli untuk obligasi Bakrieland Development (ELTY) yang jatuh tempo 2015. Risikonya adalah terkait rencana ekspansi ELTY dengan menambah utang.
Riset ELTY by SJ Seymour
Riset ELTY by SJ Seymour
Memo Kim Eng Sekuritas
Memo Kim Eng Sekuritas, mengulas soal Mobile-8 (FREN) yang tengah mencari investor strategis, Pertamina mengakuisisi 27,9% saham Medco Energi, kinerja Bank Jabar Banten yang membukukan laba bersih September 2010 kira-kira sebesar Rp 785 milIar atau naik 34% dari September 2009 atau sejalan dengan konsensus pasar.
Memo Kim Eng Sekuritas
Memo Kim Eng Sekuritas
Rekomendasi HD Capital, 19 Oktober 2010
HD Capital merekomendasikan empat saham pilihan, yakni Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Perusahaan Gas Negara (PGAS), Bumi Resources (BUMI), dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dengan rekomendasi beli.
- Rekomen akumulasi untuk rally kembali mengetes 3.660 karena pasar masih menunggu keluarnya laporan keuangan Q3 2010.
- IHSG close (18-10) 3.584.127 (-31.904/-0.83%) (Val.Rp.3.4T)
- Support: 3.550-3.520-3.495, Resistance: 3.640-3.660-3.700
Stock picks:
1. Telekomunikasi Indonesia (TLKM): (BUY) (Target: Rp 9.350) (close 19/10 Rp 9.050)
- Efek penguatan Rupiah yang positif terhadap kinerja 9 bulan 2010, serta kontribusi dari unit selular Telkomsel yang terus tumbuh membuat heavy weight big cap index ini semakin menarik.
- Sentimen negatif dari downgrade proyeksi EPS 2011 oleh beberapa analis sudah cukup tercermin dari koreksi harga minggu lalu sehingga rekomen akumulasi.
- Entry: (1) Rp 9.050, Entry (2) Rp 8.950, Cut loss point: Rp 8.850
2. Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 4.250) (Close 18/10 Rp 4.150)
- Terbukanya potensi kenaikan harga jual gas untuk pelanggan lain ke US$10/mmbtu dari US$6.32/mmbtu pasca kontrak dengan PLN dengan US$10/mmbtu dapat menaikan proyeksi laba 2011F hingga 20%.
- Rekomen akumulasi bila terjadi penekanan lebih lanjut
- Entry (1) Rp 4.050, Entry(2) Rp 3.950, Cut loss point: Rp 3.850
3. Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 2.475) (Close 18/10 Rp 2.300)
- Kenaikan harga komoditas batubara, Initial Public Offering (IPO) anak usahanya, PT Bumi Resources Mineral, serta positifnya ekspektasi atas kinerja perseroan di kuartal tiga dapat menjadi alasan untuk akumulasi bila terjadi penekanan lebih lanjut.
- Entry: (1) Rp 2.250, Entry (2) 2.175, Cut loss point: Rp 2.075
4. Perusahaan Bukit Asam (PTBA) (BUY) (Target: Rp 21.500) (close 18/10 Rp 20.500)
- End-user domestic yang tetap (PLN), kenaikan harga batubara New Castle, Net profit margin tertinggi di sektornya, serta optimisme peningkatan laba per saham di 2011 dapat membuat investor terus melakukan akumulasi untuk mendorong saham ini di atas Rp 21.000
- Iklim suku bunga rendah, kenaikan pendapatan domestic bruto yang menunjang pertumbuhan permintaan dan konsumsi batubara nantinya.
- Entry: (1) Rp 20.250, Entry (2) Rp 19.950, Cut-loss point: Rp 19.500
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)
Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 Oktober 2010
Berikut rekomendasi dari dua sekuritas ternama soal pergerakan bursa yang akan terjadi sepanjang Selasa, 19 Oktober 2010, termasuk saham-saham pilihan yang patut dicermati para investor.
1. Panin Sekuritas
Anjloknya bursa regional, melemahnya harga komoditas menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah -0,84% pada 3.566,918. Di tengah tekanan jual, pasar kemarin diwarnai oleh berita rencana akuisisi sebagian saham MEDC oleh Pertamina. Hari ini, kami perkirakan tekanan terhadap indeks masih akan berlanjut. Investor akan memanfaatkan momentum melemahnya pasar untuk profit taking. Kisaran support-resistance 3.532-3.579.
2. Trimegah Securities
Di tengah bursa regional yang berada di teritori negatif, IHSG melanjutkan koreksinya dengan penurunan sebesar 0,8%. Dengan stochastic yang membentuk dead cross, maka membuka peluang akan adanya koreksi lanjutan. Namun diharapkan support dari trading range yang ada di 3.537 dapat menahan laju penurunan indeks. Hari ini pergerakan IHSG akan berada di kisaran 3.537-3.570, dengan saham pilihan KLBF dan TLKM.
Anjloknya bursa regional, melemahnya harga komoditas menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa kemarin. IHSG akhirnya ditutup melemah -0,84% pada 3.566,918. Di tengah tekanan jual, pasar kemarin diwarnai oleh berita rencana akuisisi sebagian saham MEDC oleh Pertamina. Hari ini, kami perkirakan tekanan terhadap indeks masih akan berlanjut. Investor akan memanfaatkan momentum melemahnya pasar untuk profit taking. Kisaran support-resistance 3.532-3.579.
2. Trimegah Securities
Di tengah bursa regional yang berada di teritori negatif, IHSG melanjutkan koreksinya dengan penurunan sebesar 0,8%. Dengan stochastic yang membentuk dead cross, maka membuka peluang akan adanya koreksi lanjutan. Namun diharapkan support dari trading range yang ada di 3.537 dapat menahan laju penurunan indeks. Hari ini pergerakan IHSG akan berada di kisaran 3.537-3.570, dengan saham pilihan KLBF dan TLKM.
Monday, October 18, 2010
PT Timah Targetkan Produksi 60 Ribu Ton
PT Timah Tbk tahun ini menargetkan produksi bisa mencapai 60 ribu ton, meningkat dibandingkan tahun 2009 sebesar 50 ribu ton, dengan memperbaiki sistem kerja.
"Target maksimal produksi pada 2010 sebesar 60 ribu ton. Jika tercapai 45 ribu ton saja sudah merupakan hasil yang cukup bagus, melihat kondisi sekarang ini," kata Bagian Humas PT Timah Tbk Wirtza Firdaus, di Pangkalpinang, Senin (18/10).
Menurut dia, PT Timah memiliki sejumlah kapal keruk untuk memproduksi biji timah di laut, namun operasionalnya tergantung dengan kondisi cuaca. "Kondisi cuaca sekarang cukup ekstrim, sehingga menjadi hambatan dalam menjalankan aktivitas pengerukan timah di laut," ujarnya.
Ia mengatakan, ada kapal keruk yang tidak bisa beroperasional karena gelombang tinggi dan angin kencang sehingga menjadi kendala dalam memenuhi target produksi. "Namun demikian, kami optimistis target produksi bisa tercapai hingga akhir tahun atau setidaknya produksi pada 2010 mencapai 45 ribu ton," jelas dia.
Ia juga menjelaskan, ekspor timah pada 2009 sebesar 120 ribu ton yang berasal dari PT Timah, Kobatin, dan sejumlah perusahaan smelter (perusahaan biji timah) lainnya. "PT Timah pada 2009 memproduksi sebanyak 50 ribu ton, PT Kobatin sebesar 10 ribu ton, sementara perusahaan smelter lainnya mencapai 60 ribu ton," tambah dia.
Ia mengatakan, PT Timah memiliki wilayah kuasa penambangan (KP) terbesar dibanding dengan perusahaan pertambangan lainnya. "PT Timah memiliki KP seluas 450 ribu hektare, sementara kobatin seluas 80 ribu hektare, dan perusahaan smelter lainnya sekitar 10 ribu hektare," jelas Firdaus. Source: Antara
"Target maksimal produksi pada 2010 sebesar 60 ribu ton. Jika tercapai 45 ribu ton saja sudah merupakan hasil yang cukup bagus, melihat kondisi sekarang ini," kata Bagian Humas PT Timah Tbk Wirtza Firdaus, di Pangkalpinang, Senin (18/10).
Menurut dia, PT Timah memiliki sejumlah kapal keruk untuk memproduksi biji timah di laut, namun operasionalnya tergantung dengan kondisi cuaca. "Kondisi cuaca sekarang cukup ekstrim, sehingga menjadi hambatan dalam menjalankan aktivitas pengerukan timah di laut," ujarnya.
Ia mengatakan, ada kapal keruk yang tidak bisa beroperasional karena gelombang tinggi dan angin kencang sehingga menjadi kendala dalam memenuhi target produksi. "Namun demikian, kami optimistis target produksi bisa tercapai hingga akhir tahun atau setidaknya produksi pada 2010 mencapai 45 ribu ton," jelas dia.
Ia juga menjelaskan, ekspor timah pada 2009 sebesar 120 ribu ton yang berasal dari PT Timah, Kobatin, dan sejumlah perusahaan smelter (perusahaan biji timah) lainnya. "PT Timah pada 2009 memproduksi sebanyak 50 ribu ton, PT Kobatin sebesar 10 ribu ton, sementara perusahaan smelter lainnya mencapai 60 ribu ton," tambah dia.
Ia mengatakan, PT Timah memiliki wilayah kuasa penambangan (KP) terbesar dibanding dengan perusahaan pertambangan lainnya. "PT Timah memiliki KP seluas 450 ribu hektare, sementara kobatin seluas 80 ribu hektare, dan perusahaan smelter lainnya sekitar 10 ribu hektare," jelas Firdaus. Source: Antara
Bayer Executive Says Health-Care Deals in Indonesia Are `Very Attractive'
Bayer AG’s drug unit is interested in acquisitions and partnerships in Indonesia, said Suchitra Kataria, head of business development and in-licensing for Asia Pacific.
Growth in Indonesia’s economy, health-care market and middle class make the Southeast Asian nation, the world’s fifth- most populous, an attractive place to invest, Kataria said at a conference in Singapore today.
Rekomendasi HD Capital, Senin 18 Oktober 2010
Untuk hari ini, Senin 18 Oktober 2010, HD Capital merekomendasikan empat saham pilihannya, yakni Bumi Resources (BUMI), Bank Bukopin (BBKP), Japfa Comfeed (JPFA), dan Semen Gresik (SMGR) dengan rekomendasi Beli.
BUY: (BUMI, BBKP, JPFA, SMGR)
- Profit taking di IHSG dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi karena sebelum laporan keuangan Q3 2010 keluar, pasar belum akan mengalami koreksi serius seperti pada Mei kemarin.
- IHSG close (15-10) 3.603.824 (-14.499/-0.18%) (Val.Rp.2.8T)
- Support: 3.550-3.520-3.495, Resistance: 3.640-3.660-3.700
Stock picks:
1. Bumi Resources (BUMI): (BUY) (Target: Rp 2.500) (close 15/10 Rp 2.375)
- Optisime pasar terhadap laporan keuangan Q3 yang akan dirilis akhir Oktober serta revisi earnings ke arah yang lebih positif pasca pengurangan utang dapat memicu akumulasi kembali di dalam pola sideways untuk tarikan terakhir ke 2.500-2.600.
- Penurunan laba 1H 2010 hanya akibat beban pajak membuktikan secara operasional BUMI masih lebih unggul dibandingkan ADRO, dimana laba 1H 2010 menurun akibat murni kinerja.
- Entry: (1) Rp 2.325, Entry (2) Rp 2.250, Cut loss point: Rp 2.200
2. Bank Bukopin (BBKP) (BUY): (Target: Rp 760) (Close 15/10 Rp 720)
- Emiten perbankan mikro segmen UKM dengan valuasi PER/PBV termurah di sektornya versus BBRI, BBTN & BJBR belum mengikuti perkembangan rally terakhir sehingga potensi adjustment dapat terjadi dari keadaan jenuh jual ini.
- Entry (1) Rp 710, Entry(2) Rp 690, Cut loss point: Rp 670
3. Japfa Comfeed (JPFA) (BUY): (Target: Rp 3.450) (Close 15/10 Rp 3.225)
- Koreksi teknikal yang terjadi selama beberapa minggu lalu berubah dalam pola konsolidasi sideways, dengan kemungkinan adanya relief rally dari keadaan jenuh beli ini.
- Exit: (1) Rp 3.200, Exit: (2) 3.050, Cut loss point: Rp 2.950
4. Semen Gresik (SMGR) (BUY) (Target: Rp 10.400) (close 15/10 Rp 10.100)
- Kepercayaan tinggi akan pertumbuhan ekonomi (GDP) tinggi & potensi meningkatnya konsumsi semen di masa depan membuat analis menaikan proyeksi laba.
- Iklim suku bunga rendah, kenaikan pendapatan domestik bruto yang menunjang pertumbuhan permintaan dan konsumsi semen nantinya.
- Entry: (1) Rp 10.050, Entry (2) Rp 9.900, Cut-loss point: Rp 9.700
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)
Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 18 Oktober 2010
Berikut rekomendasi dari dua sekuritas ternama untuk perdagangan Senin, 18 Oktober 2010.
1. Erdikha Sekuritas:
IHSG ditutup melemah 21.45 point menjadi 3597.03 (-0.59%). Penurunan sebagian besar saham-saham sektor konsumsi dan industri dasar membuat indeks tidak mampu bertahan pada level 3600. indeks dalam jangka pendek ini masih memiliki momentum pelemahan, sehingga masih rawan tejadi koreksi. Pergerakan indeks pada kisaran 3560-3610. Saham rekomendasi kami adalah BKSL dan SGRO.
2. E-Trading Securities:
Pada hari jumat aksi profit taking melanda IHSG, dimana IHSG melemah 21 point (-0.59%) dan ditutup di bawah level psikologis 3600, aksi ini melanda sebagian besar saham-saham blue chip dan yang menjadi driver utama indeks adalah saham second liner, asing sendiri pada hari ini melakukan net sell sebesar 64 milliar di market regular, sehingga IHSG pada hari ini akan berada di kisaran 3534-3617 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI,MEDC,BLTA dan BRPT.
IHSG ditutup melemah 21.45 point menjadi 3597.03 (-0.59%). Penurunan sebagian besar saham-saham sektor konsumsi dan industri dasar membuat indeks tidak mampu bertahan pada level 3600. indeks dalam jangka pendek ini masih memiliki momentum pelemahan, sehingga masih rawan tejadi koreksi. Pergerakan indeks pada kisaran 3560-3610. Saham rekomendasi kami adalah BKSL dan SGRO.
2. E-Trading Securities:
Pada hari jumat aksi profit taking melanda IHSG, dimana IHSG melemah 21 point (-0.59%) dan ditutup di bawah level psikologis 3600, aksi ini melanda sebagian besar saham-saham blue chip dan yang menjadi driver utama indeks adalah saham second liner, asing sendiri pada hari ini melakukan net sell sebesar 64 milliar di market regular, sehingga IHSG pada hari ini akan berada di kisaran 3534-3617 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ASRI,MEDC,BLTA dan BRPT.
Sunday, October 17, 2010
September 2010, Laba Bersih Sarana Menara Nusantara Turun 85,97%
Setelah anjlok sebesar 111% pada kuartal II-2010 (year on year), laba bersih PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) pada triwulan III-2010 ini turun hanya 85,97% dari Rp 504,63 miliar menjadi Rp 70,78 miliar. Turunnya laba disebabkan oleh meningkatnya beban keuangan hingga Rp 662,59 miliar.
Meski perolehan laba turun, pendapatan perseroan masih mampu meningkat 28,73% menjadi Rp 1,008 triliun dari posisi tahun lalu sebesar Rp 783,01 miliar. Beban pokok pendapatan juga naik dari Rp 45,63 miliar menjadi Rp 67,61 miliar.
Usai terpangkas beban pendapatan dan depresiasi, amortisasi Rp 302,77 miliar, laba kotor Sarana Menara menjadi Rp 637,68 miliar. Laba kotor ini naik 25,02% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 510,05 miliar.
Dengan beban usaha yang meningkat hingga Rp 103,84 miliar, laba operasi perseroan tercatat mencapai Rp 533,84 miliar. Beban lain-lain meningkat sebesar Rp 434,07 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Sarana Menara mencatat penghasilan lain-lain Rp 111,37 miliar.
Laba sebelum pajak pun langsung anjlok 81,88% dari Rp 550,74 miliar menjadi Rp 99,77 miliar.
Meski perolehan laba turun, pendapatan perseroan masih mampu meningkat 28,73% menjadi Rp 1,008 triliun dari posisi tahun lalu sebesar Rp 783,01 miliar. Beban pokok pendapatan juga naik dari Rp 45,63 miliar menjadi Rp 67,61 miliar.
Usai terpangkas beban pendapatan dan depresiasi, amortisasi Rp 302,77 miliar, laba kotor Sarana Menara menjadi Rp 637,68 miliar. Laba kotor ini naik 25,02% dibandingkan periode sebelumnya, Rp 510,05 miliar.
Dengan beban usaha yang meningkat hingga Rp 103,84 miliar, laba operasi perseroan tercatat mencapai Rp 533,84 miliar. Beban lain-lain meningkat sebesar Rp 434,07 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Sarana Menara mencatat penghasilan lain-lain Rp 111,37 miliar.
Laba sebelum pajak pun langsung anjlok 81,88% dari Rp 550,74 miliar menjadi Rp 99,77 miliar.
Lihat berita:
Riset Matahari Putra Prima oleh Indo Premier Sekuritas
Riset Matahari Putra Prima oleh Indo Premier Sekuritas. Broker ini melihat pascadivestasi bisnis department store, Matahari kini dalam fase transisi dan akan terjadi penurunan pendapatan. Matahari kini fokus mengembangan bisnis Hypermart. Rekomendasi diturunkan dari Buy menjadi Hold dengan target harga Rp 1.580/saham.
Riset Matahari Putra Prima Oleh Indo Premier
Riset Matahari Putra Prima Oleh Indo Premier
Riset Industri Semen oleh NISP Sekuritas
Riset Industri Semen oleh NISP Sekuritas. Penjualan semen turun 29,3% dari Agustus 2010 ke September 2010. Namun penjualan semen dari Januari-September 2010 berhasil tumbuh 8,5%. Penjualan semen Indocement dan Holcim Indonesia masing-masing tumbuh 13,6% sedangkan Semen Gresik hanya 2,4%.
Riset Industri Semen Oleh NISP Sekuritas
Riset Industri Semen Oleh NISP Sekuritas
Riset Bank Negara Indonesia oleh Ciptadana Sekuritas
Riset Bank Negara Indonesia oleh Ciptadana Sekuritas. Target harga Rp 5.300/saham. Ciptadana memperkirakan harga eksekusi rights issue BNI di harga Rp 3.000/saham guna mencapai target dana Rp 10 triliun.
Riset Bank Negara Indonesia Oleh Ciptadana Sekuritas
Riset Bank Negara Indonesia Oleh Ciptadana Sekuritas
Subscribe to:
Posts (Atom)







