rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Thursday, September 22, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 22 September 2011








Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 22 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin anjlok 55 poin (-1,45%) ke level 3.697.49. Asing membukukan net selling Rp 554 miliar. Secara teknikal, IHSG gagal bergerak rebound dan kembali terkoreksi menembus garis MA 200. Indikator RSI dan stochastic  bergerak downtrend meski sudah di area oversold. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak pada range 3.639-3.733. Cermati BDMN dan MASA.

2. Reliance Securities
IHSG telah bergerak pada tren bearish jangka menengah dengan target minor support channeling 3.597. Ini merupakan support terdekat resistance level 3.705. Waspadai koreksi yang masih dapat berlanjut. Target pullback IHSG adalah 3.841 yang merupakan level konfirmasi jalur bullish.
3. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Kamis (22/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.673-3.737. Pengumuman hasil rapat The Fed dan perkembangan penyelesaian krisis utang Yunani akan memberikan sentimen ke indeks. Perhatikan TLKM, BDMN, BRPT.
4. Kresna Sekurindo
Ketidakpastian global membuat volatilitas IHSG masih tinggi mengingat pasar masih menunggu kebijakan The Fed dalam FOMC yang diharapkan menjadi katalis positif. Penutupan IHSG yang di bawah trading range 3.700-4.020 masih bisa menekan IHSG di kisaran 3.640-3740.

5. Danareksa Sekuritas
Bursa regional yang bergerak mixed mengindikasikan pelaku pasar masih menunggu  hasil dari FOMC. IHSG masih berpotensi melanjutkan fase penurunan. Untuk hari ini, support indeks berada di kisaran 3.628-3.653 dan resistance di 3.737-3.751.

Wednesday, September 21, 2011

Rekomendasi HD Capital, 21 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 21 September 2011.
SELL: PGAS, ASII, BMRI, BBCA
  • Rumor intervensi dari pemerintah sebesar Rp 12 triliun untuk mendongkrak rupiah, pasar modal dan obligasi sedikit membatu sentimen namun pada dasarnya gambaran ketidakpastian global masih berlanjut sehingga rekomen sell on strength bila masih ada kenaikan.
  • IHSG close (20-09) 3.752.18(-2.94/-0.08%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.600, Resistance: 3.850-3.925
Stock picks
1.     Perusahaan Gas  (PGAS) (SELL) (Koreksi  Rp 2.450)  (Close 20/09 Rp 2.600)
  • Technical rebound dapat terjadi dari kondisi oversold (jenuh jual), namun keseluruhan gambaran tren masih dalam jalur negatif sehingga lebih bijak mulai mengatur exit strategy.
  • Exit (1) Rp 2.675, Exit (2) Rp 2.725, Reverse posisi: Rp 2.800
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 63.500) (Close 19/09 Rp 65.400)
  • Bila masih terjadi kenaikan untuk menguji beberapa moving average di atas (Rp 66.000-68.000) lebih baik melakukan exiting strategy karena tren jangka pendek dan medium term belum cukup kuat untuk mendukung tren reversal.
  • Exit (1) Rp 66.900, Entry(2) Rp 67.200, Cutloss point: Rp 68.000
 
3.    Bank Mandiri (BMRI) (SELL): (Koreksi: Rp 6.150) (Close 20/09 Rp 6.300)
  • Bank pemerintah mempunyai basis dana untuk memberikan pinjaman berupa obligasi RI, dimana nilainya akan semakin menyusut bila terjadi pergerakan tajam di US$ sehingga saham ini akan rentan dengan aksi profit taking bila itu tejadi.
  • Exit: (1) Rp 6.400, Entry (2) Rp 6.500,  Reverse posisi: Rp 6.650
 
4.   Bank BCA (BBCA) (SELL): (Koreksi: Rp 7.700) (Close 20/09 Rp 7.950) 
  • Koreksi di sektor perbankan ditakutkan dapat terjadi bila gambaran hutang krisis eropa berubah negatif dimana sentimen dapat berimbas ke bank lokal.
  • Exit: (1) Rp 8.100, Entry (2) Rp 8.250, Cut loss point: Rp 8.350
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 21 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 21 September 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 2,9 poin (-0,08%) ke level 3.752. Asing membukukan net selling Rp 809,5. Secara teknikal, IHSG berpotensi rebound melihat candlestick membentuk pola dragonfly doji di garis lower bollinger band yang mengindikasikan sinyal bullish reversal. Sementara indikator stochastic dan RSI masih bergerak downtrend namun sudah berada di area oversold. Hari ini, indeks berpotensi rebound dan akan bergerak pada range 3.691-3.799. Cermati BBNI, INTP, dan ENRG.

2. Danareksa Sekuritas
Mengikuti bangkitnya bursa regional serta Eropa yang dibuka di zona hijau, IHSG mampu rebound setelah pada sesi pertama terkoreksi hingga menembus level psikologis 3.700. Dengan keberhasilan ini, peluang IHSG untuk mulai menguat cukup terbuka. Support IHSG untuk hari ini akan berada di sekitar 3.710-3.735, sementara resistance pada kisaran 3.808-3.824.

3. Kresna Sekurindo
Munculnya pola bullish reversal pada saham berkapitalisasi besar membuka peluang IHSG untuk kembali menguji resistance di 3.789. Akan tetapi, sentimen global diperkirakan membuat volatilitas masih tinggi, sehingga hari ini IHSG diperkirakan bergerak  di  kisaran 3.670-3.790. Penutupan di bawah 3.700 akan mengonfirmasi berlanjutnya tren turun IHSG.

4. Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan Rabu (21/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak mixed pada kisaran 3.700-3.810. Spekulasi atas hasil rapat The Fed serta perkembangan pembicaraan mengenai pencairan dana talangan untuk Yunani masih akan menentukan pergerakan indeks. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain ICBP, CPIN, BBRI, SMGR. 

Tuesday, September 20, 2011

Barito Jual 7,13% Saham TPIA kepada SCG Chemicals

PT Barito Pacific Tbk bersama Apleton Investment Ltd melepas kepemilikan sahamnya di PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) masing-masing sebesar 7,13% (218.520.300 saham) dan 22,87% (701.338.625 saham) kepada SCG Chemicals Co Ltd (SCG), yang merupakan bagian dari gSiam Grup.

Pelepasan saham TPIA itu dilakukan pada harga Rp 4.088/saham, sehingga total penjualan mencapai Rp 3,76 triliun. Setelah transaksi, SCG menguasai 30% saham TPIA.

Penandatanganan transaksi jual beli block trade commitment letter ditandatangani kedua penjual dengan SCG pada 19 September 2011, demikian penjelasan Direktur TPIA Suryandi. 

Hanhwa Chemical drops plan to buy Sulfindo-sources

South Korea's Hanwha Chemical dropped a plan to buy Indonesian chemical producer Sulfindo Adiusaha in a potential $700 million deal, said two source familiar with the matter on Monday. 


The second round of bids for Sulfindo is due later this month, with the deal attracting foreign players including Thai industrial conglomerate Siam Cement .

"Hanwha is out of the race due to pricing issue," a source with direct knowledge to the deal told Reuters, declining to be named because of the sensitivity of the issue.
A Hanwha spokesman could not be reached for comment.

Sulfindo is controlled by the Victoria Group, owned by Indonesia's Tanojo family, who also own small lender Bank Victoria and brokerage Victoria Securities. Macquarie is the sell-side adviser for the deal, three sources told Reuters earlier. Source: Reuters

Thai SCC buys stake in Indonesia's Chandra Asri for $442 mln

* SCC will hold 30 pct in Chandra Asri
* Acquisition is growth opportunity in Indonesia
* SCC shares unchanged in weak market 

Thailand's Siam Cement Pcl said on Tuesday it planned to buy a 30 percent stake in Indonesia's Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) for 13.5 billion baht ($442 million) as part of its Southeast Asian expansion drive. 

CAP, Indonesia's largest petrochemical maker, is one of two Indonesian companies sought by Siam Cement, Thailand's biggest industrial conglomerate. The other is Sulfindo Adiusaha, a chemical producer controlled by Indonesia's Tanojo family. 

The deal is yet another indicator of increasing foreign interest in Southeast Asia's biggest economy, which is drawing investors because of strong growth and a buoyant stock market.

Siam's wholly-owned unit, SCG Chemicals Co Ltd, has signed agreements to acquire 218.52 million CAP shares from PT Barito Pacific Tbk and another 701.34 million CAP shares from Apleton Investments Ltd, it said in a statement to the stock exchange. 

"This investment represents a unique opportunity for SCG Chemicals to invest in Indonesia's leading petrochemical franchise, with highly attractive market growth dynamics," Chief Financial Officer Chaovalit Ekabut said in the statement. 

The transaction is expected to be completed this month and Barito will remain the controlling shareholder of CAP, it said. 

HSBC, exclusive financial advisor to Siam Cement for the transaction, said in a statement SCG Chemicals will become a non-controlling shareholder in Chandra Asri.

Another contender is Thailand's PTT group. Sources recently said PTT group was keen to acquire a stake in CAP. Singapore state investor Temasek Holdings Pte Ltd has been trying to unload its 23 percent stake.

With 2010 sales of $1.86 billion, CAP makes polyethylene, polypropylene, styrene monomer and various olefins products. Its plants are located in Cilegon, a major coastal industrial city in the province of Banten, West Java, Indonesia.

"We belive that the acquisition of CAP will be positive for SCC given that it is producing the same products," Naphat Chantaraserekul, analyst at DBS Vickers Securities, said in a recent note to clients. 

Siam Cement, 30-percent owned by the Thai royal family's Crown Property Bureau, has aggressively scouted for opportunities for assets overseas, especially in Southeast Asia.
The company already has interests in petrochemical plants in Indonesia and its subsidiary, Thai Plastic Chemicals Pcl , has a polyvinyl chloride (PVC) plant in the country with a capacity of 120,000 tonne a year. 

Siam Cement focuses on three core businesses: cement, petrochemicals, paper and packaging. Petrochemicals generally make up almost half of profits.
Valued at $12 billion, Siam Cement had cash of about 58 billion baht ($1.9 billion) at the end of June.

The conglomerate also had planned to build a $3.5-4.0 billion petrochemical complex in Vietnam, but the project has been delayed since 2009. Siam Cement has said it expected to conclude a plan for the project in Vietnam by mid-2011.
At 0315 GMT, Siam Cement shares were unchanged at 303 baht, while the broad market was 0.5 percent lower. ($1 = 30.50 Baht. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 20 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 20 September 2011.
BUY: PGAS, ASII, BMRI, BBCA
  • Bila terjadi pelemahan IHSG akibat fluktuasi rupiah diatas 9.000 dan sentimen negatif dari masalah Eropa bisa memberikan kesempatan akumulasi untuk antisipasi technical rebound.
  • IHSG close (19-09) 3.755.18(-80.13/-2.09%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.600, Resistance: 3.925-4.020-4.125
Stock picks
1.     Perusahaan Gas  (PGAS) (BUY) (Target. Rp.2.675)  (Close 19/09 Rp.2.575)
  • Perhitungan fundamental target 2 bulan kedepan bila sebagain cost dari kenaikan harga gas bisa di pass on ke konsumen adalah Rp.2.700 sehiingga koreksi yang telah berlangsung selama ini dirasakan terlalu jauh dari harga saham sebenarnya dan bila masih ada penekanan rekomen akumulasi.
  • Entry (1) Rp.2.450, Entry (2) Rp.2.350, Cut loss point: Rp.2.250
 
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp.66.200) (Close 19/09 Rp.65.000)
  • Bila masih terjadi penurunan akibat fluktuasi rupiah yang dapat menaikan harga komponen import hingga ditakutkan terpangkasnya profit outlook, bisa melakukan akumulasi dengan asumsi akan terjadi techical rebound.
  • Entry (1) Rp.60.850, Entry(2) Rp.58.100, Cutloss point: Rp.57.100

 
3.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp.6.450) (Close 19/09 Rp.6.350)
  • Bank pemerintah mempunyai basis dana untuk memberikan pinjaman berupa obilgasi RI, dimana nilainya akan semakin menyusut bila terjadi pergerakan tajam di US$ namun bila terjadi koreksi akibat hal tersebut bisa dijadikan sebagai kesempatan trading karena sebagian besar pelaku pasar sudah mulai price ini hal tersebut.
  • Exit: (1) Rp.6.200, Entry (2) Rp.6.050,  Reverse posisi: Rp.5.900
 
4.   Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp.7.950) (Close 19/09 Rp.7.850) 
  • Bila terjadi penekanan di sektor perbankan otomatis investor asing akan melirik bank dengan valuasi PER tertinggi (mahal) BBCA yang mempunyai net profit margin tertinggi atas loan portofolionya.
  • Entry: (1) Rp.7.550, Entry (2) Rp.7.450, Cut loss point: Rp.7.350
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, September 19, 2011

Rekomendasi HD Capital, 19 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 19 September 2011.
SELL: PGAS, ASII, BMRI, ADRO
  • Bila terjadi penguatan tetap rekomen sell on strength karena beberapa faktor global dan fluktuasi rupiah masih menjadi concern
  • IHSG close (16-09) 3.835.18(+60.85/+1.61%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.600, Resistance: 3.925-4.020-4.125
Stock picks
1.     Perusahaan Gas  (PGAS) (SELL) (Koreksi  Rp 2.450)  (Close 15/09 Rp 2.675)
  • Bila masih ada sisa penguatan di saham ini rekomen sell on strength dalam downtrend berkelanjutan karena akan sulit pass on cost kenaikan biaya gas sepenuhnya kepada end consumer karena negosiasi harga membutuhkan proses lumayan lama untuk disetujui.
  • Exit(1) Rp 2.775, Exit (2) Rp 2.850, Reverse posisi: Rp 2.950
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 63.200) (Close 15/09 Rp 65.900)
  • Setimen negatif dari potensi melambatnya permintaan penjualan mobil bila suku bunga dinaikan untuk mereda kenaikan US$ dan biaya import yang naik juga akibat pelemahan rupiah terhadap US$ masih tetap menghantui saham ini.
  • Exit (1) Rp 67.200, Exit (2) Rp 68.500, Reverse posisi: Rp 69.900
 
3.    Bank Mandiri (BMRI) (SELL): (Koreksi: Rp 6.250) (Close 16/09 Rp 6.650)
  • Bank pemerintah mempunyai basis dana untuk memberikan pinjaman berupa obilgasi RI, dimana nilainya akan semakin menyusut bila terjadi pergerakan tajam di US$.
  • Exit: (1) Rp 6.700, Entry (2) Rp 6.850,  Reverse posisi: Rp 6.950
 
4.   Adaro Energy (ADRO) (SELL): (Koreksi: Rp 1.850) (Close 16/09 Rp 1.980) 
  • Walaupun mulai rebuond dari kondisi oversold (jenuh jual) pasca koreksi tajam, ditakutkan saham in masih dalam pola downtrend sehingga tekanan jual di atas dengan mudah akan muncul.
  • Posisi USD kuat akan membuat biaya hutang dan bunga untuk expansi tambang lebih mahal dan slowdown di Asia Eropa akan membuat permintaan batubara export turun.
  • Exit: (1) Rp 2.025, Exit (2) Rp 2.075, Reverse posisi: Rp 2.125
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 19 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Senin, 19 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu naik 61 poin (1,61%) ke level 3.835,18. Investor asing mulai membukukan net buying, kali ini Rp 22 miliar. Secara teknikal, IHSG tampak mulai bergerak reversal dengan candlestick membentuk pola bullish marubozu, sementara indikator stochastic membentuk golden cross di area oversold. Adapun RSI bergerak uptrend.  Hari ini, indeks diprediksi menguat di kisaran 3.761-3.880. Amati BMRI, INDY, dan JPFA.

2. Danareksa Sekuritas
Dengan rebound yang berhasil breakout dari resistance jangka pendeknya di 3.825 yang juga merupakan level 38,2% retracement, IHSG mulai menunjukkan adanya sinyal positif. Fast moving oscillator juga sudah berbalik arah dan cenderung golden cross, sehingga peluang melanjutkan penguatan cukup terbuka. Hari ini, support IHSG akan berada di sekitar 3.790-3.803 dengan resistance di kisaran 3.875 - 3.896.

3. Sucorinvest Centra Gani
IHSG hari ini diperkirakan menguat pada kisaran 3.800-3.854. Ini terlihat dari beberapa indikator teknikal. Stochastic oscillator golden cross di area normal, sementara demand index naik ke area positif. Klinger oscillator underperform mendatar di area negatif dan daily MACD turun di area negatif. Penguatan indeks pekan lalu sejalan dengan penguatan indeks bursa regional. Buy AALI, ADRO, ISAT, ITMG, SMGR, sell BDMN, DEWA.

4. Infovesta Utama
IHSG hari ini diperkirakan melanjutkan penguatan, namun terbatas pada kisaran support 3.790 dan resistance 3.870. Pergerakan indeks akan ditentukan perkembangan bursa global. Dalam konsisi seperti ini, investor bisa cermati ICBP, MAPI, EXCL, UNTR, dan BMRI.(C04)

Friday, September 16, 2011

Rekomendasi HD Capital, 16 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 16 September 2011.
SELL: BBCA, ASII, BMRI, BUMI
  • IHSG dapat menguat didorong oleh beberapa sentimen regional namun rekomen sell on strength karena mulai perubaha tren ke arah negatif dalam grafik bulanan (long term-monthly chart) dan posisi mata uang rupiah yang masih berpotensi fluktuatif.
  • IHSG close (15-09) 3.774.33(-24.71/-0.65%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.720-3.550, Resistance: 3.830-3.950-4.025-4.125

Stock picks
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (SELL) (Koreksi Rp 6.150)  (Close 15/09 Rp.6.350)
  • Bank pemerintah ini mempunyai basis aset pinjaman dalam government bonds bila terjadi fluktuasi di rupiah akan menurunkan nilainya sehingga membutuhkan dana lebih banyak untuk mencapai target pertumbuhan kredit yang di proyeksi.
  • Exit(1) Rp.6.450, Exit (2) Rp.6.650, Reverse posisi: Rp.6.850
 
2.    Astra International (ASII) (SELL): (Koreksi: Rp 64.000) (Close 15/09 Rp.65.300)
  • Setimen negatif dari flutuasi rupiah yang dapat menaikan cost of goods sold mobil yang dirakit belum hilang sepenuhnya, bila terjadi rally sebaiknya sell on strength karena mulai ada perubahan tren ke arah yang kurang baik.
  • Exit (1) Rp.66.700, Entry (2) Rp.67.700, Reverse posisi: Rp.68.500
 
3.    Bank BCA (BCA) (SELL): (Koreksi: Rp.7.550) (Close 15/09 Rp.7.900)
  • Sentimen negatif dari masalah Eurozone dan bank2 di Eropa yang belum terselesaikan dapat mendorong profit taking di sektor perbankan bila ada rally kuat, sebaiknya sell on strength.
  • Exit: (1) Rp.8.050, Entry (2) Rp.8.150,  Reverse posisi: Rp.8.350
   
4.   Bumi Resources  (BUMI) (SELL): (Koreksi: Rp.2.450) (Close 15/09 Rp.2.600) 
  • Pasca menutup price gap di Rp.2575, saham ini dapat rally namun masih ada persoalam corporate action mengenai konversi saham BRMS untuk program debt restructuring BUMI sehingga lebih bijak sell on strength.
  • Exit: (1) Rp.2.725, Exit (2) Rp.2.875, Reverse posisi: Rp.2.950
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 16 September 2011







Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Jumat, 16 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin bergerak anomali di tengah naiknya sejumlah bursa regional dan ditutup turun 25 poin (-0,65%) ke level 3.774.33. Asing kembali membukukan net selling, kali ini Rp 1,4 triliun. Secara teknikal, IHSG mulai menunjukkan sinyar reversal, terlihat dari stochastic yang mulai memasuki area oversold. Hari ini, indeks diperkirakan berpotensi rebound di range 3.733-3.821. Perhatikan BBRI, MYOR, dan BBCA.  

2. Kresna Sekurindo
Meredanya tekanan di bursa global membuat tekanan IHSG berkurang meskipun ditutup di bawah support kunci 3.786. Dengan demikiam, pergerakan IHSG masih rawan tekanan jual dan diperkirakan bergerak di kisaran 3.680-3.830 dengan support jangka panjang di 3.609.

3. Danareksa Sekuritas
Peluang terjadinya rebound IHSG sudah terbuka, karena didukung oleh posisi fast moving oscillator yang berada di teritori oversold dan cenderung mulai berbalik arah. Namun, aksi jual investor asing dikhawatirkan dapat menahan laju penguatan indeks. Untuk hari ini, kami memperkirakan IHSG berada di support 3.713-3.734 dan resistance 3.823-3.850.
4. Sinarmas Sekuritas 
Pada perdagangan Jumat (16/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak mixed pada kisaran 3.713-3.830. Cermati ISAT, MYOR, BBRI, BBCA.

5. Sucorinvest Central Gani

Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diperkirakan berfluktuasi dengan potensi rebound minor pada kisaran 3.705-3.842. Kemarin, indeks melemah 24,7 poin (0,65%) ke level 3.774. Buy BBRI, ISAT, SGRO, sell BDMN, BUMI, PTDA, WIKA. 

Thursday, September 15, 2011

Rekomendasi HD Capital, 15 September 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Kamis, 15 September 2011.
BUY:BBCA, ASII, BMRI, HRUM
  • Melemahnya rupiah akibat tekanan regional dan sentimen negatif dari terpangkasnya asumsi pertumbuhan GDP regional Asia dan Indonesia memberikan tekanan ke pasar namun bila masih ada koreksi bisa memberikan kesempatan bargain huting.
  • IHSG close (14-09) 3.799.04(-75.740/-1.95%) (Val.Rp.3.6T)
  • Support: 3.760-3.550, Resistance: 3.830-3.950-4.025-4.125
Stock picks
1.     Bank Mandiri  (BMRI) (BUY) (Target. Rp.6.850)  (Close 13/09 Rp.420)
  • Pasca kejadian koreksi dengan volume besar, bank big cap pemerintah ini mulai memasuki daerah oversold, bila masih ada penekanan, rekomen mulai melakukan akumulasi untuk antisipasi quick technical rebound.
  • Entry(1) Rp.6.250, Entry (2) Rp.6.000, Cut-loss point: Rp.5.750
   
2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp.67.700) (Close 14/09 Rp.66.750)
  • Sentimen negatif dari proses melemahnya rupiah yang ditakutkan dapat meningkatkan biaya produksi mobil membuat ASII terkoreksi tajam, namun saham in mulai memasuki area oversold sehingga ada kesempatan akumulasi untuk technical rebound terbuka jika masih ada penekanan.
  • Selama suku bunga BI rate tidak dinaikan, permintaan kredit mobil akan stabil walaupun harganya akan terkerek naik akibat cost of good sold menjadi mahal.
  • Entry (1) Rp.65.500, Entry (2) Rp.64.200, Cutloss point: Rp.62.000

 
3.    Bank BCA (BCA) (BUY): (Target: Rp.7.850) (Close 14/09 Rp.7.750)
  • Saham banking big cap swasta yang diperdangankan di valuasi premium (PER tinggi) dengan Net Profit Margin tertinggi atas loan portofolio mulai menarik dalam siklus koreksi ini,  bila masih ada penekanan rekomen akumulasi untuk antisipasi teknikal rebound pasca konsolidasi.
  • Entry: (1) Rp.7.450, Entry (2) Rp.7.300, Cut loss point: Rp.7.100
   
4.   Harum Energy  (HRUM) (BUY): (Target: Rp.8.250) (Close 12/09 Rp.8.050) 
  • Di sektor batubara, pemain small cap (lapis dua) lebih memberikan value untuk cerita pertumbuhan skala operasional produksi tambang dan kinerja fundamental, salah satunya HRUM perlu dilirik oleh investor.
  • Entry: (1) Rp.7.800, Entry (2) Rp.7.550, Cut loss point: Rp.7.400
 

Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 September 2011

Berikut rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Kamis, 15 September 2011.

1. E-Trading Securities
IHSG kemarin ditutup turun 76 poin (-1,95%) ke level 3.779,04. Asing membukukan net selling Rp 1,3 triliun. Secara teknikal, target koreksi berikutnya berada pada garis fibonacci retracement 23,6% di level 3.733 yang merupakan support kuat IHSG. Hari ini, indeks ditaksir kembali terkoreksi di kisaran 3.733-3.835. Cermati CMNP, HRUM, dan BDMN.

2. Reliance Securities
Pelemahan dari IHSG sudah relatif terbatas terlihat dari stochastic yang sudah mulai memasuki areal oversold. Bill William masih bergerak pada perlambatan batasan fractal 3.800-4.028. IHSG bergerak kritis pada batasan bullish trend-nya dengan level 3.800 sebagai batasan. Support berada di 3.764, sementara resistance 3839. Saham- saham yang menarik HRUM, BDMN, dan TLKM.

3. Sinarmas Sekuritas
IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed di range 3.750-3.830. Pelaku pasar akan terus mengawasi perkembangan resiko kredit Yunani dan masalah likuiditas perbankan Eropa. Saham-saham pilihan kami adalah HMSP, BDMN, CMNP dan ACES.

Wednesday, September 14, 2011

Rekomendasi HD Capital, 14 September 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 14 September 2011.
BUY: ASRI, ASII, BUMI, BKSL



  • Koreksi pasar atas efek external sentimen negatif dari potensi default Yunani dan pecah belah antara bank Uni Eropa dapat memicu koreksi sehat di IHSG namun bisa digunakan sebagai kesempatan untuk mencari bargain di emiten blue chip maupun lapis dua.


  • IHSG close (13-09) 3.874.633(-21.380/-0.56%) (Val.Rp.3.6T)


  • Support: 3.830-3.760-3.550, Resistance: 4.020-4.125-4.200




Stock picks

1.     Alam Sutera (ASRI) (BUY) (Target  Rp 420)  (Close 13/09 Rp 420)

  • Bila terjadi koreksi untuk menguji garis tren di Rp 400 bisa dijadikan sebagai kesempatan untuk trading karena perusahaan adalah salah satu yang masih bisa menjual kavling tanah residential dan profitability selama 9 bulan terakhir meningkat pesat


  • Entry(1) Rp 405, Entry (2) Rp 390, Cut-loss point: Rp 375

 








2.    Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 70.100) (Close 13/09 Rp 69.000)


  • Koreksi jangka pendek dapat terjadi pasca sell signal dari daily stochastic dapat terjadi namun masih rekomen akumulasi untuk trading cepat karena secara fundamental belum berubah banyak bila dilihat suku bunga tetap masih kondusif untuk permintaan kredit mobil.


  • Entry (1) Rp 67.200, Entry (2) Rp 66.000, Cutloss point: Rp 64.000















3.    Bukit Sentul (BKSL) (BUY): (Target: Rp 310) (Close 13/09 Rp 300)

  • Bila terjadi koreksi untuk menutup price gap bawah di Rp 275-260 bisa digunakan sebagai ajang trading buy karena fundamental persero jauh lebih baik versus 6 bulan sebelumnya, contohnya Net Profit Margin saja sudah 34%.



  • Entry: (1) Rp 275, Entry (2) Rp 260, Cut loss point: Rp 129



 


4.   Bumi Resources (BUMI) (BUY): (Target: Rp 2.875) (Close 12/09 Rp 2.725) 

  • Ditunda rencana konversi saham BRMS untuk melunasi opsi utang dapat mendorong koreksi hingga price gap Rp 2.625-2.575 yang dapat dilhat sebagai kesempatan untuk trading buy.

  • Entry: (1) Rp 2.575, Entry (2) Rp 2.500, Cut loss point: Rp 2.450

 

Dibuat oleh: 



Yuganur Wijanarko

Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 14 September 2011

Rekomendasi beberapa sekuritas untuk perdagangan Rabu, 14 September 2011.
1. E-Trading Securities
IHSG kemarin turun 21 poin (-0,54%) ke level 3.874,78. Asing membukukan net selling Rp 576 miliar. Secara teknikal, IHSG sehingga berpotensi melanjutkan koreksi ke level 3.821. Hari ini, indeks diperkirakan akan bergerak pada range 3.8210-3.893. Perhatikan GGRM, AALI, dan ISAT. 

2. Sinarmas Sekuritas  
Pada perdagangan Rabu (14/9), secara teknikal, indeks cenderung bergerak melemah pada kisaran 3.840-3.963. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain CPIN, JSMR, ISAT, INDF.

3. Kresna Sekurindo
Meningkatnya risiko default Yunani membuat bursa global tertekan. IHSG terkena imbas negatif mengingat tekanan asing di saham masih terjadi. Hari ini, IHSG diperkirakan masih berada di area negatif pada kisaran 3.800-3.920.