rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, September 20, 2010

Nusadana Capital Borong 306 Ribu Lot Saham BTEL

Broker Nusadana Capital Indonesia memborong 306.150 lot saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) di harga rata-rata 218. Aksi beli oleh investor lokal Nusadana ini diikuti oleh aksi borong investor asing melalui broker JP Morgan Securities Indonesia yang membeli sebanyak 139.948 lot di harga Rp 221, tanpa menjual sama sekali.

BNP Paribas Peregrine juga membeli 40.676 lot saham BTEL. Akibat aksi beli ini, harga saham BTEL naik 7,14% atau Rp 15 menjadi Rp 225.

 Broker Recapital yang telah mengoleksi satu juta lot lebih saham BTEL sejauh ini belum melakukan aksi jual. Bahkan Jumat akhir pekan lalu, broker ini tetap membeli 50 ribu lot saham BTEL.


1
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
296
306,150
218.12
21
9,350
220.40
296,800
315,500
2
BK
J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
255
139,948
221.79
-
-
-
139,948
139,948
3
BW
BNP PARIBAS PEREGRINE
240
40,676
214.83
3
6,000
216.67
34,676
46,676
4
YP
ETRADING SECURITIES
163
35,093
223.24
125
12,216
220.48
22,877
47,309
5
SH
ARTHAVEST TBK.
41
22,000
224.59
1
300
220.00
21,700
22,300
83
PO
BALI SECURITIES
33
66,700
220.37
52
138,000
221.01
-71,300
204,700
84
YJ
LAUTANDHANA SECURINDO
22
12,300
219.96
109
91,194
218.02
-78,894
103,494
85
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
68
50,789
172.85
108
182,193
207.04
-131,404
232,982
86
FS
AMCAPITAL INDONESIA
-
-
-
120
156,457
219.68
-156,457
156,457
 

UBS Securities Borong 55 Ribu Lot Saham BUMI

Investor asing melalui UBS Securities Indonesia memborong 55.830 lot saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di harga rata-rata Rp 1.994, tanpa menjual sama sekali. Broker asing lainnya yang turut mengoleksi saham BUMI adalah Credit Suisse Securities Indonesia sebanyak 21.265 lot.

Samuel Sekuritas yang pada Jumat akhir pekan lalu membeli 97.660 lot saham BUMI di harga Rp 1.905 oleh 862 investor asing yang menjadi nasabah broker tersebut, kali ini membeli 13.768 lot. Namun pembelian kali ini hampir seluruhnya dilakukan oleh nasabah lokal.

Di pihak penjual, aksi jual dominan dilakukan oleh investor lokal melalui broker Arthavest yang menjual 27.544 lot, Phillip Securities Indonesia 48.756 lot, E-Trading Securities 56.102 lot, dan Waterfront 17.032 lot.

Aksi pembelian yang masih dominan membuat harga saham BUMI naik Rp 82 atau 4,38% menjadi Rp 2.025.


1
AK
UBS SECURITIES INDONESIA
820
55,830
1,994.57
-
-
-
55,830
55,830
2
SQ
DINAMIKA USAHAJAYA
107
20,191
1,950.91
27
966
2,021.33
19,225
21,157
3
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
332
27,701
2,007.60
138
9,009
1,993.67
18,692
36,710
4
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
242
21,265
2,016.97
157
6,684
1,996.44
14,581
27,949
5
IF
SAMUEL SEKURITAS INDONESIA
98
13,768
1,995.41
15
771
2,018.85
12,997
14,539
107
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
49
4,633
1,979.15
89
17,032
2,013.97
-12,399
21,665
108
YP
ETRADING SECURITIES
914
36,136
1,990.88
1174
56,102
1,988.61
-19,966
92,238
109
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
492
28,200
1,980.07
672
48,756
1,987.26
-20,556
76,956
110
SH
ARTHAVEST TBK.
85
6,055
2,002.83
232
27,544
1,969.01
-21,489
33,599

Indonesia govt sees Q3 GDP growth at 6.2-6.3 pct y/y

Indonesia's government sees third quarter economic growth of 6.2-6.3 percent year-on-year, the deputy finance minister said on Monday.

"It will be better than Q2. We see it in the 6.2-6.3 percent range," Anny Ratnawati. Source: Reuters

4 Alasan IHSG Bergerak Naik Spektakuler

IHSG dan Rupiah terus menguat sensasional dalam 1 bulan terakhir. Bahkan Pada perdagangan pekan lalu, IHSG kembali bercokol pada level tertingginya dalam sejarah pada level 3384,65 sedangkan rupiah ditutup pada level 8.985 per dolar AS.

Analis dari PT BNI (Persero) Tbk, Muhammad Fikri mengatakan, trend penguatan IHSG dan rupiah pada dasarnya telah terjadi sejak awal tahun 2010. Posisi IHSG saat ini tercatat telah mengalami penguatan sebesar 31,42% sedangkan rupiah telah menguat 4,8% dibandingkan dengan posisi awal tahun 2010.

"Penguatan IHSG dan Rupiah ini didorong oleh masifnya dana asing yang masuk ke Indonesia sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap ekonomi Indonesia," jelas Fikri dalam reviewnya, Senin (20/9).

Ia pun membeberkan 4 alasan yang mendorong masifnya capital inflow ke Indonesia sejak awal tahun 2010:

1. Seperti diketahui pada Januari 2010 the Fitch Ratings meningkatkan rating Indonesia menjadi satu tingkat dibawah level layak investasi (investment grade), hal yang sama juga dilakukan oleh Standard & Poor's pada Maret 2010 yang menaikkan rating utang Indonesia dua tingkat dibawah investment grade.

Seperti tidak ingin kalah, pada Juni 2010, Moody's Investors Service juga menaikkan peringkat utang Indonesia dari outlook stabil menjadi positif dengan rating Ba2. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada negara besar Eropa, sebagai dampak dari krisis utang yunani, The Fitch menurunkan rating utang Spanyol menjadi AA+ dengan outlook stabil dan merupakan yang pertama sejak tahun 2003.

Kondisi tersebut memaksa investor untuk mencari pasar baru untuk berinvestasi di luar Amerika dan Eropa yang masih diselimuti krisis, dan Indonesia menjadi salah satu pasar yang direkomendasikan oleh beberapa institusi keuangan dunia tersebut.

2. Masih dibulan juli 2010, IMF merilis laporannya yang menaikkan pertumbuhan ekonomi Asia, Lebih lanjut IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Asia akan dimotori oleh Indonesia bersama China dan India.

IMF melihat bahwa besarnya pasar domestik ketiga Negara tersebut akan memicu tumbuhnya ekonomi Asia, ditengah menurunnya permintaan pasar Eropa dan Amerika. IMF dalam laporannya bahkan merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 menjadi 6%. Selain karena faktor besarnya pasar domestik, Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh industri yang berbasis natural resources dengan karakter permintaan yang cenderung stabil.

Lebih lanjut, IMF juga menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara G-20 dengan investment return yang paling tinggi, mengingat tingkat suku bunga Indonesia merupakan yang tertinggi di G-20. IMF menyebutkan spread antar bunga pinjaman dan bunga deposito Indonesia adalah tertinggi ke dua di G-20 setelah rusia, hal tersebut menarik minat investor untuk masuk ke Indonesia khususnya ke sektor perbankan.

"Investor melihat bahwa potensi laba untuk sektor perbankan Indonesia merupakan yang paling tinggi di antara anggota G-20 lainnya sehingga mendorong terus naiknya harga saham emiten perbankan di bursa," urai Fikri.

3. Setelah IMF giliran World Economic Forum (WEF) yang memberikan pandangannya terhadap Indonesia. Berdasarkan laporan yang dirilis pada bulan lalu, WEF mencatatkan Indonesia sebagai Negara dengan kenaikan Indeks daya saing paling impresif di dunia.

Dalam laporannya, indeks daya saing Indonesia 2010 naik 10 tingkat ke posisi 44 dari 139 negara. Peningkatan tersebut didorong oleh semakin membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia serta meningkatnya indikator pendidikan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil mempertahankan kondisi ekonominya tetap sehat selama masa krisis 2008.

Seperti diketahui utang Indonesia tercatat sebesar 27% dari total GDP, hal tersebut mencerminkan resiko utang Indonesia yang kecil. Rendahnya default risk terhadap obligasi yang diterbitkan Indonesia mendorong investor untuk berinvestasi di surat berharga yang diterbitkan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke 18 dunia dengan total GDP sebesar US$ 539,4 milliar.

4. Yang terakhir giliran UK Trade & Investment (UKTI) yang memberikan pandangannya terhadap Ekonomi Indonesia. Perlu diketahui bahwa UKTI merupakan acuan investor di UK dalam berinvestasi. Dalam laporannya yang dirilis minggu lalu, UKTI menyebutkan bahwa Indonesia adalah Negara tujuan investasi pilihan investor ke empat dunia setelah China, Vietnam dan India. UKTI bahkan mengidentifikasi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan jangka panjang yang paling tinggi di dunia.

Secara lansung, lanjut Fikri, pandangan institusi keuangan dunia tersebut telah mengarahkan investor untuk memilih Indonesia sebagai tujuan investasi sehingga mendorong massivenya capital inflow. Diluar pandangan tersebut, positifnya laporan keuangan emiten bursa pada semester I/2010 yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan penjualan diatas 30% juga menjadi jawaban bahwa pandangan dari berbagai institusi keuangan dunia tersebut tidak salah.

"Untuk minggu ini, IHSG masih berpotensi menguat mengingat Dow Jones ditutup positif akhir pekan lalu, namun mengingat bursa saham Indonesia telah menguat cukup tinggi maka investor diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih, karena potensi koreksi terhadap bursa sangat terbuka," papar Fikri. Source: Detikfinance

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 20 September 2010


Untuk perdagangan hari ini, Senin 20 September 2010, empat sekuritas memberikan analisa soal kondisi bursa yang akan terjadi dan saham-saham pilihan yang patut dicermatin. Berikut ulasan detailnya.

1. E-Trading Securities
Jumat (17/9), IHSG ditutup menguat 43 poin (1,29%) didorong oleh kenaikan saham Grup Bakrie (B-7), seperti UNSP, ELTY, dan BUMI. Asing tercatat membukukan transaksi net buying Rp 218 miliar pada perdagangan regular pada saham properti dan mining. IHSG hari ini diperkirakan masih digerakkan oleh saham B-7 dan second liner dalam kisaran 3.350–3.450. Saham yang dapat diperhatikan UNSP, BUMI, ADRO, dan BRAU.


2. Trimegah Securities
IHSG berhasil rebound dan kembali membentuk nilai harga tertingginya Jumat lalu, dengan diikuti tingkat volatilitas pasar yang cukup tinggi. Indikator bollinger band yang melebar mengindikasikan indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan yang sempit karena stochastic sudah di area overbought. IHSG akan bergerak pada kisaran 3.356-3.403. Saham pilihan PGAS dan SMGR.



3. Sinarmas Sekuritas
Aksi pembelian saham oleh investor asing pada akhir pekan lalu masih berlanjut. Broker asing net buying Rp 182,83 miliar, sehingga IHSG mencatat level tertinggi terbaru 3.390,56. Jika aksi pembelian oleh asing berlanjut, indeks masih berpotensi menguat dalam kisaran 3.354-3.450. Saham pilihan ADRO, LSIP, dan SMCB.


4. Erdikha Sekuritas
IHSG ditutup menguat 43,02 poin (1,29%) menjadi 3.384.65 Jumat lalu. Penguatan saham sektor properti dan industri dasar menjadi salah satu pemicu kenaikannya, selain pengaruh positif dari indeks bursa global. IHSG masih dalam trend positif, namun juga rawan aksi jual dalam jangka pendek. Indeks akan bergerak pada kisaran 3.323-3.403. Kami merekomendasi SMCB dan ENRG.



Rekomendasi HD Capital, 20 September 2010

Untuk hari ini, Senin 20 September 2010, HD Capital merekomendasikan untuk mencermati empat saham pilihan, yakni Adaro Energy (ADRO), Astra International (ASII) , Indofood Sukses Makmur, (INDF) dan Bumi Resources (BUMI). Opsi Sell diberikan kepada ADRO, sedangkan tiga saham pilihannya diberi opsi Buy.

SELL: (ADRO)  BUY: (ASII, INDF, BUMI)
  • Sentimen pasar di prediksi akan mixed diwarnai oleh profit taking di beberapa emiten yang sudah mulai jenuh beli dan bargain hunting di emiten consumer yang terkoreksi pasca mencetak new high.
  • IHSG close (17-09) 3.384.65(+43.400/+1.29%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.330-3.275-3200, Resistance: 3.410-3.450-3.515

Stock picks:

1.    Adaro Energy (ADRO): (SELL) (Koreksi: Rp 2.100) (close 17/09 Rp 2.150)
  • Kinerja laba bersih Q3 2010 ditakutkan masih akan terkena dampak penurunan produksi batubara akibat curah hujan di Juli sehingga bila terjadi rally lagi dalam keadaan jenuh beli ini disarankan untuk take profit terlebih dahulu dan menunggu pullback.
  • Exit: (1) Rp 2.275, Exit (2) Rp 2.350,  Reverse posisi: Rp 2.400

2.    Indofood (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.400) (Close 17/09 Rp 5.100)
  • IPO CBP prima (mie instan) yang akan menghasilkan dana untuk melunasi utang induk INDF yang cukup tinggi dapat memperbaiki struktur keuangan dan meningkatkan nilai jual perusahaan.
  • Entry (1) Rp 4.900, Entry (2) Rp 4.800,  Cut loss point: Rp 4.700

3.   Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 59.450) (Close 17/09 Rp 54.700)
  • Koreksi yang terjadi pasca pencetakan new high di Rp.60.000 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi karena fakor makro ekonomi seperti pertumbuhan GDP & BI rate kondusif yang dapat mendukung kredit & penjualan mobil serta konstribusi dari anak perusahaan lainnya masih berjalan.
  • Entry: (1) Rp 53.400, Entry: (2) 51.400, Cut loss point: Rp 49.400

4.   Bumi Resources (BUMI) (Target: Rp 2.150) (close 17/09 Rp 1.940)
  • IPO Bumi mineral serta konversi utang melalui skema rights issue 21-September dapat membuat investor lebih konsentrasi kembali ke valuasi fundamental PER/PBV BUMI yang masih merupakan termurah dalam sektornya.
  • Entry: (1) Rp 1.930, Entry (2) Rp 1.840, Cut-loss point: Rp 1.770
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Sunday, September 19, 2010

Riset Astra International oleh JP Morgan

Riset Astra International (ASII) oleh JP Morgan.

Riset Astra International oleh JP Morgan                                                                                                                                   

Outlook Economy Trimegah Securities

Outlook Economy Trimegah Securities.

Outlook Economy Trimegah Securities                                                                                                                                   

Memo AMCAPITAL 17 September 2010

Memo AMCAPITAL 17 September 2010.

AMCAPITAL                                                                                                                                   

Memo Sucorinvest 17 September 2010

Memo Sucorinvest 17 September 2010.

SUCORINVEST                                                                                                                                   

Memo Kim Eng Sekuritas, 17 September 2010

Memo Kim Eng Sekuritas, 17 September 2010. Aturan Giro Wajib Minimum yang dikaitkan dengan fungsi intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) membuat sektor perbankan masih aktraktif di mata Kim Eng dengan rekomendasi masih Overweight. Pilihan saham favoritnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp 11.250 dan Bank Mandiri RP 7.300.

Rencana merger dan konsolidasi Flexi Telkom dan Esia Bakrie Telecom masih menunggu informasi yang lebih jelas lagi. Kim Eng merekomendasikan target harga Rp 9.100 dengan rekomendasi Hold.

 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk yang menandatangani kontrak dengan PLN pada 23 September 2010 untuk menambah pasokan 14,5 juta ton pertahun selama 20 tahun mulai 2014. Informasi ini masih coba dikonfirmasi oleh Kim Eng dengan mengontak manajemen yang sampai kini belum berhasil dilakukan. Kim Eng mereview dan akan menaikkan target harga PTBA dan rekomendasi dari sebelumnya Sell dan target harga yang lama Rp 13.800.


Memo Kim Eng Sekuritas