rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Wednesday, March 30, 2011

Rekomendasi HD Capital, 30 Maret 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 30 Maret 2011.
BUY: (UNTR, PGAS, BBRI, BMRI)
  • Konsolidasi di IHSG akibat beberapa big cap index movers terkoreksi dari keadaan jenuh beli (overbought) yang berlanjut dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi.
  • IHSG close (29-03) 3.587(-15.664/-0.43%) (Val.Rp.2.4T)
  • Support: 3.530-3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750
 
Stock picks:
1.     United Tractors (UNTR): (BUY) (target: Rp 22.650) (close 29/03 Rp 21.600)
  • Reaksi pasar terhadap efek dari slowdown dalam produksi komponen alat berat Komatsu akibat gempa dan tsunami Jepang kelihatannya sudah tercermin dalam koreksi harga yang cukup dalam sehingga bila masih ada penekanan lebih lanjut rekomen akumulasi untuk technical rebound.
  • Entry (1) Rp 21.200, Entry (2) Rp 21.150, Cut loss point: Rp 20.600
 
2.    Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 6.550) (Close 29/03 Rp 6.350)
  • Terkumpulnya dana Rp 13 triliun pasca rights issue yang meningkatkan CAR sebesar 18% dengan Loan to deposit ratio (LDR) sebesesar 70%, dan potensi pengurangan kredit macet (NPL) sebesar Rp 32 triliun di masa depan dapat menjadi katalis positif untuk meneruskan minor uptrend ini pasca konsolidasi.
  • Penyelesian kredit macet pasca IPO Garuda dan Domba Mas sebesar Rp 1,6 triliun juga menjadi pendorong sentimen jangka pendek
  • Entry (1) Rp 6.300, Entry (2) Rp 6.100, Cut loss point: Rp 5.950
 
3.   Perusahaan Gas Negara (PGAS) (BUY): (Target: Rp 3.900) (Close 29/03 Rp 3.950)
  • Pembangunan terminal LNG di Sumatra dan Jawa Barat menjadi katalis tambahan selain kinerja dari hasil penyelesaian pipa SSWJ 1 dan 2 yang memberikan kontribusi cash flow signifikan kepada persero.
  • Entry: (1) Rp 3.800, Entry (2) Rp 3.700, Cut loss point: Rp 3.550
 
4.  Bank BRI (BBRI) (BUY) (Target: Rp 5.650) (close 29/03 Rp 5.400)
  • Bank pemerintah big cap ini memiliki valuasi PER 2011 (11x) lebih murah vs BMRI dan BBNI yang diperdagangkan di atas PER 13x
  • Secara technical mulai terbentuk up-trend minor pasca konsolidasi yang lalu
  • Entry (1) Rp 5.300, Entry (2) Rp 5.150, Cut loss point: Rp 5.050
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Tuesday, March 29, 2011

Rekomendasi HD Capital, 29 Maret 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 29 Maret 2011.
BUY: (BORN, KRAS, BBNI, AALI)
  • Konsolidasi di IHSG akibat beberapa big cap index movers terkoreksi dari keadaan jenuh beli (overbought) dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mengambil posisi.
  • IHSG close (28-03) 3.593(-14.90/-0.40%) (Val.Rp.2.4T) 
  • Support: 3.530-3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750
 
Stock picks:
1.     Borneo Lumbung Energy & Metal (BORN): (BUY) (target: Rp 1.750) (close 28/03 Rp 1.670)
  • Eksposure tinggi ke pasar ekspor hard coking coal (HCC) yang diperlukan untuk proses pembuatan baja sangat menguntungkan emiten dimana sensitivitas labanya akan sangat terkerek akibat potensi upside adjustment ASO (average selling price) HCC dari $230/ton ke $280/ton.
  • Entry (1) Rp 1.600, Entry (2) Rp 1.550, Cut loss point: Rp 1.500
 
2.    Krakatau Steel (KRAS) (BUY): (Target: Rp 1.260) (Close 28/03 Rp 1.190)
  • Naiknya biaya produksi baja akibat minyak dan batubara yang melambung tinggi akan memaksa produsen baja menaikan harga untuk offset cost
  • Secara technical sudah terjadi golden cross dari 5 dan 10 MA harian dan mingguan untuk confirm bahwa tren sudah mulai berubah dari sideways ke positif
  • Entry (1) Rp 1.180, Entry (2) Rp 1.150, Cut loss point: Rp 1.100
 
3.   Bank BNI (BBNI) (BUY): (Target: Rp 3.900) (Close 28/03 Rp 3.750)
  • Pelaku pasar masih optimistis akan kinerja keuangan yang memberikan laba dan provisi yang lebih tinggi untuk 2011.
  • Pasca pullback ke crossover point moving average 5-10 hari (Rp 3.675), uptrend BBNI siap melaju kembali untuk membentuk short term up-trend.
  • Entry: (1) Rp 3.675, Entry (2) Rp 3.550, Cut loss point: Rp 3.500
 
4. Astra Agro Lestari (AALI) (BUY) (Target: Rp 23.550) (close 28/03 Rp 22.900)
  • Selain rencana pembayaran dividen sebesar Rp 896/saham, kenaikan 10% di harga CPO akan mendongkrak laba 2011 hingga 18% (dengan asumsi CPO di atas $1000/ton maka pertumbuhan laba AALI year on year sebesar 40%)
  • Secara fundamental seharusnya saham ini diperdagangkan di atas Rp 24.000
  • Entry (1) Rp 22.500, Entry (2) Rp 22.150, Cut loss point: Rp 21.800
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Monday, March 28, 2011

Indo Tambangraya to acquire Kalimantan coal mine

Indonesia's Indo Tambangraya Megah , a unit of Thai's Banpu , plans to buy a coal mine in Kalimantan with annual capacity of one million tonnes, the firm's CEO said on Monday. 

The country's no.3 coal miner expects to produce 25 million tonnes of coal this year, up from 22 million tonnes last year, said Somyot Ruchirawat. 

Rumchirawat said the company has been looking to expand output by mine acquisitions and expects one deal this year. 

"There are two or three potential coal miners that are targeted, but we will acquire a coal mine in Kalimantan with production capacity of 1 million tonnes a year," he said after a shareholders meeting in Jakarta. 

The firm's coal shipments to Japan are continuing after the recent devastating tsunami, as its buyers are located in areas of the country that have been unaffected, he added.
"There are a lot of orders and no cancellations so far," Ruchirawat said. 

Indonesia is the world's top exporter of thermal coal, and Japan is the largest buyer of Indonesian coal for power stations. The Indonesian Coal Mining Association has said damaged ports meant some Japan-bound coal has been redirected to China. Source: Reuters

Rekomendasi HD Capital, 28 Maret 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Senin, 28 Maret 2011.

BUY:  UNTR, ASII, INDF, ADRO
  • Bila terjadi koreksi akibat keadaan jenih beli di IHSG rekomen akumulasi karena keadaan tren mulai berubah dari tren samping (konsolidasi) ke minor uptrending
  • IHSG close (25-03) 3.607.11 (-4.53/-0.12%) (Val.Rp.2.9T)
  • Support: 3.530-3.475-3.350, Resistance: 3.630-3.700-3.850

Stock picks:
1.   United Tractors (UNTR): (BUY) (Target: Rp 23.200) (close 25/03 Rp 22.550)
  • Ketakutan pasar akan berkurangnya pasokan spare parts alat berat Komatsu pasca gempa bumi dan Tsunami di utara Jepang terlihat sudah tercermin dalam koreksi harga sebelumnya dan dirasakan berlebihan karena UNTR juga memiliki kontribusi dari segi bisnis di pertambangan batubara.
  • Entry: (1) Rp 22.250, Entry (2) Rp 22.000, Cut loss point: Rp 21.900


2.   Astra International (ASII) (BUY): (Target:Rp 58.350) (Close 25/03 Rp 57.900)
  • Koreksi akibat keadaan jenuh beli (overbought) di stochastic harian setelah kenaikan berturut-turut selama beberapa hari ke dalam price gap bawah di Rp 56.900 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi untuk antisipasi technical rebound.
  • Entry: (1) Rp 56.900, Entry (2) 56.200, Cut loss point: Rp 55.600

3.   Indofood Sukses Makmur (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.350) (Close 25/03 Rp 5.200)
  • Minor pullback akibat keadaan overbought memberikan kesempatan untuk mengambil posisi di emiten consumer sector yang menjadi leader dalam komponen IHSG didorong oleh rupiah yang kuat, inflasi terkendali serta daya beli masyarakat meningkat membuat kinerja tetap solid.
  • Entry: (1) Rp 5.100, Entry: (2) Rp 5.000, Cut loss point: Rp 4.950

4.    Adaro Energy (ADRO): (BUY) (Target: Rp 2.450) (Close 25/03 Rp 2.275)
  • Koreksi sebesar 10% selama 2-minggu terakhir dari Rp 2.500 membuat valuasi emiten dengan market cap terbesar setelah BUMI ini menarik untuk dilirik kembali.
  • Downgrade fundamental akibat laporan keuangan 2010 yang mengecewakan sudah tercermin dalam harga, pasar sekarang melihat ke potensi kenaikan harga ASP (average selling price) batubara di Q1 2011 dan efeknya terhadap pendapatan persero.
  • Entry: (1) Rp 2.225, Entry (2) Rp 2.175, Cut loss point: Rp 2.100




Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Friday, March 25, 2011

FLSmidth signs contract with Adaro Indonesia worth over $135 mln

* Signs materials handling contract with PT Adaro Indonesia
* Says deal worth over $135 million
Danish engineering group FLSmidth (FLS.CO) said on Friday it had signed a coal mining equipment deal worth over $135 million with PT Adaro Indonesia.

The group said it would supply material handling equipment to PT Adaro Indonesia, a subsidiary of PT Adaro Energy (ADRO.JK), to a coal mine in the Tanjung district.

"This material handling contract is the first in Indonesia and reflects a growing market in the region, particularly in the minerals sector where mining companies are expanding," FLSmidth Chief Executive Jorgen Huno Rasmussen said in the statement.

The contract comprises an out-of-pit crushing and conveying system, FLSmidth, a supplier of engineering services and equipment to the cement and minerals industries, said.
"Being the first of its kind in Indonesia, the project will act as a catalyst for other potential orders in the region," Rasmussen said. Source: Reuters

Garuda to cut Japan flights on low demand

Garuda Indonesia , the country's flag carrier, said on Friday it will reduce its flights from Bali to Japan from April because of lower demand, as radiation leaks from a nuclear plant crippled by a tsunami this month.

"We see a trend of slowing demand of flights serving Japan routes so we will reduce flights from Tokyo to Denpasar," said spokesman Pujobroto, adding seven flights would be cut from its total of 24 a month to Japan.

Japan said on Friday workers who suffered burns while trying to cool a crippled reactor were exposed to radiation levels 10,000 times higher than expected, which could mean a serious reversal after days of apparently steady progress in containing radiation leaks. Source: Reuters

Riset Mitra Adi Perkasa oleh OSK

Riset Mitra Adi Perkasa oleh OSK.

Riset Mitra Adi Perkasa Oleh OSK

Riset Mitra Adi Perkasa oleh Trimegah Securities

Riset Mitra Adi Perkasa oleh Trimegah Securities.

Riset Mitra Adi Perkasa Oleh Trimegah Securities

Riset Resource Alam Indonesia oleh OSK

Riset Resource Alam Indonesia Oleh OSK.

Riset Resource Alam Indonesia Oleh OSK

Memo Harian Kim Eng Securities

Memo Harian Kim Eng Sekuritas.

Memo Harian Kim Eng Sekuritas

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 25 Maret 2011


 Berikut rekomendasi dari tiga sekuritas ternama untuk perdagangan Jumat, 25 Maret 2011.
 
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Kamis (24/3), IHSG ditutup menguat 55,41 poin (1,55%) ke level 3.611,64. Penguatan ini dipicu dirilisnya sejumlah laporan keuangan emiten yang mencatat kinerja di atas konsensus dan penguatan indeks regional. IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya, namun investor perlu mewaspadai aksi profit taking. Soalnya, candlestick IHSG sudah menyentuh garis upper bolinger band. Pada perdagangan Jumat (25/3), indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.556–3.651. Pantau BMRI, PTBA, dan JSMR.

2. Erdhika Sekuritas
IHSG ditutup menguat 55,41 (1,56%) ke level 3611,64 kemarin. Seluruh sektor menguat kecuali sektor perdagangan yang melemah 0,47%. Asing membukukan net buying Rp 850 miliar. Hari ini, indeks diperkirakan akan bergerak pada kisaran 3.571-3.632 dengan saham rekomendasi JSMR dan ADRO.

3. Sinarmas Sekuritas  
Pada perdagangan Jumat (25/3), secara teknikal indeks akan bergerak menguat pada kisaran 3.580-3.642. Perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang yang mulai beroperasi serta  ekonomi Jepang yang mulai aktif kembali menjadi sentimen positif indeks saham domestik. Apalagi, kondisi makroekonomi Jepang belakangan ini terus membaik. Saham-saham yang perlu diperhatikan ASRI, BMRI, JSMR, BBNI.






Rekomendasi HD Capital, 25 Maret 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Jumat, 25 Maret 2011.
BUY: (INDF, BMRI, BBCA, ANTM)
  • Pasca penutupan untuk dua hari berturut-turut diatas moving average 50-hari (3.530) IHSG mulai mengalami perubahan dari non trending ke minor uptrending dengan sektor consumer dan perbankan menjadi leader dengan opsi ke sektor mining seperti ANTM sebagai variasi dalam portofolio.
  • IHSG close (24-03) 3.536(+18.364/+0.49%) (Val.Rp.2.4T)
  • Support: 3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750
 
Stock picks:
1.     Indofood (INDF): (BUY) (target: Rp 5.450) (close 24/03 Rp 5.200)
  • Secara technical pasca pencetekan high di Rp 5.200 tren berubah dari sideways ke minor uptrending dengan zona resistance di Rp 5.350-5.500.
  • Kenaikan harga komoditas terutama CPO merupakan anugerah untuk pendapatan divisi agri business perseroan.
  • Pembayaran utang pasca spin off ICBP mie instan mengurangi utang sehingga laba naik dari 4-7% dari kontribusi pengurangan beban bunga utang
  • Entry (1) Rp 5.150, Entry (2) Rp 4.950, Cut loss point: Rp 4.850
 
2.   Bank Mandiri (BMRI) (BUY): (Target: Rp 6.300) (Close 24/03 Rp 6.150)
  • Secara technical mulai terlihat ada breakout dari trading range yang terbentuk selama lebih dari seminggu Rp 5.950-6.150 ke breakout point di Rp 6.350 dalam proses perubahan tren dari sideways ke minor uptrending.
  • Entry (1) Rp 6.050, Entry (2) Rp 5.950, Cut loss point: Rp 5.800
 
3.   Bank BCA (BBCA) (BUY): (Target: Rp 7.100) (Close 24/03 Rp 6.150)
  • Hasil kinerja fundamentalnya (net profit margin tertinggi 28%) membuktikan bahwa bank ini pantas memiliki valuasi PER yang tinggi (premium) di sektornya.
  • Secara technical mulai terlihat ada minor channel uptrend dengan misi mencoba membentuk new high di atas Rp 7.000.
  • Entry: (1) Rp 6.800, Entry (2) Rp 6.600, Cut loss point: Rp 6.500
 
4. Aneka Tambang (ANTM) (BUY) (Target: Rp 2.400) (close 24/03 Rp 2.225)
  • Beberapa katalis positif seperti ekspektasi kenaikan produksi ferronickel sebesar 24% dan emas 70% di 2011, harga emas, serta potensi upgrade proyeksi laba pasca laporan keuangan 2010 keluar mendorong ANTM membentuk minor uptrend
  • Entry (1) Rp 2.225, Entry (2) Rp 2.175, Cut loss point: Rp 2.075
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Thursday, March 24, 2011

Laba Bersih Borneo Lumbung Energy Melonjak 450%

Laba bersih PT Borneo Lumbung Energy & Metal (BORN) pada 2010 melonjak sebesar 449,63% dari rugi Rp 99,77 miliar menjadi mencetak laba bersih Rp 348,85 miliar. Kenaikan laba bersih ini mendorong pertumbuhan laba bersih per saham dari minus Rp 80 menjadi Rp 61.

Laba bersih diperoleh setelah BORN berhasil melipatgandakan pendapatan usahanya sebesar 1.272,26% dari Rp 200,53 miliar tahun 2009 menjadi Rp 2,75 triliun. Akibatnya, laba kotor perseroan berhasil tumuh 1.526,24% menjadi Rp 1,5 triliun. Laba operasional juga tumbuh 1.957,38% menjadi Rp 1,01 triliun.

Marjin laba kotor perseroan juga terlihat kian membesar, yakni dari 46,05% pada 2009 menjadi 54,57$. Hal yang sama juga terlihat pada marjin laba operasi dari 24,6% menjadi 36,88% dan marjin laba bersih dari semula minus 49,76% menjadi 12,68%.

Dari sisi arus kas, saat ini perseroan mengantungi kas sebesar Rp 2,08 triliun dari tahun 2009 hanya Rp 8,17 miliar.


Kinerja Borneo Lumbung Energi (dalam juta rupiah)

2010 2009
Pendapatan usaha 2.751.793 200.529 1272,267
Laba kotor 1.501.684 92.341 1526,238
Laba operasi 1.014.660 49.318 1957,383
Laba bersih 348.847 -99.777 449.627
Laba per saham 61 -80

Riset Bank BJB oleh OSK

Riset Bank BJB oleh OSK.

Riset Bank BJB Oleh OSK DMG

Riset BW Plantation oleh Kresna Securities

Riset BW Plantation oleh Kresna Securities.

Riset BW Plantation Oleh Kresna Securities

Riset Aneka Tambang oleh AAA Sekuritas

Riset Aneka Tambang oleh AAA Sekuritas.

Riset Aneka Tambang Oleh AAA Sekuritas

Riset Indofood CBP oleh Kresna Securities

Riset Indofood CBP oleh Kresna Securities.

Riset Indofood CBP oleh NISP Sekuritas

Riset Indofood CBP oleh NISP Sekuritas.

Riset Indofood CBP Oleh NISP Sekuritas

Rekomendasi HD Capital, 24 Maret 2011

Berikut rekomendasi dari HD Capital untuk perdagangan Kamis, 24 Maret 2011.

BUY: (BUMI, KRAS, PTBA, ADRO)
  • Penutupan IHSG di atas level resistance kunci di 3.530 atau MA-50 hari merupakan konfirmasi technical bahwa rally akan berlanjut ke 3.600.
  • IHSG close (23-03) 3.556(+38.510/+1.09%) (Val.Rp.2.4T)
  • Support: 3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750

Stock picks:
1.     Bumi Resources (BUMI): (BUY) (target: Rp 3.250) (close 23/03 Rp 3.100)
  • Proses re-financing utang sebesar $300 juta convertible bond dan $600 juta pinjaman dari CIC dan ekspansi yang berjalan on track, serta sinergi alliasi Bumi & Vallar yang dapat memperbaiki corporate governance, merupakan katalis untuk akumulasi.
  • Entry (1) Rp 3.050, Entry (2) Rp 2.950, Cut loss point: Rp 2.850

2.   Krakatau Steel (KRAS) (BUY): (Target: Rp 1.250) (Close 23/03 Rp 1.150)
  • Kenaikan harga batubara otomatis serta terganggunya pasokan dari Jepang akan membuat produsen baja menaikkan harga jual  seiring dengan terkereknya permintaan sehingga menjadi sentimen positif untuk KRAS untuk bergerak kembali di atas level psikologis Rp 1.200
  • Entry (1) Rp 1.140, Entry (2) Rp 1.120, Cut loss point: Rp 1.080

3.   Bukit Asam (PTBA) (BUY): (Target: Rp 21.850) (Close 23/03 Rp 20.750)
  • Kenaikan proyeksi laba di 2011 sebesar 14% didorong oleh terkereknya harga batubara spot dari $105 ke $130 serta ASP (average selling price) batubara dari $75 ke $85 dapat offset kecewanya investor atas lambatnya pembangunan proyek rel kereta api yang belum rampung.
  • Entry: (1) Rp 20.600, Entry (2) Rp 20.200, Cut loss point: Rp 19.800

4. Adaro Energy (ADRO) (BUY) (Target: Rp 2.375) (close 23/03 Rp 2.250)
  • Downgrade fundamental sudah sepenuhnya terdiskon dalam penurunan harga yang cukup tajam ke daerah jenuh jual sehingga rekomen akumulasi untuk proses upward retracement.
  • Entry (1) Rp 2.200, Entry (2) Rp 2.150, Cut loss point: Rp 2.075


Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 24 Maret 2011

Berikut rekomendasi dari tiga sekuritas ternama untuk perdagangan Kamis, 24 Maret 2011.
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan Rabu (23/3), IHSG naik 38 poin (1,09%) ke level 3.556,23 dengan volume transaksi 5,7 juta lot senilai Rp 4,1 triliun. Seluruh sektor kemarin menguat, seiring naiknya mayoritas bursa regional, kecuali Jepang dan Korea. Net buying asing kemarin mencapai Rp 193 miliar. Secara teknikal, IHSG masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. Hal ini didukung dari indikator MACD yang berpotensi golden cross. Pada perdagangan hari ini, indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran 3.494–3.609. Cermati ADRO, INTP, dan UNTR.

2. Kresna Sekurindo
Indeks kembali menguat namun masih berada di area resistance, sehingga masih rawan tekanan jual. Walau begitu, IHSG masih berpotensi untuk menguat. Untuk hari ini, IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.520-3.590 dengan TINS dan UNTR sebagai saham pilihan.

3. Erdhika Sekuritas
IHSG ditutup menguat 38,51 poin (1,1%) ke level 3.556,23 pada perdagangan kemarin. Seluruh sektor menguat, terutama sektor aneka industri sebesar 2,3%. Hari ini, indeks kami perkirakan akan bergerak pada kisaran 3.524-3.572 dengan saham pilihan TLKM dan MPPA.









Wednesday, March 23, 2011

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 23 Maret 2011


Berikut rekomendasi dari dua sekuritas ternama untuk perdagangan Rabu, 23 Maret 2011.

1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun 1 poin (-0,03%) ke level 3.517,72 dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,2 triliun dan volume 4 juta lot. Candlestick IHSG kemarin membentuk pola spinning tops, sementara stochastic membentuk golden cross dan RSI masih bergerak uptrend. Ini mengindikasikan masih ada ruang penguatan bagi indeks.

Pada perdagangan hari ini, indeks diperkirakan bergerak di kisaran 3.458–3.547. Cermati BBCA, SMGR, dan BBRI.

2. Indo Premier Securities
Prospek indeks untuk rebound cukup tinggi mengingat situasi Jepang yang semakin membaik.  Saham batubara yang sudah turun dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk kembali berinvestasi karena tidak ada lagi sentimen negatif.  Top pick kami adalah PTBA, ITMG, UNTR, ADRO.







Indonesian coal miners urge govt to delay upgrading rule

ndonesian coal miners are urging the government to delay a planned rule that will require producers to upgrade low-quality coal before exporting it, as this could dampen interest in mining investments, said an industry official on Tuesday.

The energy and minerals ministry is drafting a regulation that would by 2014 require coal producers to upgrade low-quality coal to a medium-quality coal before exporting. The coal would need a minimum heating value of 5,600 kcal/kg on a air-dried basis.

The planned regulation is part of a new mining and coal law introduced in 2009 that requires miners to process coal and minerals into higher value products before exporting them, as the country seeks to boost revenue from the mining sector.

"People have started investing in mining low-quality coal. It will cause them financial losses if the government decides to ban it," said Supriatna Suhala, executive director of the Indonesian Coal Mining Association.

About two thirds of Indonesia's 105 billion tonnes of coal resources was seen as not viable because of high moisture content and low heating value. But limited mineable reserves of high-quality coal have forced miners to tap low-quality sources to feed growing demand, particularly from India.


The coal association has said Indonesia's mineable reserves of low-quality coal may reach 10 billion tonnes or half of current total reserves of around 21 million tonnes, within the next 2-3 years, as more firms are expected to start producing coal with a heating value of 3,000-3,400 kcal/kg.

Indonesia, the world's top thermal coal exporter, has about 16 firms that produce coal with a heating value below 4,000 kcal/kg, with combined production estimated at 7.5 million tonnes, industry data shows.

However, the technology to transform brown or low-quality coal worth less than $30 a tonne to a bituminous-type of coal, whose prices hover at about $120 a tonne, will still serve as a challenge for miners.

Some firms have been working to develop such technology with several pilot projects under way, but so far there has been none producing large-scale upgrading.

"We think the government should delay imposing the regulation until there's a proven upgrading technology," said Suhala, speaking on the sidelines of a coal conference.

The association proposes the government should give incentives to investors or miners who are interested in investing in coal upgrading technology.

"It would be good, for example, if the government cut royalties for miners who set up an upgrading facility," he said. Source: Reuters

S.Korea KORES consortium buys 4 mines in Indonesia

South Korea's state-run Korea Resources Corp (KORES) said on Tuesday that its consortium had acquired a 90 percent stake in Indonesia's Kapuas thermal coal mines for $84.15 million.

Under the contract with Persada Kapuas Prima Group, the consortium, also including a Korean resource developing firm Korindo located in Indonesia, has secured 1.6 million tonnes of thermal coal per year for 21 years, while the mines are expected to start production in 2013, KORES said in a statement.

KORES with a 39 percent of stake in the mines will ship 4 million tonnes per year to South Korea, the statement added. It noted South Korea imported 106 million tonnes of thermal coal last year, and of the total, 37.6 million tonnes came from Indonesia. Source: Reuters

Garuda May Start Hedging to Cushion Oil Price Swings, Times Says

PT Garuda Indonesia, the country’s biggest carrier, may start fuel hedging to offset volatility in oil prices, the Business Times reported, citing Chief Executive Officer Emirsyah Satar. 
 
The airline was reviewing a plan to partially hedge its fuel requirements, the report said.Source: Bloomberg

Rekomendasi HD Capital, 23 Maret 2011

Berikut rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Rabu, 23 Maret 2011.

BUY: (INDF, KLBF, UNTR, ASRI)
  • Sentimen negatif dari rencana pemerintah untuk kembali melalukan proyek redominasi rupiah sedikit menahan kenaikan IHSG, namu ntren masih positif untuk sektor konsumer, properti, dan perbankan.
  • IHSG close (22-03) 3.508(-10.864/-0.37%) (Val.Rp.2.4T)
  • Support: 3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750
 
Stock picks:
1.     Indofood Sukses Makmur (INDF): (BUY) (target: Rp 5.200) (close 22/03 Rp 5.000)
  • Outlook konsumsi optimistis, pangsa pasar signifikan yang dikuasai oleh Bogasari dapat mengurangi efek negatif dari naiknya harga bahan baku gandum sehingga margin masih bisa sustainable kedepan untuk proyeksi earnings menjadi katalasi positif untuk akumulasi untuk membikin trading range baru di Rp 5.000-5.200.
  • Harga komoditas yang tinggi merupakan sentimen positif untuk unit CPO dan produksi gula
  • Entry (1) Rp 4.950, Entry (2) Rp 4.850, Cut loss point: Rp 4.750
 
2.   Kalbe Farma (KLBF) (BUY): (Target: Rp 3.125) (Close 22/03 Rp 2.975)
  • Permintaan obat yang inelastik terhadap inflasi dan kenaikan harga, outlook konsumsi dan daya beli yang meningkat, penguatan rupiah yang menurunkan biaya bahan baku impor merupakan katalis positif untuk melirik saham farmasi ini yang sempat terkonsolidasi pasca koreksi dari rally ke Rp 3.100 beberapa minggu lalu.
  • Entry (1) Rp 2.950, Entry (2) Rp 2.850, Cut loss point: Rp 2.750
 
3.   United Tractors (UNTR) (BUY): (Target: Rp 23.550) (Close 22/03 Rp 22.250)
  • Dampak terhadap suplai spare part Komatsu pasca gempa & tsunami Jepang sudah tercermin koreksi pasar, sekarang pasar lebih melihat ke masuknya musim kemarau di bulan May dimana diperkirakan terjadi kenaikan permintaan dari perkebunan (CPO) dan pertambangan (batubara).
  • Bulan Januari dimana biasanya terjadi penurunan, malah terjadi sebaliknya yaitu penjualan UNTR naik versus bulan sebelumnya tahun lalu.
  • Entry: (1) Rp 22.050, Entry (2) Rp 21.600, Cut loss point: Rp 21.400
 
4. Alam Sutera (ASRI) (BUY) (Target: Rp 275) (close 22/03 Rp 265)
  • Proyeksi pertumbuhan pendapatan sebesar 80% untuk tiga tahun kedepan yang didorong oleh permintaan rumah di daerah tangerang, landbank besar yang diperlukan untuk proyek kedepan dan manajemen yang baik dapat mendorong ASRI keluar dari proses konsolidasi ini dan resume up-trend kembali ke Rp 275-290
  • Entry (1) Rp 260, Entry (2) Rp 250, Cut loss point: Rp 235
 
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Riset Market Outlook 2011 oleh HD Capital

2011 market outlook

Outlook fundamental IHSG 12-bulan (2011 PER 16x) 4.700
  • Asumsi pertumbuhan laba emiten sebesar 25% (45% untuk batubara dan CPO), GDP 6.4% dan kredit 18% di 2011 memberikan target fundamental 12-bulan kedepan 4.500 untuk IHSG
  • Katalis positif seperti potensi kembalinya Indonesia ke status investment grade (BBB-) yang terakhir dipegang sejak tahun 1996 (Fitch rating Agency sudah memberikan BBB- rating tinggal menunggu langkah dari rating agency Standard and Poors dan Moody's 
  • Pilihan sektor adalah batubara (ADRO), banking (BBRI) dan consumer (ASII) dimana ketiga sektor itu mencakup 70% dari weighting IHSG.
  • Untuk sektor batubara merupakan yang bervaluasi paling mahal (PER 2011 diatas 15x), dan untuk banking dan consumer masih diperdagangkan setara atau di bawah PER 2011 15x.
 
BI rate, Konsumsi, dan Inflasi
  • Walaupun BI rate sudah naik hingga 6.7%, namun pertumbuhan kredit emiten sektor perbankan yang merupakan komponen terbesar di IHSG (40%) diperkirakan masih dapat naik 18-20% di 2011.
  • Konsumsi pribadi yang stabil didukung oleh rakyat banyak dapat offset efek dari stimulus pemerintah yang dikeluarkan yang sebenarnya relatif kecil karena lambat berjalan. 
  • Penjualan mobil di bulan Januari masih tetap naik 10% versus tahun sebelumnya walaupun sudah ada peraturan pajak progressif, bukti bahwa konsumsi dan daya beli masih tinggi.
  • Inflasi yang tinggi akibat harga pangan masih dapat di offset oleh posisi rupiah yang kuat dan pembebasan bea masuk impor pangan .
  • Diperkirakan bila laju inflasi mulai turun lagi (inflasi Januari 0.80%- Dec 2010 0.90%) maka BI akan menahan kenaikan rate lagi dan mempertahankan 6.75% setidaknya hingga Juli 2011.
 
Sector Consumer durable Auto (ASII) (Target 12-bulan Rp 80.000)
  • Target Fundamental 12-bulan di Rp 80.000 dengan asumsi PER 2011F 15x
  • Hasil profit 2010 (actual) Rp 14,4 triliun melampui target proyeksi riset HD capital Rp 12,2 triliun
  • Untuk 2011 diperkirakan penjualan mobil dapat tumbuh hingga 817 ribu unit (+7%) dan motor 10% 
  • Indonesia akan mempunyai pangsa pasar 70% dari seluruh Asia Tenggara pasca pemindahan fasilitas produksi Astra ke Thailand
  • Pajak progressif terbukti tidak menurunkan volume penjualan mobil di Januari serta efek dari Tsunami Jepang terbatas karena produksi mobil untuk konsumen domestik terutama Toyota tersebar di seluruh Asia.
  • Kurangnya transportasi umum dan adanya fasilitas kredit membuat target penjualan mobil 11% tetap jalan di 2011 (terbukti pajak progressif yang diberlakukan Januari tidak menurunkan minat beli mobil di bulan itu)
 

Sector Banking masih menarik (BBRI) (Target 12-bulan Rp 6.000)
  • Konsensus analis memperkirakan penyaluran kredit akan tumbuh 18-20% di 2011-2012 didukung oleh rupiah yang kuat dan suku bunga kondusif.
  • Fokus ke bank dengan kualitas pinjaman yang baik dan struktur funding murah seperti BBRI yang menyalurkan ke high margin Usaha Kredit Mikro bersifat low risk terhadap kejadian eksternal
  • ROE 30% tertinggi di antara semua bank pemerintah 
  • Penurunan setoran dividen ke pemerintah bisa menjadi alternatif untk mengurangi CAR dari penurunan lebih lanjut.
  • Walaupun ada kenaikan GWM dari 5-8% akibat upaya pemerintah menahan likuiditas, namun rasio LDR (loan to deposit ratio) industri masih dapat tumbuh di atas 80% untuk sektor perbankan
  • Sektor bank dengan PER 14x/PBV2.7x dan ROE 25% dan kredit macet (NPL) 2.5%, sangat menarik untuk dilirik.
  
Sector Coal (ADRO) (Target 12-bulan Rp 3.200)
  • Harga spot batubara sudah di atas proyeksi konsensus analis untuk 2015 ($115/ton) dengan potensi meningkat hingga $160/ton tahun ini.
  • Indonesia memiliki biaya paling murah dalam produksi sehingga tidak banyak terkena dampak kenaikan biaya yang disebabkan oleh harga BBM yang melambung tinggi 
  • Adaro mempunyai cost paling effisien dalam produksi batubara, terlihat dalam OPM (operating profit margin) 28% tertinggi di sektornya
  • Kenaikan batubara di atas $120/ton menaikan ASP (average selling estimates) 2011 dari US$76/ton dari sebelumnya $67/tons sehingga pertumbuhan laba per saham (EPS growth) dapat mencapai 70% di 2011 versus tahun sebelumnya
  • Rencana pembangunan pembangkit listrik untuk menyuplai kebutuhan energi proyek conveyor belt dapat offset diesel cost tinggi yang disebabkan oleh melambungnya minyak mentah

Tuesday, March 22, 2011

CVC to invest $269 mln in Indonesia's First Media

* CVC to take up to 49 pct stake in First Media unit
* Partnership deal comes after scrapped stake sale
* First Media's stock jumps over 20 pct, vs index down 0.3 pct 

Private equity firm CVC will invest $269 million in the cable TV and internet business of Indonesia's PT First Media , in a deal that reflects investor interest to tap growing consumer spending in Southeast Asia's biggest economy.

The deal marks the second investment by CVC in the Lippo Group, one of Indonesia's biggest conglomerates, and in Indonesia, after its $790 million purchase of a department store chain last year, and bankers expect more M&A deals in the consumer and retail sector.

First Media, controlled by the Lippo Group, said CVC will get a 49 percent stake in PT Link Net, a unit that provides high-speed internet, cable pay TV and data communication services.

"This deal will also attract interest from other parties to co-operate with First Media, or for small investors to invest in its stock," said Winston Sual, a fund manager at Panin Dana Maxima, which runs 5.5 trillion rupiah ($630 million) in funds.

Shares in First Media surged as much as 24 percent after the announcement, and traded 13 percent up at 950 rupiah by 0802 GMT, versus a Jakarta index down 0.3 percent. The stock has been flat this year, versus the index's 5 percent drop.

Foreign investors have sold a net $766 million in Indonesian stocks this year on worries over inflation and as funds move to developed markets and north Asia, though many are still bullish longer term on Indonesia's prospects. The index surged 46 percent last year on $2 billion of net foreign buying.


First Media said in January it had hired Bank of America Merrill Lynch to conduct a strategic review of its business to help the company identify various strategy and growth opportunities.

Lippo had aimed to raise about $400 to $500 million from a sale of their majority stake in First Media and gathered interest from firms including South Korean's SK Telecom Co and KDDI Corp , but the group saw bids as too low.

"This will allow us to invest more heavily in much needed telecommunication infrastructure," said Peter Gontha, First Media's chairman, on the deal with CVC.
Inadequate infrastructure in the archipelago is seen as a hurdle to growth and an investment opportunity. A growing middle class, with salaries having risen over a quarter in the last three years, is expected to drive demand for consumer products.
DRY POWDER
Intense competition for deals in hot markets like China and India means global buyout shops like CVC, the Carlyle Group , TPG and Blackstone are increasingly pushing into fast-growing markets like Indonesia, Malaysia, the Philippines and Vietnam, as they hunt for investments.

Asia now accounts for almost one-fifth of overall global private equity volume, and Thomson Reuters data shows $73 billion in dry powder in the region - money that was raised for private equity investment but has not yet been put to work. 

CVC has a total of 13.5 billion euros in investment capital, and is actively investing in Asia from its CVC Asia III fund, according to its website. 

CVC usually seeks a controlling stake in companies, to ensure the management control needed to turn assets around. But in Asia minority stakes are the norm, and in Indonesia tycoons are normally only willing to sell stakes of around 20 percent. 

"A global private equity firm's entrance into a company means that it will improve the firm's transparency as it will put its people in to make sure the firm runs well," said Panin Dana's Sual.  Source: Reuters

CVC Capital Akuisisi Anak Usaha First Media Rp 2,35 T

CVC Capital Partners Asia Pacific III LP dan CVC Capital Partners Asia Pacific III Parallel Fund ALP (CVC) melalui anak usahanya, Asia Holdings Limited (Asia Link) mengakuisisi anak usaha PT First Media Tbk (KBLV), yakni PT Link Net sebesar 49% atau senilai Rp 2,35 triliun. Perjanjian investasi tersebut dilakukan pada 21 Maret 2011.

Dalam keterbukaan informasinya, manajemen KBLV berharap kerja sama dengan CVC dapat memenuhi minat pasar untuk menerima layanan jaringan dan internet secara luas dan efisien. Dalam rangka aliansi strategis, CVC memiliki hak untuk menunjuk perwakilannya sebagai anggota direksi dan/atau komisaris Link Net.

Rencana akuisisi tersebut akan berlaku efektif setelah perseroan memperoleh persetujuan rapat umum pemegang saham luar biasa.

Rekomendasi HD Capital, 22 Maret 2011

Rekomendasi HD Capital untuk perdagangan Selasa, 22 Maret 2011.
BUY: (BBCA, PGAS, ADRO, ASII)

* Selain regional, penundaan pembatasan subsidi BBM dari April hingga July atau setelah Lebaran memicu sentiment positif di pasar sehingga diperkirakan IHSG masih akan berjalan di jalur hijau

* IHSG close (21-03) 3.518(+24.864/+0.71%) (Val.Rp.3.4T)

* Support: 3.475-3.450, Resistance: 3,650-3,750


Stock picks:

1. Bank BCA (BBCA): (BUY) (target: Rp 6.900) (close 21/03 Rp 6.700)

* Kembali ke teori "barang bagus selalu mahal" rekomen akumulasi emiten perbankan dengan valuasi PER 2011 termahal namun dengan rasio profitabilitas NPM tertinggi di sektornya.

* Fokus ke fee based income dan loan quality terbaik didukung oleh cost of funding murah membuatnya sangat efisien dengan NPM 2011 29%.

* Entry (1) Rp 6.600, Entry (2) Rp 6.500, Cut loss point: Rp 6.300


2. Perusahaan Gas (PGAS) (BUY): (Target: Rp 3.900) (Close 21/03 Rp 3.750)

* Komitmen Jepang untuk membeli gas alam cair untuk pembangkit listrik mereka dapat mendongkrak harga gas dunia sehingga positif untuk PGAS karena membuka jalan untuk menaikkan harga kontrak negosiasi kedepan

* Secara technical mulai membaik dengan indicator stochastic dan MACD harian memberikan signal buy dengan scenario menuju Rp 3.900 dan 50-days moving average di Rp 4.100.

* Entry (1) Rp 3.700, Entry (2) Rp 3.600, Cut loss point: Rp 3.525


3. Adaro Energy (ADRO) (BUY): (Target: Rp.2.375) (Close 21/03 Rp.2.325)

* Sentimen negatif dari downgrade fundamental para analis mulai tercermin kedalam koreksi harga saham, bila masih terjadi penurunan rekomen akumulasi (buy on weakness) untuk technical rebound

* Entry: (1) Rp 2.250, Entry (2) Rp 2.150, Cut loss point: Rp 2.075


4. Astra International (ASII) (BUY) (Target: Rp 56.200) (close 21/03 Rp 55.150)

* Penutupan di atas Rp 49.500 membuat ASII dapat melanjutkan rally hingga Rp 56.200 apalagi pasar optimistis akan tren penjualan mobil kedepan (untuk bulan Maret khususnya) setelah pemerintan mengundur lagi jadwal pembatasan subisidi BBM hingga Juli nanti.

* Entry (1) Rp 54.900, Entry (2) Rp 54.300, Cut loss point: Rp 53.700




Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital (Yuganur@hdx.co.id)

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 22 Maret 2011


Berikut rekomendasi tiga sekuritas ternama untuk Selasa, 22 Maret 2011.
 
1. E-Trading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik 24 poin (0,71%) ke level 3.518,85 dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,3 triliun dan volume transaksi 6 juta lot. Meski demikian, asing masih membukukan net selling Rp 120 miliar. Secara teknikal, kami melihat indeks masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya. Indikator stochastic berpeluang membentuk golden cross dan pergerakan MACD histogram yang mulai memendek di area negatif. Sejalan dengan itu, indeks hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 3.469–3.553. Pantau PGAS, BISI, dan INCO.

2. Indo Premier Securities
Indeks hari ini cukup menjanjikan. Namun, ini dengan catatan tidak ada kejutan dari situasi di Timur Tengah atau Jepang.  Setelah hampir ditutup mendekati titik high, batas resistance indeks naik menjadi 3.550.  Saham-saham pilihan saat ini berada di sektor batubara, seperti PTBA, ITMG, ADRO. 

3. Sinarmas Sekuritas
Secara teknikal, indeks hari ini cenderung bergerak menguat pada kisaran 3.501-3.532. Pergerakan bursa global akan turut memberikan sentimen terhadap indeks. Selain itu, pasar saham masih akan mengamati perkembangan krisis nuklir di Jepang dan aksi militer di Libya. Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain PGAS, INDF, INCO, SMCB.


Monday, March 21, 2011

Indonesia 2011 inflation could below 6 pct if fuel subsidy cut delayed

Indonesia's annual inflation rate in 2011 could be below 6 percent if the government delays a plan to cut fuel subsidies for private cars, said central bank governor Darmin Nasution on Monday.

Indonesia's chief economic minister Hatta Rajasa had said the government decided to delay the plan, without mentioning a timeline.

A government official said earlier the government had decided to delay scrapping fuel subsidies for private cars until July 1.

Meanwhile, Indonesia's statistics bureau chief Rusman Heriawan said on Monday that monthly inflation in March might be close to monthly inflation in February of 0.13 percent.

China’s Coal Purchases Drop to 23-Month Low on Higher Prices

China’s net imports of coal dropped to the lowest in 23 months in February after prices increased and demand fell during the Lunar New Year holiday, customs data showed today.

Net purchases of the power-station fuel slumped 67 percent to 5 million metric tons last month from January, according to data released by the Beijing-based Administration of Customs.

Higher global coal prices hampered China’s imports of the fuel. The weeklong Chinese Lunar New Year break also reduced demand from the world’s largest energy user, said David Fang, head of the international department at China Coal Transport and Distribution Association.

“Coal purchased dropped significantly because of the delayed effect of higher global prices,” Fang said by telephone from Beijing today. “Domestic coal demand will stay weak in coming months as the weather gets warmer and hydro-power generation increases.”

China paid $114 a ton for the fuel last month, compared with an average $102.70 last year. Coal imports from Indonesia, China’s largest supplier of the fuel, fell 56 percent from a year earlier to 2.48 million tons, at $83 a ton. Coal purchases from Australia, the second biggest, fell 54 percent to 1.52 million tons, at $169 a ton. That compares with $147 a ton in 2010 for the Australian varieties and $79 a ton for the Indonesian fuel.

Chinese power plants’ inventories of coal fell to 53.9 million tons at the end of February, or enough for 16 days of supply, the China Electricity Council said on March 18. Source: Bloomberg

Monnet Ispat arm acquires coal mine in Indonesia


Monnet Ispat and Energy Ltd through its 100 subsidiary Monnet Global Ltd has completed the acquisition of Indonesian Coal Company-PT Sarwa Sembada Karya Bumi, at US$24 mn in the Jambi province of Sumatra, Indonesia.


The acquisiton gives MGL, access to one of the largest Thermal Coal Mine spreading over an area of 25,000 hectares.


Sandeep Jajodia, Executive Vice Chairman and Managing Director, Monnet Group said, "The acquisition of the Indonesian Coal Company PT Sarwa is of strategic importance for the group as the logistic of the mine is excellent and being located in Sumatra, the shipping cost and low transit time to India will make the cost effective. Source: Indiainfoonline