rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Friday, October 15, 2010

CIMB-GK Kembali Jual 32 Ribu Lot Saham Berlian Laju Tanker

Broker CIMB-GK Securities kembali menjual saham Berlian Laju Tanker (BLTA) sebanyak 31.889 lot di harga rata-rata Rp 339. Broker ini diketahui sudah mengumpulkan banyak saham BLTA ketika harganya masih berkisar Rp 240-270, baik oleh nasabah asing maupun lokal dari CIMB. 

Meski mengalami tekanan aksi jual oleh broker CIMB, harga saham BLTA masih mampu naik Rp 15 menjadi Rp 345 menyusul animo beli yang masih besar. Salah satunya datang dari Panin Sekuritas yang memborong 46.355 lot di harga Rp 336.

Seluruh transaksi saham BLTA  hari ini didominasi oleh investor lokal.




1
GR
PANIN SEKURITAS TBK.
189
46,355
336.61
37
4,706
339.95
41,649
51,061
2
CP
VALBURY ASIA SECURITIES
186
37,754
340.00
28
7,188
338.94
30,566
44,942
3
IH
PACIFIC DUARIBU INVESTINDO
54
14,100
340.00
-
-
-
14,100
14,100
4
BR
TRUST SECURITIES
15
12,300
339.96
1
50
340.00
12,250
12,350
5
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
29
10,804
339.91
2
800
340.00
10,004
11,604
75
LG
TRIMEGAH SECURITIES TBK.
25
3,428
342.73
56
11,609
339.26
-8,181
15,037
76
PD
INDO PREMIER SECURITIES
58
2,725
339.64
174
27,492
339.20
-24,767
30,217
77
YU
CIMB-GK SECURITIES INDONESIA
20
6,372
339.33
65
31,889
339.95
-25,517
38,261
78
PK
PRATAMA CAPITAL INDONESIA
2
2
345.00
87
30,200
340.00
-30,198
30,

Henan Putihrai Jual Besar-Besaran Saham ELTY

Henan Putihrai terlihat terus "mengganjal" kenaikan saham Bakrieland Development dengan melakukan aksi jual besar-besaran ketika harga emiten ini merangkak naik. Hari ini, Henan Putihrai menjual 321.423 lot saham ELTY di harga rata-rata Rp 191.

Aksi jual ini mendorong broker asing seperti Macquarie Securities Indonesia, yang dari kemarin dan sesi pagi, memborong saham ELTY berbalik arah menjadi penjual. Akibatnya, broker dengan kode RX ini menjual 89 ribu lot di harga Rp 190.

Satu-satunya broker asing yang masih membeli saham ELTY hanya Deutsche Securities Indonesia sebanyak 80 ribu lot di harga Rp 192.

Harga saham ELTY hanya naik Rp 4 menjadi Rp 190 setelah sempat menyentuh Rp 196.


1
YP
ETRADING SECURITIES
1238
258,758
191.18
853
167,613
191.23
91,145
426,371
2
DB
DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
151
80,000
192.19
-
-
-
80,000
80,000
3
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
311
108,464
191.58
174
32,568
190.85
75,896
141,032
4
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
264
176,487
191.61
228
116,296
191.39
60,191
292,783
5
PD
INDO PREMIER SECURITIES
848
131,969
190.76
469
78,147
192.16
53,822
210,116
99
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
62
1,164
189.98
65
42,000
192.17
-40,836
43,164
100
KZ
CLSA INDONESIA
-
-
-
72
43,089
188.87
-43,089
43,089
101
RX
MACQUARIE SECURITIES INDONESIA
-
-
-
192
89,000
190.87
-89,000
89,000
102
NI
BNI SECURITIES
355
55,022
191.36
394
156,338
190.42
-101,316
211,360
103
HP
HENAN PUTIHRAI
74
50,310
191.10
687
321,423
191.16
-271,113
371,733

Riset Semen Gresik oleh Recapital Sekuritas

Riset Semen Gresik (SMGR) oleh Recapital Sekuritas. Penjualan semen perseroan hingga Juni 2010 mencapai 8,4 juta ton atau hanya tumbuh 4% secara tahunan. Sedangkan ekspor turun signifikan. Dalam dua tahun terakhir, ekspor semen turun dan diproyeksikan tidak lebih dari 2 juta ton tahun ini, karena membaiknya permintaan domestik dan keterbatasan produksi.

Manajemen Semen Gresik akan memperbesar bisnisnya dengan strategi pertumbuhan organik dan non organik. Pertumbuhan organik difokuskan dengan meningkatkan produksi dan pabrik di Jawa dan Sulawesi. Sedangkan nonorganik melalui akuisisi perusahaan semen Malaysia yang diperkirakan menelan biaya Rp 5 miliar dengan persiapan anggaran US$ 300 juta.

Target harga ditetapkan Rp 11.219 dengan rekomendasi Buy. 


Riset Semen Gresik Oleh Recapital                                                                                                                                   

Riset Japfa Comfeed oleh Kim Eng Sekuritas

Riset Japfa Comfeed (JPFA) oleh Kim Eng Sekuritas. Kim Eng melihat laba bersih 2010 JPFA akan meleset dari target yang ditetapkan, setelah  melihat perolehan laba pada semester I-2010 yang hanya sebesar 33% dari target laba yang diproyeksikan Kim Eng. Oleh karena itu, Kim Eng memangkas estimasti laba bersih JPFA sebesar 22% untuk tahun buku 2010 dan 2011 dan memangkas ratingnya menjadi Hold.

Laba bersih JPFA pada semester I-2010 hanya tumbuh 4% dengan penjualan turun 3% year on year. Hasil ini di luar ekspektasi Kim Eng. Penurunan penjualan disebabkan murahnya harga ayam yang sekitar Rp 14 ribu/kg, sedikit di atas harga produksi Rp 13.500/kg. Namun, Kim Eng yakin kinerja semester II-2010 akan lebih baik dari semester I-2010.

Target harga adalah Rp 3.200 dari sebelumnya Rp 2.200.

Riset JPFA Oleh Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Riset Berau Energy oleh JP Morgan

Dalam risetnya mengenai Berau Energy (BRAU), JP Morgan menetapkan target harga Juni 2011 sebesar Rp 530 dengan rating overweight. JP Morgan percaya pergerakan saham BRAU masih diselimuti ketidakpastian atas status perusahaan induknya, Bukit Mutiara, untuk menurunkan porsi utangnya. Salah satu perkembangan yang dimonitor adalah rencana Bukit Mutiara untuk memangkas utangnya yang dipercaya JP Morgan akan dilakukan dengan penjualan saham BRAU.

Saat ini Bukit Mutiara berencana menjual 30% saham BRAU. Dengan nilai pasar saat ini US$ 1,8 miliar, penjualan saham sebesar itu akan menghasilkan dana US$ 540 juta. Jika penjualan berakibat masuknya investor strategis, valuasi saham BRAU akan terbuka menuju target harga yang telah ditetapkan, bahkan tidak tertutup bisa mencapai Rp 620/saham.


Riset BRAU Oleh JP Morgan                                                                                                                                   

Laba Bersih BNI September 2010 Naik 59,45%

PT Bank Negara Indonesia Tbk berhasil memperbesar pundi-pundi laba bersihnya sebesar Rp 2,95 triliun pada kuartal III-2010, naik 59,45% dari periode sama tahun lalu Rp 1,85 triliun.


Dalam keterbukaan informasinya hari ini, manajemen BNI menyatakan, kenaikan laba bersih tersebut telah mendorong pertumbuhan laba per saham dari Rp 121 menjadi Rp 193. Aktivitas penyaluran kredit juga tumbuh 3,49% dari Rp 118,73 triliun menjadi Rp 122,88 triliun.

Riset Adaro Energy oleh NISP Sekuritas

Riset Adaro Energy (ADRO) oleh NISP Sekuritas. Broker ini menilai Adaro masih akan membukukan kinerja yang lemah pada kuartal III-2010. Dengan waktu tinggal tersisa dua bulan lagi, kinerja sepanjang 2010 sulit untuk mencapai level terbaiknya. Namun, NISP Sekuritas melihat untuk 2011, kinerja Adaro akan kuat.

Perubahan proyeksi kinerja 2010 tersebut tidak mengubah target harga karena NISP Sekuritas sudah memperhitungkan valuasi 2011. NISP Sekuritas juga tetap mempertahankan rekomendasi beli.

Riset Adaro Energy Oleh NISP                                                                                                                                   

Memo Kim Eng Sekuritas

Memo Kim Eng Sekuritas. Sekuritas ini mempertahankan target harga TLKM Rp 9.100 menyusul adanya rencana akuisisi perusahaan oleh Telkom senilai Rp 1 triliun. Sedangkan BW Plantation target harganya tetap Rp 970 menyusul informasi optimisme manajemen untuk mencetak laba bersih di atas Rp 167 miliar tahun ini.

Memo Kim Eng                                                                                                                                   

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 15 Oktober 2010

Berikut rekomendasi dari tiga sekuritas ternama untuk perdagangan hari ini, Jumat 15 Oktober 2010.

1. Trimegah Securities
IHSG berhasil mencapai rekor tertinggi baru awal sesi pada Kamis (14/10), namun gagal mempertahankan momentum yang ada. Indeks akhirnya mengalami tekanan dan cenderung bergerak mixed, meskipun ditutup menguat tipis 0,18%.  Karena kembali tertahan, IHSG berpotensi melanjutkan siklus konsolidasi minor yang telah berlangsung satu pekan terakhir dan bergerak pada kisaran 3.581-3.630. Saham unggulan ANTM dan SMCB.

2. Kresna Securities
Kondisi sentimen regional yang kondusif sempat menjadi katalis IHSG, sehingga mencetak rekor baru kemarin. Namun indeks akhirnya tertekan karena pelaku pasar mewaspadai profit taking lanjutan. IHSG hari ini diperkirakan sideways di kisaran 3.585-3.650. Saham pilihan PGAS dan LSIP.

3. Sucorinvest Central Gani
IHSG berfluktuasi karena sempat plus 34 poin ke rekor tertinggi baru 3.645,61, kemudian minus 9 poin, dan akhirnya ditutup plus 6,49 poin ke level 3.618,48 Kamis lalu. Pergerakan indeks diwarnai kenaikan saham sektor tambang dan penurunan saham sektor property, di tengah penguatan indeks bursa regional karena optimistis terhadap pemulihan ekonomi global. Broker asing juga net buy Rp 244 miliar. IHSG akan berfluktuasi dengan potensi profit taking pada kisaran 3.603-3.630. Buy BDMN, ENRG, dan SMCB.

Tin Jumps to Record as Stockpiles Drop in London, Indonesian Exports Fall

Tin, the best performer this year on the London Metal Exchange, advanced to a record on shrinking global inventories and dwindling supplies from Indonesia, the world’s largest exporter. 

The metal for three-month delivery on the LME rose as much as 1.8 percent to $27,250 a metric ton, and traded at that price at 4:01 p.m. in Singapore. Tin, used as a solder and in packaging, has advanced 61 percent this year. 

Stockpiles tracked by the exchange have dropped 54 percent in 2010, falling to an 18-month low on Oct. 12. Exports from Indonesia declined in the first nine months of this year to about 67,011 tons from 75,553 tons a year earlier, the Ministry of Trade said yesterday. 

“Indonesian exports are likely to struggle over the balance of the year,” Leon Westgate, an analyst at Standard Bank Plc, said in an e-mail yesterday. 

Tin output by PT Timah, Indonesia’s largest producer, may miss a target this year and the company is trying to renegotiate supplies with customers, according to Oct. 12 comments from an executive. Timah may produce 40,000 tons this year compared with the 45,000-ton target, Corporate Secretary Abrun Abubakar said. 

A La Nina weather event has brought heavier-than-usual rainfall to parts of Australia and Asia this year, including Indonesia, Southeast Asia’s largest economy. The rains have hurt tin production and also been blamed by industry groups in the country for lower output or missed forecasts for cocoa and coal. 

Output in China, the world’s largest producer, may be curbed until the yearend because of limitations on power use, tin industry group ITRI Ltd. said on Sept. 29. A general ban on mining was also imposed last month in three eastern provinces in the Democratic Republic of Congo, Africa’s largest tin producer.Sources: Bloomberg

Rekomendasi HD Capital, 15 Oktober 2010

Untuk perdagangan akhir pekan ini, Jumat 15 Oktober 2010, HD Capital merekomendasikan tiga saham pilihan, yakni Astra International (ASII), Aneka Tambang (ANTM), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) untuk dibeli. Sedangkan satu saham lainnya adalah Adaro Energy (ADRO) direkomendasikan untuk dilepas.

BUY: (ASII, ANTM, TLKM) SELL: (ADRO)
  • Bila ada koreksi dari pasca pencetakan new high kemarin rekomen akumulasi untuk antisipasi laporan keuangan Q3 dan berbagai data ekonomi GDP, inflasi serta ekspor-impor yang diprediksi membaik.
  • IHSG close (14-10) 3.618.478 (+6.499/+0.18%) (Val.Rp.4.5T) 
  • Support: 3.550-3.520-3.495, Resistance: 3.640-3.660-3.700
 
Stock picks:
 
1.    Astra International (ASII): (BUY) (Target: Rp 59.400) (close 14/10 Rp 57.600)
  • Bila terjadi koreksi di indeks driver dengan market cap terbesar & tema consumer, rekomen akumulasi karena pasar optimistis bahwa penjualan mobil Oktober akan lebih besar dari September lalu dimana terjadi penurunan akibat libur Lebaran karena pembeli absen berlibur ke kampung halaman.
  • Entry: (1) Rp 57.000, Exit (2) Rp 56.000, Cut loss point: Rp 55.000
 
2.   Aneka Tambang (ANTM) (BUY): (Target: Rp 2.650) (Close 13/10 Rp 2.500)
  • Pasar mulai antisipasi kinerja laporan keuangan Q3 2010 dimana akan terlihat bahwa nickel recovery scenario yang diprediksi oleh beberapa analis akan terjadi di 2010-2011 memang berjalan dengan semestinya.
  • Entry (1) Rp 2.450, Entry(2) Rp 2.425, Cut loss point: Rp 2.350 
 
3.   Adaro Energy (ADRO) (SELL): (Koreksi: Rp 2.050) (Close 13/10 Rp 2.175)
  • Ketakutan pasar akan kinerja laporan keuangan Q3 2010 yang diperkirakan mengalami penurunan laba karena terganggunya produksi akibat hujan dapat memicu profit taking sehingga rekomen SELL bila ada kenaikan lebih lanjut.
  • Exit: (1) Rp 2.200, Exit: (2) 2.300, Reverse-posisi: Rp 2.350
 
4.   Telekomunikasi (TLKM) (BUY) (Target: Rp 9.200) (close 13/10 Rp 9.050)
  • Downgrade proyeksi EPS 2010 & 2011F & target 12-bulan fundamental oleh analis asing sudah tercermin dalam koreksi sebelumnya, namun bila penekanan berlanjut rekomen akumulasi untuk antisipasi teknikal rebound.
  • Entry: (1) Rp 8.950, Entry (2) Rp 8.800, Cut-loss point: Rp 8.700
 
Dibuat oleh: 
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)