rss
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites

Monday, September 20, 2010

Nusadana Capital Borong 306 Ribu Lot Saham BTEL

Broker Nusadana Capital Indonesia memborong 306.150 lot saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) di harga rata-rata 218. Aksi beli oleh investor lokal Nusadana ini diikuti oleh aksi borong investor asing melalui broker JP Morgan Securities Indonesia yang membeli sebanyak 139.948 lot di harga Rp 221, tanpa menjual sama sekali.

BNP Paribas Peregrine juga membeli 40.676 lot saham BTEL. Akibat aksi beli ini, harga saham BTEL naik 7,14% atau Rp 15 menjadi Rp 225.

 Broker Recapital yang telah mengoleksi satu juta lot lebih saham BTEL sejauh ini belum melakukan aksi jual. Bahkan Jumat akhir pekan lalu, broker ini tetap membeli 50 ribu lot saham BTEL.


1
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
296
306,150
218.12
21
9,350
220.40
296,800
315,500
2
BK
J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
255
139,948
221.79
-
-
-
139,948
139,948
3
BW
BNP PARIBAS PEREGRINE
240
40,676
214.83
3
6,000
216.67
34,676
46,676
4
YP
ETRADING SECURITIES
163
35,093
223.24
125
12,216
220.48
22,877
47,309
5
SH
ARTHAVEST TBK.
41
22,000
224.59
1
300
220.00
21,700
22,300
83
PO
BALI SECURITIES
33
66,700
220.37
52
138,000
221.01
-71,300
204,700
84
YJ
LAUTANDHANA SECURINDO
22
12,300
219.96
109
91,194
218.02
-78,894
103,494
85
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
68
50,789
172.85
108
182,193
207.04
-131,404
232,982
86
FS
AMCAPITAL INDONESIA
-
-
-
120
156,457
219.68
-156,457
156,457
 

UBS Securities Borong 55 Ribu Lot Saham BUMI

Investor asing melalui UBS Securities Indonesia memborong 55.830 lot saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di harga rata-rata Rp 1.994, tanpa menjual sama sekali. Broker asing lainnya yang turut mengoleksi saham BUMI adalah Credit Suisse Securities Indonesia sebanyak 21.265 lot.

Samuel Sekuritas yang pada Jumat akhir pekan lalu membeli 97.660 lot saham BUMI di harga Rp 1.905 oleh 862 investor asing yang menjadi nasabah broker tersebut, kali ini membeli 13.768 lot. Namun pembelian kali ini hampir seluruhnya dilakukan oleh nasabah lokal.

Di pihak penjual, aksi jual dominan dilakukan oleh investor lokal melalui broker Arthavest yang menjual 27.544 lot, Phillip Securities Indonesia 48.756 lot, E-Trading Securities 56.102 lot, dan Waterfront 17.032 lot.

Aksi pembelian yang masih dominan membuat harga saham BUMI naik Rp 82 atau 4,38% menjadi Rp 2.025.


1
AK
UBS SECURITIES INDONESIA
820
55,830
1,994.57
-
-
-
55,830
55,830
2
SQ
DINAMIKA USAHAJAYA
107
20,191
1,950.91
27
966
2,021.33
19,225
21,157
3
DR
NUSADANA CAPITAL INDONESIA
332
27,701
2,007.60
138
9,009
1,993.67
18,692
36,710
4
CS
CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
242
21,265
2,016.97
157
6,684
1,996.44
14,581
27,949
5
IF
SAMUEL SEKURITAS INDONESIA
98
13,768
1,995.41
15
771
2,018.85
12,997
14,539
107
FZ
WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
49
4,633
1,979.15
89
17,032
2,013.97
-12,399
21,665
108
YP
ETRADING SECURITIES
914
36,136
1,990.88
1174
56,102
1,988.61
-19,966
92,238
109
KK
PHILLIP SECURITIES INDONESIA
492
28,200
1,980.07
672
48,756
1,987.26
-20,556
76,956
110
SH
ARTHAVEST TBK.
85
6,055
2,002.83
232
27,544
1,969.01
-21,489
33,599

Indonesia govt sees Q3 GDP growth at 6.2-6.3 pct y/y

Indonesia's government sees third quarter economic growth of 6.2-6.3 percent year-on-year, the deputy finance minister said on Monday.

"It will be better than Q2. We see it in the 6.2-6.3 percent range," Anny Ratnawati. Source: Reuters

4 Alasan IHSG Bergerak Naik Spektakuler

IHSG dan Rupiah terus menguat sensasional dalam 1 bulan terakhir. Bahkan Pada perdagangan pekan lalu, IHSG kembali bercokol pada level tertingginya dalam sejarah pada level 3384,65 sedangkan rupiah ditutup pada level 8.985 per dolar AS.

Analis dari PT BNI (Persero) Tbk, Muhammad Fikri mengatakan, trend penguatan IHSG dan rupiah pada dasarnya telah terjadi sejak awal tahun 2010. Posisi IHSG saat ini tercatat telah mengalami penguatan sebesar 31,42% sedangkan rupiah telah menguat 4,8% dibandingkan dengan posisi awal tahun 2010.

"Penguatan IHSG dan Rupiah ini didorong oleh masifnya dana asing yang masuk ke Indonesia sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap ekonomi Indonesia," jelas Fikri dalam reviewnya, Senin (20/9).

Ia pun membeberkan 4 alasan yang mendorong masifnya capital inflow ke Indonesia sejak awal tahun 2010:

1. Seperti diketahui pada Januari 2010 the Fitch Ratings meningkatkan rating Indonesia menjadi satu tingkat dibawah level layak investasi (investment grade), hal yang sama juga dilakukan oleh Standard & Poor's pada Maret 2010 yang menaikkan rating utang Indonesia dua tingkat dibawah investment grade.

Seperti tidak ingin kalah, pada Juni 2010, Moody's Investors Service juga menaikkan peringkat utang Indonesia dari outlook stabil menjadi positif dengan rating Ba2. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada negara besar Eropa, sebagai dampak dari krisis utang yunani, The Fitch menurunkan rating utang Spanyol menjadi AA+ dengan outlook stabil dan merupakan yang pertama sejak tahun 2003.

Kondisi tersebut memaksa investor untuk mencari pasar baru untuk berinvestasi di luar Amerika dan Eropa yang masih diselimuti krisis, dan Indonesia menjadi salah satu pasar yang direkomendasikan oleh beberapa institusi keuangan dunia tersebut.

2. Masih dibulan juli 2010, IMF merilis laporannya yang menaikkan pertumbuhan ekonomi Asia, Lebih lanjut IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Asia akan dimotori oleh Indonesia bersama China dan India.

IMF melihat bahwa besarnya pasar domestik ketiga Negara tersebut akan memicu tumbuhnya ekonomi Asia, ditengah menurunnya permintaan pasar Eropa dan Amerika. IMF dalam laporannya bahkan merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 menjadi 6%. Selain karena faktor besarnya pasar domestik, Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh industri yang berbasis natural resources dengan karakter permintaan yang cenderung stabil.

Lebih lanjut, IMF juga menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara G-20 dengan investment return yang paling tinggi, mengingat tingkat suku bunga Indonesia merupakan yang tertinggi di G-20. IMF menyebutkan spread antar bunga pinjaman dan bunga deposito Indonesia adalah tertinggi ke dua di G-20 setelah rusia, hal tersebut menarik minat investor untuk masuk ke Indonesia khususnya ke sektor perbankan.

"Investor melihat bahwa potensi laba untuk sektor perbankan Indonesia merupakan yang paling tinggi di antara anggota G-20 lainnya sehingga mendorong terus naiknya harga saham emiten perbankan di bursa," urai Fikri.

3. Setelah IMF giliran World Economic Forum (WEF) yang memberikan pandangannya terhadap Indonesia. Berdasarkan laporan yang dirilis pada bulan lalu, WEF mencatatkan Indonesia sebagai Negara dengan kenaikan Indeks daya saing paling impresif di dunia.

Dalam laporannya, indeks daya saing Indonesia 2010 naik 10 tingkat ke posisi 44 dari 139 negara. Peningkatan tersebut didorong oleh semakin membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia serta meningkatnya indikator pendidikan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil mempertahankan kondisi ekonominya tetap sehat selama masa krisis 2008.

Seperti diketahui utang Indonesia tercatat sebesar 27% dari total GDP, hal tersebut mencerminkan resiko utang Indonesia yang kecil. Rendahnya default risk terhadap obligasi yang diterbitkan Indonesia mendorong investor untuk berinvestasi di surat berharga yang diterbitkan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke 18 dunia dengan total GDP sebesar US$ 539,4 milliar.

4. Yang terakhir giliran UK Trade & Investment (UKTI) yang memberikan pandangannya terhadap Ekonomi Indonesia. Perlu diketahui bahwa UKTI merupakan acuan investor di UK dalam berinvestasi. Dalam laporannya yang dirilis minggu lalu, UKTI menyebutkan bahwa Indonesia adalah Negara tujuan investasi pilihan investor ke empat dunia setelah China, Vietnam dan India. UKTI bahkan mengidentifikasi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan jangka panjang yang paling tinggi di dunia.

Secara lansung, lanjut Fikri, pandangan institusi keuangan dunia tersebut telah mengarahkan investor untuk memilih Indonesia sebagai tujuan investasi sehingga mendorong massivenya capital inflow. Diluar pandangan tersebut, positifnya laporan keuangan emiten bursa pada semester I/2010 yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan penjualan diatas 30% juga menjadi jawaban bahwa pandangan dari berbagai institusi keuangan dunia tersebut tidak salah.

"Untuk minggu ini, IHSG masih berpotensi menguat mengingat Dow Jones ditutup positif akhir pekan lalu, namun mengingat bursa saham Indonesia telah menguat cukup tinggi maka investor diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih, karena potensi koreksi terhadap bursa sangat terbuka," papar Fikri. Source: Detikfinance

Rekomendasi Beberapa Sekuritas, 20 September 2010


Untuk perdagangan hari ini, Senin 20 September 2010, empat sekuritas memberikan analisa soal kondisi bursa yang akan terjadi dan saham-saham pilihan yang patut dicermatin. Berikut ulasan detailnya.

1. E-Trading Securities
Jumat (17/9), IHSG ditutup menguat 43 poin (1,29%) didorong oleh kenaikan saham Grup Bakrie (B-7), seperti UNSP, ELTY, dan BUMI. Asing tercatat membukukan transaksi net buying Rp 218 miliar pada perdagangan regular pada saham properti dan mining. IHSG hari ini diperkirakan masih digerakkan oleh saham B-7 dan second liner dalam kisaran 3.350–3.450. Saham yang dapat diperhatikan UNSP, BUMI, ADRO, dan BRAU.


2. Trimegah Securities
IHSG berhasil rebound dan kembali membentuk nilai harga tertingginya Jumat lalu, dengan diikuti tingkat volatilitas pasar yang cukup tinggi. Indikator bollinger band yang melebar mengindikasikan indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan yang sempit karena stochastic sudah di area overbought. IHSG akan bergerak pada kisaran 3.356-3.403. Saham pilihan PGAS dan SMGR.



3. Sinarmas Sekuritas
Aksi pembelian saham oleh investor asing pada akhir pekan lalu masih berlanjut. Broker asing net buying Rp 182,83 miliar, sehingga IHSG mencatat level tertinggi terbaru 3.390,56. Jika aksi pembelian oleh asing berlanjut, indeks masih berpotensi menguat dalam kisaran 3.354-3.450. Saham pilihan ADRO, LSIP, dan SMCB.


4. Erdikha Sekuritas
IHSG ditutup menguat 43,02 poin (1,29%) menjadi 3.384.65 Jumat lalu. Penguatan saham sektor properti dan industri dasar menjadi salah satu pemicu kenaikannya, selain pengaruh positif dari indeks bursa global. IHSG masih dalam trend positif, namun juga rawan aksi jual dalam jangka pendek. Indeks akan bergerak pada kisaran 3.323-3.403. Kami merekomendasi SMCB dan ENRG.



Rekomendasi HD Capital, 20 September 2010

Untuk hari ini, Senin 20 September 2010, HD Capital merekomendasikan untuk mencermati empat saham pilihan, yakni Adaro Energy (ADRO), Astra International (ASII) , Indofood Sukses Makmur, (INDF) dan Bumi Resources (BUMI). Opsi Sell diberikan kepada ADRO, sedangkan tiga saham pilihannya diberi opsi Buy.

SELL: (ADRO)  BUY: (ASII, INDF, BUMI)
  • Sentimen pasar di prediksi akan mixed diwarnai oleh profit taking di beberapa emiten yang sudah mulai jenuh beli dan bargain hunting di emiten consumer yang terkoreksi pasca mencetak new high.
  • IHSG close (17-09) 3.384.65(+43.400/+1.29%) (Val.Rp.3.4T)
  • Support: 3.330-3.275-3200, Resistance: 3.410-3.450-3.515

Stock picks:

1.    Adaro Energy (ADRO): (SELL) (Koreksi: Rp 2.100) (close 17/09 Rp 2.150)
  • Kinerja laba bersih Q3 2010 ditakutkan masih akan terkena dampak penurunan produksi batubara akibat curah hujan di Juli sehingga bila terjadi rally lagi dalam keadaan jenuh beli ini disarankan untuk take profit terlebih dahulu dan menunggu pullback.
  • Exit: (1) Rp 2.275, Exit (2) Rp 2.350,  Reverse posisi: Rp 2.400

2.    Indofood (INDF) (BUY): (Target: Rp 5.400) (Close 17/09 Rp 5.100)
  • IPO CBP prima (mie instan) yang akan menghasilkan dana untuk melunasi utang induk INDF yang cukup tinggi dapat memperbaiki struktur keuangan dan meningkatkan nilai jual perusahaan.
  • Entry (1) Rp 4.900, Entry (2) Rp 4.800,  Cut loss point: Rp 4.700

3.   Astra International (ASII) (BUY): (Target: Rp 59.450) (Close 17/09 Rp 54.700)
  • Koreksi yang terjadi pasca pencetakan new high di Rp.60.000 dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi karena fakor makro ekonomi seperti pertumbuhan GDP & BI rate kondusif yang dapat mendukung kredit & penjualan mobil serta konstribusi dari anak perusahaan lainnya masih berjalan.
  • Entry: (1) Rp 53.400, Entry: (2) 51.400, Cut loss point: Rp 49.400

4.   Bumi Resources (BUMI) (Target: Rp 2.150) (close 17/09 Rp 1.940)
  • IPO Bumi mineral serta konversi utang melalui skema rights issue 21-September dapat membuat investor lebih konsentrasi kembali ke valuasi fundamental PER/PBV BUMI yang masih merupakan termurah dalam sektornya.
  • Entry: (1) Rp 1.930, Entry (2) Rp 1.840, Cut-loss point: Rp 1.770
Dibuat oleh:
Yuganur Wijanarko
Senior Research HD Capital. (Yuganur@hdx.co.id)

Sunday, September 19, 2010

Riset Astra International oleh JP Morgan

Riset Astra International (ASII) oleh JP Morgan.

Riset Astra International oleh JP Morgan                                                                                                                                   

Outlook Economy Trimegah Securities

Outlook Economy Trimegah Securities.

Outlook Economy Trimegah Securities                                                                                                                                   

Memo AMCAPITAL 17 September 2010

Memo AMCAPITAL 17 September 2010.

AMCAPITAL                                                                                                                                   

Memo Sucorinvest 17 September 2010

Memo Sucorinvest 17 September 2010.

SUCORINVEST                                                                                                                                   

Memo Kim Eng Sekuritas, 17 September 2010

Memo Kim Eng Sekuritas, 17 September 2010. Aturan Giro Wajib Minimum yang dikaitkan dengan fungsi intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) membuat sektor perbankan masih aktraktif di mata Kim Eng dengan rekomendasi masih Overweight. Pilihan saham favoritnya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target harga Rp 11.250 dan Bank Mandiri RP 7.300.

Rencana merger dan konsolidasi Flexi Telkom dan Esia Bakrie Telecom masih menunggu informasi yang lebih jelas lagi. Kim Eng merekomendasikan target harga Rp 9.100 dengan rekomendasi Hold.

 PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk yang menandatangani kontrak dengan PLN pada 23 September 2010 untuk menambah pasokan 14,5 juta ton pertahun selama 20 tahun mulai 2014. Informasi ini masih coba dikonfirmasi oleh Kim Eng dengan mengontak manajemen yang sampai kini belum berhasil dilakukan. Kim Eng mereview dan akan menaikkan target harga PTBA dan rekomendasi dari sebelumnya Sell dan target harga yang lama Rp 13.800.


Memo Kim Eng Sekuritas                                                                                                                                   

Saturday, September 18, 2010

Copper Heads for Weekly Advance on Dollar; Tin Advances for Ninth Session

Copper rose to the highest level in almost five months, set for the best week in seven, as a weaker dollar made metals cheaper for buyers holding other currencies. Tin advanced for a ninth day, the best run since February. 

The three-month contract on the London Metal Exchange gained as much as 0.8 percent to $7,762 a metric ton, the highest price since April 27, and was at $7,747 at 2:07 p.m. in Singapore. The metal is 3.5 percent higher this week, the most since the week ending July 30. Copper for December in Shanghai rose as much as 1.9 percent to 60,170 yuan ($8,944) a ton. 

“The dollar’s weakness is helping to boost commodities prices,” Lin Junhua, an analyst at Jinpeng International Futures Co., said from Beijing. 

The dollar declined for a second day against a six-currency basket before reports forecast to show German producer prices rose for a sixth month and U.S. consumer confidence improved. The U.S. currency was at $1.3127 per euro from $1.3078 yesterday. 

“After the Chinese holidays in October, we fully expect demand to pick up and supplies to tighten,” said Xu Jun, an analyst at Hongyuan Futures Co. At the moment, “consumption hasn’t fully picked up from the summer lull and we’re only getting hand-to-mouth buying.” 

Financial markets in China, the world’s largest metals user, are closed from Sept. 22 to Sept. 24 for the Mid-Autumn festival holiday, and again from Oct. 1 to Oct. 7 for the National Day holiday. Copper is used to make pipes and wires. 

Copper Inventories
Copper stockpiles in Shanghai shrank for a second week, dropping to a seven-month low of 98,025 tons last week, according to the Shanghai Futures Exchange. This week’s data will be released after the market closes today. 

In Peru, the second-largest copper producer after Chile, miners may vote this week to start a national strike to press for better pensions and a greater share of profits, a union leader said Sept. 14. Protesters in the country attempted to seize Xstrata Plc’s Tintaya copper mine in the southern Andes yesterday after clashes with police left two dead. 

Tin climbed as much as 0.5 percent to $23,600 a ton, the highest price since July 23, 2008, taking gains since the close of trade on Sept. 6 to about 13 percent. The nine days of gains is the best winning streak since the 10 sessions to Feb. 22. 

The metal, which touched a record $25,500 a ton in May 2008, has been bolstered by disruptions to production in Congo and Indonesia. 

Aluminum in London rose 0.4 percent to $2,173 a ton, zinc advanced 1.2 percent to $2,174.25 a ton, lead gained 1.7 percent to $2,240 a ton, and nickel increased 0.5 percent to $23,365 a ton. Source: Bloomberg

IMF:Indonesia cbank may need to hike rates in 2010

* IMF: Bank Indonesia needs to anchor inflation expectations
* IMF: BI policy appropriate for now, may need to hike in H2
* IMF: BI move to lift banks' LDR may conflict with risk mgmt
* IMF lifts 2011 GDP forecast to 6.2 pct, urges govt spending

The International Monetary Fund (IMF) said on Friday Indonesia's central bank may have to start unwinding accommodative monetary policy in 2010 to avoid risking accelerating inflation next year and to enhance credibility.

Indonesia's annual inflation picked up in August to the highest since April 2009 and analysts expect Bank Indonesia to start lifting rates by the end of the year, although the central bank has repeatedly said it will leave rates on hold all year if inflation meets its end-year target of 4-6 percent.

The IMF saw end-2010 inflation for Southeast Asia's biggest economy at 5.9 percent. The report said Bank Indonesia's current stance is justified, since inflation is within the target range and given the risk that hiking rates now could attract even more volatile portfolio capital.

But looking ahead, it said various risk factors could push inflation expectations higher in 2011, and so Bank Indonesia (BI) needed to signal a proactive stance to anchor inflation expectations within the target range.

"We believe there needs to be a stronger commitment to reducing inflation and keeping it low," Thomas Rumbaugh, the IMF's division chief for Asia and Pacific, told reporters.

BI left its policy interest rate BIPG at a record low 6.5 percent this month as expected, as it seeks to spur loan growth, but raised bank reserve requirements -- cash that has to be put aside with the central bank -- in an effort to curb inflationary pressures.

The IMF warned the move could conflict with banks' own credit risk management measures, and said it saw credit growth gaining momentum in any case with the economic recovery.
The IMF kept its economic growth forecast for the G20 member at 6 percent for 2010, and lifted its forecast for 2011 from 6 percent to 6.2 percent. 

Indonesia saw the third-fastest growth among G20 members last year as its economy proved resilient to the credit crisis. Investors have poured money into Indonesian assets in the past 18 months on hopes for further rating upgrades, but the IMF said near-term risks would rise if there was a sustained increase in global risk aversion that could lead to capital outflows.

Foreign investors sold a net 1 trillion rupiah ($111 million) of bonds in the first half of September, latest data shows, trimming their holdings to 27 percent of all outstanding debt, on concerns a record bond market rally may be coming to an end.

Indonesian bonds have delivered 20 percent returns so far this year, versus a 12 percent rise in the broader Asian index, according to Thomson Reuters data. 

The IMF recommended the gradual conversion of nonmarketable government bonds in BI's balance sheet to marketable bonds, to expand its policy toolkit for liquidity management. It said Indonesian authorities agreed and were discussing this.

The IMF also urged the government to reduce energy subsidies and improve tax collection, and to better execute government budget spending, particularly on infrastructure, to drive growth.

Inadequate roads, ports and power supplies are a major obstacle to foreign direct investment, which the government is hoping to lift to provide more stable longer-term financing.Source: Reuters

First Pacific Pesan 1,5% Saham Indofood CBP Sukses Makmur

First Pacific Co Ltd, induk usaha keluarga Salim yang tercatat di Bursa Hong Kong, berniat memesan 17.492.865 unit saham PT Indofood CBP (ICBP) Sukses Makmur melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). ICBP akan melepas 1,16 miliar unit saham ke publik pada harga Rp 5.395 per saham.

Sekretaris Perusahaan First Pacific Nancy LM Li menyatakan,  pihaknya akan membeli saham IPO anak usaha PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) tersebut pada harga HK$ 4.686 atau setara US$ 0,6 per saham.  First Pacific akan membeli 1,5% dari total saham ICBP yang akan dilepas ke publik.

“Total dana yang disiapkan untuk pembelian saham ICBP sekitar US$ 10,5 juta setara HK$ 82 juta atau Rp 94,4 miliar,” ujar Nancy dalam keterangannya seperti dikutip laman First Pacific di Hong Kong, Jumat (17/9). 

Sesuai jadwal, masa penawaran saham IPO produsen mie instan dan bumbu makanan tersebut dijadwalkan pada 1-16 September. Pada 24 September, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) diproyeksikan menerbitkan pernyataan, dan masa penawaran 26-30 September 2010.  Setelah itu, pada 4 Oktober dilakukan penjatahan dan distrubusi saham secara elektronik pada 6 Oktober. Sementara itu,  pencatatan saham (listing) di Bursa Efek  Indonesia (BEI) dilakukan pada 7 Oktober 2010. 

Menurut rencana, ICBP akan melepas 1,16 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau sekitar 20% dari modal disetor dan ditempatkan. Perseroan menargetkan dapat menghimpun dana hasil IPO sebesar Rp 6,2 triliun. Empat sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO, yaitu PT Kim Eng Securities, PT Credit Suiesse Securities Indonesia, PT Deutsce Securities Indonesia, dan PT mandiri Sekuritas.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas Harry M Supoyo mengatakan, respons investor terhadap IPO ICBP sangat positif. "Hasil pembentukan harga (bookbuilding) bagus sekali, karena sektor industri barang konsumsi bagus dan performa Indofood yang excellent," kata Harry kepada Investor Daily, kemarin.

Indofood ICBP telah memberi kepercayaan kepada penjamin pelaksana emisi untuk memilih dua dari enam agen penjual (selling agent) yang telah dipertimbangkan, yaitu Deutche Securities, CLSA  Securities, Merill Lynch, Citigroup, BNP Paribas, dan Nomura Securities.
“Besok (hari ini) beauty contest akan dilakukan di Mandiri Sekuritas. Nanti akan dipilih 3-4 sekuritas,”  ujar sumber Investor Daiy di Jakarta, kemarin.

Hingga semester I-2010, Indofood CBP membukukan pendapatna bersih sebesar Rp 825 miliar, naik 49% dibanding periode sama 2009 sebesar Rp 550 miliar. Pencapaian tersebut menopang kinerja keuangan induk usahanya, yaitu Indofood Sukses Makmur yang membukukan laba semester I-2010  Rp 1,41 triliun naik 76,4% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 799,74 miliar.Source: Investor Daily